Showing posts with label tulisan. Show all posts
Showing posts with label tulisan. Show all posts

Tuesday, December 18, 2018

Kesulitan dalam Menulis Artikel, Jangan Khawatir! Tips Ini Akan Membantumu Lancar Menulis

0


Kesulitan dalam menulis Artikel, Jangan Khawatir! Tips ini akan membantumu lancar menulis.
Beberapa teman penulis fiksi mengeluhkan tentang sulitnya menulis artikel, bahkan menurut pengalamannya ia merasa kesulitan menulis di blog pribadinya. Saya sarankan untuk sering membaca artikel dan belajar menuliskannya. 

Memang tidak ada cara lain selain itu, terkadang kita hanya merasa kurang percaya diri kalau kita mampu dan bisa menulis sebuah artikel. Cobalah untuk menulis ‘sebisanya’ tidak memaksakan diri menulis dengan standar tulisan yang tinggi. Menulis sebuah proses kreatif, maka tidak ada ceritanya bisa menjadi instan. 

cara menulis artikel ala Baiq



Kesulitan pertama yang dialami saat menulis artikel biasanya, menentukan tema. Wuihhhh ... coba lihat 10 benda yang ada di sekitarmu, kira-kira mana yang membuatmu tercenung dan heran. Tuliskan apa kegunaan benda tersebut dan bagaimana cara merawat benda itu. Mudah kan? Kalau merasa idenya belum bisa keluar, coba lihat keadaan sekarang. Buat dua kata sebagai kata kunci tulisanmu. Misalkan melihat keadaan jalan yang padat. 

Kamu cukup menuliskan mengapa macet, apa yang terjadi di sana dan bagaimana agar kemacetan tidak terjadi. Kunci dari menulis artikel yaitu How, What dan Why. Karena tujuan dari artikel itu sendiri menyederhanakan tulisan agar bermanfaat, menghibur maupun menemukan sebuah solusi.
Kemudian berapa jumlah artikel yang baik?

Artikel yang baik biasanya ditulis rata-rata 300 kata. Ada beberapa yang menulis 500 kata, 700 kata dan 1000 kata. Menulisnya juga harus jelas, mudah dimengerti dan tetap satu topik yang dibahas. Jangan menulis banyak topik dalam satu artikel, kecuali memang menjelaskan ragam atau jenis sesuatu. 

Misalkan menulis tentang hujan maka isi artikelnya harus berkaitan dengan hujan maupun cuaca dan akibat hujan. Hal-hal yang tidak ada hubungannya dengan hujan tidak perlu dimasukkan. Misalnya tukang ojek yang mengantar makanan. Ini jelas tidak singkrong, kecuali tukang ojek mengantar makanan, tidak peduli keadaan cuaca, baik hujan maupun kemarau. Ia tetap berangkat.
Daripada berpusing ria dengan artikel, saya sisipkan beberapa link artikel yang dimuat di beberapa media. Semoga bisa terinspirasi. Tidak ada patokan menulis artikel yang baik, kecuali artikel SEO maupun artikel yang diikutkan pada lomba-lomba menulis artikel. Hal paling utama dalam menulis artikel yang baik ialah tulisan sesuai dengan PUEBI, bahasa jelas, dan terdiri dari pembukaan, isi dan penutup. 

kontributor Hipwee November 2018

link tulisan saya : 

Tulisan di UC Browser :
 https://bit.ly/2USAs9J
 https://bit.ly/2BtjZji 
dll.
Tulisan di Vemale:
https://www.vemale.com/lentera/116866-menolak-pinangan-seorang-pria-karena-belum-siap-meninggalkan-orangtua.html
https://www.vemale.com/lentera/114358-meski-tidak-bisa-menyelesaikan-kuliah-selalu-ada-jalan-wujudkan-mimpi-lain.html

Tulisan yang menang lomba:
Tulisan favorit (total share 721): https://www.vemale.com/love/119649-baru-kenalan-seminggu-langsung-ngajak-nikah-jodoh-tak-pernah-salah-waktu.html 
Kontributor Hipwee Bulan November  :https://www.hipwee.com/list/penting-bagi-kamu-yang-menikah-tanpa-pacaran/
Nominator Cheria Holiday : https://baiqcynthia.wordpress.com/2018/07/06/serunya-travel-eropa-barat-bersama-cheria-holiday/
https://baiqcynthia.wordpress.com/2018/07/06/serunya-travel-eropa-barat-bersama-cheria-holiday/

Sumber: https://www.cheria-travel.com/2018/07/ini-dia-nominator-pemenang-lomba.html
--Cheria Holiday™--

Penulis: Baiq Cynthia

Monday, August 13, 2018

Mengapa Naskah Tidak Kunjung Selesai?

0

Mengapa naskah tidak kunjung selesai?




Menulis bukan perkara yang sangat sulit, ‘setengah’ sulit bisa dibilang begitu. Kita harus melatihnya setiap hari itu sudah harga mati. Semakin sering menulis dan terbiasa disiplin menulis setiap hari akan memperbaik kualitas tulisan. Apa jadinya jika menulis tidak kunjung selesai.




Kalau kita terus-menerus membiarkan diri larut dengan rutinitas selain menulis, kita hanya sibuk memikirkan tulisan namun tidak kunjung menuliskannya ini sudah keadaan yang sangat membahayakan. Memang apa yang membahayakan, kamu pasti akan bertanya-tanya ya?




Itu sebuah gejala yang sering terjadi kepada penulis pemula, seperti saya. Kita hanya berangan naskah selesai tanpa mengerjakannya, apakah bisa? Tentu saja tidak akan bisa. Jika ingin memasak telur, maka terlebih dahulu kita harus punya telur dan minyak goreng, itu minimal. Selanjutnya jika ingin telur itu masak tentu saja kita harus memasaknya. Sama halnya dengan menulis, jika kita hanya menginginkan tanpa ada inisiatif untuk memulai, maka bersiaplah naskah tidak akan kunjung selesai.




Point berikutnya, jangan terlalu banyak mengatakan, ‘Saya Sibuk’. Semua orang memiliki 24 jam itu sama dengan apa yang kita punya. Bedanya, apakah kita benar-benar mengoptimalkan waktu kita, atau hanya membuang-buang waktu? Sisihkan satu atau dua jam setiap hari untuk menulis, apa saja tanpa ada yang menghalangi lagi. Semakin sering menunda kegiatan menulis, maka tentu saja naskah tidak akan selesai.


Masih asyik dengan media sosial.



Era digitalisasi membuat semua orang berlomba-lomba paling eksis dan narsis untuk menunjukkan profil yang terbaik. Begitupun dengan aktivitas medsos yang kadang memakan waktu untuk menulis, berbanding terbalik, waktu menjadi sia-sia dan semakin tidak tersisa.
Bagaimana tips menyelesaikan naskah tepat waktu?




Pertama, gunakan mind map.


Tentu saja dalam membuat sebuah karya, kita butuh alur cerita yang jelas. Agar tidak bertele-tele dan tulisan kita menjadi teratur. Dengan peta pikiran, ide-ide yang sudah dikonsep sejak awal akan berakhir sesuai dengan prediksi. Tentu saja menggunakan peta pikiran memangkas waktu.


Jangan nanti-nanti. Tapi SEKARANG!





Sama seperti nasi yang panas ingin kau makan, semakin lama menunggu. ‘Nanti, nanti’, maka nasi akan berubah menjadi dingin. Tulisanmu bukan semakin cepat beres, akan tetapi akan semakin lama untuk selesai.
Menulislah apa yang dikuasai, jangan menunggu hasil tulisan menjadi baik. Kita tidak akan pernah puas, tapi menulislah terlebih dahulu sampai sukses di akhir. Baru setelah itu bisa disunting hal-hal yang perlu diperbaiki.


Tidak terpengaruh dengan suasana.




Kita harus konsisten untuk menyelesaikan sampai finish. Jangan tergiur untuk makan-makan enak, atau sekadar jalan-jalan maupun menonton film bagus. Kecuali memang bertujuan untuk riset.


Pasang Deadline!


Buat target sendiri misalnya satu jam sekian kata, dan kita upayakan yang terbaik hingga selesai. Tidak ada yang sulit dalam membuat sebuah karya tulis sampai selesai lalu terbit. Hal yang membuat sulit ialah rasa malas dan tidak ingin sukses.



Ala bisa karena terbiasa, biasakan nulis setiap hari minimal satu lembar, tetapi saat kita sudah terbiasa menulis 1000 kata setiap hari selama 3 bulan. Tentu kita bisa akan menjadi penulis yang handal dan mengerjakan deadline sesuai dengan harapan.


Baiq Cynthia

Saturday, November 5, 2016

November Hero~Perjuangan tanpa Batas

0

​November Hero


Setiap bulan pasti memiliki nama sebutan tersendiri (khusus) buku catatan harianku. Sudah hari ke-5, aku awali dengan tawa dan duka.Tak perlu tahu duka apa, biarkan saja mengendap di sana. Hampir delapan bulan tak menemuinya lagi.Terlalu pengecut bagiku untuk mengatakan sebuah kenyataan getir. Ah! Puitis. Aku terlalu banyak memikirkan hal yang lewat.

Okay! Sudah lupa, namun kemarin sebuah pesan dari seseorang yang pernah membantu menghadap tuan yang sangat bijaksana. Sosok itu kini sudah memegang peranan penting. Tiga kata pertanyaan yang mengusik pikiran yang telah diendapkan di bawah alam sadar. Kini terbangun (lagi). 
sumber: pixel


"Gimana kabar kuliahmu?"
Aku ingin mengatakan baik kak, tapi aku sedang  off sementara. Tapi, naluriku menampik. Kronologi demi kronologi dipaparkan. Mirip cerpen-klise memang tapi aku lebih suka jujur meski menyakitkan.

Semalam aku membaca biografi Cak Nun. Penyair, pendakwah yang ingin menyatukan dua organisasi besar itu. Beliau juga berhenti di semester 1. Aku tak tahu alasannya. Namun, karyanya melejit seperti taburan bintang di langit.

Aku terinspirasi olehnya, aku harus banyak belajar dan meminta perlindungan-Nya. Meskipun sepotong hati masih memar. Aku ingat ucapan guru Biologi di Madrasah Aliyah. Saat aku gagal tembus di salah satu ajang tahunan yang pernah diselenggarakan di Surabaya. 

"Allah memberikan apa yang kita butuhkan, bukan apa yang kita inginkan," senyumannya mengembang. 
Pelajaran yang diperoleh banyak. Aku mengenal sakit dan aku tersenyum. Bertemu dengan banyak saudara baru dan mereka baik--Aku tak pernah lupa. Aku mendapatkan kesempatan (waktu) bersama Nenek lebih lama. Aku tahu rasanya mencari rupiah itu susah. Aku tahu rasanya sendiri di kota orang. Aku tahu rasanya kehilangan. Aku tahu artinya kebersamaan. Aku tahu artinya betapa berharganya hidup. 

Memang tiket itu sudah lenyap, terbang ke awan. List yang sudah ditata berkesinambungan akhirnya aku coret merah. Bahkan aku sendiri tak mampu membacanya lagi. 

Satu-satunya jalan aku harus bisa bersabar, diam sejenak di dalam kesunyian. Berbicara kepada angin dan hujan hingga tiap bulir bening  jatuh. Aku masih bertahan. Izinkan aku bisu tuk sementara, menyapa ilalang yang terkulai lemas. Aku tak sendiri, aku masih memiliki keluarga (meski di seberang pulau), orang-orang tersayang, teman-teman, sahabat, kawan-kawan virtual yang tak pernah bertemu di alam nyata.

Motivasi kembali ke sana masih ada, karena pendidikan penting untuk mendukung masa depan yang lebih keras oleh orang yang pandai berdialektika. Juga membuka peluang untuk bisa menjelajahi Nusantara dan Dunia.

Hai, Baiq! Itu pikiran yang normatif. Tak segalanya harus seperti itu. Membantu nenek menyeberang jalan kamu sudah berguna, apalagi kamu mampu membuat kesejahteraan kaum tertindas. Banyak buruh yang belum mendapatkan haknya! Gunakan ilmu untuk membumi hanguskan kaum kapitalis, liberalis yang pandai menyusun taktik.

Kecamuk, kontroversi, melebur menjadi satu. Kakiku dipasung oleh rantai beton berduri. Aku hanya menatap nanar dari menara tanpa pintu. Jika aku boleh berandai, "Andaikan aku menjadi lelaki, Aku pasti bisa bebas dari belenggu." 
Belenggu perempuan yang tak boleh keluar rumah. 

*Situbondo, 5 Shafar 1438 H