Baiq Cynthia

Penulis muda dengan impian menulis menebar inspirasi,hobi menulis dan fotografi.

Perempuan bisa menahan luka dan sedih dengan sedalam kekuatan hatinya. Tapi menahan cemburu? Sama sekali enggak bisa. Walaupun lelaki yang engkau cintai hanya melihat foto perempuan lain. Itu menyakitkan sekali bagi kaum wanita. Apalagi harus melihatnya memandang lebih dari lima menit, rasanya seperti ada gumpalan api bergumul di hati. Panas dan nyeri begitu dalam.

Aku tahu lelaki memang memiliki kodrat yang tidak bisa menutup mata ketika melihat wanita dengan paras cantik. Padahal menjaga pandangan itu penting, dengan terjaganya pandangan akan tertutup pintu menuju maksiat.




Wahai kaum lelaki, bisakah engkau menjaga pandangan untuk dirimu sendiri maupun kemurnian cinta sang istri? Seorang istri sudah melepaskan orangtuanya, kesenangan masa mudanya, maupun kesenangan untuk diri dan temannya. Ia rela dan patuh pada lelaki yang disebut suami. Ia menanggalkan segalanya hanya untuknya.

Lelaki memang tidak mampu jika melihat wanita yang menggoda imannya, tetapi sangat tangguh menahan cemburu. Sebaliknya, wanita bisa mengabaikan lelaki tampan bahkan ada wanita yang tidak tertarik pada harta bendanya maupun karirnya. Ia jatuh cinta murni karena kasih sayang dan perilakunya. Wanita bisa mengabaikan seribu pria demi lelaki yang paling dicintainya. Tetapi untuk menahan cemburu(?)

Wanita tidak mampu. Suruh jatuhkan saja peluru, jika batas cemburu terlampau besar. Ia tidak bisa melihat lelaki yang dicintainya menatap lawan jenis terlalu lama, apalagi sampai di tahap yang tidak sewajarnya.

Aku paham cemburu itu bisa menjadi peluru, yang membunuh perlahan. Tetapi hanya wanita yang setia dan sayang pasti akan merasa cemburu tatkala pasangannya mulai perlahan menjaga jarak, mengabaikan dan condong dengan sesuatu yang melupakan soal pasangannya.

Cemburu itu wajar, tetapi jangan terlalu besar. Kamu tidak akan kuat. Biar aku saja yang menanggung.




Baiq Cynthia
Mengawali bulan November dengan kejutan yang tak terduga, ada banyak hal-hal baru yang harus dibenahi pada pilihan dalam hidup. Semua terjadi begitu cepat bahkan berubah bak gerakan air di laut. Kalau sedikit throwback November 2015 saya masih berkutat dengan tugas dan ujian tengah semester, menempuh kuliah di Universitas Muhammadiyah Malang prodi Ilmu Komunikasi. Tidak seperti mahasiswa lainnya yang tinggal belajar dan memahami soal-soal. Saya harus berurusan dengan masalah eksternal yang juga menganggu konsentrasi belajar. Bayangkan saja, besok ujian malam ini bermalam di kota Turen, pagi buta harus kembali ke Malang dengan bus yang dilanjutkan dengan angkot, sendiri.