Pecinta Buku, Kuliner dan Jalan-jalan Perjalanan dan pengalaman akan menjadi momen berharga saat disimpan melalui tulisan dan lensa.
Showing posts with label motivasi hati. Show all posts
Showing posts with label motivasi hati. Show all posts

Monday, August 27, 2018

Kata-kata Ini Akan Membuat Lukamu Sembuh

Saat hatimu terluka, mungkin kamu akan kecewa dan tidak akan menerima hati mana saja. Tapi, sampai kapan menutup hati? Setiap orang pasti pernah ‘terluka’, tetapi orang yang menerima dirinya, ikhlas akan luka yang ia dapatkan, lalu memaafkan, esok jika datang luka semacam ini sudah tidak akan terasa lagi. Karena akan menghindar dari penyebab luka, tetapi jangan menghindar dari orang baru yang akan mengobati lukamu. Mungkin sekarang dipertemukan dengan orang yang salah, agar bisa belajar dari kesalahan dan lebih menghargai hadirnya orang baru.


Monday, May 21, 2018

Kembang Kemenangan

“Sebetulnya yang dibutuhkan untuk menulis bukan mood, tapi gagasan. Gagasan-lah yang melecut kita untuk segera menumpahkannya.”


(One Week One Paper)




Sunday, March 4, 2018

Pesan untuk Wanita: Ketika Hatimu Luka, Ini yang Harus Kamu Lakukan.

Hampir semua wanita akan merasakan sensitif, apalagi berurusan dengan perasaan. Perasaan yang dilukai, bisa membuat masalah besar bagi si wanita. Terlebih yang membuat luka dan sakit di hati adalah orang yang paling kamu percayai atau diharapkan untuk menjadi yang terbaik untukmu. Apa jadinya, saat perasaan wanita digantung gak jelas hingga berujung (Baper.red)?



Hal-hal ini yang harus kamu lakukan saat hatimu terluka. Pastikan untuk membaca sampai akhir.


1. Menjauhkan diri dari media sosial. Kontrol diri sangat penting dalam keadaan yang sangat labil. Mengapa? Sangat dikhawatirkan memposting hal yang mengudang kontra dengan pengguna medsos. Karena beberapa kasus, sering rawan mengumbar aib ke ranah medsos. Daripada merugikan diri sendiri atau pihak lainnya. Lebih baik istirahatkan diri dari dunia maya.
Selama istirahat dengan dunia maya, pastikan memilih untuk tidak menyendiri. Bergabung dengan anggota keluarga.




2. Mencari tempat untuk menyalurkan pikiran. Bisa bercerita dengan orang yang paling dekat dan dipercaya, mengapa bicara dengan orang lain? Hati kita perlu teman ... butuh tempat untuk mengeluarkan uneg-uneg. Jika tidak siap untuk bicara secara langsung. Maka, bicarakan dengan tulisan. Mengeluarkan semua yang ada dalam pikiran akan mengurangi beban, secara perlahan.




3. Mencari permasalahan yang memang membuat luka di hati. Tidak lantas membantu orang yang bersangkutan. Memaafkannya, dengan begitu hati akan kembali jernih. Memeluk luka adalah cara paling baik ... jangan sampai karena ada luka, membuat orang lain terluka oleh apa yang kita rasakan. Hanya dengan menghapus memori di otak, membiarkan apa yang sudah terjadi, biarkan terjadi saja. Kita tidak bisa mengobati luka dengan balas dendam. Luka akan sembuh saat kita percaya akan ada sesuatu yang lebih baik di depan sana.




4. Istirahatkan pikiran. Dengan berdoa yang penuh khusuk atau meditasi sebagai cara menenangkan pikiran. Bisa juga dengan memakan es krim atau coklat untuk mengurangi kadar stress. Bisa juga dengan tidur. Saat tidur, memperbaiki sel-sel yang rusak. Juga menghentikan aktivitas ... sebagai cara melenyapkan rasa lelah seusai menangis atau bersedih.




5. Saat usai menenangkan pikiran dengan cara di atas. Kembali pada rutinitasmu, tanpa mengingat lagi apa yang membuat luka. Jadikan motivasi untuk terus semangat. Hanya butuh waktu untuk membekap luka. Sejatinya, luka hanya perlu dilupakan, dianggap hanya luka kecil yang akan sembuh kemudian hari. Tersenyumlah, Allah akan memberikan kado terindah kepada yang terus bersyukur dalam keadaan bagaimanapun.





Itulah hal-hal yang penting untuk dijalani saat mengalami hati yang terluka. Tetaplah semangat mencari hal baru yang lebih menyenangkan.

Penulis : Baiq Cynthia

Thursday, November 16, 2017

Kembalikan Diri Kepada-Nya [Self Motivation]

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Setiap pagi, saat langit cerah biasanya melihat ini sangat mudah. 
Keindahan ciptaan Allah. Kini hanya menjadi album kenangan. Entah kapan bisa mampir lagi.

Kalau melihat perjalanan demi perjalanan, tapak demi tapak. Rasanya sulit diungkapkan. Betapa terpuruknya saat itu. Beruntunglah, saat yang sama Allah menghilangkan separuh nikmat. 'Bisa bermedsos'. 
Tak bisa dibayangkan jika saat itu masih bisa buka medsos. Mungkin beranda akan dipenuhi rasa amarah, kecewa, pun sedih luar biasa. [Padahal bukan tempatnya, mengadu]. Tempat sesungguhnya hanyalah di atas sajadah.

Tapi, mereka yang yakin. Setiap cobaan yang menimpa hamba-Nya hanya sebuah ujian untuk lebih mendekat lagi kepada-Nya. Pun ujian yang dilimpahkan pasti sesuai takaran yang bisa dihadapi dengan bijak oleh hamba-Nya.

Mengapa diuji bertubi-tubi? 
Pertanda Allah menyayangi hamba-Nya. Allah menginginkan tingkat derajat hamba-Nya dinaikkan. 
Saat itu pun, waktu terlalu cepat mengalir. Hingga kusadari. Pemikiran yang pernah kulakukan terlalu pendek. 
Terlalu banyak ego yang didahulukan daripada buah pikiran yang jerni. Terlalu banyak mengeluh. Terlalu banyak kurang memahami keadaan. Menyalahkan situasi dan takdir. 
Padahal jika ditelusuri lebih dalam, Allah tak mungkin mempersulit kehidupan hamba-Nya. Selain kita sendiri yang menabung dosa. 
Setiap dosa yang mengalir menjadi penghambat laju kesuksesan sejati. Saat semua kata-kata bijak pun tak mampu memanggul. Saat itu pula rasanya ingin menjatuhkan diri pada hal yang dilarang.

Hidup hanya persinggahan, menuju perjalanan 'Pulang'. Hidup pun tempat memasung diri pada hakikat pencarian. 
Pun hidup menjadi sandaran mencari amal menuju akhirat. Pada akhirnya terlambat kusadari. 
Allah mendengar setiap doa kita. Allah mengabulkan yang kita minta. Allah Maha baik. Kita kadang yang kurang bersyukur. Kurang menerima dengan lapang dada.

Takdir kita memang telah ditulis jauh sebelum kita ada. Tapi, pernahkah berpikir hanya doa-doa setiap malam-Nya yang mampu memperbaiki nasib. 
Semoga hati kita senantiasa bertafakur, kembali   setiap lupa jalan. Pun bersyukur masih diberikan napas dan umur tuk menjadi muslim yang lebih baik. 

Tidak segalanya yang dilihat baik oleh kita, baik bagi Allah. Pun tidak segalanya yang buruk bagi kita, menjadi buruk di hadapan Allah.

Salah Satu Doa Yang Sering Dibaca Nabi Muhammad SAW 
يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ وَ عَلَى طَاعَتِكَ

YAA MUQALLIBAL QULUUB, TSABBIT QALBII ‘ALAA DIINIKA WA ‘ALAA THOO’ATHIK.

Artinya : Wahai yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku di atas agama-Mu dan di atas ketaatan kepada-Mu.

Allah ta’ala berfirman: (yang artinya)


“Diwajibkan atas kamu berperang, Padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. boleh Jadi kamu membenci sesuatu, Padahal ia Amat baik bagimu, dan boleh Jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, Padahal ia Amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” 



(QS. Al-Baqarah : 216)

Berperang di sini, lebih tepat melawan hawa nafsu sendiri. Menguatkan diri hanya bersimpuh dan meminta pertolongan kepada Allah. Allah yang mengatur rezeki kita. Maka, Kembali kepada-Nya adalah cara mutahir untuk menyucikan diri yang selalu berlumur lumpur dosa dan salah.
Salam Ukhuwah dari seorang muslimah yang berusaha memperbaiki diri untuk tetap istiqomah.
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Penulis : Baiq Cynthia