Baiq Cynthia

Penulis muda dengan impian menulis menebar inspirasi,hobi menulis dan fotografi.

Aku tidak benar-benar tahu arti melupakan. Melupakan sama dengan mengingat, bahkan saat seseorang yang sudah susah payah dilupakan akan selalu muncul ke permukaan.



Novel ringan ini sungguh mengaduk-aduk emosi. Penulis begitu pandai bermain sudut pandang aku secara bergantian dalam setiap tokoh.
Tapi, saya merasa ada beberapa bagian yang terlalu mubazir. Seperti pengulangan kisah yang dituturkan dalam sudut pandang 'aku' tokoh lain.

Ciamik novel setebal 132 halaman mampu membuat pembaca menerka-nerka apa yang akan terjadi. Ternyata endingnya tidak seperti terkaan saya. Selamat menerka-nerka.
Membaca novel ini hanya butuh satu jam 19 menit. :)
Kutipan yang memikat bagi saya, "Jika cinta selalu membuat belenggu untuk kita dan membuat kita tersiksa, saya kira itu tidak baik."

Terakhir, baca novel Unggulan Sayembara mengarang novel remaja 2005. Novel ini terbit kembali 15 Juli 2014. Sangat rekomendasi bagi pencinta novel remaja.



Selamat membaca. Jangan lupa manfaatkan aplikasi IJakarta. 



#Ijakarta

#bookreviewer
Keterpurukan bukan sebuah akhir. Bisa jadi awal yang tidak disangka-sangka. Setiap orang memiliki jalan tersendiri untuk menyematkan perasaan kalut, kekesalan, pencarian jati diri pun perhatian. 
Jingga dalam Elegi, lanjutan dari novel sebelumnya Jingga dan Senja. Benar-benar menguras emosi pembaca. Penulis sangat lihai memainkan karakter kembar identik yang memiliki perbedaan juga ciri khas. Alur yang begitu kuat, ditambah penggambaran latar turut menyuarakan tokoh. 

Ciri khas lainnya, novel ini meski pembawaan santai, tetap fokus dengan isi cerita. Sebagaimana cerita remaja, yang penuh drama, melankolis. Tapi, berbeda dengan gaya-gaya sinetron. 



Konflik yang ditawarkan memikat, tidak membuat pembaca terlalu tegang atau jengah. Sangat rekomen untuk pecinta teenlite, juga karya pop. 

Jangan lupa koleksi ketiganya! Bisa juga baca gratis di aplikasi e-book (Ijakarta).



#SalamLiterasi