Showing posts with label love. Show all posts
Showing posts with label love. Show all posts

Thursday, July 13, 2017

Hati Ada Saatnya Retak

0

Terkadang kita begitu mudah mengatakan, "Aku tidak papa". Daripada mengatakan yang sebenarnya. Mulut bisa sekali mengelak. Tapi, hati tidak. 



Perwujudan hati yang berselimut pada rongga dada, bisa terlihat dari mimik. Mudah saja wajah berkamuflase dengan sebuah senyuman. Tertawa dengan keras. 

Nyatanya, setiap hati pernah merasakan kecewa. Kecewa karena pengharapan terlalu tinggi. Kecewa yang terlanjur tertanam sejak lama. Pun oleh cita-cita yang kandas sebelum terbang. 

Seperti hati manusia yang berubah-ubah. Layaknya cuaca di langit. Sekarang mungkin mendung, entah esok cerah, atau gerimis. Bahkan gujan maupun badai. Tak bisa diketahui. Hanya saja, prediksi manusia melalui gejala alam. 

Hati yang luka berkali-kali tak lantas membuat pemiliknya lemah, tak selamanya begitu. Lihatlah, besi yang terus menerus mendapat bara api. Terus ditempah oleh kobaran panas. Terus ditindih oleh kekerasan. Bisa menghasilkan keris yang indah. Juga tajam. 
Seperti itu, barang kali. 
Hati menjadi lebih peka, merasakan. Hati menjadi lebih tangguh menghadapi hal remeh. Hanya dengan luka dalam hati, bisa membungkus kekebalan. Seolah ada tameng yang melindungi.
Itu sebuah filosofi hati. Yang entah dari mana hinggap pada pemilik ranting hati yang patah. 

Ada banyak drama yang mudah diperankan oleh aktor. Tetapi, tak bisa mempermainkan hati. Hanya Tuhan yang maha membolak-balikkan hati. 
Percayalah, saat musim gugur menghempas daun maple di atas gundukan tanah yang gamang. Akan tiba saatnya musim semi menyemai, daun-daun mungil di antara ranting yang pernah patah. 
Kita yang pernah terluka, masih memiliki kesempatan untuk bahagia. Hanya satu penyembuhan hati, melepaskan benalu yang mengikat hati. Mengosongkan rasa rendah diri. Mengingat Sang Pemilik hati. Berdekatan dengan-Nya. Curahkan semua tepian gerigi bimbang, keluh kesah yang tak beujung. Tentang impian yang terpendam.
Curahanmu akan didengar dan pasti dijawab. Pemilik hati akan selalu menjaga, mengilhami. Memberikan benih-benih RahmatNya.

Karena hati adalah lentera hidupmu.

Salam dari teratai yang merindukan kupu-kupu.

Situbondo, 12 Juli 2017

Wednesday, June 28, 2017

Jika Memang Engkau Tercipta Untukku

0

Menjaga stabilitas perasaan itu penting. Seperti menjaga denyut jantung untuk tetap stabil. 


Pentingnya, saat merasa hal yang memang diimpikan, tapi belum waktunya. Entah butuh legalitas, belum terpenuhi syaratnya. Bersiaplah lapang dada.

 

Segalanya butuh rasa ikhlas, sabar, komitmen. Tanpa tiga komponen itu, hatimu mudah remuk saat gagal. Mudah berambisi saat ada kesempatan. Mudah sekali jatuh saat mudah mendaki.

Bagaimana mungkin aku tersenyum dalam kepura-puraan. Sementara aku tahu, itu melewati areaku. 
Lebih baik diam. Anggap saja aku tak pernah hadir. Engkau pun tak akan mengerti keinginganku.
Ada cara yang lebih baik. Selain bercengkrama dalam larangan. Percayalah, kelak Allah yang memberikan rute yang terbaik bukan yang tercepat. 
Let's flow like a breathe.

Cinta bukan hanya sesaat, cinta perlu dipupuk, disemai dan disiram. Cinta bukan perkara dua insan. Tetapi dua keluarga. 
Andai saja aku menerima, mungkin sakit yang akan kutimbulkan. Hati ini masih terkunci rapat. Sudah kukatakan, aku tak butuh perasaan secepat kilat.

Aku hanya butuh, pendamlah gejolak cinta. Cinta hanya membunuhmu. Merusak jaringan otak. Meniti jalan yang tak benar. Saat cinta yang kau-torehkan hanya berujung pada larangan.
Cinta sejati ditemukan, di sebuah dimensi rindu yang kadang hanya berupa balutan doa.
Selamat Malam 

Sunday, May 21, 2017

Love in Virtual, Tak Benar-benar ada.

0

Secangkir hangat baru saja aku seruput, aku hanya duduk mendengarkan lagu berbahasa India. Channa Mereya dari soundtrack film Ae Dil Hai Muskil. Film yang hits tahun lalu. Meski begitu, makna lagu ini sangat dalam. 

Aku hanya teringat dengan sosok yang kucintai. Hanya dalam dunia virtual. Kami tidak pernah bertemu sebelumnya. Karena kami pun hanya bertemu lewat jejaring sosial. 

Saya memanggilnya Jerry. Karena saya suka kucing dan kami selalu berantem. 5 tahun lalu. Sejak pertama kali adik saya mengenalkan dengan FMA. Seorang dari Pravatty, India Selatan. 

Dia bercerita tentang teman facebook-nya yang bisa bahasa Inggris. Saya sangat menyukai India. Bahasa, Budaya, filmnya, lagunya. Everything about India. :') 

Akhirnya, kami berteman. Dia juga agama Islam. Senang rasanya. Pengetahuan saya terbatas, yang saya tahu tentang India, rata-rata agama Hindu. Tetapi, saya hanya butuh buat belajar bahasa India. Hanya itu saja. 

Semua berjalan normal, hingga si FMA mengatakan cinta kepada saya. Semua menjadi berubah. Khayalan akan bisa ke sana semakin nyata. Terbuka lebar. 

Tapi, cinta pertama saya justru di FB. Mengingat di dunia nyata, Ayah saya diktator. Melarang pacaran, melarang interaksi dengan lelaki. Seperti terperangkap dalam penjara.

Saat itu saya duduk di bangku kelas 2, Menengah atas. Sebelum akhir tahun 2012. Saya juga berteman dengan Jerry. 

Kami layaknya sahabat. Meski saya tak jauh-jauh dengan kamus. Saya berusaha untuk improve bahasa English saya.

Jerry pun menyatakan perasaan yang sama saat Bulan Maret 2013. Tepat pada tanggal 23. Saya menjadi bingung. Saya ceritakan kepadanya, bahwa saya sudah dekat dengan FMA. 

Begitu juga saya cerita kepada FMA tentang Jerry. Terjadi konflik singkat. Hingga saya menjadi benar-benar gila. Saya putuskan untuk tidak memilih semuanya. 

Usia saya saat itu 16 tahun dan kami terpaut 3 tahun saja. Nenek saya tidak setuju, Beliau khawatir saya tidak balik ke Indonesia. 

Saya pun menurut kepadanya. Saya tidak menggunakan FB. Untuk satu bulan. Karena akan melaksanakan ujian. 

Ujian akhir untuk kelas 2. Kami bersahabat dan berjalan dengan baik. Tidak menafikan. Karena sering tag-tag. Teman India lainnya banyak berdatangan. Kerja akun FB mencari mutual friend untuk suggest. 

Sejak saat itu, saya mulai mengenal macam-macam watak lelaki. Mulai dari nama akun yang digunakan, foto profilnya. Cara chattingnya. Sejauh itu saya tidak menggunakan foto asli. Khawatir disalahgunakan.

Saya punya banyak relasi, mulai dari India selatan, India utara, afrika, Turki, Mesir, Dhoha Qatar, UEA, ect. Namun, hanya sebatas teman chatting. Tidak jarang masa tersebut, terjebak dalam percakapan serba cinta.

~*~

Alhamdulillah, Allah bersamaku. Berulang kali orang yang dicintai membahas hal tabu. Tapi, aku alihkan pada lainnya. Tidak sedikit adegan blokir-blokir. Jujur saat itu, saya benar-benar menjadi remaja yang labil dan kuper. 

Bagaimana respon sahabatku? Mereka mengatakan saya gila. Percaya dengan namanya FB. Apalagi, kita belum mengenalnya. Tetapi, hati saya begitu yakin. 

Ditambah dengan olokan, Jerry yang tampangnya seperti bapak-bapak. Menakutkan dan terlihat tua. Tapi, aku mencintainya. Saat aku mencintai Jerry. Aku lupa sama FMA. Karena dia malah menusuk dari belakang. 

Lucunya, yang membeberkan adalah sahabatnya sendiri.Tentang FMA hanya bermain-main denganku.

 Aku pun begitu. Selain berteman dengan Jerry, aku berteman dengan sahabatnya. Aku hanya ingin tahu. Seberapa besar tingkat keseriusannya.

Setiap mendengarkan lagu Jab Tak Hai Jaan. Teringat kepada sosoknya yang lucu. Jerry itu berbeda dengan lainnya. Sejauh kami berteman, tak sekalipun dia bercanda dengan rayuan gombal. Yang biasanya lelaki lain lakukan. 

Kisah lanjutnya di sini πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡

https://baiqcynthia.wordpress.com/2016/11/09/tentang-rasamy-story-of-love-in-pattambi/
Bagiku cinta dunia maya, tidak ada yang benar-benar serius. Entah sudah bertemu sebelumnya. Atau belum sama sekali bertemu. 0,001 persen. 

Baru-baru saja, seorang wanita ingin menjodohkan dengan orang asing di medsos. Aku tidak mau, karena aku memang ratu online. Sejak dulu. Aku sudah hafal mereka yang chat basa-basi. Atau ingin berteman. Akan Ber-be-da. 
Seiring waktu, Si Jerry mengatakan dengan mengirim sebuah gambar. Gambar tersebut hanya sebuah kata-kata. 
 

Aku benar-benar patah hati. Perjuangan aku untuk mencintai satu orang. Mengabaikan cinta yang nyata di depan mata. Hingga yang sudah melamarku. Sudah banyak aku tak terima. Aku benar-benar perempuan bodoh. Dia hanya menganggap sebagai teman. Jadi, impian yang aku bangun selama ini musnah.

Tak kurang 25 orang yang membuatku terluka. Sebuah pelajaran berharga yang tidak aku temukan di dunia nyata. Tentang sebuah komitmen. Susah didapat, untuk mencari 1000 musuh itu sangat mudah. Namun, mencari 1 sahabat sejati. Butuh perjuangan. Apalagi cinta sejati. 

Banyak yang dari mereka hanya mencari keuntungan, ada pula yang hanya iseng, hanya sekedar mencari teman. 

Tentang Jerry, saat aku tanya melalui pesan pribadi. Aku hanya ingin bersahabat. Dia mengganti profil pictures dengan seorang gadis India. Seolah, dia diklaim oleh gadis tersebut.

Aku tidak benar-benar yakin. Tentang cinta maya. Bahkan ada satu teman yang sudah seperti saudara mengatakan. 

Semua lelaki FB hanya ingin main-main saja. Semua bohong. Aku bahkan merasa seperti mainan.( Jerry pun demikian?)

Sekarang sudah tak ada gunanya menggunakan medsos, selain hanya untuk menambah teman 'real'. Dan hanya untuk mencari informasi menulis.

Selain itu, kita hanya bisa menjalin sebuah persahabatan. Jika memang suatu saat kita bisa bertemu di dunia nyata. Mungkin love in virtual is not just dreams. 

Karena mimpiku, masih banyak yang belum tercapai. Salah satunya ingin mengunjungi Taj Mahal. :') 

*Hei ... My prince, that still uknown. Whereever you life, I will wait you. I miss you. Take care. :) 
Hope you are fine! 

Pertemanan sejati, saat membuatmu menjadi sosok lebih berarti. Menarik ke jalan yang benar. 

Penulis : Baiq Cynthia

[caption width="720" align="alignnone"]Kita wajib hati-hati di Medsos ya. :)[/caption]

Thursday, February 9, 2017

Cinta di Pelupuk Senja (Baiq Cynthia)

0

​Judul     : Cinta di Pelupuk Senja

Penulis : Baiq Cynthia



Sumber gambar 
"Ayo, cepat! Entar langit akan segera gelap,” dengus wanita cantik yang membolak-balik majalah. Wajahnya seperti salah satu girls band yang digandrungi banyak lelaki. Meski matanya menatap banyak mode pakaian, sesekali mencuri pandang dengan jam yang melingkar di tangannya.

"Iya sayang, ini udah beres," lelaki yang masih mencoba mengenakan jaket kulit berwarna hitam. Tergopoh-gopoh menuju asal suara. Wanita yang duduk di beranda rumah, dengan wajah tertekuk masih terus mengomel.

Dengan kunci yang ditancapkan di kepala sepeda motor, Roy langsung menstater Ninja merahnya. Derung suara dari cerobong kecil di belakang. Membuat Santi segera mengambil posisi mantap, duduk di jok belakang. Tangan indahnya melingkari perut lelaki yang datar.

Udara terasa hangat karena matahari telah bergeser 30ΒΊ dari ujung kepala. Perjalanan yang menempuh jarak yang tak begitu dekat. Namun, dinikmati tanpa ada suara. Santi merebahkan kepalanya di punggung lelakinya. Membiarkan matanya menatap nyalang ke arah rumah-rumah yang berjalan mundur. 

Aroma pasir dan sejuknya angin laut memancing banyak orang untuk mengunjungi pantai Pathe'. Roy segera memarkir motornya. Santi bergegas menuju ke arah laut. Deru ombak saling mengejar. Melihat anak-anak yang bermain pasir.

Roy, menuju ke warung mungil di sekitar pantai. Tujuannya tak lain mencari es degan.

"Mbak, pesan es degan satu, sedotan dua!" sambil melempar wajah sinis melihat perempuan berusia sekitar 18 tahunan yang terkesan kampungan.

"Tunggu sebentar pak!" jawabnya ketus.

"Eh, aku masih mudah kok dipanggil Bapak."

"Nah, terus aku manggil siapa?"

Wanita yang mulai terganggu, mengambil kelapa muda. Sangat terampil mengupas dengan golok.

"Panggil saja, Roy!” nadanya jelas sambil meletakkan Nokia Lumia 1020 di atas meja.

"Oh, aku Rahma," timpanya, menyelipkan dua buah sedotan.

"Berapa?"

"Lima ribu rupiah saja." 

Roy berdiri dan memberikan uangnya lantas pergi sambil membawa es degan.

"Dasar lelaki aneh datang-datang seperti monster!" 

Perempuan yang baru menerima selembar uang. Beralih komat-kamit, jengkel. Roy yang saat itu baru berjalan 3 langkah mendengar kata-kata Rahma sontak berbalik 180ΒΊ dan melemparkan es degan ke arah perempuan berambut ikal itu. Serta membuat beberapa pelanggan kaku.

"Woy! saya gak mukul sampeyan, kenapa  ngelempar gak jelas!"

"Nah, 'kan elo yang cari gara-gara sama cowok ganteng sepertiku."

"Lebih ganteng monyet."

"Sialan!" Hampir saja tangan Roy mendarat di pipi Rahma yang eksotis. Sebuah tangan menahannya.

"Santi!"

"Iya, lebih baik kita cabut dari tempat kumuh seperti ini,” sorot mata yang tajam menarik lengan kekasihnya. Sementara Rahma sibuk membereskan lantai dan acuhkan mereka. Lemparan tadi meleset, namun membuat lantai becek. Alas yang hanya sebuah gundukan tanah. 

"Aku mencarimu, ternyata di situ bersama cewek kampungan.

"Maaf Say. Tadinya aku memesan es degan buat kita berdua. Eh, dia cari masalah denganku. Awas saja dia muncul lagi!" 

Roy sudah sangat jengkel, bahkan baru yang tak berdosa pun dianiaya. Di tendang. Gumpalan kesalnya membuat moodnya ingin pulang saja. Padahal moment di pantai masih sebentar. Santi pun setuju dengan rayuan Roy yang begitu dasyat. Merangkul menuju parkiran.

~*~

"Huh, capek banget! Nemani Santi, sekarang waktunya istirahat. Entar malam time for Eka," ujar Roy dalam hati sambil merebahkan badannya. Seringai kecil terselip di antara dua rahang yang keras.

Di tempat yang berbeda, Rahma masih kesal dengan perlakuan Roy. Dia memilih tempat yang sama, saat Roy duduk. Ketika akan menjatuhkan diri ke kursi. Santi melihat ponsel mewah di atas meja.

"Rahma, itu ponsel siapa?" Suara ibunya tiba-tiba mengagetkan Rahma.

"Anu, mungkin punya Roy."

"Roy? Pacar kamu?"

"Hah, Aku punya pacar seperti monster?" 

Kemudian ponselnya berdering, incoming call dari Eka. Tanpa sedikit ragu. Tangannya sudah menempelkan pada telinga.

"Halo? Ini siapa?" 

"Ini siapa!" Suaranya terdengar menggelegar ke telinga Rahma. 

"Ini Eka ya?"

"Lah, kamu kok tahu namaku? Ponsel Roy kok sama kamu?"

"Anu, ketinggalan!" Tut ... tut ... tut .... Tiba-tiba sambungan putus, ponselnya mati.

"Huh, ponsel kampungan!" seraya meletakkan kembali. 

Ibunya tercenung, melihat ekspresi Rahma. Wanita dengan bibir tipis terlihat tegang. Rahma berusaha meyakinkan ibunya, bahwa Roy akan menjemput ponselnya. 

Bagi seseorang yang memiliki waktu padat, melayani pembeli. Selalu memikirkan waktu di hemat. Membiarkan Rahma kini hanyut dalam lamunan.

Pengunjung mulai sepi, malam telah merenggut siang. Ombak seakan teriak, memanggil temannya. Rumah Rahma berdekatan dengan warung mungilnya. Seakan bisa tidur dengan melodi laut. 

Andai saja engkau masih ada. Mungkin aku masih bisa tertawa denganmu. Mencari kerang bersama. Membuat hari-hariku menjadi hangat. Juga menemani ibu. 

Hari telah berganti. Rahma pergi ke tengah laut yang surut. Kerang-kerang dimasukkan ke ember kecil. Ember berdiameter 30 cm. Mengambang di laut. Meski diberi beban.

Baru saja, mengangkat ember. Terdengar  sahutan keras, samar-samar. Rahma mendongakkan kepala. Dilihatnya lelaki berpostur tinggi. Dengan dada datar. Wajah oriental. Sedikit menjengkelkan. Diam-diam Rahma kagum. 

"Iya, kembalikan HP-ku, pencuri!" 

"Hei, jangan sembarangan ngomong! Jelas-jelas kamu yang pikun sama ponsel!"

Rahma mulai menuju asal suara. Membawa beban kerang yang tidak terasa berat.

"Hei, gara-gara kamu Aku putus dengan Eka. Semalam dia nyamperin rumah, menampar pipi mulusku ini. Lucunya, Santi juga datang mengambil majalah yang ketinggalan. Rekor muri sepanjang sejarah playboy, sudah diraih. 2 kali cap 5 jari. Puas!”

Rahma hanya memegang perutnya. Mulai tertawa mirip nenek sihir. Dilepasnya kerang yang banyak. Sebagai ucapan maaf. Rahma siap menemani sang Play Boy.

"Sini, mendekat lihatlah kepiting itu. Aku akan menangkapnya untukmu,” ada sorot binar dari wanita yang berbulu mata lentik.

"Coba saja kalau berani," Roy melipat kedua tangan di depan dada. Roy melihat tangan cekatan gadis yang menurutnya juga manis.

"Yeah, ini buat kamu!" Rahma melemparkan ke arah Roy. Tepat di bahunya sang kepiting ukuran sedang mencapit bajunya. Alhasil dia menjerit, lari pontang-panting mengejar Rahma. 

"Hei, cewek aneh ini ambil saudaramu!" Melihat Roy yang ketakutan, Rahma menghampiri. Lagi-lagi senyum lepas hadir di antara mereka.

"Oke, kita akan panggang nanti sore! Gimana kalau sekarang kita beradu mendayung ke tengah laut?" 

"Siapa takut," kata Roy sambil meletakkan barang-barang yang melekat di saku ke atas pasir.

"Itu perahuku, dan ini perahumu,” tangan Rahma menunjuk ke arah Perahu yang ditambatkan di bibir pantai. 

"Are you ready?" tantang Roy. 

"Ready," jawabnya mantap.

Mereka mendayung di lokasi sedikit jauh dari objek wisata. Sunyi yang terasa, deburan ombak menghantam karang. Semakin menantang adrenalin mereka. Matahari mulai menyengat. Seolah tak ada. Tiba-tiba perahu milik Roy oleng, dan Roy terjebur ke dalam air yang mulai pasang. 

"Tolong ... tolong ...." Rahma segera mungkin mendayung ke arah Roy dan berusaha menaikkan ke perahu. Namun, sayang Roy malah mengguncang perahu Rahma dan gadis berkulit coklat ikut terjebur juga. 

Roy tertawa kencang. Ini hanya rencana balas dendam. Saat kepiting keras mencapit. Lelaki yang memiliki alis tebal, diam-diam kagum dengan sosok sederhana Rahma. Tidak marah meski dikerjai.
"Haha, wajahmu pucat. Takut kehilanganku?"

"Jangan bercanda, ini tidak lucu. Ayo bantu aku menarik dua perahu itu,” bibirnya mengerucut, kesal. Rahma menarik perahu-perahu kayu, mengamankan kembali.

"Au, sakit."

"Kenapa?" Roy berhenti  tertawa.

"Lihat, sesuatu menancap di kakiku." 

Darah mulai mengalir dari telapak kaki Rahma, sebuah duri. Bekas babi laut, telah menancap cukup dalam, hingga tak mampu berdiri. Roy tak tega melihat temannya. Menggendong ke rumah Rahma. 
"Lukamu parah! Sini Aku obati, rumahmu tampak sepi." 

"Au, iya ibu jualan di warung, sakit tahu!"

Kaki Rahma terbalut dengan perban dan masih berjalan pincang.

 "Aku boleh, gak ngomong sesuatu?" Roy mendekati Rahma di beranda rumah.

"Apa? Katakan cepat! Janjiku masih belum lunas kepadamu." Janji Rahma untuk menemani seharian. 
"Iya, sebenarnya aku lupa kalau sekarang ada janji sama teman."
"Aku pikir ada apa," diam-diam Rahma telah berharap. Lelaki ganteng akan menyatakan cinta. Debar-debar kecil mulai menyeruak. Ada rasa ingin mendekapnya.

"Aku pulang ya, aku janji sore nanti aku kembali." 

"Oke," balas Rahmah sambil menahan sakit.

Suara Ninjanya meraung, melesat. Tak terdengar lagi. Rahma hanya menatap matahari. Perlahan membuat air laut kembali menyusut. Ia menanti kedatangan Roy. 

"Aku jatuh cinta? Entahlah." Kakinya yang diperban tidak terasa sakit lagi. Duduk di bawah pohon kelapa dan melempar batu ke arah laut. Beberapa jam kemudian menanti, namun tak ada kabar. 

~*~

Suara benturan keras yang membuat orang-orang berkumpul Rahma yang penasaran juga bergabung. Ternyata seorang lelaki sepeda Ninja. Berlumuran darah. Di tangannya ada kantong plastik bermotif bunga. 

Rahma memungutnya, sebuah kado, seperti bungkusan kecil. Ada kertas terselip di antara pita. Orang-orang sudah mengeksekusi Roy. Mata Rahma menatap nanar. Hatinya lebam. Tadi, pagi masih bersama. Kini tergeletak. Dengan darah mengucur. Tidak tahu pasti keadaanya. Rahma tak bisa mendekat. Beberapa saat, petugas sudah menutup dengan koran. 

Tangis Rahma pecah. Kini Rahma merasa seorang diri. Di tengah keramaian. Tangannya masih meremas kertas. 

"Aku telah jatuh cinta kepada sosok gadis yang menyebalkan namun membuatku rindu. Cinta itu begitu cepat, aku telah yakin dan tak akan pernah mengulangi kesalahanku yang lalu. Maafkan aku, sebenarnya aku telah jatuh cinta sejak kita masih berusia 8 tahun. Namaku Rangga Roy, aku baru sadar kalau kau adalah Diana Rahma yang aku cari. Diana, maukah kau menjadi kekasihku dan menemani hari-hariku bersama mentari? Anggukan kepalamu, jika kau setuju. Ini, aku belikan ponsel yang kau impikan. Dan itu cincin pertunanganku. Tetaplah di sini bersamaku. Karena kau matahariku dan aku bunga matahari. Cintaku seperti bunga matahari yang tak pernah berpaling dari cahayamu. Aku mencintaimu, Diana Rahma. Salam cinta, Rangga Roy." 

Seketika, Rahma meletakkan sepucuk surat itu. Dirinya berlari menuju lelaki yang tak bernyawa. Memeluk jasad Roy.

“Tidak, jangan pergi Roy!" Polisi mulai datang dan langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara. Menarik Rahma untuk tak mendekati Roy.

Meski berat, Rahma meninggalkan Roy. Menatap mentari yang perlahan hilang ditelan laut.
~TAMAT~

*Cerita ini ditulis karena ada lomba di SC. Sebagai cerpen romans perdana yang saya buat 3 tahun silam. Terlepas dari ide yang terlalu aneh. Saya tetap cinta sama cerpen ini. Semoga terhibur. :)

Thursday, February 2, 2017

[Book Review] SINILA Antara Cinta dan Tragedi ~El Salman Ayashi. Rz

0

​Duh gusti kang moho agung 

Pundhutono tresno iki

Kang agawe cideroning jiwo lan rogo

Ya Tuhan

Ambillah cinta ini

Yang membuat sakit jiwa dan raga.

(Halaman 101)
Cinta dan Tragedi. Mengingatkan pada kisah Qais dan Layla maupun kisah fenomenal Romeo dan Juliet. 

Namun, kisah Sinila lebih tragedi dari keduanya. Lebih tepatnya versi Indonesianya. Bagaimana mungkin kedua insan yang saling mencintai harus melewati dera tangis, darah dan cacian. 

Kisah yang unik penuh dengan elegi, hempasan tangis, canda, ujian dan penuh duri tajam. 


Jika cinta hanya secawan racun. Maka, aku pun siap meminumnya. Terasa ada nikmatnya. 

Cinta terkadang membutakan. Buta harta, jiwa dan segalanya. Karena cinta membuat dunia ada.

Tulisan karya bang El sungguh menginspirasi. Penuh dengan situasi baru yang saya belum pernah menjamahnya. Seperti winter. Kopi khas Italia. Juga kisah roman yang membuat sebuah cahaya pusara. 

Terlepas dari typo, secara teknik wajar. Tak ada gading yang tak retak. Tetapi untaian katanya seperti pujangga. Sarat dengan seseorang merindu keabadian. 

Mungkin hanya ini segelintir review tentang novel besutan Elex Media Komputindo.

Novel yang tebalnya kurang lebih 180 lembar, membuatku betah duduk memangku harapan pada Sinila. Rekomended pecinta roman bernuansa Religi. Banyak hikmah yang bisa dipetik dan membuat kita merenung akan tujuan cinta. 

Selamat membaca. 
Salam dari Baiq yang ingin menulis. 😊

Thursday, November 10, 2016

Tentang Rasa~My story of Love in Pattambi

0

[15:25, 7/28/2015] 

cynthianichu : Hm ... first i know you on Des 18th 2012. You said, im a boy ... coz never use real pic.

Haha ... im so afraid to Daddy at that time coz he will angry if know his daugter have facebook acc. I really surprise when, March 20th 2013 you started ask my pic, you said you wanna know with me and then you show my picture to your mother. She like me, I'm shy for first time a boy give now pic to his mom and lately you say have feeling to me. Hm ... I'm confuse, because we never meet and othertime i ever hurt coz indian boy ya, i think u know “F“.

Uh, I said yes to you. I see the moon so beautiful and beside that there a star. You said, "the moon is me, and the star is you. I share to my grandma, she afraid. So, she said to me for forget you and so impossible we meet coz far a way distance and different time. You know before i said to broke, i had dreams tht “F“ back in same time. He leave me, when i with you he come.

 I'm angry but I dont know have 2 part heart. I so afraid make all pains. So, I tell to “F“ that love you, and i tell u tht he back. So, I decide to be sister with “f“ and try to lose you from my heart. πŸ’”



Read more➡➡➡
[15:37, 7/28/2015] 

cynthianichu: Hum, that time really hurt, but you always said, “ I can‘t leave you, dear. Miss you ... love u a lot."


But i dont know what must i do? 
So I still love you, coz you consider that Allah with help us.

When, I try to love u ... but June i stop open fb coz test graduate for 3rd. I focus, after test im back to fb but i cant see you, your name change. You so cold, when I posting lyric of song in ur wall you never give like, meanwhile i know u online so i delete that post.

Hm i waiting you in FB until one month.

July 29th 2013 my daddy got accident that so painfull i share to you, but u just seen my message and not reply. I hate you at that time, i just share to my brother in New Delhi.



Meanwhile, I wanna you at that time. When i told you, with anger u said, "I on test dear, tomorrow exam, i was promise to my Mom ... please understand.
 
You know i feel so pain and don't come on FB for a week again. You was not say happy birtday in my birtday. I cry sad and so hate you.

When you back, I angry to you but you always stolen my ❤

My feeling calm ... so annoyed one. The same time come “J“ be best friend. Ever dennying his message lately coz i hate uknown person.


[15:40, 7/28/2015] 

cynthianichu: You so cold, annoyed and not be there for me. Everytime, I stalking but i saw you always online. You more happy with your friends, you tag your photo with your friends (girls) and she look like love u. I am  sad. Really cant hold my jealose.


So, I stand by in FB.
[16:02, 7/28/2015] 

cynthianichu: You know “J“ always care me, give spirit and other for prepare final exam. I dont know i have same feeling with him. September, He said love me. I dont know how i must said. I have you also. So i tell in truth to you and him with same time.
Really, I give challenge to you and him. Who will see me first, He will marriage me. You and him accept but October my bro said i must stop have lover ... coz in Islam nothing relationship. So i sent that message to you and "J" also. I trying move on and focus my study.

January i ever block and "J" but coz i have much acc i can send friend request ckckckckck for stalker you but i so suprise when you said in status, "Wow! You are beautiful face“.


I'm so confuse. I know we had no chatted yet, have no relation again. I confuse, who is her?

I really jealose coz my feeling always right. Then I remove block and be friend again to you and other ... coz friendship more important than have foe. ☺

Next i ask to you, do u have any girl? 


You said, "yes!" Huhu you know i felt some ⚡ turn on my heart. I'm smile when we chat but i confuse why you said miss me? Meanwhile you have lover. ckckc. 



I said to my self for happy without love.

Hm ... really at that time i more sick when you said "was engange with her". I feel down but i always cheers up.

I back to bali ... in bali “J“ back but i avoid him. He still said❤ but i cant. He look like seriously, i acc. 


After one month pass, his attitude so bad. He ask me bla bla ... so bad boy in my mind. So, I stop open social media to avoid him. At same time you share to me that T**n* selfish, not good and bla bla. You know im sad and happy.


I become sad coz your family get wrong girl and happy coz you single. I thinks ... will be there feeling for me? haha Allah said i must be patient. Finally you still love me ❤ im also ... altough much said impossible for meet. I prayed ... I hope you get the best and always be happy.


“Love u my tom ❤, “ you said.


“Me too,“ Cynthia said.

My wish, we will together fix our problems ... We will always learn from mistake in past.
Learning different traditions, language and culture. Cause there heart will make us will not separated. aaminn.
[16:36, 7/28/2015] nichu: Iam afraid ....
[16:36, 7/28/2015] nichu: Tom...love you more than anything.....
[16:36, 7/28/2015] nichu: I wants you....
[16:37, 7/28/2015] nichu: In this world and outside world...
[16:38, 7/28/2015] nichu: πŸ’“
[16:38, 7/28/2015] nichu: Miss you a lot sweetheart.
[17:47, 7/28/2015] cynthianichu: miss you too Jerry ☺ hahaha Are you cry?
[17:47, 7/28/2015] cynthianichu: sorry lately im charger my phone.
[17:48, 7/28/2015] cynthianichu: now still 75 % but i must fast in here.
[17:48, 7/28/2015] cynthianichu: coz my data will over
[17:54, 7/28/2015] cynthianichu: why do you afraid?
[19:00, 7/28/2015] nichu: How you can tell about us till 2013-2015....
[19:00, 7/28/2015] nichu: I can't it...
[19:01, 7/28/2015] nichu: I appreciate U...


28 Juli 2015 pukul 19:14 · Privasi: Hanya Saya


Simpan · Lainnya



Mungkin Ini sudah berlalu. Setiap mengingatnya, aku ingin lumpuhkan pikiran itu.


Situbondo, 10 November 2016

Sunday, November 6, 2016

Tutorial Obati Patah Hati

0

​Setiap orang yang berani jatuh cinta akan merasakan patah hati. Hati yang patah terkadang susah diobati. Namun, aku sudah banyak riset dari teman yang sering patah hati. Mereka biasanya pergi ke karaoke, hang out, makan bareng, nonton film dan ada yang menyendiri. Tapi, setelah selesai bukannya lebih tenang. Biasanya masih murung sampai hari yang tak ditentukan. 

Patah hati? 😭😭😭 Hari ke-enam aku lewati. Rasanya ya begitulah. Namun, usiaku sudah bukan ABG lagi. Jadi, patah hati dengan cara elegan. Aku sedikit share, jika suka bisa diterima atau diterapkan. Kalau gak suka boleh di-skip. Mudah-mudahan bisa membantu. 😊 *Hanya cocok untuk kaum hawa. πŸ˜‚πŸ˜‚

  1. Pertama kali yang aku lakukan. Aku mencubit tangan, merasakan kulit yang sedikit ngilu--ternyata sakit. Ini bukan mimpi! Aku merasakan itu nyata, sakitnya tak seberapa dengan sakit di hati.

  2. Siapkan tisu yang banyak, tumpahi ingus dan airmata. Hati luka terasa plong abis nangis. Percaya deh, setegar-tegarnya manusia pasti akan menangis. Entah menangis bahagia atau malah patah hati. Rata-rata perempuan lebih sering menangis daripada laki-laki.

  3.  Matikan sosmed. Takutnya malah curhat Gak Jelas. Hingga maki-maki orang bikin masalah baru deh! Suasana yang buruk tidak diharuskan membuka sosial media. Apalagi kalau melihat foto mantan yang numpang lewat di beranda. Sakit! *Yang jelas aku nangis sambil ngaca. Busyett jelek amat wajah di cermin. Semoga Jin Iprit kabur.

  4. Kabur ke kamar mandi, mengusir setan dengan guyur air.Emosi yang meluap merupakan jalan masuk setan. Pasti dia bakalan ngomporin terus. Setan itu panas karena api, maka jinakkan dengan air. Bagi muslim bisa berwudhu.* Mau tengah malam pun, aku pasti lakukan. Gak perlu kembang 7 rupa. 🌸🌹🌼 

  5. Jika tak ada bahu untuk bersandar, masih ada sajadah yang siap menjadi tempat bersyujud. Sembari intropeksi diri, kesalahan yang membuat hubungan berakhir. Memang tak ada istilahnya pacaran. Mungkin dipisahkan untuk menjadikan pribadi yang lebih tangguh. Mungkin patah hati karena terlalu banyak berharap dengan si-Dia. Hoby stalking yang ternyata si dia malah gak tahu. Eh, ujung-ujungnya nikah sama orang lain. Doakan saja semoga langgeng. Namun, patah hatiku kali ini karena (rahasia). Dosaku mungkin banyak, jadi ditunda deh acara akad nikahnya. 😿 Berbicara dengan-Nya melalui Al-Quran bisa membuat hati sejuk. Entah rasanya adem kalau dekat sama Pemberi Jodoh. (Mungkin) dia bukan jodoh terbaik. Berpositif thinking.

  6. Istirahat sejenak, membiarkan otot yang menegang melentur. Biarkan memori otak menguapkan tentang dia yang tak bersama kita lagi. Tidur salah satu sarana refleksi pikiran dan jiwa. Aku akan tidur, berharap esok pagi aku lupa kejadian ini. 

  7. Energi untuk nangis, untuk berpikir terkuras. Memang tidak berselera untuk makan. Paksakan! Daripada lambung luka. *Cari makanan di dapur. Entah apa pun aku makan. Asal bukan makan kecoak yang mirip kurma.

  8. Luapkan rasa itu, jangan disimpan bisa menorehkan pada hobi masing-masing. Boleh olahraga, jogging, berenang, menulis, membaca, nonton, piknik, mendaki, traveling, main sama anak kecil atau shopping. *Aku curhat panjang lebar, lebih panjang dari rel kereta api. Tapi aku curhat sama buku diary.

  9. Menjalin hubungan baik dengan semua orang termasuk orang yang membuatmu patah hati. Jika beresiko, lebih baik jaga jarak. Hilangkan sifat benci, lebih baik memaafkan. Ikhlaskan, hati yang menerima akan lebih cepat kembali baik.

  10. Think positive! Setiap manusia sudah diciptakan berpasang-pasangan. Bahkan jodoh kita ditulis sebelum kita lahir. Perbaiki diri dan pengrangai kita. Pasangan yang baik akan hadir suatu saat. Scenario paling indah adalah rencana Allah. Kita bahkan tak tahu rencana satu detik lagi.


 Itu salah satu tutorial mengobati hati yang luka. Bisa diambil beberapa poin. Boleh dipakai semua, boleh didaur ulang. Semoga hati yang patah bisa kembali utuh. πŸ’”πŸ‘‰πŸ’– .... 😊 
Salam Baiq Cynthia

Sunday, September 25, 2016

Hijrah Cinta

0

Pertama jatuh cinta itu. Rasanya aneh, setiap berjumpa harus salah tingkah. Tak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Tetapi, hanya diam yang bisa dilakukan. Kata orang cinta itu gila, cinta itu buta dan cinta itu segalanya. Tapi, menurutku cinta itu semu. Tuhan memang menganugrahkan cinta. Cinta bisa menjadi hal yang terindah. Saat cinta memberikan kebahagiaan. Tak hanya di dunia juga di di dimensi keabadian.