Baiq Cynthia

Penulis muda dengan impian menulis menebar inspirasi,hobi menulis dan fotografi.


Cemburu itu perlu gak, Sih?

Terkadang kita sering merasa cemburu, entah dengan teman atau pasangan bahkan dengan kolega. Kadar cemburu tiap manusia beda-beda, biasanya yang paling cemburuan itu perempuan. Kaum Hawa memiliki kadar cemburu tinggi karena tingkat hormon sensitifnya lebih banyak daripada pria. Ada juga yang berujar perempuan lebih menggunakan perasaan daripada logika, karena instingnya sangat peka terhadap apa pun.



Rasa cemburu dikaitkan dengan perasaan terlalu sayang dan takut kehilangan, namun ada beberapa orang yang memiliki kadar cemburu berlebihan hingga bersikap overprotektif terhadap pasangan. Cemburu pada pasangan kerap terjadi, ketika pasangan memberikan perhatian lebih kepada orang lain maupun lawan jenis lainnya. Wajar sih cemburu, namanya juga takut kehilangan. Tetapi saat pasangan berinteraksi dengan lawan jenis dalam hubungan yang wajar seperti masalah pekerjaan maupun teman atau sahabat lama, kendalikan dulu cemburu itu.

Quote Baiq Cynthia edited by Canva




Cemburu sering menjadi petaka dalam hubungan rumah tangga.

Ketika sudah memutuskan untuk berkeluarga, sudah tidak ada lagi waktu untuk bermain-main di luar. Mereka yang memutuskan untuk berkeluarga dituntut untuk fokus mengurus keluarga juga berbaur dengan masyarakat. Berkeluarga artinya menjadi unit terkecil dari masyarakat, masih suka cemburuan? Apalagi kalau melihat pasangan lebih asyik ngobrol bareng temannya, sampai mengabaikan kehadiran si pasangan. Hati-hati, rasa cemburu lebih cepat meletup dari biasanya. Tidak jarang kasus pertikaian antarsuami-istri disulut dengan rasa cemburu yang berlebihan.



Gimana sih caranya agar tidak mudah cemburu?

Bersikap open mind. Ketika pikiran sudah terbuka, memandang sebuah permasalah dengan sisi berbeda. Pikiran akan fokus pada hal-hal yang lebih penting untuk dirinya sendiri. Kenapa? Karena sudah paham mengapa pasangan harus berkomunikasi dengan lawan jenis. Jika tidak ada indikasi penyelewengan mengapa harus cemburu? Alih-alih jika pasangan orang yang aktif dan memiliki banyak lingkar pertemanan. Membatasi pertemanan pasangan dengan sifat cemburu kita itu tidak baik untuk hubungan. Hubungan berjalan tanpa ekspresi dan pasangan merasa terkendalikan. Bukankah tujuan hidup bersama untuk kebahagiaan, rukun dan selalu bahagia? Jangan sampai hancur karena rasa cemburu.



Berpikiran positif kepada pasangan, tidak terlalu berlebihan menaruh rasa cemburu hingga muncul perasaan curiga, tidak ada rasa percaya lagi. Namun ketika pikiran diliputi perasaan yang positif tidak ada perasaan was-was dan mencari celah masalah kepada pasangan.

Quote Baiq Cynthia edited by Canva


Cemburu bisa diredam dengan rasa memiliki seutuhnya dan saling percaya dalam komitmen.Komunikasikan perasaanmu kepada pasangan ketika merasa cemburu apabila pasangan harus terlibat dengan orang yang dicemburui. Katakan sejujurnya bahwa kamu cemburu, buat pasangan mengerti. Nantinya, pasangan akan memberikan pengertian kepadamu. Cemburu sewajarnya saja, tetapi jangan sampai cuek kepada pasangan. Tidak merasa cemburu sedikit pun.

Cemburu sebaiknya memiliki alasan, tetapi tidak mencari banyak alasan untuk cemburu yang kecil. Cemburu yang baik itu ketika pasangan tidak berpakaian yang pantas, lalu dilihat semua orang dengan tatapan yang intens. Cemburu kalau pasangan selalu tampil modis di hadapan orang lain tetapi di hadapan pasangan berantakan.



Tetapi cemburu banyak kategori lainnya seperti ketika sudah berumah tangga lalu, cemburu pasangan lebih dekat dengan orangtuanya dan menuruti mereka daripada memprioritaskan pasangannya. Cemburu ketika waktu ngumpul dengan teman-temannya lebih lama daripada waktu kumpul bersama pasangan.



Cemburu tidak sepenuhnya negatif, ketika mulai merasakan cemburu artinya kamu masih peduli dengan pasangan dan menyayanginya. Cemburu yang negatif ialah cemburu yang berujung pada pertengkaran, cemburu tanpa alasan dan selalu membuat pasangan tidak betah bersamanya karena cemburu.



Cemburu perlu enggak sih? 

Quote Baiq Cynthia edited by Canva
Cemburu perlu, dengan tujuan mengingatkan kembali bahwa ada pasangan yang mencintainya butuh diprioritaskan, butuh kasih sayang dan diperhatikan. Ketika pemenuhan segalanya tercukupi baik berwujud maupun tidak. Cemburu tidak akan muncul lagi. Karena kita yakin orang yang kita sayangi lebih menyayangi kita daripada orang lain. Jangan jadi orang cemburuan, biasanya wajahnya suka manyun dan enggak mau bergaul dengan banyak orang. 


Tetap berikan cinta terbaik untuk pasangan agar terhindar dari sifat cemburu yang berlebihan. 


Penulis Baiq Cynthia

Bercengkrama dengan kekasih halal
Keluarga sebagai aset terpenting dalam kehidupan berumah tangga. Memanfaatkan waktu bersama sebelum hadir waktu kesibukan. Liburan tahun lalu sudah usai, tidak ada waktu banyak untuk bersama, maka tetap hadirkan kekasih halal dalam hati setiap saat.
Bercengkrama tidak harus keluar rumah atau belibur ke tempat-tempat yang mahal. Cukup mengadu kasih dengan makanan yang ringan dan tempat yang nyaman. Misalnya bercengrama di beranda rumah, menggelar karpet dengan suguhan seadanya. Kalau saling memiliki kesibukan maka saling menjaga dan mendukung saat mengerjakan tugas. 

Kehidupan seperti jalan yang bergelombang, terkadang di atas kadang juga di bawah. Tidak ada yang tahu kondisi seseorang sampai ia menyadari arti kebersamaan. Selalu bangun hubungan intim yang membahagiakan. Pasangan kita ialah yang paling mengerti keadaan kita sendiri. Jangan sampai terlalu larut dalam permasalahan ketika muncul konflik.

Baiq Cynthia


Hidup memang lucu dan keras, terkadang harus menertawakan keadaan, agar kita tahu keadaan yang sebenarnya kita hadapi tidak terlalu berat. Sesuai dengan kemampuan tiap individu. Bercengrama dengan kekasih halal diperlukan komitmen yang kuat agar senantiasa menjalani hubungan yang sehat dan menyenangkan. Hidup indah diawali dengan hal-hal sederhana yang dilakukan bersama demi menjaga cinta tumbuh. 

Prinsip bercengrama dengan kekasih halal dibangun dengan kejujuran, rasa percaya dan juga selalu mengutamakan kebahagiaan pasangan. Menghargai di setiap tindakannya, tidak banyak menuntut kepada pasangan pun selalu bersikap terbuka. Untuk mencapai tujuan keluarga yang harmonis diperlukan kesabaran dan lengan yang selalu ada untuk pasangan, tidak menyudutkan maupun menyalahkan pasangan. 

Walaupun dalam keadaan LDR (Long Distance of Relation) komunikasi harus tetap tersambung, walaupun hanya berupa pesan rindu maupun panggilan video call. Menualah bersama pasangan halalmu, nikmati kebersamaan, jauhkan dari rasa cemburu berlebihan dan selalu hibur pasanganmu dengan candaan yang membuatnya tersanjung. Cinta itu hadir cepat, namun untuk memupuk cinta butuh perjuangan bersama sampai hayat kembali kepada pemilik sesungguhnya.

“Jangan sia-siakan keberadaan pasanganmu, barangkali esok dia kembali dan engkau hanya gigit jari karena tak bisa memiliki lagi.”

Penulis : Baiq Cynthia

Life Outdoor untuk Keluarga. Pentingnya Piknik walau Tipis-tipis Bareng Keluarga. 

Sudah menginjakkan kaki pada kehidupan baru yang bernama keluarga? Harus siap dengan  segala konsekuensi yang akan dihadapi. Tak jarang muncul kejenuhan pada sebuah hubungan. Entah karena memang telalu lama menjalani rutinitas yang flat atau memang butuh piknik?
Life outdoor komponen penting yang harus dibangun. Kehidupan rumah tangga akan menjemukan jika tidak ada insiatif dari pasangan untuk sekedar berekreasi hemat. Tidak perlu jalan-jalan ke luar negeri. Hal paling penting ialah quality time. Mencari zona yang lebih bebas dan tempat baru untuk melepaskan penat. 

Terutama suami, wajib mengajak keluarga jalan-jalan minimal seminggu sekali. Jangan biarkan kerjaan ibu rumah tangga hanya seputar sumur, dapur dan kasur yang membuatnya bete.  Hal yang harus diperhatikan dalam menjalani life outdoor. Pastikan jadwalnya tidak berbeturan dengan waktu kerja. Tidak masalah life outdoor hanya keliling mall mencarikan kebutuhan istri dan anak.
Nah, sekarang kan sudah masa liburan panjang. Sudah waktunya untuk membuat rencana belibur ke luar kota bersama keluarga. Tidak harus menginap, boleh saja untuk berkunjung ke tempat-tempat wisata. Kalau liburan panjang justru tidak bisa berlibur. Bukan masalah besar yang akan membuat hidupmu sengsara. Buatlah acara makan-makan outdoor, menggelar tikar di halaman rumah dengan menu spesial hasil masak bersama. 


sumber: Canva




Jangan sampai karena ingin melakukan life outdoor hingga menghambur-hamburkan uang. Atur pengaturan budget yang tidak membuat jebol dompet. Memang boleh menikmati jalan-jalan demi kepuasan banyak menghabiskan budget. Namun, kalau keseringan alangkah baiknya uangnya digunakan untuk hal yang lebih penting. 

Cara menghemat budget saat liburan, membawa bekal sendiri. Selain lebih hiegenis, makanan sehat dan terjangkau. Utamakan kesehatan, selain menjaga makanan harus menjaga diri. Terlebih sekarang musim hujan bawa serta mantel atau payung juga perlengkapan obat. 



Baiq Cynthia Web-Blogger



Life outdoor memang mengasyikkan terlebih dihabiskan bersama keluarga, namun perhatikan juga risiko selama di luar rumah. Jangan sampai justru mengalami kerugian setelah bersenang-senang di luar rumah.
Penulis Baiq Cynthia

[Review Film] Sui Dhaaga Made India 2018 India-Baiq Cynthia

Dibalik suksesnya seorang lelaki ada pengorbanan dan perjuangan seorang wanita. Karena tidak ada yang bisa hidup sendiri. Laki-laki dan perempuan seperti pakaian yang saling menutupi kesalahan satu sama lain. Wanita memang mudah menangis untuk hal-hal yang menyakiti hatinya, tetapi ia bisa menjadi sosok yang kuat tanpa bandingan. Lelaki ialah pahlawan super yang rela berjuang untuk kehidupan orang di sekitarnya. Meskipun terkadang melupakan keadaan dirinya.
Perempuan bisa menahan luka dan sedih dengan sedalam kekuatan hatinya. Tapi menahan cemburu? Sama sekali enggak bisa. Walaupun lelaki yang engkau cintai hanya melihat foto perempuan lain. Itu menyakitkan sekali bagi kaum wanita. Apalagi harus melihatnya memandang lebih dari lima menit, rasanya seperti ada gumpalan api bergumul di hati. Panas dan nyeri begitu dalam.

Aku tahu lelaki memang memiliki kodrat yang tidak bisa menutup mata ketika melihat wanita dengan paras cantik. Padahal menjaga pandangan itu penting, dengan terjaganya pandangan akan tertutup pintu menuju maksiat.




Wahai kaum lelaki, bisakah engkau menjaga pandangan untuk dirimu sendiri maupun kemurnian cinta sang istri? Seorang istri sudah melepaskan orangtuanya, kesenangan masa mudanya, maupun kesenangan untuk diri dan temannya. Ia rela dan patuh pada lelaki yang disebut suami. Ia menanggalkan segalanya hanya untuknya.

Lelaki memang tidak mampu jika melihat wanita yang menggoda imannya, tetapi sangat tangguh menahan cemburu. Sebaliknya, wanita bisa mengabaikan lelaki tampan bahkan ada wanita yang tidak tertarik pada harta bendanya maupun karirnya. Ia jatuh cinta murni karena kasih sayang dan perilakunya. Wanita bisa mengabaikan seribu pria demi lelaki yang paling dicintainya. Tetapi untuk menahan cemburu(?)

Wanita tidak mampu. Suruh jatuhkan saja peluru, jika batas cemburu terlampau besar. Ia tidak bisa melihat lelaki yang dicintainya menatap lawan jenis terlalu lama, apalagi sampai di tahap yang tidak sewajarnya.

Aku paham cemburu itu bisa menjadi peluru, yang membunuh perlahan. Tetapi hanya wanita yang setia dan sayang pasti akan merasa cemburu tatkala pasangannya mulai perlahan menjaga jarak, mengabaikan dan condong dengan sesuatu yang melupakan soal pasangannya.

Cemburu itu wajar, tetapi jangan terlalu besar. Kamu tidak akan kuat. Biar aku saja yang menanggung.




Baiq Cynthia
Memoar Rapunzell Meniti Cinta (Fiksi) [Embun Cinta]~Baiq Cynthia

Embun Cinta

Aku pernah patah hati, luka itu lama untuk memudar. Tak ingin rasanya menanam benih lagi, jika pada akhirnya harus mengering kemudian hancur lebih awal. Dalam pikiran hanya duri-duri yang terus menancap menghunus mulai dari tepian hati hingga serambi hati. ~Rapunzell


dokumen pribadi

Sudah terlalu sering mengejar cinta, tetapi cinta hanya membuatku semakin terluka. Definisi cinta saat itu memiliki, ketika aku sadar aku bisa memiliki hati seseorang, tapi tidak memiliki fisiknya. Apakah itu cinta?

Perlahan aku mengerti, cinta itu tidak harus memiliki. Lantas aku bisa kembali bahagia meski cinta tak memiliki. Semakin lama-waktu terus mengejar diriku-- untuk mencoba mencintai orang yang jauh dalam pandangan. Aku belajar mencintai dalam diam, mencintai dalam kebisuan.

Bukan maksud untuk membohongi diri, tetapi aku sadar ... aku hanya seperti punguk merindukan bulan. Ternyata cinta dalam diam pun juga menyimpan luka. Tanpa sadar aku menangis dalam bisu, tertawa dalam sunyi, dan berusaha bahagia di hadapannya.

Diam-diam aku berdoa untuknya, entah itu cinta atau hanya kagum. Tapi, aku selalu bahagia di dekatnya. Ada banyak gejolak jika harus menatap matanya. Aku tidak sanggup, karena ada wanita lain dalam pijar matanya.

Cinta dalam diam ... aku mulai meninggalkan. Karena Tuhan telah menciptakan bibir untuk bicara, lisanku pun terlatih mengungkapkan. Aku mencintainya, aku berbicara dengan suara. Sering kukatakan dalam bisikan bahwa aku rindu!

Tapi, sosok yang didengungkan cinta justru tak mendengar. Ia lebih mendengarkan tawa dan canda temannya. Aku pun kembali patah hati.

Suatu ketika aku sadar, jika bibir tak mampu mengatakan cinta, maka tulisan yang akan membuatnya mengerti akan arti cinta. Aku pun sering merangkai ribuan kata, setiap detik selalu mengirimkan untaian kata. Tidak ada merpati lagi yang akan menyampaikan suratku, maka kubiarkan surat itu terbang secara terbuka. Jutaan orang pun tahu, aku sedang dimabuk cinta. Atau sendu galau dalam kelamnya cinta.

Detik menjadi menit, menit menjadi jam, jam pun menjadi hari, hingga berminggu-minggu, tak ada kabar. Aku pun lebih sabar menanti cinta itu dalam torehan tinta. Purnama berganti purnama hingga aku pun rindu sosoknya. Kuberanikan diri berjalan menembus sepi, melewati lelah, peluh dan hujan. Kulihat sosoknya yang sudah banyak berubah, aku hanya bisa mengatakan lewat pesan. Ia hanya tersenyum.

Senyumannya, terkadang merenggut mimpi-mimpiku. Aku pun luluh pada hal yang baru, iya! Seseorang Rapunzell rela menjatuhkan diri dari tebing menara untuk menemui pangerannya.

Atas izin Tuhan, kami bisa berjalan di antara rinai, menikmati malam dan lampu-lampu temaram.

Lidahku keluh, kata-kata yang telah kurancang tak kunjung keluar dalam lisan. Kami dekat, tapi ada ribuan jarak dalam hati kami. Jika kau melihat, kami tak ubah teman lama yang lama berpisah dan reuni. Cinta? Aku tidak tahu artinya, yang aku pahami cinta itu bahagia. Aku bahagia malam itu, kusebut namanya dalam doa. Jika dia yang terbaik untukku maka satukanlah dalam ikatan suci.

Aku pun harus kembali pada istana, memanjat tebing yang dijaga oleh naga. Lelahku menjadi rasa yang lebih indah dari kepakan kupu-kupu dalam dada. Getaran-getaran cinta? Ya!

Aku mencintainya seperti hujan pada tanah, cinta yang tak berharap kehadirannya, cinta yang tak harus memiliki, cinta yang hanya tentang saling berbagi canda. Cinta itu kamu?
Kurenungkan dalam-dalam, tentang pertemuan waktu lalu.

Aku merasa cinta harus bicara, cinta butuh kejelasan dan ketegasan. Maka kukirimkan sepucuk surat bukan melalui telepati, tetapi melalui penjaga istananya yang memberikan langsung apa yang kuinginkan.

Bagiku, tidak mungkin seorang Pangeran mau meninggalkan singgahsana demi sosok Rapunzell? Aku sangat yakin dia mencintaiku. Sungguh!
Bahagianya tak bisa dilukiskan dalam tinta indah, raut wajahnya membuatku terbias. Dia membalas suratku dalam amplop merah bertuliskan namaku sebagai tujuan. Kau tahu? Apa yang terjadi?

Aku menahan bulir bening yang hendak jatuh merayap di antara dua pipi tirusku. Perlahan-lahan kubaca, huruf demi huruf diraba. Ia mengatakan sesuatu yang tak pernah terbetik dalam anganku.

Pangeran berparas menawan yang menemuiku di taman lampion, mengatakan “Aku minta maaf, hatiku berkata demikian. Aku tidak bisa mencintaimu seperti cintamu padaku.”

Anganku hancur, semua menjadi tidak berguna, hatiku seperti pecahan kaca yang terurai air mata. Sia-sia rasanya menjaga diri dan hati selama ini. Menutup rapat hati dari mereka yang mencoba memasuki gerbang hatiku. Tapi, aku bisa tersenyum di sela-sela isak dan tangis.

Tuhan membuatku sadar, pertemuan malam itu sebagai perpisahan terindah yang selama ini hanya membelenggu rindu, mengatup tawa, dan memoar tentangnya.

Aku katakan pada diriku untuk berhenti mencintai, berhenti memperjuangkan dan berhenti bertanya definisi cinta. Bagiku cinta adalah ikhlas. Kucoba melepaskan namanya yang pernah terkurung dalam hati.

Membiarkan cintanya bertemu dengan belahan hatinya, dan kembali membiarkan hatiku untuk tetap kosong saja. Tapi, aku tidak akan menutup diri.

Aku pergi dari menara, mencari bunga-bunga yang baru saja mekar. Menari bersama kupu-kupu, memanjat pohon untuk melihat rindangnya tumbuhan yang selama ini tak terlihat.

Aku bernyanyi bersama kenari, menikmati semilir angin yang menyapa. Bercanda dengan daun-daun yang jatuh dibawa arus sungai yang hangat.

baiq cynthia quotes

Indahnya dunia, aku lupakan lagi soal cinta. Saat hatiku bahagia itu cinta, dan untuk bahagia saat ini hanya perlu menikmati sekitar. Aku bisa melihat pelangi selepas hujan, memandang lama-lama istananya tanpa harus membenci.

Kukatakan pada cinta, lebih baik kau datang saat aku siap. Entah tak menunggu berapa lama. Aku menerima sepucuk surat tanpa kutahu siapa pengirimnya, kutanyakan pada langit, tak ada jawaban. Inikah yang disebut cinta dari Tuhan?

Alam bersorak ketika ranum di pipi muncul, bersama dengan pangeran berkuda yang pertama baru kukenal. Ia berasal dari istana yang tak jauh dari tempatku bermain. Apakah ia yang selama ini mengirimkan surat untukku?

Seperti embun dalam bunga, ia menyejukkan tanpa harus merusak kelopak. Bunga mungil ini bersemi lagi, seperti cintaku yang perlahan mencoba untuk mencintainya. Cinta begitu sederhana!

Situbondo, 13/4/2018
​November Hero


Setiap bulan pasti memiliki nama sebutan tersendiri (khusus) buku catatan harianku. Sudah hari ke-5, aku awali dengan tawa dan duka.Tak perlu tahu duka apa, biarkan saja mengendap di sana. Hampir delapan bulan tak menemuinya lagi.Terlalu pengecut bagiku untuk mengatakan sebuah kenyataan getir. Ah! Puitis. Aku terlalu banyak memikirkan hal yang lewat.

Okay! Sudah lupa, namun kemarin sebuah pesan dari seseorang yang pernah membantu menghadap tuan yang sangat bijaksana. Sosok itu kini sudah memegang peranan penting. Tiga kata pertanyaan yang mengusik pikiran yang telah diendapkan di bawah alam sadar. Kini terbangun (lagi). 
sumber: pixel


"Gimana kabar kuliahmu?"
Aku ingin mengatakan baik kak, tapi aku sedang  off sementara. Tapi, naluriku menampik. Kronologi demi kronologi dipaparkan. Mirip cerpen-klise memang tapi aku lebih suka jujur meski menyakitkan.

Semalam aku membaca biografi Cak Nun. Penyair, pendakwah yang ingin menyatukan dua organisasi besar itu. Beliau juga berhenti di semester 1. Aku tak tahu alasannya. Namun, karyanya melejit seperti taburan bintang di langit.

Aku terinspirasi olehnya, aku harus banyak belajar dan meminta perlindungan-Nya. Meskipun sepotong hati masih memar. Aku ingat ucapan guru Biologi di Madrasah Aliyah. Saat aku gagal tembus di salah satu ajang tahunan yang pernah diselenggarakan di Surabaya. 

"Allah memberikan apa yang kita butuhkan, bukan apa yang kita inginkan," senyumannya mengembang. 
Pelajaran yang diperoleh banyak. Aku mengenal sakit dan aku tersenyum. Bertemu dengan banyak saudara baru dan mereka baik--Aku tak pernah lupa. Aku mendapatkan kesempatan (waktu) bersama Nenek lebih lama. Aku tahu rasanya mencari rupiah itu susah. Aku tahu rasanya sendiri di kota orang. Aku tahu rasanya kehilangan. Aku tahu artinya kebersamaan. Aku tahu artinya betapa berharganya hidup. 

Memang tiket itu sudah lenyap, terbang ke awan. List yang sudah ditata berkesinambungan akhirnya aku coret merah. Bahkan aku sendiri tak mampu membacanya lagi. 

Satu-satunya jalan aku harus bisa bersabar, diam sejenak di dalam kesunyian. Berbicara kepada angin dan hujan hingga tiap bulir bening  jatuh. Aku masih bertahan. Izinkan aku bisu tuk sementara, menyapa ilalang yang terkulai lemas. Aku tak sendiri, aku masih memiliki keluarga (meski di seberang pulau), orang-orang tersayang, teman-teman, sahabat, kawan-kawan virtual yang tak pernah bertemu di alam nyata.

Motivasi kembali ke sana masih ada, karena pendidikan penting untuk mendukung masa depan yang lebih keras oleh orang yang pandai berdialektika. Juga membuka peluang untuk bisa menjelajahi Nusantara dan Dunia.

Hai, Baiq! Itu pikiran yang normatif. Tak segalanya harus seperti itu. Membantu nenek menyeberang jalan kamu sudah berguna, apalagi kamu mampu membuat kesejahteraan kaum tertindas. Banyak buruh yang belum mendapatkan haknya! Gunakan ilmu untuk membumi hanguskan kaum kapitalis, liberalis yang pandai menyusun taktik.

Kecamuk, kontroversi, melebur menjadi satu. Kakiku dipasung oleh rantai beton berduri. Aku hanya menatap nanar dari menara tanpa pintu. Jika aku boleh berandai, "Andaikan aku menjadi lelaki, Aku pasti bisa bebas dari belenggu." 
Belenggu perempuan yang tak boleh keluar rumah. 

*Situbondo, 5 Shafar 1438 H