Showing posts with label cinta. Show all posts
Showing posts with label cinta. Show all posts

Monday, February 11, 2019

Ketika Merasa Cemburu, Tips ini Bisa Meredam Rasa Cemburu

0


Cemburu itu perlu gak, Sih?

Terkadang kita sering merasa cemburu, entah dengan teman atau pasangan bahkan dengan kolega. Kadar cemburu tiap manusia beda-beda, biasanya yang paling cemburuan itu perempuan. Kaum Hawa memiliki kadar cemburu tinggi karena tingkat hormon sensitifnya lebih banyak daripada pria. Ada juga yang berujar perempuan lebih menggunakan perasaan daripada logika, karena instingnya sangat peka terhadap apa pun.



Rasa cemburu dikaitkan dengan perasaan terlalu sayang dan takut kehilangan, namun ada beberapa orang yang memiliki kadar cemburu berlebihan hingga bersikap overprotektif terhadap pasangan. Cemburu pada pasangan kerap terjadi, ketika pasangan memberikan perhatian lebih kepada orang lain maupun lawan jenis lainnya. Wajar sih cemburu, namanya juga takut kehilangan. Tetapi saat pasangan berinteraksi dengan lawan jenis dalam hubungan yang wajar seperti masalah pekerjaan maupun teman atau sahabat lama, kendalikan dulu cemburu itu.

Quote Baiq Cynthia edited by Canva




Cemburu sering menjadi petaka dalam hubungan rumah tangga.

Ketika sudah memutuskan untuk berkeluarga, sudah tidak ada lagi waktu untuk bermain-main di luar. Mereka yang memutuskan untuk berkeluarga dituntut untuk fokus mengurus keluarga juga berbaur dengan masyarakat. Berkeluarga artinya menjadi unit terkecil dari masyarakat, masih suka cemburuan? Apalagi kalau melihat pasangan lebih asyik ngobrol bareng temannya, sampai mengabaikan kehadiran si pasangan. Hati-hati, rasa cemburu lebih cepat meletup dari biasanya. Tidak jarang kasus pertikaian antarsuami-istri disulut dengan rasa cemburu yang berlebihan.



Gimana sih caranya agar tidak mudah cemburu?

Bersikap open mind. Ketika pikiran sudah terbuka, memandang sebuah permasalah dengan sisi berbeda. Pikiran akan fokus pada hal-hal yang lebih penting untuk dirinya sendiri. Kenapa? Karena sudah paham mengapa pasangan harus berkomunikasi dengan lawan jenis. Jika tidak ada indikasi penyelewengan mengapa harus cemburu? Alih-alih jika pasangan orang yang aktif dan memiliki banyak lingkar pertemanan. Membatasi pertemanan pasangan dengan sifat cemburu kita itu tidak baik untuk hubungan. Hubungan berjalan tanpa ekspresi dan pasangan merasa terkendalikan. Bukankah tujuan hidup bersama untuk kebahagiaan, rukun dan selalu bahagia? Jangan sampai hancur karena rasa cemburu.



Berpikiran positif kepada pasangan, tidak terlalu berlebihan menaruh rasa cemburu hingga muncul perasaan curiga, tidak ada rasa percaya lagi. Namun ketika pikiran diliputi perasaan yang positif tidak ada perasaan was-was dan mencari celah masalah kepada pasangan.

Quote Baiq Cynthia edited by Canva


Cemburu bisa diredam dengan rasa memiliki seutuhnya dan saling percaya dalam komitmen.Komunikasikan perasaanmu kepada pasangan ketika merasa cemburu apabila pasangan harus terlibat dengan orang yang dicemburui. Katakan sejujurnya bahwa kamu cemburu, buat pasangan mengerti. Nantinya, pasangan akan memberikan pengertian kepadamu. Cemburu sewajarnya saja, tetapi jangan sampai cuek kepada pasangan. Tidak merasa cemburu sedikit pun.

Cemburu sebaiknya memiliki alasan, tetapi tidak mencari banyak alasan untuk cemburu yang kecil. Cemburu yang baik itu ketika pasangan tidak berpakaian yang pantas, lalu dilihat semua orang dengan tatapan yang intens. Cemburu kalau pasangan selalu tampil modis di hadapan orang lain tetapi di hadapan pasangan berantakan.



Tetapi cemburu banyak kategori lainnya seperti ketika sudah berumah tangga lalu, cemburu pasangan lebih dekat dengan orangtuanya dan menuruti mereka daripada memprioritaskan pasangannya. Cemburu ketika waktu ngumpul dengan teman-temannya lebih lama daripada waktu kumpul bersama pasangan.



Cemburu tidak sepenuhnya negatif, ketika mulai merasakan cemburu artinya kamu masih peduli dengan pasangan dan menyayanginya. Cemburu yang negatif ialah cemburu yang berujung pada pertengkaran, cemburu tanpa alasan dan selalu membuat pasangan tidak betah bersamanya karena cemburu.



Cemburu perlu enggak sih? 

Quote Baiq Cynthia edited by Canva
Cemburu perlu, dengan tujuan mengingatkan kembali bahwa ada pasangan yang mencintainya butuh diprioritaskan, butuh kasih sayang dan diperhatikan. Ketika pemenuhan segalanya tercukupi baik berwujud maupun tidak. Cemburu tidak akan muncul lagi. Karena kita yakin orang yang kita sayangi lebih menyayangi kita daripada orang lain. Jangan jadi orang cemburuan, biasanya wajahnya suka manyun dan enggak mau bergaul dengan banyak orang. 


Tetap berikan cinta terbaik untuk pasangan agar terhindar dari sifat cemburu yang berlebihan. 


Penulis Baiq Cynthia

Monday, January 7, 2019

Belum Terlambat Untuk Memperbaiki Masa Lalu: Kunci Hidup Bahagia

0

Tidak Ada Kata Terlambat Untuk Memperbaiki

Mungkin kehidupanmu sekarang di ujung kehancuran. Hatimu sudah lama terluka dan tidak dapat menerima nasihat maupun masukan. Terkadang banyak hal-hal kecil yang justru memicu sebuah perpecahan. Semua bermula dari rasa ego yang mengalahkan logika dan suara kecil hati. Pernakah menyadari arti sebuah kebersamaan dalam kekurangan? Sederhana hanya dengan air putih. Tetapi berbekas membuat hati riang dan kehangatan. Hanya dengan sepiring gorengan makan bersama terasa nikmat. Apalah arti banyak materi namun terlalu sering melayangkan makian-makian yang meremukkan jiwa.


Bisakah merendahkan hati ketika berjumpa dengan orang yang lebih tinggi darimu? Karena tidak ada bedanya antara engkau dan dia jika hanya mengadalkan rasa egois yang tinggi. Bisakah bertutur kata lebih lembut dan memelankan intonasi saat berbicara dengan siapa pun. Sungguh tidak ada yang lebih indah jika jiwamu dihiasi oleh kesantunan dan hati yang melebur pada setiap doa-doa. 



www.baiqcynthia.com

Saturday, December 22, 2018

Pentingnya Life Outdoor bagi Keluarga

0


Life Outdoor untuk Keluarga. Pentingnya Piknik walau Tipis-tipis Bareng Keluarga. 

Sudah menginjakkan kaki pada kehidupan baru yang bernama keluarga? Harus siap dengan  segala konsekuensi yang akan dihadapi. Tak jarang muncul kejenuhan pada sebuah hubungan. Entah karena memang telalu lama menjalani rutinitas yang flat atau memang butuh piknik?
Life outdoor komponen penting yang harus dibangun. Kehidupan rumah tangga akan menjemukan jika tidak ada insiatif dari pasangan untuk sekedar berekreasi hemat. Tidak perlu jalan-jalan ke luar negeri. Hal paling penting ialah quality time. Mencari zona yang lebih bebas dan tempat baru untuk melepaskan penat. 

Terutama suami, wajib mengajak keluarga jalan-jalan minimal seminggu sekali. Jangan biarkan kerjaan ibu rumah tangga hanya seputar sumur, dapur dan kasur yang membuatnya bete.  Hal yang harus diperhatikan dalam menjalani life outdoor. Pastikan jadwalnya tidak berbeturan dengan waktu kerja. Tidak masalah life outdoor hanya keliling mall mencarikan kebutuhan istri dan anak.
Nah, sekarang kan sudah masa liburan panjang. Sudah waktunya untuk membuat rencana belibur ke luar kota bersama keluarga. Tidak harus menginap, boleh saja untuk berkunjung ke tempat-tempat wisata. Kalau liburan panjang justru tidak bisa berlibur. Bukan masalah besar yang akan membuat hidupmu sengsara. Buatlah acara makan-makan outdoor, menggelar tikar di halaman rumah dengan menu spesial hasil masak bersama. 


sumber: Canva




Jangan sampai karena ingin melakukan life outdoor hingga menghambur-hamburkan uang. Atur pengaturan budget yang tidak membuat jebol dompet. Memang boleh menikmati jalan-jalan demi kepuasan banyak menghabiskan budget. Namun, kalau keseringan alangkah baiknya uangnya digunakan untuk hal yang lebih penting. 

Cara menghemat budget saat liburan, membawa bekal sendiri. Selain lebih hiegenis, makanan sehat dan terjangkau. Utamakan kesehatan, selain menjaga makanan harus menjaga diri. Terlebih sekarang musim hujan bawa serta mantel atau payung juga perlengkapan obat. 



Baiq Cynthia Web-Blogger



Life outdoor memang mengasyikkan terlebih dihabiskan bersama keluarga, namun perhatikan juga risiko selama di luar rumah. Jangan sampai justru mengalami kerugian setelah bersenang-senang di luar rumah.
Penulis Baiq Cynthia

Saturday, November 3, 2018

Izinkan Aku Cemburu

2

Perempuan bisa menahan luka dan sedih dengan sedalam kekuatan hatinya. Tapi menahan cemburu? Sama sekali enggak bisa. Walaupun lelaki yang engkau cintai hanya melihat foto perempuan lain. Itu menyakitkan sekali bagi kaum wanita. Apalagi harus melihatnya memandang lebih dari lima menit, rasanya seperti ada gumpalan api bergumul di hati. Panas dan nyeri begitu dalam.

Aku tahu lelaki memang memiliki kodrat yang tidak bisa menutup mata ketika melihat wanita dengan paras cantik. Padahal menjaga pandangan itu penting, dengan terjaganya pandangan akan tertutup pintu menuju maksiat.




Wahai kaum lelaki, bisakah engkau menjaga pandangan untuk dirimu sendiri maupun kemurnian cinta sang istri? Seorang istri sudah melepaskan orangtuanya, kesenangan masa mudanya, maupun kesenangan untuk diri dan temannya. Ia rela dan patuh pada lelaki yang disebut suami. Ia menanggalkan segalanya hanya untuknya.

Lelaki memang tidak mampu jika melihat wanita yang menggoda imannya, tetapi sangat tangguh menahan cemburu. Sebaliknya, wanita bisa mengabaikan lelaki tampan bahkan ada wanita yang tidak tertarik pada harta bendanya maupun karirnya. Ia jatuh cinta murni karena kasih sayang dan perilakunya. Wanita bisa mengabaikan seribu pria demi lelaki yang paling dicintainya. Tetapi untuk menahan cemburu(?)

Wanita tidak mampu. Suruh jatuhkan saja peluru, jika batas cemburu terlampau besar. Ia tidak bisa melihat lelaki yang dicintainya menatap lawan jenis terlalu lama, apalagi sampai di tahap yang tidak sewajarnya.

Aku paham cemburu itu bisa menjadi peluru, yang membunuh perlahan. Tetapi hanya wanita yang setia dan sayang pasti akan merasa cemburu tatkala pasangannya mulai perlahan menjaga jarak, mengabaikan dan condong dengan sesuatu yang melupakan soal pasangannya.

Cemburu itu wajar, tetapi jangan terlalu besar. Kamu tidak akan kuat. Biar aku saja yang menanggung.




Baiq Cynthia

Friday, April 13, 2018

Memoar Rapunzell Meniti Cinta (Fiksi) [Embun Cinta]~Baiq Cynthia

2

Embun Cinta



Aku pernah patah hati, luka itu lama untuk memudar. Tak ingin rasanya menanam benih lagi, jika pada akhirnya harus mengering kemudian hancur lebih awal. Dalam pikiran hanya duri-duri yang terus menancap menghunus mulai dari tepian hati hingga serambi hati. ~Rapunzell




Thursday, December 14, 2017

Bahasa Kalbu--C.I.N.T.A

0

Jika 'pasand' itu beda dengan 'pyar' sama dengan kulit mangga beda dengan kulit manggis. 



Meski sama-sama penutup. Meski manggis selalu sering diidentikkan dengan manis. Tapi, mangga selalu diidentikkan dengan kecut. 



Mereka sama-sama manis jika matang. *ini gak nyambung* 


Okay, ganti analogi. :v Sedikit rada bingung apa yang mau dijadikan analogi saat pikiran berkecamuk. 


✒✒✒✒✒✒✒✒✒✒✒✒✒✒✒

Satu menit kemudian. 


Satu menit satu detik ....

Tarik napas. 

Ya mungkin saya akan share tentang sebuah kisah yang barangkali ada yang sama. Atau pernah mendengar. 

Kisah apa?
Cinta. Akan banyak yang merasa alergi sama kata itu. Namun, selalu sukses beredar di mana-mana. 

Cinta bagi anak labil diidentikkan dengan pacaran. Kisah kasih di sekolah. Cinta monyet. Ah, bahasa alay-nya begitu. 
Tapi, seperti yang saya bahas. Cinta itu datang tak diundang. Hilang tak diinginkan. Ya memang begitulah cinta.

Ada banyak hikayat cinta, Cinderella, Romeo-Juliet, Mumtaz-Shajahan, Laila Majnun, AADC. 
πŸ˜‚

Mungkin saya tidak terlalu familiar sama yang terakhir, entah kenapa muncul saja di pikiran. 

Singkatnya cinta itu tidak melulu identik dengan suka. You know what? πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

Zaman dulu dijodohkan, mereka gak siap, tapi karena kasih sayang dan hormat kepada kedua orangtua. Atau salah satunya, atau lain sebabnya. Mereka menikah. Lucu, ya? 

Mereka akur. Mereka saling memahami. Aku kok tahu? Ya, aku melihat dari mereka yang mengalami dan menceritakan kepadaku. 'Mereka'. Jadi, bukan satu orang saja. 😊

Hubungan mereka awet, meski cinta datang terlambat. Cinta hadir karena sering bertemu. 

Lah, kalau gak ketemu namanya apa? *jawab sendiri* 😊

Aku bukan pujangga yang pandai merangkai kata, aku bukan orang yang membidani tentang cinta. Namun, aku hanya pendengar, penyimak tentang cinta yang hadir tiap waktu. Aku pernah merasakan? 

Saya yakin semua pasti pernah. Entah cinta sama buku, sama film, musik dsg. Cinta sama ibu. 😊

"Saat dia berkata tidak, aku akan melakukan hal itu," kata seseorang yang hobinya makan masakan ibu. 

Setelah muter-muter gak jelas. Saya ingin menshare lebih tepatnya. :) Pengalaman mereka. Ya mereka yang pernah bertemu dengan saya.

Bagi mereka cinta itu indah, sekali mengenalnya maka tak akan bisa tidur maupun makan kecuali berharap pada yang namanya cinta. 

~*~

Seolah cinta disudutkan. Menjadi sebab semua masalah. Cinta pada anak misalnya. Anaknya jika diganggu (diusik) oleh orang lain. Bisa-bisa malapetaka yang muncul dari isi kepalanya. 

Bagiku cinta sederhana. Cinta itu tak bisa diucapkan tapi dimengerti. Mulut bisa saja bilang tidak atau iya. Tapi, sorot matamu tak akan bohong.

Ach! Sekarang .... 

Aku paham siapa yang benar-benar dicintai atau hanya disukai.
Itu ada dalam hati. Jadi, serumit apa pun kisah cintamu. Cobalah belajar mencintai dirimu lebih dulu. 

Waktu bisa membuatnya 'sadar' saat cinta sudah hilang.

"Kenapa kamu menyukai orang yang tak menyukaimu?" 

Itulah cinta. Pyar. 
Cukup .... "Dikatakan atau tidak itu tetap cinta", kata Tere Liye.

✏✏✏✏✏✏✏✏✏✏✏✏
Samjha. πŸ’­
~~~

Tulisan ini ditulis tepat setahun lalu. 14 Desember 2016. Hanya belum diposting.
~Baiq Cynthia~

Thursday, August 10, 2017

Cinta Seperti Sayatan Belati

0

Cinta dalam diam. Tak semudah memegang belati tanpa tangan. Emang bisa? Bisa. Saat kakimu masih mampu bergerak. Beralih fungsi sebagai tangan. 
Pertama kakimu pasti merasa bergesekan dengan lancipnya ujung belati. Aku tak mampu membayangkan. Hanya orang spesial yang bisa mengendalikan dengan tapak kakinya. 

Abaikan. Dia pasti bisa. Sejak kecil sudah terbiasa menggunakan kaki. Kaki menjadi tangannya. Dia masih mampu bertahan.
Tapi, cinta dalam diam. Menyembunyikan rasa itu. Seperti memegang belati dengan mulut. Karena kaki dan tangan tak ada.
Jika bukan bibir yang mengelupas. Maka belati yang akan menancap pada pangkal lidahmu. 

Rumit. 


Memang hanya segelintir yang tak memiliki tangan dan kaki. Tapi... bukan berarti dia tak mampu menjalani hidup ini. Bahkan saat motivasi hidupnya tinggi, belati tak mampu mengoyak dirinya. Justeru dirinya yang mampu mengendalikan belati. Mengendalikan banyak otak manusia.

Aku pernah membaca tulisannya. Sangat menginspirasi. Mungkin kamu tahu, siapa dia. Nick Vujicic, penulis dan motivator handal tanpa tangan dan kaki.


Cinta dalam diam, bisu mengungkapkan. Cinta tak punya tangan dan kaki. Hanya perasaan yang bertaut dalam senyap. Lalu, doa-doa yang dirapalkan setiap detik pun. Menjadi tak berarti. Dia yang kau-sebut dalam diam, memilih pergi dengan yang lain. 

Padahal dia dahulu pernah berjanji, untuk menjemput diri. Membebaskan dari belenggu sepi. Nyatanya hatinya menyimpan belati yang dilepaskan hari ini. 

Aku sudah berupaya keras, menjaga hati itu. Tak membiarkan orang lain menjamah hatiku. Bahkan aku menghilangkan kesempatan menjadi seorang ratu sehari. Demi menebus janjimu. Janji dan sumpah pada Ilahi. Hatiku pecah. Kamu memeluk perempuan itu, di bawah hujan. 

Aku hanya bisa diam. Karena rasa itu belum pernah kukatakan. Aku hanya diam saat kamu mengatakan akan mengajakku ke istanamu. Aku tak berkata iya atau menolak.

Kini baru kusadari, hati yang sakit bisa cepat pulih. Seperti luka sayatan belati. Bahkan hilang tak berbekas. Pergilah, sejauh kau mampu. Bersama pujaan hatimu. Aku tak bersedih. Aku tak akan sudi, menerimamu lagi.


Mengunci hati dengan gembok yang kuat. Ditambah rantai besi. Menjadi pilihanku sekarang. Aku hanya ingin berserah diri. Kepada-Nya. Aku yakin azzam-Nya lebih tepat. 
"SETIAP HATI YANG LUKA OLEH BELATI, TAK AKAN PERNAH TERASA PERIH. JIKA, MENCINTAI ALLAH." 

Aku putuskan, dalam tulisan ini. Tak akan menanti. Tak akan memberi kesempatan kepada siapapun, yang hanya ingin melukai diri. Aku ingin menjaga diri ini. Menjaga hatiku. Menjaga agamaku. Dari cinta yang belum pantas kumiliki.
Baiq Cynthia
Situbondo, 10 Agustus 2017 

Wednesday, June 28, 2017

Jika Memang Engkau Tercipta Untukku

0

Menjaga stabilitas perasaan itu penting. Seperti menjaga denyut jantung untuk tetap stabil. 


Pentingnya, saat merasa hal yang memang diimpikan, tapi belum waktunya. Entah butuh legalitas, belum terpenuhi syaratnya. Bersiaplah lapang dada.

 

Segalanya butuh rasa ikhlas, sabar, komitmen. Tanpa tiga komponen itu, hatimu mudah remuk saat gagal. Mudah berambisi saat ada kesempatan. Mudah sekali jatuh saat mudah mendaki.

Bagaimana mungkin aku tersenyum dalam kepura-puraan. Sementara aku tahu, itu melewati areaku. 
Lebih baik diam. Anggap saja aku tak pernah hadir. Engkau pun tak akan mengerti keinginganku.
Ada cara yang lebih baik. Selain bercengkrama dalam larangan. Percayalah, kelak Allah yang memberikan rute yang terbaik bukan yang tercepat. 
Let's flow like a breathe.

Cinta bukan hanya sesaat, cinta perlu dipupuk, disemai dan disiram. Cinta bukan perkara dua insan. Tetapi dua keluarga. 
Andai saja aku menerima, mungkin sakit yang akan kutimbulkan. Hati ini masih terkunci rapat. Sudah kukatakan, aku tak butuh perasaan secepat kilat.

Aku hanya butuh, pendamlah gejolak cinta. Cinta hanya membunuhmu. Merusak jaringan otak. Meniti jalan yang tak benar. Saat cinta yang kau-torehkan hanya berujung pada larangan.
Cinta sejati ditemukan, di sebuah dimensi rindu yang kadang hanya berupa balutan doa.
Selamat Malam 

Sunday, May 21, 2017

Love in Virtual, Tak Benar-benar ada.

0

Secangkir hangat baru saja aku seruput, aku hanya duduk mendengarkan lagu berbahasa India. Channa Mereya dari soundtrack film Ae Dil Hai Muskil. Film yang hits tahun lalu. Meski begitu, makna lagu ini sangat dalam. 

Aku hanya teringat dengan sosok yang kucintai. Hanya dalam dunia virtual. Kami tidak pernah bertemu sebelumnya. Karena kami pun hanya bertemu lewat jejaring sosial. 

Saya memanggilnya Jerry. Karena saya suka kucing dan kami selalu berantem. 5 tahun lalu. Sejak pertama kali adik saya mengenalkan dengan FMA. Seorang dari Pravatty, India Selatan. 

Dia bercerita tentang teman facebook-nya yang bisa bahasa Inggris. Saya sangat menyukai India. Bahasa, Budaya, filmnya, lagunya. Everything about India. :') 

Akhirnya, kami berteman. Dia juga agama Islam. Senang rasanya. Pengetahuan saya terbatas, yang saya tahu tentang India, rata-rata agama Hindu. Tetapi, saya hanya butuh buat belajar bahasa India. Hanya itu saja. 

Semua berjalan normal, hingga si FMA mengatakan cinta kepada saya. Semua menjadi berubah. Khayalan akan bisa ke sana semakin nyata. Terbuka lebar. 

Tapi, cinta pertama saya justru di FB. Mengingat di dunia nyata, Ayah saya diktator. Melarang pacaran, melarang interaksi dengan lelaki. Seperti terperangkap dalam penjara.

Saat itu saya duduk di bangku kelas 2, Menengah atas. Sebelum akhir tahun 2012. Saya juga berteman dengan Jerry. 

Kami layaknya sahabat. Meski saya tak jauh-jauh dengan kamus. Saya berusaha untuk improve bahasa English saya.

Jerry pun menyatakan perasaan yang sama saat Bulan Maret 2013. Tepat pada tanggal 23. Saya menjadi bingung. Saya ceritakan kepadanya, bahwa saya sudah dekat dengan FMA. 

Begitu juga saya cerita kepada FMA tentang Jerry. Terjadi konflik singkat. Hingga saya menjadi benar-benar gila. Saya putuskan untuk tidak memilih semuanya. 

Usia saya saat itu 16 tahun dan kami terpaut 3 tahun saja. Nenek saya tidak setuju, Beliau khawatir saya tidak balik ke Indonesia. 

Saya pun menurut kepadanya. Saya tidak menggunakan FB. Untuk satu bulan. Karena akan melaksanakan ujian. 

Ujian akhir untuk kelas 2. Kami bersahabat dan berjalan dengan baik. Tidak menafikan. Karena sering tag-tag. Teman India lainnya banyak berdatangan. Kerja akun FB mencari mutual friend untuk suggest. 

Sejak saat itu, saya mulai mengenal macam-macam watak lelaki. Mulai dari nama akun yang digunakan, foto profilnya. Cara chattingnya. Sejauh itu saya tidak menggunakan foto asli. Khawatir disalahgunakan.

Saya punya banyak relasi, mulai dari India selatan, India utara, afrika, Turki, Mesir, Dhoha Qatar, UEA, ect. Namun, hanya sebatas teman chatting. Tidak jarang masa tersebut, terjebak dalam percakapan serba cinta.

~*~

Alhamdulillah, Allah bersamaku. Berulang kali orang yang dicintai membahas hal tabu. Tapi, aku alihkan pada lainnya. Tidak sedikit adegan blokir-blokir. Jujur saat itu, saya benar-benar menjadi remaja yang labil dan kuper. 

Bagaimana respon sahabatku? Mereka mengatakan saya gila. Percaya dengan namanya FB. Apalagi, kita belum mengenalnya. Tetapi, hati saya begitu yakin. 

Ditambah dengan olokan, Jerry yang tampangnya seperti bapak-bapak. Menakutkan dan terlihat tua. Tapi, aku mencintainya. Saat aku mencintai Jerry. Aku lupa sama FMA. Karena dia malah menusuk dari belakang. 

Lucunya, yang membeberkan adalah sahabatnya sendiri.Tentang FMA hanya bermain-main denganku.

 Aku pun begitu. Selain berteman dengan Jerry, aku berteman dengan sahabatnya. Aku hanya ingin tahu. Seberapa besar tingkat keseriusannya.

Setiap mendengarkan lagu Jab Tak Hai Jaan. Teringat kepada sosoknya yang lucu. Jerry itu berbeda dengan lainnya. Sejauh kami berteman, tak sekalipun dia bercanda dengan rayuan gombal. Yang biasanya lelaki lain lakukan. 

Kisah lanjutnya di sini πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡

https://baiqcynthia.wordpress.com/2016/11/09/tentang-rasamy-story-of-love-in-pattambi/
Bagiku cinta dunia maya, tidak ada yang benar-benar serius. Entah sudah bertemu sebelumnya. Atau belum sama sekali bertemu. 0,001 persen. 

Baru-baru saja, seorang wanita ingin menjodohkan dengan orang asing di medsos. Aku tidak mau, karena aku memang ratu online. Sejak dulu. Aku sudah hafal mereka yang chat basa-basi. Atau ingin berteman. Akan Ber-be-da. 
Seiring waktu, Si Jerry mengatakan dengan mengirim sebuah gambar. Gambar tersebut hanya sebuah kata-kata. 
 

Aku benar-benar patah hati. Perjuangan aku untuk mencintai satu orang. Mengabaikan cinta yang nyata di depan mata. Hingga yang sudah melamarku. Sudah banyak aku tak terima. Aku benar-benar perempuan bodoh. Dia hanya menganggap sebagai teman. Jadi, impian yang aku bangun selama ini musnah.

Tak kurang 25 orang yang membuatku terluka. Sebuah pelajaran berharga yang tidak aku temukan di dunia nyata. Tentang sebuah komitmen. Susah didapat, untuk mencari 1000 musuh itu sangat mudah. Namun, mencari 1 sahabat sejati. Butuh perjuangan. Apalagi cinta sejati. 

Banyak yang dari mereka hanya mencari keuntungan, ada pula yang hanya iseng, hanya sekedar mencari teman. 

Tentang Jerry, saat aku tanya melalui pesan pribadi. Aku hanya ingin bersahabat. Dia mengganti profil pictures dengan seorang gadis India. Seolah, dia diklaim oleh gadis tersebut.

Aku tidak benar-benar yakin. Tentang cinta maya. Bahkan ada satu teman yang sudah seperti saudara mengatakan. 

Semua lelaki FB hanya ingin main-main saja. Semua bohong. Aku bahkan merasa seperti mainan.( Jerry pun demikian?)

Sekarang sudah tak ada gunanya menggunakan medsos, selain hanya untuk menambah teman 'real'. Dan hanya untuk mencari informasi menulis.

Selain itu, kita hanya bisa menjalin sebuah persahabatan. Jika memang suatu saat kita bisa bertemu di dunia nyata. Mungkin love in virtual is not just dreams. 

Karena mimpiku, masih banyak yang belum tercapai. Salah satunya ingin mengunjungi Taj Mahal. :') 

*Hei ... My prince, that still uknown. Whereever you life, I will wait you. I miss you. Take care. :) 
Hope you are fine! 

Pertemanan sejati, saat membuatmu menjadi sosok lebih berarti. Menarik ke jalan yang benar. 

Penulis : Baiq Cynthia

[caption width="720" align="alignnone"]Kita wajib hati-hati di Medsos ya. :)[/caption]

Saturday, May 13, 2017

You Will Never Know, Ketika Aku Patah Hati.

2

You never know.

When, someone is start love you. But you was choose other person. 



Gimana sih rasanya? Saat kamu sudah benar-benar berjuang meninggalkan duniamu. Hanya demi seseorang yang kamu cintai. Lantas seseorang yang kamu anggap paling mencintai. Ternyata hanya mengganggap sebagai teman. 

The feeling so guilty. 

Tetapi, jika dilihat dari kacamata berbeda. Rasa itu akan segera lenyap. Tanpa membenci. Tanpa membuat permusuhan. 

Memang bisa? 

Bisa. Buatlah hatimu seluas samudera. Engkau akan mampu menampung segalanya. Lelaki di dunia tidak hanya satu. Apalagi wanita. 1:5 

Tak perlu risau. Tentang jodoh. Pasti ada hikmah yang indah, setiap kejadian yang terpetik. Engkau yang memang benar-benar mencintai karena Allah. Masalah hati tak harus dibayar dengan hati. 

Apalah arti cinta. Jika cinta hanya seperti sejumput jarum yang melekat pada daging. Menyakitkan.

Kata orang, "Cinta terlalu indah". Tidak ada yang lebih membahagiakan selain merasa bahagia. 

Ikhlaskan. Cinta yang pergi bukan karena sebab. Memang dari awal cinta itu hanya lewat. Namun, cinta sejati. Tak akan pernah pergi. Dengan gagah, ia setia menanti.

Memang berbicara itu mudah. Coba bayangkan, cinta itu mirip koin 100 rupiah. Yang jatuh. Lantas kamu mencari. Tak bertemu.

Koin itu mungkin sudah diambil orang. Atau malah terselip di tempat yang justru dekat denganmu.

Cinta seperti koin. Bisa saja hilang diambil orang. Namun, jika Allah sudah menakdirkan cinta untukmu. Kamu akan menemukan cinta itu. Koin 500 atau 1000. 

Diganti dengan yang lebih baik, selama ada upaya untuk memperbaiki diri.

Percayalah. Koin hanya sebuah benda. Pun cinta hanya sebuah sebutan. Tetapi, cinta yang benar-benar ada hanya cinta kepada Allah. 
Masih ingatkah, perjanjian sebelum lahir di dunia? Keterbatasan akal kita yang tidak bisa mengingat. 
Kita diberi pinjaman nyawa untuk melakukan tugas-Nya. 

Perkara Rezeki, Kehidupan, Kematian dan Jodoh Allah yang mengatur. 

Jadi, jika kamu jatuh cinta. Siap-siap patah hati. Jatuh cintalah karena Allah. Titipkan namanya kepada-Nya. 
Pada waktu yang tepat Allah akan berikan.
You never Know. The true love is not first love. Every one will feeling in love. Not only once. 

The true love is the last love that bring you to love just for Allah.

~ Baiq Cynthia

Penulis : Baiq Cynthia

Thursday, February 9, 2017

Cinta di Pelupuk Senja (Baiq Cynthia)

0

​Judul     : Cinta di Pelupuk Senja

Penulis : Baiq Cynthia



Sumber gambar 
"Ayo, cepat! Entar langit akan segera gelap,” dengus wanita cantik yang membolak-balik majalah. Wajahnya seperti salah satu girls band yang digandrungi banyak lelaki. Meski matanya menatap banyak mode pakaian, sesekali mencuri pandang dengan jam yang melingkar di tangannya.

"Iya sayang, ini udah beres," lelaki yang masih mencoba mengenakan jaket kulit berwarna hitam. Tergopoh-gopoh menuju asal suara. Wanita yang duduk di beranda rumah, dengan wajah tertekuk masih terus mengomel.

Dengan kunci yang ditancapkan di kepala sepeda motor, Roy langsung menstater Ninja merahnya. Derung suara dari cerobong kecil di belakang. Membuat Santi segera mengambil posisi mantap, duduk di jok belakang. Tangan indahnya melingkari perut lelaki yang datar.

Udara terasa hangat karena matahari telah bergeser 30ΒΊ dari ujung kepala. Perjalanan yang menempuh jarak yang tak begitu dekat. Namun, dinikmati tanpa ada suara. Santi merebahkan kepalanya di punggung lelakinya. Membiarkan matanya menatap nyalang ke arah rumah-rumah yang berjalan mundur. 

Aroma pasir dan sejuknya angin laut memancing banyak orang untuk mengunjungi pantai Pathe'. Roy segera memarkir motornya. Santi bergegas menuju ke arah laut. Deru ombak saling mengejar. Melihat anak-anak yang bermain pasir.

Roy, menuju ke warung mungil di sekitar pantai. Tujuannya tak lain mencari es degan.

"Mbak, pesan es degan satu, sedotan dua!" sambil melempar wajah sinis melihat perempuan berusia sekitar 18 tahunan yang terkesan kampungan.

"Tunggu sebentar pak!" jawabnya ketus.

"Eh, aku masih mudah kok dipanggil Bapak."

"Nah, terus aku manggil siapa?"

Wanita yang mulai terganggu, mengambil kelapa muda. Sangat terampil mengupas dengan golok.

"Panggil saja, Roy!” nadanya jelas sambil meletakkan Nokia Lumia 1020 di atas meja.

"Oh, aku Rahma," timpanya, menyelipkan dua buah sedotan.

"Berapa?"

"Lima ribu rupiah saja." 

Roy berdiri dan memberikan uangnya lantas pergi sambil membawa es degan.

"Dasar lelaki aneh datang-datang seperti monster!" 

Perempuan yang baru menerima selembar uang. Beralih komat-kamit, jengkel. Roy yang saat itu baru berjalan 3 langkah mendengar kata-kata Rahma sontak berbalik 180ΒΊ dan melemparkan es degan ke arah perempuan berambut ikal itu. Serta membuat beberapa pelanggan kaku.

"Woy! saya gak mukul sampeyan, kenapa  ngelempar gak jelas!"

"Nah, 'kan elo yang cari gara-gara sama cowok ganteng sepertiku."

"Lebih ganteng monyet."

"Sialan!" Hampir saja tangan Roy mendarat di pipi Rahma yang eksotis. Sebuah tangan menahannya.

"Santi!"

"Iya, lebih baik kita cabut dari tempat kumuh seperti ini,” sorot mata yang tajam menarik lengan kekasihnya. Sementara Rahma sibuk membereskan lantai dan acuhkan mereka. Lemparan tadi meleset, namun membuat lantai becek. Alas yang hanya sebuah gundukan tanah. 

"Aku mencarimu, ternyata di situ bersama cewek kampungan.

"Maaf Say. Tadinya aku memesan es degan buat kita berdua. Eh, dia cari masalah denganku. Awas saja dia muncul lagi!" 

Roy sudah sangat jengkel, bahkan baru yang tak berdosa pun dianiaya. Di tendang. Gumpalan kesalnya membuat moodnya ingin pulang saja. Padahal moment di pantai masih sebentar. Santi pun setuju dengan rayuan Roy yang begitu dasyat. Merangkul menuju parkiran.

~*~

"Huh, capek banget! Nemani Santi, sekarang waktunya istirahat. Entar malam time for Eka," ujar Roy dalam hati sambil merebahkan badannya. Seringai kecil terselip di antara dua rahang yang keras.

Di tempat yang berbeda, Rahma masih kesal dengan perlakuan Roy. Dia memilih tempat yang sama, saat Roy duduk. Ketika akan menjatuhkan diri ke kursi. Santi melihat ponsel mewah di atas meja.

"Rahma, itu ponsel siapa?" Suara ibunya tiba-tiba mengagetkan Rahma.

"Anu, mungkin punya Roy."

"Roy? Pacar kamu?"

"Hah, Aku punya pacar seperti monster?" 

Kemudian ponselnya berdering, incoming call dari Eka. Tanpa sedikit ragu. Tangannya sudah menempelkan pada telinga.

"Halo? Ini siapa?" 

"Ini siapa!" Suaranya terdengar menggelegar ke telinga Rahma. 

"Ini Eka ya?"

"Lah, kamu kok tahu namaku? Ponsel Roy kok sama kamu?"

"Anu, ketinggalan!" Tut ... tut ... tut .... Tiba-tiba sambungan putus, ponselnya mati.

"Huh, ponsel kampungan!" seraya meletakkan kembali. 

Ibunya tercenung, melihat ekspresi Rahma. Wanita dengan bibir tipis terlihat tegang. Rahma berusaha meyakinkan ibunya, bahwa Roy akan menjemput ponselnya. 

Bagi seseorang yang memiliki waktu padat, melayani pembeli. Selalu memikirkan waktu di hemat. Membiarkan Rahma kini hanyut dalam lamunan.

Pengunjung mulai sepi, malam telah merenggut siang. Ombak seakan teriak, memanggil temannya. Rumah Rahma berdekatan dengan warung mungilnya. Seakan bisa tidur dengan melodi laut. 

Andai saja engkau masih ada. Mungkin aku masih bisa tertawa denganmu. Mencari kerang bersama. Membuat hari-hariku menjadi hangat. Juga menemani ibu. 

Hari telah berganti. Rahma pergi ke tengah laut yang surut. Kerang-kerang dimasukkan ke ember kecil. Ember berdiameter 30 cm. Mengambang di laut. Meski diberi beban.

Baru saja, mengangkat ember. Terdengar  sahutan keras, samar-samar. Rahma mendongakkan kepala. Dilihatnya lelaki berpostur tinggi. Dengan dada datar. Wajah oriental. Sedikit menjengkelkan. Diam-diam Rahma kagum. 

"Iya, kembalikan HP-ku, pencuri!" 

"Hei, jangan sembarangan ngomong! Jelas-jelas kamu yang pikun sama ponsel!"

Rahma mulai menuju asal suara. Membawa beban kerang yang tidak terasa berat.

"Hei, gara-gara kamu Aku putus dengan Eka. Semalam dia nyamperin rumah, menampar pipi mulusku ini. Lucunya, Santi juga datang mengambil majalah yang ketinggalan. Rekor muri sepanjang sejarah playboy, sudah diraih. 2 kali cap 5 jari. Puas!”

Rahma hanya memegang perutnya. Mulai tertawa mirip nenek sihir. Dilepasnya kerang yang banyak. Sebagai ucapan maaf. Rahma siap menemani sang Play Boy.

"Sini, mendekat lihatlah kepiting itu. Aku akan menangkapnya untukmu,” ada sorot binar dari wanita yang berbulu mata lentik.

"Coba saja kalau berani," Roy melipat kedua tangan di depan dada. Roy melihat tangan cekatan gadis yang menurutnya juga manis.

"Yeah, ini buat kamu!" Rahma melemparkan ke arah Roy. Tepat di bahunya sang kepiting ukuran sedang mencapit bajunya. Alhasil dia menjerit, lari pontang-panting mengejar Rahma. 

"Hei, cewek aneh ini ambil saudaramu!" Melihat Roy yang ketakutan, Rahma menghampiri. Lagi-lagi senyum lepas hadir di antara mereka.

"Oke, kita akan panggang nanti sore! Gimana kalau sekarang kita beradu mendayung ke tengah laut?" 

"Siapa takut," kata Roy sambil meletakkan barang-barang yang melekat di saku ke atas pasir.

"Itu perahuku, dan ini perahumu,” tangan Rahma menunjuk ke arah Perahu yang ditambatkan di bibir pantai. 

"Are you ready?" tantang Roy. 

"Ready," jawabnya mantap.

Mereka mendayung di lokasi sedikit jauh dari objek wisata. Sunyi yang terasa, deburan ombak menghantam karang. Semakin menantang adrenalin mereka. Matahari mulai menyengat. Seolah tak ada. Tiba-tiba perahu milik Roy oleng, dan Roy terjebur ke dalam air yang mulai pasang. 

"Tolong ... tolong ...." Rahma segera mungkin mendayung ke arah Roy dan berusaha menaikkan ke perahu. Namun, sayang Roy malah mengguncang perahu Rahma dan gadis berkulit coklat ikut terjebur juga. 

Roy tertawa kencang. Ini hanya rencana balas dendam. Saat kepiting keras mencapit. Lelaki yang memiliki alis tebal, diam-diam kagum dengan sosok sederhana Rahma. Tidak marah meski dikerjai.
"Haha, wajahmu pucat. Takut kehilanganku?"

"Jangan bercanda, ini tidak lucu. Ayo bantu aku menarik dua perahu itu,” bibirnya mengerucut, kesal. Rahma menarik perahu-perahu kayu, mengamankan kembali.

"Au, sakit."

"Kenapa?" Roy berhenti  tertawa.

"Lihat, sesuatu menancap di kakiku." 

Darah mulai mengalir dari telapak kaki Rahma, sebuah duri. Bekas babi laut, telah menancap cukup dalam, hingga tak mampu berdiri. Roy tak tega melihat temannya. Menggendong ke rumah Rahma. 
"Lukamu parah! Sini Aku obati, rumahmu tampak sepi." 

"Au, iya ibu jualan di warung, sakit tahu!"

Kaki Rahma terbalut dengan perban dan masih berjalan pincang.

 "Aku boleh, gak ngomong sesuatu?" Roy mendekati Rahma di beranda rumah.

"Apa? Katakan cepat! Janjiku masih belum lunas kepadamu." Janji Rahma untuk menemani seharian. 
"Iya, sebenarnya aku lupa kalau sekarang ada janji sama teman."
"Aku pikir ada apa," diam-diam Rahma telah berharap. Lelaki ganteng akan menyatakan cinta. Debar-debar kecil mulai menyeruak. Ada rasa ingin mendekapnya.

"Aku pulang ya, aku janji sore nanti aku kembali." 

"Oke," balas Rahmah sambil menahan sakit.

Suara Ninjanya meraung, melesat. Tak terdengar lagi. Rahma hanya menatap matahari. Perlahan membuat air laut kembali menyusut. Ia menanti kedatangan Roy. 

"Aku jatuh cinta? Entahlah." Kakinya yang diperban tidak terasa sakit lagi. Duduk di bawah pohon kelapa dan melempar batu ke arah laut. Beberapa jam kemudian menanti, namun tak ada kabar. 

~*~

Suara benturan keras yang membuat orang-orang berkumpul Rahma yang penasaran juga bergabung. Ternyata seorang lelaki sepeda Ninja. Berlumuran darah. Di tangannya ada kantong plastik bermotif bunga. 

Rahma memungutnya, sebuah kado, seperti bungkusan kecil. Ada kertas terselip di antara pita. Orang-orang sudah mengeksekusi Roy. Mata Rahma menatap nanar. Hatinya lebam. Tadi, pagi masih bersama. Kini tergeletak. Dengan darah mengucur. Tidak tahu pasti keadaanya. Rahma tak bisa mendekat. Beberapa saat, petugas sudah menutup dengan koran. 

Tangis Rahma pecah. Kini Rahma merasa seorang diri. Di tengah keramaian. Tangannya masih meremas kertas. 

"Aku telah jatuh cinta kepada sosok gadis yang menyebalkan namun membuatku rindu. Cinta itu begitu cepat, aku telah yakin dan tak akan pernah mengulangi kesalahanku yang lalu. Maafkan aku, sebenarnya aku telah jatuh cinta sejak kita masih berusia 8 tahun. Namaku Rangga Roy, aku baru sadar kalau kau adalah Diana Rahma yang aku cari. Diana, maukah kau menjadi kekasihku dan menemani hari-hariku bersama mentari? Anggukan kepalamu, jika kau setuju. Ini, aku belikan ponsel yang kau impikan. Dan itu cincin pertunanganku. Tetaplah di sini bersamaku. Karena kau matahariku dan aku bunga matahari. Cintaku seperti bunga matahari yang tak pernah berpaling dari cahayamu. Aku mencintaimu, Diana Rahma. Salam cinta, Rangga Roy." 

Seketika, Rahma meletakkan sepucuk surat itu. Dirinya berlari menuju lelaki yang tak bernyawa. Memeluk jasad Roy.

“Tidak, jangan pergi Roy!" Polisi mulai datang dan langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara. Menarik Rahma untuk tak mendekati Roy.

Meski berat, Rahma meninggalkan Roy. Menatap mentari yang perlahan hilang ditelan laut.
~TAMAT~

*Cerita ini ditulis karena ada lomba di SC. Sebagai cerpen romans perdana yang saya buat 3 tahun silam. Terlepas dari ide yang terlalu aneh. Saya tetap cinta sama cerpen ini. Semoga terhibur. :)

Friday, September 30, 2016

Cinta yang Gugur di Tahun Baru

0

Oleh: Baiq Cynthia

Desember telah di depan keningku. Aku lewati lagi tanpa kejelasan status. Semuanya tampak buram, di saat setiap orang mempersiapkan hadiah natal dan pohon yang yang dihiasi pernak-pernik indah. Beberapa hari lagi pun langit akan diwarnai oleh kembang api

[caption id="attachment_92" align="alignnone" width="720"]Oman Keindahan kota Oman dari atas. Dokumen Pribadi[/caption]

Baca Selanjutnya....