Baiq Cynthia

Penulis muda dengan impian menulis menebar inspirasi,hobi menulis dan fotografi.


Kesulitan Masa Menikah Bukan Penghalang Untuk Selalu Setia

Menikah bahagia itu mungkin yang diimpikan semua orang. Terlebih mendapatkan suami yang mapan, tampan dan dermawan juga baik hati. Itu sudah satu paket yang enak untuk bekal masa depan. Lalu ketika engkau memilih menikah dengan orang yang biasa-biasa saja bahkan jauh dari kriteria idamanmu. Apakah kamu akan menyesal?

Garis takdir sudah ditentukan oleh Allah, mungkin kamu akan merasa minder membandingkan diri dengan orang lain bahwa kamu tidak merasa lebih beruntung. Menikah bukan digunakan sehari dua hari. Kadang terbesit dalam pilihan hatimu. Bahwa kamu menyesal dengan pilihanmu. Tidak memilih calon imam yang tajir telah melamarmu, lebih memilih yang 'sreg' di hati. Pada akhirnya yang klop di hati pun masih rawan menyakiti hatimu.

sumber: lifeofpix.com edited by me

Ingat pada sebuah pepatah yang isinya tentang siapa pun punya andil untuk menyakitimu. Termasuk orang terdekatmu. Ibaratnya seperti lidah dan gigi yang suatu saat gigi akan menggigit lidah walau tidak sengaja. Menikah di usia muda dan memilih bersanding dengan pilihan hati jelas bukan suatu kesalahan. Walaupun banyak survei mengatakan banyak yang kawin muda dan cerai lebih cepat karena tidak dibarengi ilmu parenting dan pernikahan. Memang benar adanya.

Kalau bukan ilmu yang mengendalikan jiwamu tentu lebih banyak perasaan dan emosi yang menguasai. Segala sesuatu yang mengatasnamakan keduanya rentan membawa hubunganmu pada keretakan. Menikah itu hakikatnya belajar memahami diri maupun pasangan demi mewujudkan keluarga yang harmonis. Ketika kamu berusaha mengimbangi diri untuk membuat pasangan bahagia, maka hukum alam berlaku untukmu. Begitulah sebaliknya.



Namun namanya hubungan tidak selamanya akan seimbang, seiya semata. Terkadang rasa ego, iri melihat kebahagiaan pasutri di luar membuat sebuah angan pada dirimu. Kamu pun mulai membandingkan diri hingga menuntut hal yang sama kepada pasangan. Tetapi pasanganmu masih belum mampu membuatmu menjadi seorang permaisuri yang paling bahagia di dunia. Tak segan engkau mengambil jalan pintas yang kurang baik. Tapi apakah menjamin kebahagiaan berikutnya?

Menikah tidak semudah itu ferguso. Kawin-cerai-kawin-cerai. 

Karena ketika memutuskan menikah, engkau menambah orangtua baru dan besar kemungkinan menghadirkan buah hati. Lantas ketika bercerai, kamu mungkin melukai orang yang paling kamu sayangi. Pasti. Karena tidak ada yang menginginkan sebuah rumah tangga menjadi berantakan. Kalau berani menikah berarti siap happy-happy maupun sedih-sedih. Karena hidup bukan film sinetron yang bisa kamu tiru. Hidup pasti menemukan kesulitan dan saat berada di titik melarat, menyerah bukan jalan yang bagus.

Saya pun mulai mengalami masa sulit itu, ketika seorang wanita memimpikan harapan terlalu tinggi. Harapan itu tidak sesuai dengan ekspektasi. Nikmati, jalani dan syukuri. Dulu saya berpikir yang indah-indah saja. Tetapi lupa bahwa menikah pasti merasakan sebuah kesusahan.

Tepatnya, Sabtu 16 Februari 2019. Mati lampu sejak siang pukul 14.00 sampai hari Minggu belum ada tanda-tanda kehidupan sebuah lampu seperti status PLN area Jawa Timur yang menyatakan bahwa tiang listrik tumbang karena angin puting beliung sehingga arus listrik putus dan harus dilakukan perbaikan yang butuh waktu yang cukup lama. 
sumber: PLN Distribusi Jatim

sumber: PLN distribusi Jatim

Suka-tidak-suka, harus menerima kenyataan bahwa hidup harus kembali primitif. Mati lampu bagi kami sama saja kritis air. Karena kami menggunakan sanyo dan penampung air (tandon) tidak begitu besar. Untuk pertama kali pemadaman listrik lebih dari enam jam. Ketika dini hari saya kebingungan karena tidak ada air lagi di bak mandi. Walhasil membangunkan suami, untuk menemani kencing. Menumpang pada sumur milik tentangga untuk BAK. Saat itu saya melihat sosok tangguh dari lelaki yang sudah menjadi pilihan. 
suami rela menimbah air

Ia rela menimbah air dari sumur tidak hanya untuk istrinya juga untuk ayahnya dan itu dilakukan dengan penerangan lampu ponsel saja. Entah kapan listrik akan kembali normal. Justeru dengan momen sulitnya penerangan dan air, merasakan indahnya kebersamaan dan bahu-membahu. Semakin mengerti hakikat untuk bertahan dan berjuang bersama dalam keadaan apa pun.

Menikah pasti menemui kesulitan tetapi bukan alasan untuk berpisah. Kesulitan yang kami hadapi sebagai bumbu perekat keharmonisan rumah tangga.

Penulis: Baiq Cynthia

Cemburu itu perlu gak, Sih?

Terkadang kita sering merasa cemburu, entah dengan teman atau pasangan bahkan dengan kolega. Kadar cemburu tiap manusia beda-beda, biasanya yang paling cemburuan itu perempuan. Kaum Hawa memiliki kadar cemburu tinggi karena tingkat hormon sensitifnya lebih banyak daripada pria. Ada juga yang berujar perempuan lebih menggunakan perasaan daripada logika, karena instingnya sangat peka terhadap apa pun.



Rasa cemburu dikaitkan dengan perasaan terlalu sayang dan takut kehilangan, namun ada beberapa orang yang memiliki kadar cemburu berlebihan hingga bersikap overprotektif terhadap pasangan. Cemburu pada pasangan kerap terjadi, ketika pasangan memberikan perhatian lebih kepada orang lain maupun lawan jenis lainnya. Wajar sih cemburu, namanya juga takut kehilangan. Tetapi saat pasangan berinteraksi dengan lawan jenis dalam hubungan yang wajar seperti masalah pekerjaan maupun teman atau sahabat lama, kendalikan dulu cemburu itu.

Quote Baiq Cynthia edited by Canva




Cemburu sering menjadi petaka dalam hubungan rumah tangga.

Ketika sudah memutuskan untuk berkeluarga, sudah tidak ada lagi waktu untuk bermain-main di luar. Mereka yang memutuskan untuk berkeluarga dituntut untuk fokus mengurus keluarga juga berbaur dengan masyarakat. Berkeluarga artinya menjadi unit terkecil dari masyarakat, masih suka cemburuan? Apalagi kalau melihat pasangan lebih asyik ngobrol bareng temannya, sampai mengabaikan kehadiran si pasangan. Hati-hati, rasa cemburu lebih cepat meletup dari biasanya. Tidak jarang kasus pertikaian antarsuami-istri disulut dengan rasa cemburu yang berlebihan.



Gimana sih caranya agar tidak mudah cemburu?

Bersikap open mind. Ketika pikiran sudah terbuka, memandang sebuah permasalah dengan sisi berbeda. Pikiran akan fokus pada hal-hal yang lebih penting untuk dirinya sendiri. Kenapa? Karena sudah paham mengapa pasangan harus berkomunikasi dengan lawan jenis. Jika tidak ada indikasi penyelewengan mengapa harus cemburu? Alih-alih jika pasangan orang yang aktif dan memiliki banyak lingkar pertemanan. Membatasi pertemanan pasangan dengan sifat cemburu kita itu tidak baik untuk hubungan. Hubungan berjalan tanpa ekspresi dan pasangan merasa terkendalikan. Bukankah tujuan hidup bersama untuk kebahagiaan, rukun dan selalu bahagia? Jangan sampai hancur karena rasa cemburu.



Berpikiran positif kepada pasangan, tidak terlalu berlebihan menaruh rasa cemburu hingga muncul perasaan curiga, tidak ada rasa percaya lagi. Namun ketika pikiran diliputi perasaan yang positif tidak ada perasaan was-was dan mencari celah masalah kepada pasangan.

Quote Baiq Cynthia edited by Canva


Cemburu bisa diredam dengan rasa memiliki seutuhnya dan saling percaya dalam komitmen.Komunikasikan perasaanmu kepada pasangan ketika merasa cemburu apabila pasangan harus terlibat dengan orang yang dicemburui. Katakan sejujurnya bahwa kamu cemburu, buat pasangan mengerti. Nantinya, pasangan akan memberikan pengertian kepadamu. Cemburu sewajarnya saja, tetapi jangan sampai cuek kepada pasangan. Tidak merasa cemburu sedikit pun.

Cemburu sebaiknya memiliki alasan, tetapi tidak mencari banyak alasan untuk cemburu yang kecil. Cemburu yang baik itu ketika pasangan tidak berpakaian yang pantas, lalu dilihat semua orang dengan tatapan yang intens. Cemburu kalau pasangan selalu tampil modis di hadapan orang lain tetapi di hadapan pasangan berantakan.



Tetapi cemburu banyak kategori lainnya seperti ketika sudah berumah tangga lalu, cemburu pasangan lebih dekat dengan orangtuanya dan menuruti mereka daripada memprioritaskan pasangannya. Cemburu ketika waktu ngumpul dengan teman-temannya lebih lama daripada waktu kumpul bersama pasangan.



Cemburu tidak sepenuhnya negatif, ketika mulai merasakan cemburu artinya kamu masih peduli dengan pasangan dan menyayanginya. Cemburu yang negatif ialah cemburu yang berujung pada pertengkaran, cemburu tanpa alasan dan selalu membuat pasangan tidak betah bersamanya karena cemburu.



Cemburu perlu enggak sih? 

Quote Baiq Cynthia edited by Canva
Cemburu perlu, dengan tujuan mengingatkan kembali bahwa ada pasangan yang mencintainya butuh diprioritaskan, butuh kasih sayang dan diperhatikan. Ketika pemenuhan segalanya tercukupi baik berwujud maupun tidak. Cemburu tidak akan muncul lagi. Karena kita yakin orang yang kita sayangi lebih menyayangi kita daripada orang lain. Jangan jadi orang cemburuan, biasanya wajahnya suka manyun dan enggak mau bergaul dengan banyak orang. 


Tetap berikan cinta terbaik untuk pasangan agar terhindar dari sifat cemburu yang berlebihan. 


Penulis Baiq Cynthia
Tidak Ada Kata Terlambat Untuk Memperbaiki

Mungkin kehidupanmu sekarang di ujung kehancuran. Hatimu sudah lama terluka dan tidak dapat menerima nasihat maupun masukan. Terkadang banyak hal-hal kecil yang justru memicu sebuah perpecahan. Semua bermula dari rasa ego yang mengalahkan logika dan suara kecil hati. Pernakah menyadari arti sebuah kebersamaan dalam kekurangan? Sederhana hanya dengan air putih. Tetapi berbekas membuat hati riang dan kehangatan. Hanya dengan sepiring gorengan makan bersama terasa nikmat. Apalah arti banyak materi namun terlalu sering melayangkan makian-makian yang meremukkan jiwa.


Bisakah merendahkan hati ketika berjumpa dengan orang yang lebih tinggi darimu? Karena tidak ada bedanya antara engkau dan dia jika hanya mengadalkan rasa egois yang tinggi. Bisakah bertutur kata lebih lembut dan memelankan intonasi saat berbicara dengan siapa pun. Sungguh tidak ada yang lebih indah jika jiwamu dihiasi oleh kesantunan dan hati yang melebur pada setiap doa-doa. 



www.baiqcynthia.com


Life Outdoor untuk Keluarga. Pentingnya Piknik walau Tipis-tipis Bareng Keluarga. 

Sudah menginjakkan kaki pada kehidupan baru yang bernama keluarga? Harus siap dengan  segala konsekuensi yang akan dihadapi. Tak jarang muncul kejenuhan pada sebuah hubungan. Entah karena memang telalu lama menjalani rutinitas yang flat atau memang butuh piknik?
Life outdoor komponen penting yang harus dibangun. Kehidupan rumah tangga akan menjemukan jika tidak ada insiatif dari pasangan untuk sekedar berekreasi hemat. Tidak perlu jalan-jalan ke luar negeri. Hal paling penting ialah quality time. Mencari zona yang lebih bebas dan tempat baru untuk melepaskan penat. 

Terutama suami, wajib mengajak keluarga jalan-jalan minimal seminggu sekali. Jangan biarkan kerjaan ibu rumah tangga hanya seputar sumur, dapur dan kasur yang membuatnya bete.  Hal yang harus diperhatikan dalam menjalani life outdoor. Pastikan jadwalnya tidak berbeturan dengan waktu kerja. Tidak masalah life outdoor hanya keliling mall mencarikan kebutuhan istri dan anak.
Nah, sekarang kan sudah masa liburan panjang. Sudah waktunya untuk membuat rencana belibur ke luar kota bersama keluarga. Tidak harus menginap, boleh saja untuk berkunjung ke tempat-tempat wisata. Kalau liburan panjang justru tidak bisa berlibur. Bukan masalah besar yang akan membuat hidupmu sengsara. Buatlah acara makan-makan outdoor, menggelar tikar di halaman rumah dengan menu spesial hasil masak bersama. 


sumber: Canva




Jangan sampai karena ingin melakukan life outdoor hingga menghambur-hamburkan uang. Atur pengaturan budget yang tidak membuat jebol dompet. Memang boleh menikmati jalan-jalan demi kepuasan banyak menghabiskan budget. Namun, kalau keseringan alangkah baiknya uangnya digunakan untuk hal yang lebih penting. 

Cara menghemat budget saat liburan, membawa bekal sendiri. Selain lebih hiegenis, makanan sehat dan terjangkau. Utamakan kesehatan, selain menjaga makanan harus menjaga diri. Terlebih sekarang musim hujan bawa serta mantel atau payung juga perlengkapan obat. 



Baiq Cynthia Web-Blogger



Life outdoor memang mengasyikkan terlebih dihabiskan bersama keluarga, namun perhatikan juga risiko selama di luar rumah. Jangan sampai justru mengalami kerugian setelah bersenang-senang di luar rumah.
Penulis Baiq Cynthia
Perempuan bisa menahan luka dan sedih dengan sedalam kekuatan hatinya. Tapi menahan cemburu? Sama sekali enggak bisa. Walaupun lelaki yang engkau cintai hanya melihat foto perempuan lain. Itu menyakitkan sekali bagi kaum wanita. Apalagi harus melihatnya memandang lebih dari lima menit, rasanya seperti ada gumpalan api bergumul di hati. Panas dan nyeri begitu dalam.

Aku tahu lelaki memang memiliki kodrat yang tidak bisa menutup mata ketika melihat wanita dengan paras cantik. Padahal menjaga pandangan itu penting, dengan terjaganya pandangan akan tertutup pintu menuju maksiat.




Wahai kaum lelaki, bisakah engkau menjaga pandangan untuk dirimu sendiri maupun kemurnian cinta sang istri? Seorang istri sudah melepaskan orangtuanya, kesenangan masa mudanya, maupun kesenangan untuk diri dan temannya. Ia rela dan patuh pada lelaki yang disebut suami. Ia menanggalkan segalanya hanya untuknya.

Lelaki memang tidak mampu jika melihat wanita yang menggoda imannya, tetapi sangat tangguh menahan cemburu. Sebaliknya, wanita bisa mengabaikan lelaki tampan bahkan ada wanita yang tidak tertarik pada harta bendanya maupun karirnya. Ia jatuh cinta murni karena kasih sayang dan perilakunya. Wanita bisa mengabaikan seribu pria demi lelaki yang paling dicintainya. Tetapi untuk menahan cemburu(?)

Wanita tidak mampu. Suruh jatuhkan saja peluru, jika batas cemburu terlampau besar. Ia tidak bisa melihat lelaki yang dicintainya menatap lawan jenis terlalu lama, apalagi sampai di tahap yang tidak sewajarnya.

Aku paham cemburu itu bisa menjadi peluru, yang membunuh perlahan. Tetapi hanya wanita yang setia dan sayang pasti akan merasa cemburu tatkala pasangannya mulai perlahan menjaga jarak, mengabaikan dan condong dengan sesuatu yang melupakan soal pasangannya.

Cemburu itu wajar, tetapi jangan terlalu besar. Kamu tidak akan kuat. Biar aku saja yang menanggung.




Baiq Cynthia
Memoar Rapunzell Meniti Cinta (Fiksi) [Embun Cinta]~Baiq Cynthia

Embun Cinta

Aku pernah patah hati, luka itu lama untuk memudar. Tak ingin rasanya menanam benih lagi, jika pada akhirnya harus mengering kemudian hancur lebih awal. Dalam pikiran hanya duri-duri yang terus menancap menghunus mulai dari tepian hati hingga serambi hati. ~Rapunzell


dokumen pribadi

Sudah terlalu sering mengejar cinta, tetapi cinta hanya membuatku semakin terluka. Definisi cinta saat itu memiliki, ketika aku sadar aku bisa memiliki hati seseorang, tapi tidak memiliki fisiknya. Apakah itu cinta?

Perlahan aku mengerti, cinta itu tidak harus memiliki. Lantas aku bisa kembali bahagia meski cinta tak memiliki. Semakin lama-waktu terus mengejar diriku-- untuk mencoba mencintai orang yang jauh dalam pandangan. Aku belajar mencintai dalam diam, mencintai dalam kebisuan.

Bukan maksud untuk membohongi diri, tetapi aku sadar ... aku hanya seperti punguk merindukan bulan. Ternyata cinta dalam diam pun juga menyimpan luka. Tanpa sadar aku menangis dalam bisu, tertawa dalam sunyi, dan berusaha bahagia di hadapannya.

Diam-diam aku berdoa untuknya, entah itu cinta atau hanya kagum. Tapi, aku selalu bahagia di dekatnya. Ada banyak gejolak jika harus menatap matanya. Aku tidak sanggup, karena ada wanita lain dalam pijar matanya.

Cinta dalam diam ... aku mulai meninggalkan. Karena Tuhan telah menciptakan bibir untuk bicara, lisanku pun terlatih mengungkapkan. Aku mencintainya, aku berbicara dengan suara. Sering kukatakan dalam bisikan bahwa aku rindu!

Tapi, sosok yang didengungkan cinta justru tak mendengar. Ia lebih mendengarkan tawa dan canda temannya. Aku pun kembali patah hati.

Suatu ketika aku sadar, jika bibir tak mampu mengatakan cinta, maka tulisan yang akan membuatnya mengerti akan arti cinta. Aku pun sering merangkai ribuan kata, setiap detik selalu mengirimkan untaian kata. Tidak ada merpati lagi yang akan menyampaikan suratku, maka kubiarkan surat itu terbang secara terbuka. Jutaan orang pun tahu, aku sedang dimabuk cinta. Atau sendu galau dalam kelamnya cinta.

Detik menjadi menit, menit menjadi jam, jam pun menjadi hari, hingga berminggu-minggu, tak ada kabar. Aku pun lebih sabar menanti cinta itu dalam torehan tinta. Purnama berganti purnama hingga aku pun rindu sosoknya. Kuberanikan diri berjalan menembus sepi, melewati lelah, peluh dan hujan. Kulihat sosoknya yang sudah banyak berubah, aku hanya bisa mengatakan lewat pesan. Ia hanya tersenyum.

Senyumannya, terkadang merenggut mimpi-mimpiku. Aku pun luluh pada hal yang baru, iya! Seseorang Rapunzell rela menjatuhkan diri dari tebing menara untuk menemui pangerannya.

Atas izin Tuhan, kami bisa berjalan di antara rinai, menikmati malam dan lampu-lampu temaram.

Lidahku keluh, kata-kata yang telah kurancang tak kunjung keluar dalam lisan. Kami dekat, tapi ada ribuan jarak dalam hati kami. Jika kau melihat, kami tak ubah teman lama yang lama berpisah dan reuni. Cinta? Aku tidak tahu artinya, yang aku pahami cinta itu bahagia. Aku bahagia malam itu, kusebut namanya dalam doa. Jika dia yang terbaik untukku maka satukanlah dalam ikatan suci.

Aku pun harus kembali pada istana, memanjat tebing yang dijaga oleh naga. Lelahku menjadi rasa yang lebih indah dari kepakan kupu-kupu dalam dada. Getaran-getaran cinta? Ya!

Aku mencintainya seperti hujan pada tanah, cinta yang tak berharap kehadirannya, cinta yang tak harus memiliki, cinta yang hanya tentang saling berbagi canda. Cinta itu kamu?
Kurenungkan dalam-dalam, tentang pertemuan waktu lalu.

Aku merasa cinta harus bicara, cinta butuh kejelasan dan ketegasan. Maka kukirimkan sepucuk surat bukan melalui telepati, tetapi melalui penjaga istananya yang memberikan langsung apa yang kuinginkan.

Bagiku, tidak mungkin seorang Pangeran mau meninggalkan singgahsana demi sosok Rapunzell? Aku sangat yakin dia mencintaiku. Sungguh!
Bahagianya tak bisa dilukiskan dalam tinta indah, raut wajahnya membuatku terbias. Dia membalas suratku dalam amplop merah bertuliskan namaku sebagai tujuan. Kau tahu? Apa yang terjadi?

Aku menahan bulir bening yang hendak jatuh merayap di antara dua pipi tirusku. Perlahan-lahan kubaca, huruf demi huruf diraba. Ia mengatakan sesuatu yang tak pernah terbetik dalam anganku.

Pangeran berparas menawan yang menemuiku di taman lampion, mengatakan “Aku minta maaf, hatiku berkata demikian. Aku tidak bisa mencintaimu seperti cintamu padaku.”

Anganku hancur, semua menjadi tidak berguna, hatiku seperti pecahan kaca yang terurai air mata. Sia-sia rasanya menjaga diri dan hati selama ini. Menutup rapat hati dari mereka yang mencoba memasuki gerbang hatiku. Tapi, aku bisa tersenyum di sela-sela isak dan tangis.

Tuhan membuatku sadar, pertemuan malam itu sebagai perpisahan terindah yang selama ini hanya membelenggu rindu, mengatup tawa, dan memoar tentangnya.

Aku katakan pada diriku untuk berhenti mencintai, berhenti memperjuangkan dan berhenti bertanya definisi cinta. Bagiku cinta adalah ikhlas. Kucoba melepaskan namanya yang pernah terkurung dalam hati.

Membiarkan cintanya bertemu dengan belahan hatinya, dan kembali membiarkan hatiku untuk tetap kosong saja. Tapi, aku tidak akan menutup diri.

Aku pergi dari menara, mencari bunga-bunga yang baru saja mekar. Menari bersama kupu-kupu, memanjat pohon untuk melihat rindangnya tumbuhan yang selama ini tak terlihat.

Aku bernyanyi bersama kenari, menikmati semilir angin yang menyapa. Bercanda dengan daun-daun yang jatuh dibawa arus sungai yang hangat.

baiq cynthia quotes

Indahnya dunia, aku lupakan lagi soal cinta. Saat hatiku bahagia itu cinta, dan untuk bahagia saat ini hanya perlu menikmati sekitar. Aku bisa melihat pelangi selepas hujan, memandang lama-lama istananya tanpa harus membenci.

Kukatakan pada cinta, lebih baik kau datang saat aku siap. Entah tak menunggu berapa lama. Aku menerima sepucuk surat tanpa kutahu siapa pengirimnya, kutanyakan pada langit, tak ada jawaban. Inikah yang disebut cinta dari Tuhan?

Alam bersorak ketika ranum di pipi muncul, bersama dengan pangeran berkuda yang pertama baru kukenal. Ia berasal dari istana yang tak jauh dari tempatku bermain. Apakah ia yang selama ini mengirimkan surat untukku?

Seperti embun dalam bunga, ia menyejukkan tanpa harus merusak kelopak. Bunga mungil ini bersemi lagi, seperti cintaku yang perlahan mencoba untuk mencintainya. Cinta begitu sederhana!

Situbondo, 13/4/2018
Jika 'pasand' itu beda dengan 'pyar' sama dengan kulit mangga beda dengan kulit manggis. 



Meski sama-sama penutup. Meski manggis selalu sering diidentikkan dengan manis. Tapi, mangga selalu diidentikkan dengan kecut. 



Mereka sama-sama manis jika matang. *ini gak nyambung* 


Okay, ganti analogi. :v Sedikit rada bingung apa yang mau dijadikan analogi saat pikiran berkecamuk. 


✒✒✒✒✒✒✒✒✒✒✒✒✒✒✒

Satu menit kemudian. 


Satu menit satu detik ....

Tarik napas. 

Ya mungkin saya akan share tentang sebuah kisah yang barangkali ada yang sama. Atau pernah mendengar. 

Kisah apa?
Cinta. Akan banyak yang merasa alergi sama kata itu. Namun, selalu sukses beredar di mana-mana. 

Cinta bagi anak labil diidentikkan dengan pacaran. Kisah kasih di sekolah. Cinta monyet. Ah, bahasa alay-nya begitu. 
Tapi, seperti yang saya bahas. Cinta itu datang tak diundang. Hilang tak diinginkan. Ya memang begitulah cinta.

Ada banyak hikayat cinta, Cinderella, Romeo-Juliet, Mumtaz-Shajahan, Laila Majnun, AADC. 
😂

Mungkin saya tidak terlalu familiar sama yang terakhir, entah kenapa muncul saja di pikiran. 

Singkatnya cinta itu tidak melulu identik dengan suka. You know what? 😂😂😂

Zaman dulu dijodohkan, mereka gak siap, tapi karena kasih sayang dan hormat kepada kedua orangtua. Atau salah satunya, atau lain sebabnya. Mereka menikah. Lucu, ya? 

Mereka akur. Mereka saling memahami. Aku kok tahu? Ya, aku melihat dari mereka yang mengalami dan menceritakan kepadaku. 'Mereka'. Jadi, bukan satu orang saja. 😊

Hubungan mereka awet, meski cinta datang terlambat. Cinta hadir karena sering bertemu. 

Lah, kalau gak ketemu namanya apa? *jawab sendiri* 😊

Aku bukan pujangga yang pandai merangkai kata, aku bukan orang yang membidani tentang cinta. Namun, aku hanya pendengar, penyimak tentang cinta yang hadir tiap waktu. Aku pernah merasakan? 

Saya yakin semua pasti pernah. Entah cinta sama buku, sama film, musik dsg. Cinta sama ibu. 😊

"Saat dia berkata tidak, aku akan melakukan hal itu," kata seseorang yang hobinya makan masakan ibu. 

Setelah muter-muter gak jelas. Saya ingin menshare lebih tepatnya. :) Pengalaman mereka. Ya mereka yang pernah bertemu dengan saya.

Bagi mereka cinta itu indah, sekali mengenalnya maka tak akan bisa tidur maupun makan kecuali berharap pada yang namanya cinta. 

~*~

Seolah cinta disudutkan. Menjadi sebab semua masalah. Cinta pada anak misalnya. Anaknya jika diganggu (diusik) oleh orang lain. Bisa-bisa malapetaka yang muncul dari isi kepalanya. 

Bagiku cinta sederhana. Cinta itu tak bisa diucapkan tapi dimengerti. Mulut bisa saja bilang tidak atau iya. Tapi, sorot matamu tak akan bohong.

Ach! Sekarang .... 

Aku paham siapa yang benar-benar dicintai atau hanya disukai.
Itu ada dalam hati. Jadi, serumit apa pun kisah cintamu. Cobalah belajar mencintai dirimu lebih dulu. 

Waktu bisa membuatnya 'sadar' saat cinta sudah hilang.

"Kenapa kamu menyukai orang yang tak menyukaimu?" 

Itulah cinta. Pyar. 
Cukup .... "Dikatakan atau tidak itu tetap cinta", kata Tere Liye.

✏✏✏✏✏✏✏✏✏✏✏✏
Samjha. 💭
~~~

Tulisan ini ditulis tepat setahun lalu. 14 Desember 2016. Hanya belum diposting.
~Baiq Cynthia~
Cinta dalam diam. Tak semudah memegang belati tanpa tangan. Emang bisa? Bisa. Saat kakimu masih mampu bergerak. Beralih fungsi sebagai tangan. 
Pertama kakimu pasti merasa bergesekan dengan lancipnya ujung belati. Aku tak mampu membayangkan. Hanya orang spesial yang bisa mengendalikan dengan tapak kakinya. 

Abaikan. Dia pasti bisa. Sejak kecil sudah terbiasa menggunakan kaki. Kaki menjadi tangannya. Dia masih mampu bertahan.
Tapi, cinta dalam diam. Menyembunyikan rasa itu. Seperti memegang belati dengan mulut. Karena kaki dan tangan tak ada.
Jika bukan bibir yang mengelupas. Maka belati yang akan menancap pada pangkal lidahmu. 

Rumit. 


Memang hanya segelintir yang tak memiliki tangan dan kaki. Tapi... bukan berarti dia tak mampu menjalani hidup ini. Bahkan saat motivasi hidupnya tinggi, belati tak mampu mengoyak dirinya. Justeru dirinya yang mampu mengendalikan belati. Mengendalikan banyak otak manusia.

Aku pernah membaca tulisannya. Sangat menginspirasi. Mungkin kamu tahu, siapa dia. Nick Vujicic, penulis dan motivator handal tanpa tangan dan kaki.


Cinta dalam diam, bisu mengungkapkan. Cinta tak punya tangan dan kaki. Hanya perasaan yang bertaut dalam senyap. Lalu, doa-doa yang dirapalkan setiap detik pun. Menjadi tak berarti. Dia yang kau-sebut dalam diam, memilih pergi dengan yang lain. 

Padahal dia dahulu pernah berjanji, untuk menjemput diri. Membebaskan dari belenggu sepi. Nyatanya hatinya menyimpan belati yang dilepaskan hari ini. 

Aku sudah berupaya keras, menjaga hati itu. Tak membiarkan orang lain menjamah hatiku. Bahkan aku menghilangkan kesempatan menjadi seorang ratu sehari. Demi menebus janjimu. Janji dan sumpah pada Ilahi. Hatiku pecah. Kamu memeluk perempuan itu, di bawah hujan. 

Aku hanya bisa diam. Karena rasa itu belum pernah kukatakan. Aku hanya diam saat kamu mengatakan akan mengajakku ke istanamu. Aku tak berkata iya atau menolak.

Kini baru kusadari, hati yang sakit bisa cepat pulih. Seperti luka sayatan belati. Bahkan hilang tak berbekas. Pergilah, sejauh kau mampu. Bersama pujaan hatimu. Aku tak bersedih. Aku tak akan sudi, menerimamu lagi.


Mengunci hati dengan gembok yang kuat. Ditambah rantai besi. Menjadi pilihanku sekarang. Aku hanya ingin berserah diri. Kepada-Nya. Aku yakin azzam-Nya lebih tepat. 
"SETIAP HATI YANG LUKA OLEH BELATI, TAK AKAN PERNAH TERASA PERIH. JIKA, MENCINTAI ALLAH." 

Aku putuskan, dalam tulisan ini. Tak akan menanti. Tak akan memberi kesempatan kepada siapapun, yang hanya ingin melukai diri. Aku ingin menjaga diri ini. Menjaga hatiku. Menjaga agamaku. Dari cinta yang belum pantas kumiliki.
Baiq Cynthia
Situbondo, 10 Agustus 2017 
Menjaga stabilitas perasaan itu penting. Seperti menjaga denyut jantung untuk tetap stabil. 


Pentingnya, saat merasa hal yang memang diimpikan, tapi belum waktunya. Entah butuh legalitas, belum terpenuhi syaratnya. Bersiaplah lapang dada.

 

Segalanya butuh rasa ikhlas, sabar, komitmen. Tanpa tiga komponen itu, hatimu mudah remuk saat gagal. Mudah berambisi saat ada kesempatan. Mudah sekali jatuh saat mudah mendaki.

Bagaimana mungkin aku tersenyum dalam kepura-puraan. Sementara aku tahu, itu melewati areaku. 
Lebih baik diam. Anggap saja aku tak pernah hadir. Engkau pun tak akan mengerti keinginganku.
Ada cara yang lebih baik. Selain bercengkrama dalam larangan. Percayalah, kelak Allah yang memberikan rute yang terbaik bukan yang tercepat. 
Let's flow like a breathe.

Cinta bukan hanya sesaat, cinta perlu dipupuk, disemai dan disiram. Cinta bukan perkara dua insan. Tetapi dua keluarga. 
Andai saja aku menerima, mungkin sakit yang akan kutimbulkan. Hati ini masih terkunci rapat. Sudah kukatakan, aku tak butuh perasaan secepat kilat.

Aku hanya butuh, pendamlah gejolak cinta. Cinta hanya membunuhmu. Merusak jaringan otak. Meniti jalan yang tak benar. Saat cinta yang kau-torehkan hanya berujung pada larangan.
Cinta sejati ditemukan, di sebuah dimensi rindu yang kadang hanya berupa balutan doa.
Selamat Malam 
Secangkir hangat baru saja aku seruput, aku hanya duduk mendengarkan lagu berbahasa India. Channa Mereya dari soundtrack film Ae Dil Hai Muskil. Film yang hits tahun lalu. Meski begitu, makna lagu ini sangat dalam. 

Aku hanya teringat dengan sosok yang kucintai. Hanya dalam dunia virtual. Kami tidak pernah bertemu sebelumnya. Karena kami pun hanya bertemu lewat jejaring sosial. 

Saya memanggilnya Jerry. Karena saya suka kucing dan kami selalu berantem. 5 tahun lalu. Sejak pertama kali adik saya mengenalkan dengan FMA. Seorang dari Pravatty, India Selatan. 

Dia bercerita tentang teman facebook-nya yang bisa bahasa Inggris. Saya sangat menyukai India. Bahasa, Budaya, filmnya, lagunya. Everything about India. :') 

Akhirnya, kami berteman. Dia juga agama Islam. Senang rasanya. Pengetahuan saya terbatas, yang saya tahu tentang India, rata-rata agama Hindu. Tetapi, saya hanya butuh buat belajar bahasa India. Hanya itu saja. 

Semua berjalan normal, hingga si FMA mengatakan cinta kepada saya. Semua menjadi berubah. Khayalan akan bisa ke sana semakin nyata. Terbuka lebar. 

Tapi, cinta pertama saya justru di FB. Mengingat di dunia nyata, Ayah saya diktator. Melarang pacaran, melarang interaksi dengan lelaki. Seperti terperangkap dalam penjara.

Saat itu saya duduk di bangku kelas 2, Menengah atas. Sebelum akhir tahun 2012. Saya juga berteman dengan Jerry. 

Kami layaknya sahabat. Meski saya tak jauh-jauh dengan kamus. Saya berusaha untuk improve bahasa English saya.

Jerry pun menyatakan perasaan yang sama saat Bulan Maret 2013. Tepat pada tanggal 23. Saya menjadi bingung. Saya ceritakan kepadanya, bahwa saya sudah dekat dengan FMA. 

Begitu juga saya cerita kepada FMA tentang Jerry. Terjadi konflik singkat. Hingga saya menjadi benar-benar gila. Saya putuskan untuk tidak memilih semuanya. 

Usia saya saat itu 16 tahun dan kami terpaut 3 tahun saja. Nenek saya tidak setuju, Beliau khawatir saya tidak balik ke Indonesia. 

Saya pun menurut kepadanya. Saya tidak menggunakan FB. Untuk satu bulan. Karena akan melaksanakan ujian. 

Ujian akhir untuk kelas 2. Kami bersahabat dan berjalan dengan baik. Tidak menafikan. Karena sering tag-tag. Teman India lainnya banyak berdatangan. Kerja akun FB mencari mutual friend untuk suggest. 

Sejak saat itu, saya mulai mengenal macam-macam watak lelaki. Mulai dari nama akun yang digunakan, foto profilnya. Cara chattingnya. Sejauh itu saya tidak menggunakan foto asli. Khawatir disalahgunakan.

Saya punya banyak relasi, mulai dari India selatan, India utara, afrika, Turki, Mesir, Dhoha Qatar, UEA, ect. Namun, hanya sebatas teman chatting. Tidak jarang masa tersebut, terjebak dalam percakapan serba cinta.

~*~

Alhamdulillah, Allah bersamaku. Berulang kali orang yang dicintai membahas hal tabu. Tapi, aku alihkan pada lainnya. Tidak sedikit adegan blokir-blokir. Jujur saat itu, saya benar-benar menjadi remaja yang labil dan kuper. 

Bagaimana respon sahabatku? Mereka mengatakan saya gila. Percaya dengan namanya FB. Apalagi, kita belum mengenalnya. Tetapi, hati saya begitu yakin. 

Ditambah dengan olokan, Jerry yang tampangnya seperti bapak-bapak. Menakutkan dan terlihat tua. Tapi, aku mencintainya. Saat aku mencintai Jerry. Aku lupa sama FMA. Karena dia malah menusuk dari belakang. 

Lucunya, yang membeberkan adalah sahabatnya sendiri.Tentang FMA hanya bermain-main denganku.

 Aku pun begitu. Selain berteman dengan Jerry, aku berteman dengan sahabatnya. Aku hanya ingin tahu. Seberapa besar tingkat keseriusannya.

Setiap mendengarkan lagu Jab Tak Hai Jaan. Teringat kepada sosoknya yang lucu. Jerry itu berbeda dengan lainnya. Sejauh kami berteman, tak sekalipun dia bercanda dengan rayuan gombal. Yang biasanya lelaki lain lakukan. 

Kisah lanjutnya di sini 👇👇👇

https://baiqcynthia.wordpress.com/2016/11/09/tentang-rasamy-story-of-love-in-pattambi/
Bagiku cinta dunia maya, tidak ada yang benar-benar serius. Entah sudah bertemu sebelumnya. Atau belum sama sekali bertemu. 0,001 persen. 

Baru-baru saja, seorang wanita ingin menjodohkan dengan orang asing di medsos. Aku tidak mau, karena aku memang ratu online. Sejak dulu. Aku sudah hafal mereka yang chat basa-basi. Atau ingin berteman. Akan Ber-be-da. 
Seiring waktu, Si Jerry mengatakan dengan mengirim sebuah gambar. Gambar tersebut hanya sebuah kata-kata. 
 

Aku benar-benar patah hati. Perjuangan aku untuk mencintai satu orang. Mengabaikan cinta yang nyata di depan mata. Hingga yang sudah melamarku. Sudah banyak aku tak terima. Aku benar-benar perempuan bodoh. Dia hanya menganggap sebagai teman. Jadi, impian yang aku bangun selama ini musnah.

Tak kurang 25 orang yang membuatku terluka. Sebuah pelajaran berharga yang tidak aku temukan di dunia nyata. Tentang sebuah komitmen. Susah didapat, untuk mencari 1000 musuh itu sangat mudah. Namun, mencari 1 sahabat sejati. Butuh perjuangan. Apalagi cinta sejati. 

Banyak yang dari mereka hanya mencari keuntungan, ada pula yang hanya iseng, hanya sekedar mencari teman. 

Tentang Jerry, saat aku tanya melalui pesan pribadi. Aku hanya ingin bersahabat. Dia mengganti profil pictures dengan seorang gadis India. Seolah, dia diklaim oleh gadis tersebut.

Aku tidak benar-benar yakin. Tentang cinta maya. Bahkan ada satu teman yang sudah seperti saudara mengatakan. 

Semua lelaki FB hanya ingin main-main saja. Semua bohong. Aku bahkan merasa seperti mainan.( Jerry pun demikian?)

Sekarang sudah tak ada gunanya menggunakan medsos, selain hanya untuk menambah teman 'real'. Dan hanya untuk mencari informasi menulis.

Selain itu, kita hanya bisa menjalin sebuah persahabatan. Jika memang suatu saat kita bisa bertemu di dunia nyata. Mungkin love in virtual is not just dreams. 

Karena mimpiku, masih banyak yang belum tercapai. Salah satunya ingin mengunjungi Taj Mahal. :') 

*Hei ... My prince, that still uknown. Whereever you life, I will wait you. I miss you. Take care. :) 
Hope you are fine! 

Pertemanan sejati, saat membuatmu menjadi sosok lebih berarti. Menarik ke jalan yang benar. 

Penulis : Baiq Cynthia

[caption width="720" align="alignnone"]Kita wajib hati-hati di Medsos ya. :)[/caption]