Baiq Cynthia

Penulis muda dengan impian menulis menebar inspirasi,hobi menulis dan fotografi.

Cinta dalam diam. Tak semudah memegang belati tanpa tangan. Emang bisa? Bisa. Saat kakimu masih mampu bergerak. Beralih fungsi sebagai tangan. 
Pertama kakimu pasti merasa bergesekan dengan lancipnya ujung belati. Aku tak mampu membayangkan. Hanya orang spesial yang bisa mengendalikan dengan tapak kakinya. 

Abaikan. Dia pasti bisa. Sejak kecil sudah terbiasa menggunakan kaki. Kaki menjadi tangannya. Dia masih mampu bertahan.
Tapi, cinta dalam diam. Menyembunyikan rasa itu. Seperti memegang belati dengan mulut. Karena kaki dan tangan tak ada.
Jika bukan bibir yang mengelupas. Maka belati yang akan menancap pada pangkal lidahmu. 

Rumit. 


Memang hanya segelintir yang tak memiliki tangan dan kaki. Tapi... bukan berarti dia tak mampu menjalani hidup ini. Bahkan saat motivasi hidupnya tinggi, belati tak mampu mengoyak dirinya. Justeru dirinya yang mampu mengendalikan belati. Mengendalikan banyak otak manusia.

Aku pernah membaca tulisannya. Sangat menginspirasi. Mungkin kamu tahu, siapa dia. Nick Vujicic, penulis dan motivator handal tanpa tangan dan kaki.


Cinta dalam diam, bisu mengungkapkan. Cinta tak punya tangan dan kaki. Hanya perasaan yang bertaut dalam senyap. Lalu, doa-doa yang dirapalkan setiap detik pun. Menjadi tak berarti. Dia yang kau-sebut dalam diam, memilih pergi dengan yang lain. 

Padahal dia dahulu pernah berjanji, untuk menjemput diri. Membebaskan dari belenggu sepi. Nyatanya hatinya menyimpan belati yang dilepaskan hari ini. 

Aku sudah berupaya keras, menjaga hati itu. Tak membiarkan orang lain menjamah hatiku. Bahkan aku menghilangkan kesempatan menjadi seorang ratu sehari. Demi menebus janjimu. Janji dan sumpah pada Ilahi. Hatiku pecah. Kamu memeluk perempuan itu, di bawah hujan. 

Aku hanya bisa diam. Karena rasa itu belum pernah kukatakan. Aku hanya diam saat kamu mengatakan akan mengajakku ke istanamu. Aku tak berkata iya atau menolak.

Kini baru kusadari, hati yang sakit bisa cepat pulih. Seperti luka sayatan belati. Bahkan hilang tak berbekas. Pergilah, sejauh kau mampu. Bersama pujaan hatimu. Aku tak bersedih. Aku tak akan sudi, menerimamu lagi.


Mengunci hati dengan gembok yang kuat. Ditambah rantai besi. Menjadi pilihanku sekarang. Aku hanya ingin berserah diri. Kepada-Nya. Aku yakin azzam-Nya lebih tepat. 
"SETIAP HATI YANG LUKA OLEH BELATI, TAK AKAN PERNAH TERASA PERIH. JIKA, MENCINTAI ALLAH." 

Aku putuskan, dalam tulisan ini. Tak akan menanti. Tak akan memberi kesempatan kepada siapapun, yang hanya ingin melukai diri. Aku ingin menjaga diri ini. Menjaga hatiku. Menjaga agamaku. Dari cinta yang belum pantas kumiliki.
Baiq Cynthia
Situbondo, 10 Agustus 2017 
You never know.

When, someone is start love you. But you was choose other person. 



Gimana sih rasanya? Saat kamu sudah benar-benar berjuang meninggalkan duniamu. Hanya demi seseorang yang kamu cintai. Lantas seseorang yang kamu anggap paling mencintai. Ternyata hanya mengganggap sebagai teman. 

The feeling so guilty. 

Tetapi, jika dilihat dari kacamata berbeda. Rasa itu akan segera lenyap. Tanpa membenci. Tanpa membuat permusuhan. 

Memang bisa? 

Bisa. Buatlah hatimu seluas samudera. Engkau akan mampu menampung segalanya. Lelaki di dunia tidak hanya satu. Apalagi wanita. 1:5 

Tak perlu risau. Tentang jodoh. Pasti ada hikmah yang indah, setiap kejadian yang terpetik. Engkau yang memang benar-benar mencintai karena Allah. Masalah hati tak harus dibayar dengan hati. 

Apalah arti cinta. Jika cinta hanya seperti sejumput jarum yang melekat pada daging. Menyakitkan.

Kata orang, "Cinta terlalu indah". Tidak ada yang lebih membahagiakan selain merasa bahagia. 

Ikhlaskan. Cinta yang pergi bukan karena sebab. Memang dari awal cinta itu hanya lewat. Namun, cinta sejati. Tak akan pernah pergi. Dengan gagah, ia setia menanti.

Memang berbicara itu mudah. Coba bayangkan, cinta itu mirip koin 100 rupiah. Yang jatuh. Lantas kamu mencari. Tak bertemu.

Koin itu mungkin sudah diambil orang. Atau malah terselip di tempat yang justru dekat denganmu.

Cinta seperti koin. Bisa saja hilang diambil orang. Namun, jika Allah sudah menakdirkan cinta untukmu. Kamu akan menemukan cinta itu. Koin 500 atau 1000. 

Diganti dengan yang lebih baik, selama ada upaya untuk memperbaiki diri.

Percayalah. Koin hanya sebuah benda. Pun cinta hanya sebuah sebutan. Tetapi, cinta yang benar-benar ada hanya cinta kepada Allah. 
Masih ingatkah, perjanjian sebelum lahir di dunia? Keterbatasan akal kita yang tidak bisa mengingat. 
Kita diberi pinjaman nyawa untuk melakukan tugas-Nya. 

Perkara Rezeki, Kehidupan, Kematian dan Jodoh Allah yang mengatur. 

Jadi, jika kamu jatuh cinta. Siap-siap patah hati. Jatuh cintalah karena Allah. Titipkan namanya kepada-Nya. 
Pada waktu yang tepat Allah akan berikan.
You never Know. The true love is not first love. Every one will feeling in love. Not only once. 

The true love is the last love that bring you to love just for Allah.

~ Baiq Cynthia

Penulis : Baiq Cynthia