Showing posts with label book. Show all posts
Showing posts with label book. Show all posts

Thursday, December 14, 2017

Bahasa Kalbu--C.I.N.T.A

0

Jika 'pasand' itu beda dengan 'pyar' sama dengan kulit mangga beda dengan kulit manggis. 



Meski sama-sama penutup. Meski manggis selalu sering diidentikkan dengan manis. Tapi, mangga selalu diidentikkan dengan kecut. 



Mereka sama-sama manis jika matang. *ini gak nyambung* 


Okay, ganti analogi. :v Sedikit rada bingung apa yang mau dijadikan analogi saat pikiran berkecamuk. 


✒✒✒✒✒✒✒✒✒✒✒✒✒✒✒

Satu menit kemudian. 


Satu menit satu detik ....

Tarik napas. 

Ya mungkin saya akan share tentang sebuah kisah yang barangkali ada yang sama. Atau pernah mendengar. 

Kisah apa?
Cinta. Akan banyak yang merasa alergi sama kata itu. Namun, selalu sukses beredar di mana-mana. 

Cinta bagi anak labil diidentikkan dengan pacaran. Kisah kasih di sekolah. Cinta monyet. Ah, bahasa alay-nya begitu. 
Tapi, seperti yang saya bahas. Cinta itu datang tak diundang. Hilang tak diinginkan. Ya memang begitulah cinta.

Ada banyak hikayat cinta, Cinderella, Romeo-Juliet, Mumtaz-Shajahan, Laila Majnun, AADC. 
😂

Mungkin saya tidak terlalu familiar sama yang terakhir, entah kenapa muncul saja di pikiran. 

Singkatnya cinta itu tidak melulu identik dengan suka. You know what? 😂😂😂

Zaman dulu dijodohkan, mereka gak siap, tapi karena kasih sayang dan hormat kepada kedua orangtua. Atau salah satunya, atau lain sebabnya. Mereka menikah. Lucu, ya? 

Mereka akur. Mereka saling memahami. Aku kok tahu? Ya, aku melihat dari mereka yang mengalami dan menceritakan kepadaku. 'Mereka'. Jadi, bukan satu orang saja. 😊

Hubungan mereka awet, meski cinta datang terlambat. Cinta hadir karena sering bertemu. 

Lah, kalau gak ketemu namanya apa? *jawab sendiri* 😊

Aku bukan pujangga yang pandai merangkai kata, aku bukan orang yang membidani tentang cinta. Namun, aku hanya pendengar, penyimak tentang cinta yang hadir tiap waktu. Aku pernah merasakan? 

Saya yakin semua pasti pernah. Entah cinta sama buku, sama film, musik dsg. Cinta sama ibu. 😊

"Saat dia berkata tidak, aku akan melakukan hal itu," kata seseorang yang hobinya makan masakan ibu. 

Setelah muter-muter gak jelas. Saya ingin menshare lebih tepatnya. :) Pengalaman mereka. Ya mereka yang pernah bertemu dengan saya.

Bagi mereka cinta itu indah, sekali mengenalnya maka tak akan bisa tidur maupun makan kecuali berharap pada yang namanya cinta. 

~*~

Seolah cinta disudutkan. Menjadi sebab semua masalah. Cinta pada anak misalnya. Anaknya jika diganggu (diusik) oleh orang lain. Bisa-bisa malapetaka yang muncul dari isi kepalanya. 

Bagiku cinta sederhana. Cinta itu tak bisa diucapkan tapi dimengerti. Mulut bisa saja bilang tidak atau iya. Tapi, sorot matamu tak akan bohong.

Ach! Sekarang .... 

Aku paham siapa yang benar-benar dicintai atau hanya disukai.
Itu ada dalam hati. Jadi, serumit apa pun kisah cintamu. Cobalah belajar mencintai dirimu lebih dulu. 

Waktu bisa membuatnya 'sadar' saat cinta sudah hilang.

"Kenapa kamu menyukai orang yang tak menyukaimu?" 

Itulah cinta. Pyar. 
Cukup .... "Dikatakan atau tidak itu tetap cinta", kata Tere Liye.

✏✏✏✏✏✏✏✏✏✏✏✏
Samjha. 💭
~~~

Tulisan ini ditulis tepat setahun lalu. 14 Desember 2016. Hanya belum diposting.
~Baiq Cynthia~

Wednesday, June 7, 2017

[BOOK REVIEW] Rembulan di Langit Konstantinopel-El Salman Ayashi Rz

3

Cinta yang hakiki bukanlah cinta yang mudah meraup segalanya sebelum waktunya. Cinta tak pernah salah, hadirnya pun karena fitrah. Kita yang menyalahkan cinta. Mengkambinghitamkan cinta dengan nafsu. Tetapi begitulah cinta. Hadir bagai benang kecil di dada manusia.



Membaca novel karya EL Salman Ayashi Rz, tak lengkap jika tak dibumbui dengan cinta. Gaya bahasanya selalu manja dalam setiap untainya. Beberapa kisahnya hadir dengan konflik yang beragam. Memunculkan tegangan setiap babnya.
Rembulan di Langit Konstantinopel, sebuah novel islami yang dibungkus dengan wadah yang berbeda. Tak melulu tentang kawin-cerai, bukan hanya komitmen sehidup-semati.

Tentang salah satu peradaban islam yang telah pudar. Peradaban yang pernah jaya lebih dari 700 tahun, dibawah perjuangan Sultan Muhammad Al-Fatih. Negara Turki yang pernah menjadi kiblat islam. Kini hanya menjadi buaian dongeng semata. 

Negara yang dulunya berkibar tentang jihad, sudah tak ada jejak lagi. Selain puing-puing bangunan yang megah. Seperti Masjid Biru yang fenomenal. Lokasi yang berdekatan dengan benua lain membuka dunia barunya. Menjadi peradaban islam sekuler yang dominan. 

Dikisahkan sosok pemuda yang mencari Tuhannya, setelah terbuang dibilik kebun oleh mereka yang tak bertanggung jawab. Yusuf Hasan Ali yang telah lama mentuhankan komputer, sebagai pelampiasan atas nasibnya. Terbuang dari keluarganya. Meski tak tahu apa kesalahannya. Tak pernah melihat wajah asli ibu maupun bapaknya. Hidup dalam ketidaksempurnaan, menutup mata hatinya. 

Allah mahaBesar. Kedatangan ke Negeri batas dua benua, membuka sanubarinya. Selain menghindari kejaran interpol. Yusuf mengaku menjauh dari cinta. Cinta yang tak pernah mempertemukan dengan Ibunya. 

Dunia Hacking tak selamanya kelam. Seperti mereka yang hidup tanpa identitas. Tidur menemani kode-kode rumit. Demi membela ketidakadilan. Bagaimana mungkin, kita bisa tidur lelap. Sementara saudara kita merintih. Bayi-bayi tak berdosa menjadi santapan zionis tak punya hati. Sengketa lahan yang berujung terbangnya nyawa-nyawa suci. Geram. Hatinya tercabik-cabik.

Oum@r Mitnick, nama gelap yang membela atas nama jihad. Peperangan besar-besaran hingga mengunci komputer bom nuklir milik Israel. Menjadi buronan 3 negara Sekuler. Tak membuat jiwanya gentar. Atas kerja kerasnya merentas 20 ribu unit komputer. Ya! Peperangan Cyber

Kisahnya sudah pilu, tapi jiwanya tak bisa putus asa. Ingin membebaskan tawanan yang tak bersalah. Meski hidupnya menjadi taruhan. 

Apakah selamanya wanita hanya menjadi bahan pelampiasan lelaki?” (hlm 231)

Sebuah ironi. Bagi mereka yang tidak bisa memuliakan sosok wanita, berarti tak memuliakan seorang ibu. Memilukan sekali, (pernah) besar dalam rahim wanita. Lantas merusak kehormatan wanita. Tak ubahnya pecundang yang penakut. Lari dan melenyapkan diri, bagai ditelan bumi. 

~*~

Blurb
Karena kegemarannya bermain komputer dan mengotak-atik program, Yusuf mulai jatuh dalam dunia cyber crime. Bahkan, ia harus melarikan diri dari kejaran Interpol hingga ke Turki. Tapi, saat berada di negara sekuler itu, Yusuf justru mendapat hidayah. Dia sudah bertaubat dan tidak lagi menggunakan keahliannya untuk perbuatan kriminal. Dia memutar haluan, memanfaatkan kemampuan hacking-nya untuk meretas situs-situs milik pemerintah Israel dan Amerika. Yusuf membentuk sebuah forum hacker muslim untuk membela Palestina yang dia namakan Cyber Jihad for Palestine.

Di negeri dua benua itu pula, Yusuf jatuh cinta pada Syamaa, seorang gadis Turki yang menjadi kasir di Supermarket. Meski Yusuf tahu cintanya tidak bertepuk sebelah tangan, ia urung menyatakan perasaannya. Sebab, dia menyadari dirinya tengah menjadi incaran interpol, Mossad, dan CIA atas aksi hacking-nya. Bagaimana nasib Yusuf selanjutnya? Apakah dia berhasil meloloskan diri dari agen rahasia Israel dan Amerika? Bagaimana kelanjutan kisah cintanya dengan Syamaa? Temukan jawabannya dalam novel ini.”

Diksi yang disajikan kental dengan bahasa yang lugas, mengalir dan membuat penasaran. Buku setebal 266 halaman menyimpan banyak rahasia. Membuat pembaca seolah membuka kotak-kotak dalam labirin. Penggunaan sudut pandang orang ketiga serba tahu, membuat pembaca tidak tersesat dalam cerita. Pembaca tak hanya dihipnotis dengan diksi puitis di bagian awal. Beberapa bab terselip humor. 

Sebuah novel islami, jelas isinya mengandung nuansa Islam. Beberapa kalimat tak jarang terselip dakwah.

Hanya saja, saya merasa beberapa terkesan diulang-ulang. Entah tujuan untuk penekanan. Atau penulis memang mensiasatinya, agar pembaca mengingat pesan penting yang disampaikan. Terlepas dari minim typo.

Tidak terlalu kaku, bahasa santai. Tak terkesan tergesa-gesa membawa masalah. Penuh edukasi dan romantis. 

Satu kutipan favorit saya. 

“Senantiasa berjuanglah di kala sempit maupun lapang.”(hlm 103)

Judul                            : Rembulan di Langit Konstatinopel
Penulis                          : El Salman Ayashi Rz

Editor                           : Ahmad Asrof Fitri

Penerbit                       : Semesta Hikmah

Tahun Terbit                : Pertama, 2017

Jumlah Halaman          : 266 halaman

ISBN                           : 978-602-6210-20-3

Book Reviewer : Baiq Cynthia    

Saturday, February 4, 2017

Majors For The Future ~Mini Review

0

Salah satu buku non-fiksi yang sangat bagus. Tentang jurusan yang sangat mempengaruhi masa depan. Tepatnya di abad 21 mendatang. Beberapa kacamata negatif menyatakan jurusan pertanian maupun perikanan sangat tidak diminati. Dibuktikan dengan survey yang diadakan oleh jurusanku.com. mayoritas di sana tidak berminat di kategori tersebut.Alasan faktual seperti tidak trend. Dan alasan krusial lainnya. Justru peminat manajemen sangat membludak. 

Bagi penulis justru karier yang berhubungan dengan perhotelan, gudang, dan pengolah data akan digantikan oleh automatic mesin. Teknologi yang akan membuat penerbangan manusia semakin relatif mudah dan efisien. Seperti berusahan amazon.com. Kini sudah tidak menggunakan tenaga pekerja. Diganti oleh ratusan robot yang bekerja. 

Bayangkan tiap hari amazon menerima ratusan ribu orderan. Tidak bisa dipungkiri, jika manusia yang mengerjakan akan kesulitan mencari barang dalam waktu yang bersamaan. Di samping itu robot tidak akan mudah lelah. Juga tidak akan mengeluh masalah upah (gaji). Walaupun bekerja secara terus menerus. 
Buku ini juga membahas tentang Pendidikan di Indonesia memerlukan pendidik yang berkualitas. Namun, lagi-lagi ironis. Menurut survey yang dilakukan oleh Jurusanku.com. dari 12 ribuan siswa hanya segelintir yang berminat pada jurusan pendidikan dan keguruan. 



Bagaimana dengan nasib Indonesia kedepannya? Perlahan tapi pasti beberapa perusahaan yang merasa tidak memiliki saingan justru kalah oleh program kreativitas yang dihasilkan oleh perpaduan manusia dan sistem. 

Contohnya: Perusahaan transportasi blue bird dikalahkan oleh sistem ojek online. Kemudian terjadi masalah pemukulan tukang ojek. Di sini ketidak siapan mereka. 

Lantas bagaimana dengan kuda dan kereta yang sudah diambil alih oleh perusahaan lokomotif? 

Menurut pengamatan si penulis bersama rekan tim analisis data. Ada 3 yang tidak akan merosot secara cepat. Yaitu creativity, social intelligence & perception and manipulation.

Kesimpulannya. Apapun jurusan yang dipilih usahakan yang memiliki prospek kerja dalam jangka panjang. Karena tak cukup bekerja dengan passion. 

Dibutuhkan konsisten. Juga syarat kita sudah dirasa paham dengan pekerjaan adalah 10 ribu jam atau sekitar 4 tahun. Berhenti menjadi kutu loncat yang sering gonta-ganti perusahaan. Hanya karena merasa kehilangan passion. Justru di sini letak untuk menguji mental. Dengan latihan dan selalu mencoba. 

Saya mengutip pesan singkat yang sangat bagus, "Semakin terampil, semakin aman dari automasi." (Halaman 153)

Ditulis : 25 Jan 2017

Thursday, February 2, 2017

[Book Review] SINILA Antara Cinta dan Tragedi ~El Salman Ayashi. Rz

0

​Duh gusti kang moho agung 

Pundhutono tresno iki

Kang agawe cideroning jiwo lan rogo

Ya Tuhan

Ambillah cinta ini

Yang membuat sakit jiwa dan raga.

(Halaman 101)
Cinta dan Tragedi. Mengingatkan pada kisah Qais dan Layla maupun kisah fenomenal Romeo dan Juliet. 

Namun, kisah Sinila lebih tragedi dari keduanya. Lebih tepatnya versi Indonesianya. Bagaimana mungkin kedua insan yang saling mencintai harus melewati dera tangis, darah dan cacian. 

Kisah yang unik penuh dengan elegi, hempasan tangis, canda, ujian dan penuh duri tajam. 


Jika cinta hanya secawan racun. Maka, aku pun siap meminumnya. Terasa ada nikmatnya. 

Cinta terkadang membutakan. Buta harta, jiwa dan segalanya. Karena cinta membuat dunia ada.

Tulisan karya bang El sungguh menginspirasi. Penuh dengan situasi baru yang saya belum pernah menjamahnya. Seperti winter. Kopi khas Italia. Juga kisah roman yang membuat sebuah cahaya pusara. 

Terlepas dari typo, secara teknik wajar. Tak ada gading yang tak retak. Tetapi untaian katanya seperti pujangga. Sarat dengan seseorang merindu keabadian. 

Mungkin hanya ini segelintir review tentang novel besutan Elex Media Komputindo.

Novel yang tebalnya kurang lebih 180 lembar, membuatku betah duduk memangku harapan pada Sinila. Rekomended pecinta roman bernuansa Religi. Banyak hikmah yang bisa dipetik dan membuat kita merenung akan tujuan cinta. 

Selamat membaca. 
Salam dari Baiq yang ingin menulis. 😊

Sunday, January 8, 2017

[Book Review] The Girl On The Train~Paula Hawkins~Penerbit Noura Books~IJakarta

5



"​Satu berarti penderitaan, dua berarti kebahagiaan, tiga berarti bocah perempuan. Aku tertahan pada tiga, aku tidak bisa melanjutkan lagi. Kepalaku dipenuhi suara, mulutku dipenuhi darah." (Halaman 1)

Salah satu paragraf pembuka yang benar-benar menyita perhatian. Membuat darah berdesir tak karuan. Sekaligus banyak tanda tanya yang belum tersingkap di dalam cabang neuron. Sesekali menerka-nerka sendiri. 

Halaman kedua justru bukan lanjutannya. Ah! ini termasuk prolog. Kurang lebih begitu. Novel “The Girl On The Train” menyuguhkan cover yang cukup mencekam. Membuat bulu kuduk akan berdiri. Ini berbeda dengan ekspektasi yang saya karang. Bukan cerita tentang darah-darah di dalam kereta. Bukan. 

Pembaca diajak berkelana lewat gerbong kereta yang usang. Mengikuti jejak Rachel mencari misteri yang hilang. 

Wanita pecandu minuman keras setiap hari menggunakan kereta dengan rute yang sama menuju kantor khayalannya. Semenjak dipecat dari tempat bekerja sebelumnya juga bercerai dengan suami yang dicintainya. Membuat Alkohol menjadi sahabat karibnya setiap hari. 

Ide konyol itu tercetus saja, malu untuk mengatakan kepada Cathy bahwa dia tak bekerja di firma lagi. Teman karibnya yang berbaik hati memberi tumpangan tempat tinggal. Berpura-pura berangkat kerja tiap hari dengan kereta. Pulang larut dengan mata hitam.

Misteri hilangnya Megah Hipwell menarik namanya yang diduga mabuk di lokasi yang sama dan waktu yang sama. Siapa lagi yang melaporkan jika bukan istri baru Tom Watson. 

Rachel Watson masih belum bisa move on dari lelaki yang pernah hadir dalam hatinya. Setiap hari dibalik bilik gerbon Rachel menyaksikan rumahnya yang ditempati (mantan) suaminya beserta istri dan anaknya. 

Kadang Rachel cemburu melihat kemesraan Jass dan Jasson. Pasangan yang tinggal di dekat rel tak jauh dari rumah lamanya, setiap kereta berhenti Rachel selalu melihatnya. Jelas mereka menebar kasih sayang di sana. 
“Darah berdenyut-denyut di kepalaku, jantungku berdentam-dentam. Aku tidak tahu apakah apa yang kulihat, apa yang kurasakan nyata atau tidak, khayalan atau ingatan. Aku memejamkan mata rapat-rapat dan berupaya merasakannya kembali, melihatnya kembali, tapi semuanya menghilang.”

Cerita yang ditulis oleh Paula Hawkins benar-benar membuat pembaca akan sulit bernapas. Debar-debar tanpa irama. Bahasa yang digunakan mudah dipahami dan menusuk setiap inchi nadi yang bergetar. 

Noura Books, salah satu penerbit yang menerjemahkan kisah setebal 450 halaman nyaris tanpa typo. Pembawaan diksi sesuai dengan selera orang Indonesia. Beberapa tetap menggunakan bahasa aslinya, disertai catatan kaki, seperti penjelasan bayi tabung. 

Tak ada gading yang tak retak. Secara teknis kesalahan hanya di beberapa kata. Tapi khusus penulis. Pembaca bingung dengan munculnya karakter pembantu yang tidak ada kaitannya dengan tokoh. Atau memang sengaja mengecoh pembaca? Bravo. Ide yang dahsyat. 
Keseluruhan cerita dibungkus dengan misteri, psikologis, benar kata Stephen King—penulis bestseller 54 novel kontemporer, supernatural, sci-fi, suspense, dan fantasi bahwa “Membuatku hampir tak bisa tidur sepanjang malam”.

Pembaca diajak memecahkan misteri yang menegangkan. Seperti yang ditulis Rachel dalam secarik kertas. 

Aku menulis daftar penjelasan yang paling masuk akal atas hilangnya Megan Hipwell:

1. Dia kabur bersama kekasihnya, yang selanjutnya kusebut B.

2. B telah mencelakakannya.

3. Scott telah mencelakakannya.

4. Dia meninggalkan suaminya begitu saja untuk tinggal di tempat lain.

5. Seseorang selain B/Scott, telah mencelakakannya.” (Halaman 84)

Siapa kira-kira dalang dibalik misteri hilangnya istri Scott Hipwell? Rachel sendiri alkoholik yang nyaris seperti orang idiot berbicara di depan detektif Riley dan Inspektur Detektif Gaskill. 

Novel ini cukup rumit, karena ditulis dengan sudut pandang orang pertama. Melalui Rachel, Anna dan Megan. Kisah mereka diungkap dengan penuh twist.

Aku bisa mendengar burung-burung Magpie itu—mereka tertawa, mengejekku, terkekeh parau. Ada kabar. Kabar buruk. Kini aku bisa melihat mereka, hitam dilatari matahari.” (Halaman 403)

Kisah ini ditulis dengan alur maju sesekali ada flashback. Membuat pembaca semakin penasaran dengan nasib Rachel--si pemabuk yang nyawanya menjadi lelangan. 

Setiap kali aku merasa hendak meraih moment itu, ingatan itu melayang kembali ke dalam bayang-bayang, persis di luar jangkauan."(Hal 57)



Membaca dengan menggunakan aplikasi digital Ijakarta tak harus memangku buku setebal 450 halaman—jelas lebih ringan dan praktis dengan Ijakarta. Ijakarta kini koleksi e-pustaka semakin beragam. Harapan pembaca semoga aplikasi semakin ditingkatkan. 
Merasa tertantang? Baca novel Thriller ini, segmentasi hanya khusus 18+ (kategori Dewasa).

Reviewer : Baiq Cynthia

Sunday, January 1, 2017

Saat Cinta Tak Perlu Diucapkan-RESENSI (TENTANG KAMU~TERE LIYE)

12



Adalah Zaman Zulkarnaen lelaki berusia 30 tahun yang berprofesi sebagai pengacara. Bergabung dengan Thompson & Co. Tapi ini bukan sekedar kisah biasa. Ini tentang kisah seseorang yang memiliki hati kristal. Cerita yang tidak akan bosan untuk diulang. Tentang perjuangan, kesabaran, persahabatan, keadilan, pengkhianatan, kebangkitan, tentang cinta dan segalanya Tentang Kamu.

Sri Ningsih gadis yang kehilangan kedua orangtuanya semasa belia. Meski masa kecilnya penuh dengan penderitaan oleh ibu tirinya. Gadis kecil bertubuh gempal, hitam dan pendek selalu ceria menjalani skenario hidup yang kelam. Ingatan tentang janji kepada Ayahnya yang membuatnya tegar dan kuat menghadapi Nusi Maratta, ibu dari adik tirinya yang bernama Tilamuta Nugroho.
Kesabaran tak pernah runtuh sekalipun orang yang lazimnya melindungi buah hatinya, justru membabi buta memperbudak anak tirinya tanpa ampun. Baginya Sri hanyalah ‘Anak yang dikutuk’. Penyebab wafatnya ibunya setelah melahirkan dan Ayahnya saat mencari kado spesial ulang tahun ke-9 Sri. Kapal karam menenggelamkan impian istri kedua Nugroho. Menjadi janda di usia 22 tahun.