Showing posts with label blogger. Show all posts
Showing posts with label blogger. Show all posts

Monday, January 21, 2019

[Lolos] Tingkatkan Potensi dan Cari Relasi: Pelatihan Blogger Jember

0

Menjadi narablog era sekarang bukan sekadar tuntutan zaman yang mengharuskan kita selalu update dan posting foto. Tetapi bagaimana membuat konten yang berbobot dan menghibur. Kegemaran saya memang menulis dan mengabadikan cerita dalam gambar. Blog menjadi tempatnya untuk bercerita dan membagikan inspirasi. 

Namun saya sangat sedih masih belum menjadi blogger yang berkompeten. Narablog yang produktif dan menghasilkan pundi-pundi rupiah melalui tulisan. Saya sangat tertarik dengan pelatihan blogger yang diadakan di Jember. Selain mendambakan pertemanan baru, mendapatkan ilmu dan juga makin semangat untuk menulis. Tidak ada kata terlambat kan? Terlebih yang dipelajari itu cocok untuk semua kalangan. 

Beberapa hari terakhir terjadi perubahan yang signifikan pada tubuh dan kondisi emosional. Secara tidak langsung membuat fokus pikiran terpecah sementara sembari belajar beradaptasi. Menjadi calon ibu! Tetapi semangat untuk belajar ngeblog terus berkobar. 

Pagi ini sudah saya putuskan menulis melalui ponsel, setelah seminggu vakum memegang ponsel. Saya sudah ingin menulis konten yang berisi prosa tentang ikhlas. Entah mengapa, ada keinginan membukan Instagram setelah sekian lama tidak dibuka. 

Muncul sebuah postingan seperti gambar di bawah ini! 


Uh, senang sekali! Akhirnya bisa diberikan kesempatan oleh Blogger Jember untuk berpartisipasi di acara tersebut. Harapan saya setelah mengikuti kegiatan ini bisa semakin semangat menulis, menginspirasi dan juga menambah pemasukan dompet lewat tulisan. 

Saya sudah berkomitmen ikut acara ini, walaupun jarak tempuh yang lumayan jauh. Sekitar 40 menit jika menggunakan sepeda motor. Pun di awal pendaftaran sudah diberikan punishment jika tidak hadir dalam rangkaian acara dan tidak ada keterangan. Maka didenda sebesar Rp. 500.000. Bukan uang yang kecil bagi saya, jadi ini juga akan ‘menyuntikkan’ motivasi baru untuk terus blog dalam keadaan di luar zona nyaman sekali pun.

Mungkin ini tulisan paling curhat-able yang pertama saya tuliskan pada tahun 2019. Semoga pagi yang penuh berkah tepat di hari Senin menjadikan diri sekali lagi bangkit. 😍 Satu resolusi sudah terwujud tinggal mewujudkan resolusi lainnya. Tidak ada yang kebetulan terjadi dan tidak ada yang tidak mungkin di dalam berproses. Semua bisa diusahakan asal kita meyakinkan diri untuk berhasil dan tetap menikmati proses. 

Ambulu, 21 Januari 2019

Saturday, January 5, 2019

Cara Cerdas Menghadapi Hater Zaman Now

0

Menghadapi Hate Comment Era Zaman Now

Kalau bicara soal hidup yang berwarna-warni. Terkadang kita dihadapkan dengan beratus-milyar jenis manusia. Ada manusia yang baik hatinya dan sebaliknya. Berhadapan dengan manusia yang terkadang suka sekali mengurusi kehidupan orang, terlebih memberikan komentar buruk dan label yang tidak baik juga. Sudah 2019, apakah kita akan membiarkan diri ini menerima perkataan mereka sebagai pola pikir yang kita yakini sendiri? 

Cara hadapi haters
Sumber: Pexels.com



Kita menjalani kehidupan panggung sandiwara di mana peran yang dijalani tidak hanya satu. Terlalu banyak, terkadang menjadi individu, berubah menjadi murid, atau anak, suami, ayah dan sebagainya. Wajar jika suatu hari manusia melakukan kesalahan, karena manusia bukan malaikat. Ia sering terjatuh pada lubang salah dan dusta. Lantas ada orang di luar lingkaran kehidupan kita melontarkan komentar yang tidak sedap. Apakah kita akan membiarkannya?

Baiq Cynthia Cara hadapi hate comment
Sumber: Pexels.com

Manusia memiliki hak asasi terlebih sekarang sudah ada pasal mengenail cyber-bullying, maka ketika komentar buruk menjurus pada penghinaan. Segera laporkan kepada pihak yang berwajib, karena ini masuk dalam ranah melanggar hukum.
Secara psikologis, hate comment memang memiliki pengaruh kepada kepribadian seseorang. Apabila mental seseorang yang dibully itu tidak kuat, bisa berujung menghilangkan nyawa. Bagaimana caranya menghadapi hate comment sementara sekarang akses media sangat mudah. Orang-orang tidak bertanggung jawab juga serampangan melakukan tindakan yang merugikan itu. 

  1.  Tidak perlu membaca komentar negatif yang ditujukan kepada kita. Baca saja komentar yang positif. Membaca komentar negatif, hanya menstimulus pikiran menjadi terlabeli buruk. 
  2. Kalau memang terpaksa membaca komentarnya, segera singkirkan dan hapus dari ingatan. Sistem pikiran menyimpan memori dengan tekhnik pengulangan, maka sekali mendapatkan informasi buruk segera lepaskan dari ingatan. 
  3. Perbanyak membaca hal yang bermanfaat daripada membaca komentar-komentar orang.


Komentar buruk memang terkadang membuat kita kecil hati, tidak semangat melakukan aktivitas bahkan down. Tetapi, ada pula komentar buruk yang bisa membangun diri kita menjadi lebih baik lagi daripada sebelumnya. Sebelum merasa minder karena komentar buruk, saya sarankan untuk menutup media sosial dalam jangka tertentu dan mulai beraktivitas seperti biasanya. 

Penulis: Baiq Cynthia

Sunday, October 28, 2018

Tetap Genggam Tanganku, Honey.

0

Gumpalan kapas raksasa bergantung di langit seperti seorang istri yang menggantungkan hidupnya kepada suami. Pun juga rentangan cakrawala melindungi seisinya, menjadi tempat penampung beban kehidupan yang setiap hari mendayu untuk menikmati sebuah waktu yang panjang. Seperti mentari yang tiada henti menyingsingkan cahaya. Engkau pancarkan cinta yang membuat separuh jiwaku yang dulunya lembab, gelap menjadi lebih bersinar dan sejuk.



Tak pernah kudengar suara desisan dari bibir ranummu, tentang peliknya aral yang menjadi pembatas antara bahagia dan kesedihan. Engkau selalu pandai menyembunyikan duka, menyelipkan tawa melipat muram dan menyisipkan pada sepotong hati yang terbebat perban terlalu dalam.




Friday, July 6, 2018

Cara Atasi Writer's Block-Ala Aiq

4

Aku memang pemula dalam urusan tulis-menulis, tetapi semangat itu tidak pernah padam walau satu cuil. Seperti bulan Juli yang penuh dengan deadline tulisan, mengapa saya tertarik dengan tantangan. Sebab mengasah kemampuan dan semakin membuat diri untuk terus berpacu dengan waktu.

Kesulitan saat mengikuti kompetisi, sebenarnya hanya mengatur mood. Karena pikiran yang sumpek akan mempengaruhi tulisan. Begitu juga dengan rasa malas yang membuyarkan keinginan. Sebenarnya kesulitan itu terletak pada suasana hati. Sebisa mungkin seorang penulis menjaga suasana hatinya agar tidak cenderung galau dan mengurangi tingkat produktif dalam berkarya.

[caption id="attachment_1355" align="alignnone" width="4608"]cara atasi writer's block Photo by Steve Johnson on Unsplash[/caption]

Cara-cara membangun mood agar terus menghasilkan karya;

  1. Banyak Membaca


Semakin sering membaca, semakin terbuka cara berpikir kita. Kita punya tambahan wawasan yang lebih komplit. Karena jumlah tulisan kita bergantung pada intesitas bacaan. Sadar atau tidak dengan membaca bisa memancing ide, tentunya semakin banyak membaca akan menghasilkan tulisan yang lebih padat.

2. Melakukan hobi yang disenangi

Tubuh lebih sering mendapatkan kejenuhan, jika setiap hari berutinitas dengan kebiasaan yang melahirkan budaya. Memanfaatkan hobi secara optimal akan mengasah diri semakin terampil, out putnya semakin semangat melakukan aktivitas lainnya seperti menulis yang membutuhkan daya konsentrasi yang tinggi.

3. Banyak menulis

Mengapa masih harus menulis? Tidak bisa dipungkiri setiap peristiwa yang indah sayang jika hanya dilewatkan begitu saja tanpa diabadikan. Sebuah tulisan adalah salah satu cara merekam peristiwa yang tidak bisa dijelaskan melalui bahasa visual. Agar tidak kehilangan ide, maka segera tangkap ide dalam tulisan.

Nah, itu salah satu tips memunculkan semangat menulis, ketika stuck menghampiri. Jangan lupa untuk berdoa, sebelum beraktivitas apa pun. Karena ini sudah menjelang pagi, maka saya udahi dulu ya.

Waktunya istirahat kembali. Salam literasi.

Selamat Malam

Tuesday, June 19, 2018

The Nekad Melancong Tipis-Tipis Edisi Lebaran|Malang

0

Minggu, 17 Juni 2018



The Nekad Melancong Tipis-Tipis
Edisi LEBARAN di NGALAM

Teman-teman Mohon Maaf Lahir batin ya, mungkin ada kesalahan pada perbuatan atau ucapan, baik yang disengaja maupun tidak. Mungkin saya sering membuat teman-teman merasa jengkel atau tidak nyaman di hati. Kali ini Daily's Baiq hadir lagi.

Thursday, December 14, 2017

Bahasa Kalbu--C.I.N.T.A

0

Jika 'pasand' itu beda dengan 'pyar' sama dengan kulit mangga beda dengan kulit manggis. 



Meski sama-sama penutup. Meski manggis selalu sering diidentikkan dengan manis. Tapi, mangga selalu diidentikkan dengan kecut. 



Mereka sama-sama manis jika matang. *ini gak nyambung* 


Okay, ganti analogi. :v Sedikit rada bingung apa yang mau dijadikan analogi saat pikiran berkecamuk. 


✒✒✒✒✒✒✒✒✒✒✒✒✒✒✒

Satu menit kemudian. 


Satu menit satu detik ....

Tarik napas. 

Ya mungkin saya akan share tentang sebuah kisah yang barangkali ada yang sama. Atau pernah mendengar. 

Kisah apa?
Cinta. Akan banyak yang merasa alergi sama kata itu. Namun, selalu sukses beredar di mana-mana. 

Cinta bagi anak labil diidentikkan dengan pacaran. Kisah kasih di sekolah. Cinta monyet. Ah, bahasa alay-nya begitu. 
Tapi, seperti yang saya bahas. Cinta itu datang tak diundang. Hilang tak diinginkan. Ya memang begitulah cinta.

Ada banyak hikayat cinta, Cinderella, Romeo-Juliet, Mumtaz-Shajahan, Laila Majnun, AADC. 
😂

Mungkin saya tidak terlalu familiar sama yang terakhir, entah kenapa muncul saja di pikiran. 

Singkatnya cinta itu tidak melulu identik dengan suka. You know what? 😂😂😂

Zaman dulu dijodohkan, mereka gak siap, tapi karena kasih sayang dan hormat kepada kedua orangtua. Atau salah satunya, atau lain sebabnya. Mereka menikah. Lucu, ya? 

Mereka akur. Mereka saling memahami. Aku kok tahu? Ya, aku melihat dari mereka yang mengalami dan menceritakan kepadaku. 'Mereka'. Jadi, bukan satu orang saja. 😊

Hubungan mereka awet, meski cinta datang terlambat. Cinta hadir karena sering bertemu. 

Lah, kalau gak ketemu namanya apa? *jawab sendiri* 😊

Aku bukan pujangga yang pandai merangkai kata, aku bukan orang yang membidani tentang cinta. Namun, aku hanya pendengar, penyimak tentang cinta yang hadir tiap waktu. Aku pernah merasakan? 

Saya yakin semua pasti pernah. Entah cinta sama buku, sama film, musik dsg. Cinta sama ibu. 😊

"Saat dia berkata tidak, aku akan melakukan hal itu," kata seseorang yang hobinya makan masakan ibu. 

Setelah muter-muter gak jelas. Saya ingin menshare lebih tepatnya. :) Pengalaman mereka. Ya mereka yang pernah bertemu dengan saya.

Bagi mereka cinta itu indah, sekali mengenalnya maka tak akan bisa tidur maupun makan kecuali berharap pada yang namanya cinta. 

~*~

Seolah cinta disudutkan. Menjadi sebab semua masalah. Cinta pada anak misalnya. Anaknya jika diganggu (diusik) oleh orang lain. Bisa-bisa malapetaka yang muncul dari isi kepalanya. 

Bagiku cinta sederhana. Cinta itu tak bisa diucapkan tapi dimengerti. Mulut bisa saja bilang tidak atau iya. Tapi, sorot matamu tak akan bohong.

Ach! Sekarang .... 

Aku paham siapa yang benar-benar dicintai atau hanya disukai.
Itu ada dalam hati. Jadi, serumit apa pun kisah cintamu. Cobalah belajar mencintai dirimu lebih dulu. 

Waktu bisa membuatnya 'sadar' saat cinta sudah hilang.

"Kenapa kamu menyukai orang yang tak menyukaimu?" 

Itulah cinta. Pyar. 
Cukup .... "Dikatakan atau tidak itu tetap cinta", kata Tere Liye.

✏✏✏✏✏✏✏✏✏✏✏✏
Samjha. 💭
~~~

Tulisan ini ditulis tepat setahun lalu. 14 Desember 2016. Hanya belum diposting.
~Baiq Cynthia~

Wednesday, August 9, 2017

Kursus Menulis Online-Cerpen & Content Writer

0

Menulis menjadi pengikat ilmu. Sejarah pun bisa dibuka lagi oleh tulisan. Jejak-jejak perjalanan, peristiwa maupun informasi. Melalui tulisan.

Kali ini saya ingin berbagi info mengenai kursus penulisan. Berkenaan dengan cerita pendek dan content writer. Mengutip kata-kata Tere liye, "menulis adalah berbagi." Bisa berbagi ilmu, pengalaman dan motivasi berkat penulis. Jika gajah mati meninggalkan gading. Maka penulis akan tetap diingat akan karyanya.



Tetapi, apakah menulis hanya sekedar menulis? Tentunya tidak. Penulis yang bijak akan selalu menggali ilmu baru. Entah melalui pengamatan, seminar, workshop, dll.
Penulis novel Tilawah Cinta. EL Salman Ayashi. Rz. Beliau adalah novelis juga content writer. Ingin mengajak para generasi muda untuk bisa menulis produktif. Tak hanya sekedar kursus kilat. Namun, peserta nantinya akan dikarantina selama 33 hari.

Total buku yang sudah diterbitkan sekitar 27 judul. Ada yang memakai nama Pena El Salman Ayashi. Rz, ada Non Fiksi dengan nama Pena Abu Salman. Dan beberapa buku yang ditulis dengan nama samaran. Antara Dua Arah Cinta, Sebuah Mahar Cinta dan Sebuah Jalan Cinta; salah satu buku yang pernah diterbitkan oleh penerbit Quanta, imprint dari Elexmedia komputindo.

Sudah kenal ya, dengan tentornya. Sekarang kita lihat dulu. Program yang akan disuguhkan. Intip di banner dulu, deh!



Apa sih, fasilitas yang didapat dalam kursus ini? Yuk, kita simak bersama.
Fasilitas:

1. Grup Kursus Rahasia. Diberi nama Endonesia. Grup dijadikan tempat bimbingan atau istilahnya ruang kelas. Online.
Pelajaran akan dilakukan seminggu 2 - 3 kali setiap hari Jum'at, Sabtu, dan Minggu.

Jadwal Kursus:

Jum'at: Jam 20.00 WIB -21.00 WIB

Sabtu: Jam 16.00 WIB - 17.35WIB

Minggu: Jam 13.00 WIB: 14.45 WIB

2. Dibuatkan Website

Gratis juga website premium, artinya hosting atau tempat menyimpan file adalah layanan berbayar. Tapi kami berikan gratis selama 1 tahun. Bagi yang ingin memperpanjang cukup membayar 100 ribu saja.

Untuk domain, saya berikan gratis selamanya. Karena memakai subdomain dari website utama, yaitu: endonesia.id

3. Modul. Modul akan diberikan secara bertahap setiap minggunya. Sebagai panduan praktis belajar.

4. Grup Alumni. Agar terus terhubung dan saling share info serta ilmu. Memudahkan menjalin informasi setelah kursus pun sharing seputar literasi.

Apakah belajar hanya setiap Jumat, Sabtu, Minggu?
Jawabannya tidak. Selama 33 hari kita akan dikarantina. Setiap hari akan diberi tugas sebagai bentuk bimbingan. Menulis bukan sekedar butuh. Tetapi butuh menulis setiap waktu. Untuk menghasilkan karya yang baik.
Tertarik? Program ini baru dirintis tahun ini. Maka kesempatan mendapatkan diskon semakin besar. Harga kursus selama 33 hari berkisar Rp 850.000,-

Eits, kenapa di banner hanya tertulis lima ratus lima puluh ribu rupiah? Ya! Sudah mendapatkan potongan harga. Hemat uang 300K.

Untuk pendaftaran bisa bayar 250K, sisa tanggungan bisa dicicil saat program berlangsung.

Wow! Sudah dapat ilmu, belajar 33 hari. Gratis website, juga bisa mengembangkan skill menulis di grup alumni. Termasuk ketika akan menerbitkan buku, akan diberi tips-tips hanya di grup alumni Endonesia.

Kuota terbatas. Kami ingin memberikan perhatian besar kepada peserta kursus. Maksimal 10 kursi. Agar lebih intensif proses karantina.

Kapan program dimulai? Pertengahan September. Tepatnya 10-15 September 2017.

"Tak ada kata mahal dalam mencari ilmu," kata Ariny NH. CEO Arsha Teen dan novelis.

Untuk info pendaftaran.

Hubungi Arya Wibisana

WA: 0852-2650-2521

SMS : 0856-4763-3224

Phone : 0286-325244

Saturday, February 4, 2017

Majors For The Future ~Mini Review

0

Salah satu buku non-fiksi yang sangat bagus. Tentang jurusan yang sangat mempengaruhi masa depan. Tepatnya di abad 21 mendatang. Beberapa kacamata negatif menyatakan jurusan pertanian maupun perikanan sangat tidak diminati. Dibuktikan dengan survey yang diadakan oleh jurusanku.com. mayoritas di sana tidak berminat di kategori tersebut.Alasan faktual seperti tidak trend. Dan alasan krusial lainnya. Justru peminat manajemen sangat membludak. 

Bagi penulis justru karier yang berhubungan dengan perhotelan, gudang, dan pengolah data akan digantikan oleh automatic mesin. Teknologi yang akan membuat penerbangan manusia semakin relatif mudah dan efisien. Seperti berusahan amazon.com. Kini sudah tidak menggunakan tenaga pekerja. Diganti oleh ratusan robot yang bekerja. 

Bayangkan tiap hari amazon menerima ratusan ribu orderan. Tidak bisa dipungkiri, jika manusia yang mengerjakan akan kesulitan mencari barang dalam waktu yang bersamaan. Di samping itu robot tidak akan mudah lelah. Juga tidak akan mengeluh masalah upah (gaji). Walaupun bekerja secara terus menerus. 
Buku ini juga membahas tentang Pendidikan di Indonesia memerlukan pendidik yang berkualitas. Namun, lagi-lagi ironis. Menurut survey yang dilakukan oleh Jurusanku.com. dari 12 ribuan siswa hanya segelintir yang berminat pada jurusan pendidikan dan keguruan. 



Bagaimana dengan nasib Indonesia kedepannya? Perlahan tapi pasti beberapa perusahaan yang merasa tidak memiliki saingan justru kalah oleh program kreativitas yang dihasilkan oleh perpaduan manusia dan sistem. 

Contohnya: Perusahaan transportasi blue bird dikalahkan oleh sistem ojek online. Kemudian terjadi masalah pemukulan tukang ojek. Di sini ketidak siapan mereka. 

Lantas bagaimana dengan kuda dan kereta yang sudah diambil alih oleh perusahaan lokomotif? 

Menurut pengamatan si penulis bersama rekan tim analisis data. Ada 3 yang tidak akan merosot secara cepat. Yaitu creativity, social intelligence & perception and manipulation.

Kesimpulannya. Apapun jurusan yang dipilih usahakan yang memiliki prospek kerja dalam jangka panjang. Karena tak cukup bekerja dengan passion. 

Dibutuhkan konsisten. Juga syarat kita sudah dirasa paham dengan pekerjaan adalah 10 ribu jam atau sekitar 4 tahun. Berhenti menjadi kutu loncat yang sering gonta-ganti perusahaan. Hanya karena merasa kehilangan passion. Justru di sini letak untuk menguji mental. Dengan latihan dan selalu mencoba. 

Saya mengutip pesan singkat yang sangat bagus, "Semakin terampil, semakin aman dari automasi." (Halaman 153)

Ditulis : 25 Jan 2017