Pecinta Buku, Kuliner dan Jalan-jalan Perjalanan dan pengalaman akan menjadi momen berharga saat disimpan melalui tulisan dan lensa.
Showing posts with label baia cynthia. Show all posts
Showing posts with label baia cynthia. Show all posts

Friday, March 15, 2019

10 Manfaat Lemon untuk Ibu Hamil dan Cara Mengonsumsi: Baiq Cynthia

10 Manfaat dari Jeruk Lemon, Cara Mengonsumsi untuk Ibu Hamil
Ibu hamil itu spesial, karena fungsi tubuhnya selama hamil berubah mulai dari sistem pernapasan, tekanan darah dan peraturan tubuhnya. Semenjak janin tertanam dalam tubuhnya, berbagai permasalahan yang dibilang wajar datang pada ibu hamil. Ada banyak gangguan fungsi tubuh seperti sembelit, nafsu makan berkurang, morning sick, mengalami migrain dan lainnya.
Bagi yang baru mengalami kehamilan pertama pasti akan sering bertanya-tanya, kenapa sering buang air kecil, sulit buang air besar, mual-muntah, penciuman sensitif, mood swing. Jeruk lemon memiliki banyak manfaat untuk ibu yang sedang hamil. Apa saja manfaatnya?
Baiq-cynthia-ibu-hamil-lemon
10 manfaat lemon untuk ibu hamil

Mengandung Vitamin C

Jeruk lemo kaya akan kandungan vitamin dan mineral salah satunya adalah vitamin C. Selama kehamilan memang disarankan untuk banyak konsumsi buah maupun sayuran mengandung vitamin C. Jangan khawatir, jeruk lemon ahlinya vitamin C. Belajar untuk menggunakan yang alami tanpa harus bergantung pada suplemen.

Meringankan konstipasi
Sembelit merupakan hal wajar yang terjadi saat kehamilan, karena letak janin yang menekan bagian usus. Lemon memiliki serat yang baik untuk tubuh, melancarkan proses metabolisme dalam tubuh dan meringankan gejala konstipasi. Lemon menstimulasi hati dan meningkatkan gerakan usus, sehingga membantu mengeluarkan kotoran dari dalam tubuh.

Menghidrasi
Cairan lemon bisa membuat tubuh tetap terjaga dari dehidrasi. Penting bagi ibu hamil untuk selalu dalam keadaan sehat, terhindar dari mual, sakit kepala, bengkak, pusing dan kram.

Anti-oksidan
Lemon banyak mengandung anti-oksidan, konsumsi air lemon secara teratur akan mengeluarkan toksin dari tubuh Anda, selain itu membantu dari penyebab infeksi dari tubuh Anda. Akan melindungi dari gangguan virus dan bakteri, sehingga daya tahan tubuh meningkat.

Mempermudah proses persalinan
Air perasan lemon yang diminum rutin sejak kandungan lima bulan, ternyata bisa mempermudah proses persalinan. Karena lemon menyegarkan, mengurangi pikiran yang stress dan berat. Konsultasikan pada dokter kandungan sebelumnya.

Bagus untuk janin
Lemon yang memiliki kandungan, kalium, vitamin C dan kalsium mempercepat perkembangan otak janin dan pertumbuhan tulang-tulangnya. Selain mengurangi dampak bayi lahir dengan postur pendek, mengonsumsi lemon saat hamil bisa terus menjaga sistem kekebalan tubuh. Selain itu kandungan kalium bisa menutrisi sel otak dan syaraf bayi.

Mengatasi gangguan pencernaan
Air lemon juga membantu menjaga kesehatan fungsi ginjal karena memiliki efek diuretik. Mencegah terjadinya permasalahan seperti infeksi saluran kemih pada ibu hamil. Gangguan pencernaan bisa terbantu dengan perasan jeruk lemon.

Mengurangi penyebab kaki bengkak (edema)
Tekanan darah pada ibu hamil cenderung tinggi, terkadang jika terlalu lama berdiri atau berjalan kaki, darah akan berkumpul pada ujung kaki sehingga terlihat membengkak dan sering kali juga terasa kram terutama saat masuk trimester 3.

Membuat PH tubuh menjadi Basa
Air lemon membantu menyeimbangkan. PH dalam tubuh, air lemon juga membuat keadaan tubuh menjadi basa sehingga oksigen berjalan lancar menuju sel-sel tubuh.

Mengendalikan tekanan darah
Air lemon yang kaya akan vitamin akan menjaga pembulu darah tetap lembut dan lentur. Karena sifatnya yang bisa membersihkan toksin maupun sisa lemak. Lemon bisa menurunkan kadar kolestrol dan membantu agar tercegah dari terjadinya luka dalam pembuluh darah yang menyebabkan tekanan darah menjadi tinggi.

Cara Mengonsumsi Jeruk Lemon
Sangat mudah membuat jeruk lemon di rumah, selain aman dan kebersihan terjamin. Bisa membuatnya sesuai dengan selera. Pertama memilih buah lemon yang masih dalam keadaan segar. Pastikan untuk memijat-pijat atau meremas lemon sebelum diperas.
Sediakan madu, alat pemeras lemon dan pisau. Letakan lemon dengan keadaan horizontal. Potong lemon dengan cara membelah bagian perut lemon. Karena jumlah air akan bertambah banyak ketika diperas. Kemudian peras lemon dengan posisi menekan sambil memutar searah jarum jam, hingga sari buah lemon keluar.
Baiq-cynthia-ibu-hamil-lemon
Cara Konsumsi Lemon 

Menyiapkan air panas atau hangat di dalam gelas, larutkan madu kemasan atau gula. Kemudian campur sari lemon sebanyak dua sampai tiga sendok. Karena rasa lemon cukup masam, sesuaikan dengan porsi air maupun pemanisnya.
Minum air lemon yang sudah teraduk rata, jangan lupa minum dengan posisi duduk dan menggunakan tangan kanan.
Review setelah meminum air jeruk lemon
Seumur hidup baru pertama kali minum air perasan jeruk lemon yang alami, biasanya membeli versi pabrikan sari jeruk lemon. Rasanya lebih segar yang membuat sendiri. Kecut bercampur masam namun nyaman tidak membuat eneg di lambung, padahal saya menderita gastritis akut. Pengalaman sebelumnya minum jus jeruk dicampur tomat, perut terasa kram, panas dan sulit untuk tidur dalam keadaan hamil juga. Akhirnya tidak nafsu makan, karena lambung terasa perih dan mual.
Berbeda dengan minum air perasan jeruk lemon yang hanya terasa sedikit panas di tenggorokan, entah karena ada radang atau air perasannya yang memang masih hangat. Tiga puluh menit usai mengonsumsi lemon, perut terasa panas bukan karena nyeri namun rangsangan lapar. Walhasil makan secukupnya, khawatir asam lambung. Selang satu jam kemudian, rangsangan lapar terasa lagi, maka saya makan dengan porsi bertambah.
Hal yang saya herankan adalah selama hamil itu sulit untuk makan malam, biasanya akan mual-muntah dan makan dalam porsi sedikit. Namun berbeda dengan setelah minum perasan jeruk lemon. Nafsu makan bertambah dan itu berulang pada satu jam berikutnya, tanpa harus pilih-pilih makanan.
Baiq-cynthia-ibu-hamil-lemon
Manfaat Lemon

Keluhan nyeri di kaki yang terasa berat, hilang namun morning sick (mual-mual) menjadi lebih sensitif begitu juga dengan penciuman. Pasca minum perasan jeruk lemon biasanya sulit untuk tidur alias insomnia, ternyata tidur jadi lebih mudah dan pulas tanpa terbangun tengah malam karena ingin kencing.
Namun, esok paginya badan seperti flue dan demam, entah apa sebabnya. Hanya saja di beberapa artikel yang saya baca, bahwa air lemon dingin bisa menyebabkan terjadinya flu dan batuk pada ibu hamil.
Namun setelah saya amati, flu dan batuk yang terjadi disebabkan alergen debu di ruangan yang terlalu banyak sehingga memicu terjadinya bersin-bersin dan batuk.
Ternyata banyak khasiat dari air perasan jeruk lemon bagi ibu hamil, konsumi sewajarnya jangan terlalu sering dan berlebihan. Karena kadar asamnya bisa merusak email pada gigi dan menyebabkan gejala asam lambung meningkat.
Kalau ingin tidak terlalu banyak cukup konsumsi satu sendok makan perasan sari lemon yang dicampur dengan madu sebagai pereda demam, pilek dan menambah nafsu makan. Berhati-hati ketika menjadi ibu hamil, pastikan asupan nutrisi terpenuhi dan badan selalu dalam keadaan sehat. Air perasan lemon bisa menjadi alternatif obat alami maupun suplemen untuk makan.
Memang benar menurut the American Pregnancy Assosiation, lemon bisa membantu mengati mual dan morning sick pada trimester awal dan kedua.
Penulis : Baiq Cynthia


Thursday, December 6, 2018

Berdamai dengan Takdir

Berdamai dengan Takdir, Tidak Dapat Tiket H dapat Tiket Nonton


Kita tidak bisa memilih akan terlahir menjadi apa, namun kita bisa menentukan kesuksesan kita dengan pilihan yang menurut kita sudah layak untuk diperjuangkan. Terkadang ada banyak takdir yang menghampiri berlawanan dengan keadaan kita. Saat kita berharap ingin mendapatkan sesuatu yang disebut prestasi namun malah gagal di tengah jalan, tidak perlu kecewa atau merasa putus asa. Sejatinya setiap kesulitan akan muncul bersama kemudahan.






Friday, May 18, 2018

Monday, November 13, 2017

#TENTANG JODOH

#TentangJodoh



Tak usah risau jika engkau dipisahkan dengan seseorang yang engkau sayangi. Boleh jadi ada dua kemungkinan.
1. Bisa jadi kamu terlalu baik.

2. Bisa jadi dia yang lebih baik.
Untuk kemungkinan yang pertama, berarti engkau patut bersyukur. Itu artinya engkau telah dipersiapkan dengan sosok yang lebih baik. 
Untuk kemungkinan kedua, lebih bersyukur lagi. Berarti Allah memberi kesempatan untukmu. Kesempatan untuk memperbaiki diri-memantaskan diri.
Percaya, jodoh datang tak terlalu cepat atau terlambat. Sejauh apapun jarak jodoh pasti akan bertemu. Hanya soal waktu. 
Memang jodoh sudah ditetapkan sebelum kita lahir. Namun, tetap wajib untuk ikhtiar. Bukan menunggu sambil berpangku tangan. 
Sebaik-baiknya jodoh yang mengajakmu bangun cinta bukan jatuh cinta.

*Masih Nasihat lama.
#DontbeSad

#YourSoulLikeYou

Thursday, November 9, 2017

Saat Kau Merasa Lupa Asal Mulamu

Kau tahu capung, saat kakiku masih terlihat menjijikan melahap puluhan daun hijau. 



foto source google
Kau mencemooh, katamu aku tak bisa terbang. Setiap aku menyapamu, wajahmu melengos--menari dengan udara tak melihatku di antara tumpukan kelopak seruni.
Aku sedih, kalut, mataku sembab. Kulihat diriku di atas bening danau. Aku sangat buruk. Tubuhku lebih menyeramkan darimu. Pantas saja, engkau menghindar dan abai saat aku ingin berteman denganmu.
Aku malu, lantas membungkus diriku dengan pintalan benang. Aku akui, hanya butuh tempat sendiri. Bersembunyi, dalam liang kapas putih yang menggantung pada lengan ranting. 
Membiarkan tubuhku tak melahap satu jenis daun terlezat di dunia. Aku abai. Kupejamkan mata. Orang bilang aku sedang tertidur lelap berhari-hari. 
Kata si beruang, itu hibernasi. Entahlah, aku betah dalam kegelapan. Saat aku sendiri, setidaknya aku ingin memperbaiki diri. Aku juga ingin punya sayap. 
Embun mengetuk selimutku. Membebaskan hari-hariku yang kelam. Mataku berbinar melihat sekeliling dipenuhi bunga mawar dan matahari. Aku takjub!
Sial. Aku terpeleset, mataku terpejam. Kurasa tubuhku terasa ringan di udara. Sedikit membuka mata. Kyaaaa ... 
 Aku bisa terbang!

Tapi, apakah capung akan menjadi temanku? 
081117

Aiq

Tuesday, June 27, 2017

Akibat Dibully Saat Lebaran Berujung Asma

Aku tidak tahu, bagaimana cara menjelaskan seseorang yang kena asma. Mungkin kalian yang pernah mengalaminya, pasti mengerti. 



Pertama kali divonis sesak nafas (asma) semenjak SD kelas 3. Masih ingat dibenak. Saya merasa sulit bernapas, semakin berusaha bernapas semakin sesak. 

Hampir setiap bulan asma itu kambuh. Bahkan harus istirahat total hingga 4 hari. Saya masih ingat betul. Obat sirup berwarna merah bergambar paru-paru, lupa namanya. Yang jelas setelah minum sirup, juga resep obat dokter langganan saya. Penyakit itu berangsur sembuh.

Sudah berkali-kali rujuk ke macam-macam dokter pun. Tak pernah bisa sembuh. Saya bertanya, mengapa saya punya penyakit asma? Sementara adik-adik saya tidak. 

Gen orang tua, bisa jadi alergen. Alergen semacam pemicu asma. Seperti debu, makanan, minuman, asap rokok, dsg. 

Bertahun-tahun saya pelajari penyakit yang menjangkiti tubuh ini, juga teman saya yang sudah lebih dulu terbang ke Syurga karena komplikasi.

Asma--penyempitan saluran pernafasan. Penyakit ini tidak menular, hanya menurun. Tetapi, saya tidak tahu siapa yang menurunkan gen itu. Gejala awal biasanya flu ringan, hingga flu berat dan batuk kering. Jika sudah masuk tahap terakhir. Pada malam hari mulai batuk rejan, memicu fluks lambung. Sehingga merasa mual. Kepala akan berat. Tetapi, sulit untuk tidur berbaring. Saya sudah sering tidur duduk. Hanya dengan begitu, membantu bernapas lega. 

SMP semakin akut. Setiap hari menggunakan inhaler, juga membawa obat yang meredakan sesak. Biasanya disemprot di dalam mulut. Bahkan oxigen, sewaktu-waktu udara kotor. 

Sebisa mungkin menghindari makanan yang memang memicu penyakit itu. Sejenis kacang goreng, makanan berminyak, durian, makanan santan, es teh, udara terlalu panas--terlalu dingin, polusi udara, asap rokok, ruangan berdebu, pola pikir berat.

Lingkungan yang tidak kondusif, beberapa kejadian yang membuat trauma mudah sekali membuat penderita asma down, berujung sesak.

Saya merasa asma berkurang semenjak masuk SMA. Mungkin karena teman-teman yang begitu mendukung, tugas pun sudah ringan. Paling-paling sakit hanya 2 hari, dan saya cenderung memaksakan diri untuk masuk. Tetapi, puncaknya saat UN. Terpaksa mengerjakan soal lebih cepat. Saya sakit, tapi dipaksakan untuk ikut. Baru pertama kali ke UKS dan tiada yang menemani.

Beberapa orang yang dekat kadang jengkel, penyakit itu dibilang "Manja". Gak boleh ini, gak boleh itu. Memang demikianlah.

Saya berjuang mati-matian agar tidak sesak saat bekerja di Bali. Jadwal padat, dan semua dikerjakan sendiri. Termasuk pergi ke kursus english harus menempuh perjalanan 1 jam dengan kaki. Alhamdulillah, Allah selalu melindungi.

Saat saya benar-benar sakit bulan maret 2015. Saya merasakan rindu kota lahir. Hanya umi yang mengerti kondisi saya. Yang ada saya mendapatkan omelan tinggal bersamanya, juga menyiksa. Itu mengapa, saya tidak tahan di Bali. 

Meski demikian, membersihkan sepatu dan tas menjadi 'santapan' tiap hari. Saya bersyukur tidak asma. Padahal debu sudah pasti banyak, ditambah asap kendaraan dari luar.

Saya pergi ke Malang. Udara di sana sangat dingin. Tak jarang sering bersin-bersin sendiri. Tetapi, tidak sampai asma. Karena saya benar-benar berusaha menjaga diri. Agar bersin hilang--supaya batuk tidak terjadi. Tetapi, saya mendapatkan guncangan diri. Masalah dana kuliah. Saya bingung, orangtua sendiri sudah angkat tangan. Semester 1 tidak bisa kerja. Hampir 7 hari selalu masuk kuliah. Ada tambahan ESP dan AIK.

Beruntung ada orangtua angkat yang baik. Selalu menganggap saya seperti anaknya sendiri. Pernah tengah malam masuk UGD. Pemicunya stress.

Akhirnya saya tahu, pemicu asma saya bukan makanan, debu, atau lainnya. Lebih tepatnya stress.

Saya pernah tinggal di Batu, Malang. Meski awal-awalnya bakalan bersin2 karena cuaca benar-benar ekstrim. Gimana tidak, perjalanan Situbondo-Malang-Madiun-Batu itu tanpa jeda. Tetapi, Alhamdulillah tidak asma. Hanya flu. 

Balik ke kota tempat tinggal, saya malah divonis radang usus dan lambung luka. Mungkin salah makan, atau terlambat makan.

Jadilah sekarang penyakitnya dua. Asma dan luka lambung.

Entahlah, semakin menjelaskan hanya membuat saya sakit. Saya hanya butuh pikiran yang tenang. Bahagia dan hanya itu.

Saya tidak bisa menjelaskan detail yang pasti. Setiap berbicara pasti ingin muntah, setiap berjalan ingin roboh. Setiap bernapas, perasaan ingin mati.

Saya tidak boleh menangis, hanya itu pemicu asma. Sekali saya menangis dengan kenceng. Maka saya flu, saat flu berubah jadi batuk maka tidak akan pernah berhenti batuk dengan meludah. Terasa gatal tenggorokan, kepala berat saat ingin muntah.

Saat asma pun, makanan jarang bisa masuk. Tidak bisa makan makanan berminyak, pedas, asam, santan, kacang seperti sate, termasuk tempe goreng, telur goreng itu gak boleh.

Akhirnya saya hanya bisa makan bakso, telur rebus, kuah bening, dan hanya itu. Coklat pun tidak diperkenankan.

Saya tidak menyesal, karena ritme asma memang tidak bisa diramalkan. Terakhir sakit asma 2016 saya lupa bulan ke berapa.

Bersyukur, setidaknya asma tidak datang tiap hari. Hanya datang saat mengalami 2 hal itu, flu dan batuk berat. Tetapi, obat batuk maupun permen pelega tenggorokan tidak cocok. Hanya memperparah. Sudah pernah saya coba.

Masih ingat dalam benak, kadang saya tidur di bawa pohon untuk mencari udara. Juga pernah saat malam, duduk di teras rumah demi mencari angin. Tak jarang saya suka sekali ikut Babe ke mesin ATM untuk sekedar menghirup AC. Memang aneh.

Normalnya asma tidak bisa panas dan dingin. Tetapi pernah di awal januari tidak menggunakan jas hujan Situbondo-Jember, Jember-Situbondo. Juga saat itu tidak sempat mampir ke saudara. Jadilah basah kuyup berjam-jam. :') Alhamdulillah tidak asma.

Saya putuskan, alergen saya hanya satu. Pikiran berat. Tidak bisa menanggung banyak pikiran. Ambivert tidak suka bercerita apa yang ada dipikirannya.

Bahkan saya yang sering bersin gara-gara bulu kucing. Ternyata pun (Bisa) tidak asma.

Intinya saya hanya butuh hiburan saat sakit. Entahlah .... Penyakit aneh....

Pernah dirujuk ke rumah sakit yang bagus di Jember, tidak bisa mendeteksi penyakit asma yang saya alami. Karena saat itu, memang dalam kondisi tidak sakit. Saya pikir bisa di test alergen. Tetapi, obatnya mirip biji salak. :v 

*Efek pertanyaan kapan nikah(?), kapan kuliah(?) kapan kerja (?) bisa memicu asma. >_<

#Syafakillah