Baiq Cynthia

Penulis muda dengan impian menulis menebar inspirasi,hobi menulis dan fotografi.

Berbuat baik dimulai dari hal terkecil dan dilakukan segera tanpa menunggu nanti.

Berusaha menjadi orang baik tidak mudah, terlebih tantangan kehidupan menawarkan banyak kemudahan dan hal yang membuat lupa pada tujuan sebenarnya. Namun, berbuat baik bukan hal yang mustahil dilakukan oleh setiap orang. Semua orang  akan berusaha melakukan yang terbaik versi dirinya, walaupun belum tentu di hadapan orang lain merupakan cara yang baik dan dilakukan dengan benar. Orang yang berbuat baik dinilai dari perilakunya bukan ucapan.

Membiasakan berbuat kebaikan terkadang disepelekan oleh sebagian orang lain, mereka mudah mengatakan orang yang sedang memperbaiki kualitas hidupnya dengan sebutan ingin dicap baik maupun memperbaiki citra diri. Padahal tidak semuanya. Kadang memungut sampah yang berserakan di tepi jalan dipandang aneh oleh beberapa orang, padahal itu salah satu kebaikan kecil.

sumber: Canva edited by Baiq Cynthia

Sikap baik atau buruk tidak ditentukan oleh standar penilaian orang lain. Kita sendiri yang bisa menalar perbuatan itu baik atau buruk. Membuat kebaikan juga butuh latihan dan usaha yang keras. Tidak cukup dilakukan sekali atau dua kali. Perlu pembiasaan dari sekarang, tanpa menunggu nanti.

 Cara paling mudah untuk memulai kebaikan ialah dari diri sendiri. Tidak perlu menunggu orang lain terlebih mengharapkan balasan kebaikan. Berbuat kebaikan juga dilakukan dengan tulus. Tanpa rasa ikhlas sulit melakukannya.

Bulan Ramadan sebentar lagi akan menghampiri kaum muslim, bulan yang penuh berkah dan setiap kebaikan akan dicatat dengan amal ibadah. Selama satu bulan penuh akan melaksanakan puasa, menahan dari hal-hal yang dilarang dan memperbanyak amal kebaikan. Menuju Ramadan juga butuh persiapan dan latihan yang matang, agar selama bulan suci bisa melaksanakan ibadah secara maksimal. Bulan yang menuntut agar kita senantiasa belajar mengelola hawa nafsu juga rajin berbuat kebaikan, semakin hari harus ditambah porsi kebaikan agar mendapatkan kemenangan yang sebenarnya.


Bulan puasa tidak hanya menahan lapar dan dahaga, juga menahan hati dan perilaku dari hal-hal buruk. Untuk memupuk kebaikan, diperlukan niat dan motivasi yang tinggi. Tidak disebabkan karena ingin dipuji, maupun mendapatkan penghargaan. Tetapi bagaimana waktu yang dimiliki selama 24 jam bisa dimaksimalkan untuk dirinya dan bermanfaat juga untuk orang lain.

 Berbuat baik bukan berarti harus tampil dengan sempurna, sebagai manusia yang tidak luput dari kesalahan dan dosa butuh pada nasihat. Nasihat yang baik dari orang sekitar dilaksanakan, tujuannya agar hati dan pikiran menjadi bersih dan tentram.

Tidak ada manusia yang sempurna, kita juga tidak bisa membahagiakan semua orang. Berbuat baik dilakukan semampu diri, dengan tujuan mengharap kasih sayang dari Allah. Mengharapkan perjumpaan dengan-Nya.

sumber: Canva edited by Baiq


Ketika kita berbuat baik kepada makhluk hidup, Allah pasti mempermudah segala urusannya. Banyak manfaat yang bisa didapatkan ketika berbuat baik;
♡Disayangi banyak orang dan mereka akan senantiasa mau membantu ketika kita mendapatkan kesulitan.
♡ Menjadi pribadi yang lebih baik, memiliki tingkah laku yang indah. Orang yang belajar menjadi pribadi yang baik pasti terhindar dari sifat mudah menyerah dan sering mengeluh.
♡Berbuat baik akan mendatangkan banyak rezeki dan hidupnya akan lebih tenang. ♡Akan menjadi pribadi yang lebih menyenangkan dan kualitas hidupnya lebih berbahagia dalam keadaan apa pun. ♡Memiliki perasaan yang ikhlas, syukur dan suka membantu. Ada banyak lagi segudang manfaat dari berbuat baik, untuk dirinya maupun orang di sekitarnya.

Apa yang harus dilakukan untuk pertama kali? Tentu saja memulai berbuat kebaikan dari hal yang paling kecil. Membantu menyingkirkan batu di jalan, membantu orangtua memasak, memberikan sekotak nasi untuk gelandangan, dan kebaikan-kebaikan lainnya.

Satu kebaikan yang kita lakukan hari ini, akan menuai hasil yang bermanfaat pada kemudian hari. Kita tidak akan tahu sampai kapan bisa melakukan aktivitas, jika hari-hari diliputi dengan hal yang baik tentunya akan bertambah amal kebaikan untuk bekal di akhirat.

Tujuan penulisan artikel ini semata untuk pengingat diri untuk selalu belajar menjadi pribadi yang baik. Berbuat baik tidak hanya tindakan, namun ucapkan hal yang baik juga akan membekas di hati orang yang mendengarnya. Setiap manusia diberikan waktu yang sama yaitu dua puluh empat jam. Namun tidak semua bisa memanfaatkan waktunya untuk berbuat baik.

edited: by baiq cynthia


Apa saja yang menghalangi kita dalam berbuat baik? Tentunya di zaman yang serba gadget, kadang kita lebih asyik melakukan hal-hal yang membuang waktu seperti membaca semua isi timeline walaupun tidak ada notifikasi, bermain games dan melakukan hal-hal yang kurang bermanfaat. Tidak bisa dipungkiri, manusia juga butuh hiburan semisal bermain gadget, tetapi penting untuk membatasi penggunaan. Gunakan pengingat penggunaan setiap aplikasi. Karena ada banyak hal yang menunggu untuk dikerjakan.

 Tips agar mudah melakukan kebajikan yaitu kuatkan pondasi niat dan membuat jadwal setiap harinya. Kebaikan apa yang harus dilakukan, dimulai yang paling sederhana. Misalnya membuat postingan yang bermanfaat di media sosial. Ketika menggunakan media sosial, jangan mengharapkan like atau komentar terbanyak. Lakukan semata-mata untuk diri sendiri agar bisa menjadi figur yang baik.
Memilih teman-teman yang baik, karena tidak bisa dipungkiri pergaulan memiliki peran yang tinggi. Semakin banyak lingkaran pertemanan dengan orang baik, tentunya akan mudah melakukan kebaikan. Sebaliknya, jika masih sering berteman dengan orang yang gemar melakukan keburukan, diri akan tertular perilaku buruknya.

 Sering membaca buku motivasi dan mendalami isi kitab suci. Karena kebaikan juga butuh ilmu, jadi harus terus mengupgrade diri untuk menjadi pribadi yang indah. Membaca buku tidak harus membeli, bisa meminjam kepada teman atau membaca e-book dari aplikasi bacaan gratis dan legal. Namun perlu menyaring kembali tentang bacaan yang dibaca, karena buku akan mempengaruhi pola pikir dan perilaku.

 Berbuat baik dilakukan segera, tanpa menunggu kesempatan dan waktu luang. Sebisa mungkin dimulai dari yang paling mudah dilakukan, semakin sering melakukan kebaikan akan terbiasa nantinya. Memupuk kebaikan dimulai dari sekarang, tanpa menunda maupun menunggu orang lain. Karena waktu tidak bisa kembali dan kesempatan tidak datang dua kali.

Kata Ali Bin Abi Thalib, Bekerjalah untuk akhiratmu seolah-olah kamu akan mati esok hari, dan bekerjalan untuk kehidupan duniamu seolah-olah kamu akan hidup selamanya.
Begitu juga dengan melakukan kebaikan, lakukan untuk akhirat seolah-olah hari ini saja kesempatan


Nah, mungkin ada tips lainnya yang bisa ditambahkan di kolom komentar. Saya sangat senang jika mendapatkan masukan demi perbaikan kualitas diri bersama-sama. Terima kasih untuk perhatiannya. Salam literasi.
Kepadamu Wanita yang Suka Marah Kepada Pasangan. Ini Nasihat-nasihat Untukmu.

Sebuah hubungan, komitmen atau sekadar perasaan yang belum jelas ikatannya pasti pernah merasakan goncangan, gesekan permasalahan. Putus asa dengan masalah yang dihadapi, tanpa sadar memunculkan rasa jenuh dan ingin berubah haluan. Wahai perempuan yang diciptakan dengan selembut sutra, kendalikan amarahmu, walaupun seringkali merasa kecewa. Engkau boleh marah dan kecewa, tapi jangan sekali-kali mengatakan kata ‘pisah’.


sumber: Diolah melalui Canva.com

Kodrat wanita memang selalu ingin disayang dan dimanja, karena mereka makhluk perasa. Mungkin wanita tidak mendapatkan kasih dan cinta dari pasangannya. Tidak serta merta langsung marah dan membuat pasanganmu gerah. Wahai wanita yang suka marah kepada pasangan, emosi memang sulit dikendalikan. Terlebih wanita punya kelebihan hormon yang tiap bulan memaksanya untuk bersikap sensitif dan hatinya mudah membara jika disulut oleh api cemburu. 

Wahai wanita, kaum lelaki tidak akan mengerti mengapa wanita suka marah tanpa maupun dengan sebab. Mereka berpikir dengan rasional, menghadapi masalah dengan logika. Sementara wanita selalu berhubungan dengan perasaan, hal paling kecil bisa membesar terlebih jika hanya didiamkan. Kendalikan amarahmu, karena jika dibiarkan akan menjadi petaka untukmu maupun buah hatimu.

Wahai wanita, sesulit apa pun masalah yang dihadapi pun keadaan yang mendesak untuk menjadi marah. Engkau harus lawan rasa marah dengan sikap ketenangan dan sabar. Marah itu lambang dari api, maka hanguskan api dengan air. Jangan sampai ketika marah engkau membakar seluruh yang ada di dekatmu. 

Marah terkadang menjeratmu dalam ketakutan dan kekhawatiran yang berlebihan, bakhan berujung pada rasa dendam. Untuk apa engkau menghabiskan tenaga yang alangkah baiknya digunakan untuk menjadi pribadi elegan dan kuat. Biarkan saja mereka membuatmu luka, kecewa dan amarah. Tak bisakah engkau melembutkan hati? Balas dendam tidak baik, ketika menang menjadi arang dan ketika kalah menjadi abu. 

Sumber: Diedi melalui Canva


Membiarkan amarah hanya membuatmu menjadi sosok egois, keras kepala dan tidak mau mengalah. Padahal marah bisa membuat kecantikan berkurang secara perlahan. Siapa yang sudi melihat pasangannya tidak merawat diri karena marah dan kecewa terlebih wajahnya lebih cepat menua.
Kecewa, patah hati, luka, disakiti maupun dizalimi tidak menjadi alasan untuk bersikap marah-marah. Karena wanita itu lemah lembut dan penuh kasih sayang. Jika engkau marah menyingkirlah sejenak, rapatkan matamu. Tidur sejenak, saat engkau bangun tersenyumlah. Karena marahmu sudah pergi.

Pasanganmu butuh kelembutan dan belai kasih sayangmu bukan amarahmu. 

Penulis: Baiq Cynthia








Tidak Ada Kata Terlambat Untuk Memperbaiki

Mungkin kehidupanmu sekarang di ujung kehancuran. Hatimu sudah lama terluka dan tidak dapat menerima nasihat maupun masukan. Terkadang banyak hal-hal kecil yang justru memicu sebuah perpecahan. Semua bermula dari rasa ego yang mengalahkan logika dan suara kecil hati. Pernakah menyadari arti sebuah kebersamaan dalam kekurangan? Sederhana hanya dengan air putih. Tetapi berbekas membuat hati riang dan kehangatan. Hanya dengan sepiring gorengan makan bersama terasa nikmat. Apalah arti banyak materi namun terlalu sering melayangkan makian-makian yang meremukkan jiwa.


Bisakah merendahkan hati ketika berjumpa dengan orang yang lebih tinggi darimu? Karena tidak ada bedanya antara engkau dan dia jika hanya mengadalkan rasa egois yang tinggi. Bisakah bertutur kata lebih lembut dan memelankan intonasi saat berbicara dengan siapa pun. Sungguh tidak ada yang lebih indah jika jiwamu dihiasi oleh kesantunan dan hati yang melebur pada setiap doa-doa. 



www.baiqcynthia.com


Bercengkrama dengan kekasih halal
Keluarga sebagai aset terpenting dalam kehidupan berumah tangga. Memanfaatkan waktu bersama sebelum hadir waktu kesibukan. Liburan tahun lalu sudah usai, tidak ada waktu banyak untuk bersama, maka tetap hadirkan kekasih halal dalam hati setiap saat.
Bercengkrama tidak harus keluar rumah atau belibur ke tempat-tempat yang mahal. Cukup mengadu kasih dengan makanan yang ringan dan tempat yang nyaman. Misalnya bercengrama di beranda rumah, menggelar karpet dengan suguhan seadanya. Kalau saling memiliki kesibukan maka saling menjaga dan mendukung saat mengerjakan tugas. 

Kehidupan seperti jalan yang bergelombang, terkadang di atas kadang juga di bawah. Tidak ada yang tahu kondisi seseorang sampai ia menyadari arti kebersamaan. Selalu bangun hubungan intim yang membahagiakan. Pasangan kita ialah yang paling mengerti keadaan kita sendiri. Jangan sampai terlalu larut dalam permasalahan ketika muncul konflik.

Baiq Cynthia


Hidup memang lucu dan keras, terkadang harus menertawakan keadaan, agar kita tahu keadaan yang sebenarnya kita hadapi tidak terlalu berat. Sesuai dengan kemampuan tiap individu. Bercengrama dengan kekasih halal diperlukan komitmen yang kuat agar senantiasa menjalani hubungan yang sehat dan menyenangkan. Hidup indah diawali dengan hal-hal sederhana yang dilakukan bersama demi menjaga cinta tumbuh. 

Prinsip bercengrama dengan kekasih halal dibangun dengan kejujuran, rasa percaya dan juga selalu mengutamakan kebahagiaan pasangan. Menghargai di setiap tindakannya, tidak banyak menuntut kepada pasangan pun selalu bersikap terbuka. Untuk mencapai tujuan keluarga yang harmonis diperlukan kesabaran dan lengan yang selalu ada untuk pasangan, tidak menyudutkan maupun menyalahkan pasangan. 

Walaupun dalam keadaan LDR (Long Distance of Relation) komunikasi harus tetap tersambung, walaupun hanya berupa pesan rindu maupun panggilan video call. Menualah bersama pasangan halalmu, nikmati kebersamaan, jauhkan dari rasa cemburu berlebihan dan selalu hibur pasanganmu dengan candaan yang membuatnya tersanjung. Cinta itu hadir cepat, namun untuk memupuk cinta butuh perjuangan bersama sampai hayat kembali kepada pemilik sesungguhnya.

“Jangan sia-siakan keberadaan pasanganmu, barangkali esok dia kembali dan engkau hanya gigit jari karena tak bisa memiliki lagi.”

Penulis : Baiq Cynthia