Showing posts with label TIPS amp; TRIKS. Show all posts
Showing posts with label TIPS amp; TRIKS. Show all posts

Tuesday, September 11, 2018

Atur Kembali Rencanamu, Mulai Sekarang!

0

Tahun Baru Islam 1440 Hijriyah Buat Perubahan Baru!


Detik menuju detik, mengubah menit menjadi jam dan hari hingga tahun harus kembali berganti. Semalam keseruan malam pergantian tahun baru Islam yang riuh di beberapa sudut jalan dengan karnaval lampu obor maupun lampion.

Menjadi momentum yang membahagiakan sekaligus sebagai refleksi diri untuk selalu berubah menjadi pribadi lebih baik lagi. Karena ada pepatah lama mengatakan, hari ini harus lebih baik dari kemarin dan esok harus lebih baik lagi dari sekarang.

Mengawali 1 Muharram 1440 H saya mendapatkan sebuah bingkisan dari Cheria Holiday, berupa kaos bertuliskan #BloggerTRAVELJamanNOW.

[caption width="720"]Yeay! Dapat bingkisan dari Cheria Holiday[/caption]

Wednesday, August 15, 2018

Jangan Biarkan Harimu Dirusak oleh BadMood

0

Tidak semua hari menyenangkan bagi kita, adakalanya ada hari yang membuat hari-hari terlewati dengan segudang permasalahan, hingga membuat kita mengecap sebagai hari sial.


Entah mengapa tepat pada hari ini (Rabu) penulis Daily's Baiq merasakan selalu mendapatkan kesialan, sejak ia sekolah. Pagi yang buruk akan membuat siang, sore dan malam menjadi tidak menyenangkan. Tetapi, sekarang karena sudah dewasa. Setiap hari itu sama, tidak ada hari sial. Hanya saja suasana hati kita yang tidak bersahabat—katakanlah bad-mood.



Monday, August 13, 2018

Mengapa Naskah Tidak Kunjung Selesai?

0

Mengapa naskah tidak kunjung selesai?




Menulis bukan perkara yang sangat sulit, ‘setengah’ sulit bisa dibilang begitu. Kita harus melatihnya setiap hari itu sudah harga mati. Semakin sering menulis dan terbiasa disiplin menulis setiap hari akan memperbaik kualitas tulisan. Apa jadinya jika menulis tidak kunjung selesai.




Kalau kita terus-menerus membiarkan diri larut dengan rutinitas selain menulis, kita hanya sibuk memikirkan tulisan namun tidak kunjung menuliskannya ini sudah keadaan yang sangat membahayakan. Memang apa yang membahayakan, kamu pasti akan bertanya-tanya ya?




Itu sebuah gejala yang sering terjadi kepada penulis pemula, seperti saya. Kita hanya berangan naskah selesai tanpa mengerjakannya, apakah bisa? Tentu saja tidak akan bisa. Jika ingin memasak telur, maka terlebih dahulu kita harus punya telur dan minyak goreng, itu minimal. Selanjutnya jika ingin telur itu masak tentu saja kita harus memasaknya. Sama halnya dengan menulis, jika kita hanya menginginkan tanpa ada inisiatif untuk memulai, maka bersiaplah naskah tidak akan kunjung selesai.




Point berikutnya, jangan terlalu banyak mengatakan, ‘Saya Sibuk’. Semua orang memiliki 24 jam itu sama dengan apa yang kita punya. Bedanya, apakah kita benar-benar mengoptimalkan waktu kita, atau hanya membuang-buang waktu? Sisihkan satu atau dua jam setiap hari untuk menulis, apa saja tanpa ada yang menghalangi lagi. Semakin sering menunda kegiatan menulis, maka tentu saja naskah tidak akan selesai.


Masih asyik dengan media sosial.



Era digitalisasi membuat semua orang berlomba-lomba paling eksis dan narsis untuk menunjukkan profil yang terbaik. Begitupun dengan aktivitas medsos yang kadang memakan waktu untuk menulis, berbanding terbalik, waktu menjadi sia-sia dan semakin tidak tersisa.
Bagaimana tips menyelesaikan naskah tepat waktu?




Pertama, gunakan mind map.


Tentu saja dalam membuat sebuah karya, kita butuh alur cerita yang jelas. Agar tidak bertele-tele dan tulisan kita menjadi teratur. Dengan peta pikiran, ide-ide yang sudah dikonsep sejak awal akan berakhir sesuai dengan prediksi. Tentu saja menggunakan peta pikiran memangkas waktu.


Jangan nanti-nanti. Tapi SEKARANG!





Sama seperti nasi yang panas ingin kau makan, semakin lama menunggu. ‘Nanti, nanti’, maka nasi akan berubah menjadi dingin. Tulisanmu bukan semakin cepat beres, akan tetapi akan semakin lama untuk selesai.
Menulislah apa yang dikuasai, jangan menunggu hasil tulisan menjadi baik. Kita tidak akan pernah puas, tapi menulislah terlebih dahulu sampai sukses di akhir. Baru setelah itu bisa disunting hal-hal yang perlu diperbaiki.


Tidak terpengaruh dengan suasana.




Kita harus konsisten untuk menyelesaikan sampai finish. Jangan tergiur untuk makan-makan enak, atau sekadar jalan-jalan maupun menonton film bagus. Kecuali memang bertujuan untuk riset.


Pasang Deadline!


Buat target sendiri misalnya satu jam sekian kata, dan kita upayakan yang terbaik hingga selesai. Tidak ada yang sulit dalam membuat sebuah karya tulis sampai selesai lalu terbit. Hal yang membuat sulit ialah rasa malas dan tidak ingin sukses.



Ala bisa karena terbiasa, biasakan nulis setiap hari minimal satu lembar, tetapi saat kita sudah terbiasa menulis 1000 kata setiap hari selama 3 bulan. Tentu kita bisa akan menjadi penulis yang handal dan mengerjakan deadline sesuai dengan harapan.


Baiq Cynthia

Friday, July 6, 2018

Cara Atasi Writer's Block-Ala Aiq

4

Aku memang pemula dalam urusan tulis-menulis, tetapi semangat itu tidak pernah padam walau satu cuil. Seperti bulan Juli yang penuh dengan deadline tulisan, mengapa saya tertarik dengan tantangan. Sebab mengasah kemampuan dan semakin membuat diri untuk terus berpacu dengan waktu.

Kesulitan saat mengikuti kompetisi, sebenarnya hanya mengatur mood. Karena pikiran yang sumpek akan mempengaruhi tulisan. Begitu juga dengan rasa malas yang membuyarkan keinginan. Sebenarnya kesulitan itu terletak pada suasana hati. Sebisa mungkin seorang penulis menjaga suasana hatinya agar tidak cenderung galau dan mengurangi tingkat produktif dalam berkarya.

[caption id="attachment_1355" align="alignnone" width="4608"]cara atasi writer's block Photo by Steve Johnson on Unsplash[/caption]

Cara-cara membangun mood agar terus menghasilkan karya;

  1. Banyak Membaca


Semakin sering membaca, semakin terbuka cara berpikir kita. Kita punya tambahan wawasan yang lebih komplit. Karena jumlah tulisan kita bergantung pada intesitas bacaan. Sadar atau tidak dengan membaca bisa memancing ide, tentunya semakin banyak membaca akan menghasilkan tulisan yang lebih padat.

2. Melakukan hobi yang disenangi

Tubuh lebih sering mendapatkan kejenuhan, jika setiap hari berutinitas dengan kebiasaan yang melahirkan budaya. Memanfaatkan hobi secara optimal akan mengasah diri semakin terampil, out putnya semakin semangat melakukan aktivitas lainnya seperti menulis yang membutuhkan daya konsentrasi yang tinggi.

3. Banyak menulis

Mengapa masih harus menulis? Tidak bisa dipungkiri setiap peristiwa yang indah sayang jika hanya dilewatkan begitu saja tanpa diabadikan. Sebuah tulisan adalah salah satu cara merekam peristiwa yang tidak bisa dijelaskan melalui bahasa visual. Agar tidak kehilangan ide, maka segera tangkap ide dalam tulisan.

Nah, itu salah satu tips memunculkan semangat menulis, ketika stuck menghampiri. Jangan lupa untuk berdoa, sebelum beraktivitas apa pun. Karena ini sudah menjelang pagi, maka saya udahi dulu ya.

Waktunya istirahat kembali. Salam literasi.

Selamat Malam

Tuesday, June 19, 2018

The Nekad Melancong Tipis-Tipis Edisi Lebaran|Malang

0

Minggu, 17 Juni 2018



The Nekad Melancong Tipis-Tipis
Edisi LEBARAN di NGALAM

Teman-teman Mohon Maaf Lahir batin ya, mungkin ada kesalahan pada perbuatan atau ucapan, baik yang disengaja maupun tidak. Mungkin saya sering membuat teman-teman merasa jengkel atau tidak nyaman di hati. Kali ini Daily's Baiq hadir lagi.

Saturday, April 28, 2018

Monday, April 16, 2018

Berhenti untuk Mengatakan, "Senin lagi ... Liburan Kapan?"

0

Monday Rempong Berasa Weekend



Dasar Jomlo! Bukan aku ya, aku itu single. Rata-rata orang itu gak suka dibilang jomlo lebih suka dipanggil single. Padahal artinya sama, mungkin high class rasanya ya. Sama seperti beli air putih hanya 2000 kalau beli mineral water bisa 10 ribu. Ya kalau cari yang aman di dompet sih lebih baik bawa sendiri air ke mana pun. *Analogi gak nyambung endingnya.

Wednesday, April 11, 2018

Tantangan Menulis Akan Membuatmu Strong (Tips Menulis)

0

Habis TAT S4 Terbitlah TAT DUEL






Menulis itu memang tidak semudah membuat kalimat, “Saya Bisa Menulis atau Aku Penulis.”




Saya tidak akan mengatakan menulis itu susah, karena setiap permasalahan paling rumit di muka bumi ini, pasti ada jalan keluarnya. Tentu saja menulis pun ada caranya agar lebih mudah, seperti makan Biskuit yang diputar, dijilat dan dicelupin.


Menulis juga ada caranya, membaca, membaca, membaca dan menulis, menulis, menulis.
Saya jabarkan lagi arti 3 Membaca dan 3 Menulis.




Membaca yang pertama; tujuannya kita mendapatkan ide. Menulis yang pertama; menuliskan ide apa saja yang sudah tertangkap.
Menulis kedua; membaca tulisan yang sudah kita tulis. Menulis yang kedua; mengedit apa yang kita tulis.




Kemudian tulisan diendapkan untuk waktu yang cukup entah 3 hari atau seminggu. Selama diedapkan lupakan tulisan yang sudah ditulis, bawa refreshing anggap tidak ada pikiran. Tidak terlalu lama juga mengendapkan, lalu baca yang terakhir.




Membaca yang ke-3; posisikan kita sebagai pembaca awam, jadi harus netral jika merasa ada ketidakcocokan dalam aturan kepenulisan, maupun berkenaan dengan kisah yang disuguhkan.
Menulis yang terakhir; ialah benar-benar menulis semacam perbaikan total juga revisi. Jadi, sebagai penulis juga harus cakap menjadi editor sendiri sebelum mengirim naskahnya.




Hei itu salah satu tips mudah yang tentunya hanya dengan mencoba bisa mengetahui sejauh mana kemampuan menulisnya.
Beranjak dari hal yang sedemikian sederhana, kita uji nyali menantang diri. Gimana perasaanmu saat menulis dikasih sedikit tantangan?




Misalnya tenggat waktu, atau deadline. Ini sudah hal yang wajar ya, tapi bagaimana jika tenggat waktunya sangat kepepet. Menulis novel dalam waktu kurang dari 23 hari? Sudah pernah?
Mendapatkan genre yang paling dibenci?




Teror berupa denda, hingga status-status pertanyaan kapan selesai? Seperti jomlo ditanya kapan nikah? Untung gak sampai pilih jalan pintas semacam bunuh diri, “Ih serem!” Lebih serem lagi kalau pergi ke kondangan mantan.


NEXT ...




Tantangan berikutnya ialah membuat versi remake dari novel penulis yang mengadakan tantangan ini. Semacam meng-cover lagu, agar lebih menarik atau memiliki hal yang baru tanpa mengurangi nilai dan isi dari cerita yang versi lawas.




Keseluruhan itu masuk dalam ajang TAT S4. Ada sedikit tips nih, dari saya yang kebetulan dinobatkan menjadi The Winner sama Ibu Kos. Cie, tidak sia-sia begadang, dan duduk dan tidur bareng Lappy (baca: Laptop), sampai ia harus masuk ruang servis. Mungkin karena sudah tidak mampu menahan beban hidup dan kenyataan yang pahit.




Tips pertama yang saya lakukan saat menghadapi tantangan TAT S4.
Menerima kenyataan, bahwa hidup memang harus dinikmati, ada banyak pelajaran yang bisa kita ambil selama tetap konsisten dalam belajar.




Selanjutnya, mulai cintai proses dan apa yang akan ditulis. Semua yang berasal dari hati, tentu akan menjadi lebih spesial. Dengan cinta, kita akan merasa lupa dan tidak peduli pada kegagalan yang akan dihadapi. Cinta menumbuhkan optimis, dan cinta selalu menemukan jalan keluar dalam sebuah permasalahan.




Saya awalnya merasa kesulitan menulis naskah Teenlit yang menjadi tantangan, karena bacaan terakhir saya sudah mulai masuk pada tipe bacaan yang ‘berat’. Seperti Rafiluss karya Budi Darma.




Maka hal pertama yang saya lakukan adalah membaca, mulai mengamati keadaan zaman putih abu-abu yang dulu itu. Sedikit sulit untuk bisa mengembalikan memori saya yang sudah tereset pada hari ini. Banyak hal-hal buruk yang saya alami semasa di SMA. Itu mengapa saya tidak menyimpan kenangan remaja.




Tak cukup dengan ‘memanggil’ kenangan yang lama saya mulai dengan hal yang lebih mudah yaitu berperan sebagai tokoh dalam cerita, seolah-olah itu saya yang mengalami.




Gimana caranya bisa menyelesaikan 120 lembar dalam waktu 3 mingguan?
Kita atur misalnya satu hari 10 lembar maka dalam 10 hari sudah selesai, bulan? Tapi pada kenyataannya, seringkali realita tidak sama dengan ekspektasi. Sehari saya hanya mampu satu-dua lembar. Itu sungguh menyedihkan.






Menulis tidak bisa mengandalkan mood, kalau menunggu mood bagus, sama saja menunggu hujan di tengah kemarau. Saya mulai berjuang saat itu, meski nyaris tidak tidur dan tulang ekor terasa akan copot saja. Saya abaikan segala hal yang mengganggu, sebisa mungkin saya tidak mengerjakan multitasking. Karena efeknya sangat berbahaya bagi kesehatan otak.







Ini sudah nyaris pukul 1.00 saya belum bisa tertidur, padahal rutinitas hari ini bisa dibilang sangat padat. Tapi penulis tidak akan mudah menyerah, ia rela berdarah-darah demi bisa menulis walaupun mata suah terkantuk-kantuk.




The power of kepepet selalu menjadi paling ampuh, saya mengerjakan non stop itu saat waktu sudah tersisa hitungan hari.




Maka tantangan TAT DUEL kali ini yang akan saya hadapi, setelah mendapatkan tantangan menulis yang jauh dari genre, kini premis pun ditentunkan dari penerbit.




Bisa dikatakan jauh dari pengalaman menulis saya, ini bukan soal menulis perjalanan hidup. Tapi, menulis memiliki tujuan, manfaat dan dampak. Itu yang harus dipegang teguh oleh penulis.




Saya pun dibuat bingung dengan inti premis, hingga membuyarkan pikiran saya berkenaan dengan pengertian premis itu sendiri. Bersyukur, teman-teman TAT DUEL meski dalam hal berkompetisi kami saling mensupport satu sama lain, melalui semangat dan motivasi.




Meski ada beberapa peserta yang mendapatkan DL lebih cepat, kami pun terus berusaha untuk menyelesaikan naskah dengan baik.




Premis saya ternyata teka-teki yang harus dipecahkan oleh saya sendiri. Ini mah buka premis!
Selamat istirahat, punggung rasanya butuh sandaran—kasur.
Situbondo, 11/4/2018

Wednesday, January 31, 2018

Menulis Membuatmu Gendut

0

Coba deh baca sambil senyum, Menulis Membuatmu Gendut. Loh kok bisa? Entahlah dari mana saya bisa menyimpulkan begini. Sejak dulu impian saya bisa menaikkan berat badan, nyatanya berat badan selalu stabil malah merosot. Empat bulan yang lalu tepat pada acara bazar buku KPMS dan GSM juga beberapa komunitas lainnya diminta berpartisipasi dalam acara pameran agenda rutin tahunan, saya dan teman-teman bisa bertemu, yang biasanya hanya interaksi lewat media sosial.

Tuesday, January 30, 2018

Emosi Bukan Teman Baikmu ~ Baiq Cynthia

0

Seringkali ucapan seseorang yang paling dekat pada kita membuat kubangan luka yang sangat dalam, itu mengapa kita terpancing untuk mengeluarkan emosi. Emosi atau rasa marah selalu membawa dampak yang tidak baik kepada kesehatan, misalnya menimbulkan stress, depresi hingga pada ketidakstabilan antibodi berujung sakit.

Friday, December 29, 2017

Tahun Baru Ala Ambivert (Coret-coret Akhir Tahun)

0

Merayakan Tahun Baru Ala Ambivert.
Dari dulu sama sekali belum tahu rupa dari tahun yang baru. Perayaan tahun baru itu apa? Menyambut tahun yang baru? Nungguin detik-detik jam 00.00? Ngapain? Lihat kembang api? Abis itu dingin-dingin pulang ke rumah? Macet? OMG!

Kalau dihitung beberapa tahun silam kurang lebih yang bekesan tentang malam tahun baru adalah ... bunyi petasan yang menggelegar. Dentumannya mengusik alam bawah sadar, ya begitulah. Ingar-bingar di jalanan, tak jarang ada pesta miras. Kalimat barusan itu sudah sering kita dengar. Begitu yang disodorkan oleh acara televisi di beberapa stasiun. Selalu ada masalah. Tapi, ambivert punya cerita unik tentang Pengalaman Tahun baru di beberapa kota.

Tahun pergantian 2014 menuju 2015 (Denpasar, Bali). 

Rekan kerja sudah menyiapkan jadwal untuk party di Kuta yang notabene kota yang tidak pernah tidur. Tapi, tempat kerja saya yang ownernya Muslim meminta kami menghadiri salah satu agenda rutin tahunan. Rukyah dan muhasabah diri. Bertempat di kediaman Big Boss. Acara dimulai seusai sholat Isya’.

Semua peserta rukyah harus duduk tenang dengan mata terpejam. Mengikuti apa yang dikatakan oleh pembimbing rukyah. Doa-doa khusus digemakan dalam ruangan tersebut. Kami pun mulai khidmat. Baru berjalan beberapa menit, dari ujung sudah terdengar teriakan. Ya! Ada peserta yang kesurupan.

Lantas semua formasi berubah menepi, menjauh dari sosok yang kemasukan jin. Sedikit ngeri, karena yang kami lihat mata nyalang ingin menerkam. Suara yang lebih nyaring dan saya tidak bisa menceritakan kejadian itu.

Intinya setelah rukyah, kami mendapatkan pelajaran. Bahwa jiwa kami pun butuh untuk selalu diberi tameg untuk terhindar dari lubang-lubang masuknya setan. Pukul 10.30 pm WITA kami disuruh langsung pulang ke rumah masing-masing. 
Berhubung jalan yang saya tempuh rawan macet, juga posisi banyaknya pengguna miras. Saya tidak ikut pulang ke rumah, saya memilih pulang dengan mbak V. Dia baik banget, ternyata kami pulang berenam. Saya, mbak V, Mbak I, dan satu lagi teman kami dari beda Showroom, ikut mengantar.

Jalan mulai sepi di area rumah Big Boss, mengingat jauh dari kompleks dan pertokoan. Tapi, kami berusaha untuk tidak gentar. Udara sudah dingin malam itu Rabu malam Kamis. Untung bukan malam Jumat. Lantas Aku, Mbak V dan Mbak I bertamu di rumah mbak I, kebetulan rumah mbak V tidak jauh dari mbak I. Sembari menunggu malam pergantian tahun. Mata sudah mengantuk sejak tadi. Tapi ditahan.

Tibalah saatnya malam itu berakhir, kami segera naik ke lantai dua rumah mbak I, untuk melihat taburan langit yang penuh dengan kembang api. Beragam yang timbul di langit, seketika aku merindukan rumah. Hanya selang beberapa menit, malam itu sudah berakhir.

Jadi, malam tahun baru hanya begitu saja?
Akhirnya kami ngobrol di ruang tengah kediaman mbak I, karena penghuni rumah sudah terlelap semua. Makanya mirip maling bisik-bisik. Mata kami sudah lima watt, ditambah keesokan hari, kami tetap masuk kerja. Akhirnya disudahi acara kami, aku dan mbak V pulang ke rumah mbak V. Kami pun melanjutkan acara menonton TV. Hihihi, bisa dibilang master begadang. Tapi, tak sampai pukul 2 dini hari sudah usai acara kita. Esoknya malah tepar.

Jadi kesimpulannya? Malam tahun baru membuat mata makin hitam. Efek begadang. Tubuh kurang fit karena dipaksa untuk terjaga.
Beda lagi pergantian tahun 2015 menuju 2016 (Malang, Jawa Timur).

Cepat sekali waktu bergulir, yang sebelumnya masih berstatus karyawan sekarang sudah berstatus mahasiswa. Malam tahun baru, bisa dibilang tugas yang menumpuk. Karena masih sore kami masih mengerjakan tugas di ITC. 
Bayangkan saja, itu hal yang menyebalkan. Walhasil aku pulang ke kontrakan. Bunda angkatku mengizinkan aku tahun baru bersama temanku. Tapi, aku gak suka. Karena kota Malang yang padat akan membuat jalanan macet.

Sedangkan temanku memaksa mengajak. Akhirnya aku ikutin saja, tapi sebelum itu kami mencari makan. Mencari makan. Jam 22.00 WIB mencari makan? Ada? Setelah keliling hampir sampai ke perbatasan Batu. Kami menemukan di salah satu warung. Membeli sate ayam. Bisa dibilang Mahasiswa itu kere, makan saja pas-pasan. Muka udah belepotan.

Usai mengisi perut, kami pun pergi melihat pertandingan basket di kampus, semacam latihan. Tapi, aku sudah merengek kepada temanku untuk pulang lebih awal. Entahlah aku merasa kalut, takut dan macam-macam. Tidak ada malam tahun baru selain ditraktir makan gratis. Tidur nyenyak sampai pagi.

Malam Tahun Baru 2016 menuju 2017 (Situbondo)

Kalau sudah di kota sendiri maka menjadi Rapunzell, di rumah. Eh tapi kebetulan kemarin itu masih sempat sibuk. Ngapain? Akhir tahun menyelesaikan bacaan. Buku Tentang Kamu-Tere liye dalam sehari semalam. Kebetulan bukunya dikasih oleh seseorang yang dermawan. Hihi, kemudian aku menulis resensinya.

Bisa baca resensinya di sini.

Punya waktu sendiri, membaca buku tuntas membaca sampai jam 20.00 WIB lantas langsung ngebut menulis. WAHHHH! Gak menyangka buku setebal 500 halaman bisa selesai dalam sehari. Xixixi. Itu karena selain bukunya memikat, juga isi ceritanya bagus. Bahkan tak jarang malah menangis sendiri. Terharu dengan perjuangannya yang super sabar , menghadapi segala cobaan.

Tetangga sudah ramai dengan acara bakar-bakar jagung dan ikan, aku hanya bisa diam mencium aromanya. Tak sampai pukul sepuluh, sudah memilih tepar. Tidur! Tiada masalah walaupun tak ikut melihat kembang api.

Tahun 2017 menuju 2018

Perkiraan ambivert sepertinya tidak akan jauh-jauh dari yang kemarin. Kalau enggak membaca buku, ya menulis atau mengedit saja. Toh, tidak ada manfaatnya melihat kembang api di tengah malam, berdesak-desakan dan menyebalkan saja kalau momentumnya hanya untuk melihat kembang api.

Sedih juga sih, akhir bulan kan sama aja dengan akhir tahun. Sama-sama tinggal dikit uangnya. Mending di rumah atau tidur, daripada begadang hingga kesehatan terganggu. Apalagi sekarang udah musim sakit, batuk dan macam-macam.

Saran Ambivert buat yang jomlo gak punya teman. Tahun baru tetap happy asal kita kreatif saja menjadikan momen yang baru. Misalnya nih, yang suka banget nonton film. Bisa tuh nonton film bareng keluarga, atau sahabat.

Buat yang suka baca kayak saya, nah- tantang dirinya untuk terus membaca. Selama masih diberikan kesempatan untuk membaca. Pilih buku-buku yang ringan dan pembahasan yang tidak begitu memeras otak, misalnya buku fiksi atau komik.

Bagi yang hobinya melukis atau menggambar, bisa banget memanfaatkan waktu untuk kreatifitas seninya.
Intinya, apa pun profesinya tetap untuk terus berproduktivitas. Demi masa depan lebih cerah. Tahun baru hanya sebuah bergantinya hari. Tidak otomatis dirimu berganti juga. Memanfaatkan resolusi tahun lalu yang belum direalisasikan agar segera tercapai.

Tahun baru ala ambivert itu berposes. ☺😊
Kalau ada yang bingung kenapa sampul postingan gak ada gambar kembang api(?) Kok malah hanya tiga koin dan stiker bekas kegiatan literasi. Karena akhir tahun baru hanya itu yang tersisa. 😂 

Realisasinya masih jauh dari resolusi. 

Terima kasih sudah mampir. :)

Selamat liburan! 😄🙏

Thursday, December 14, 2017

#Tentang Sebuah PESAN

0

Tentang sebuah pesan. Dulu engkau tak akan pernah melewatkan satu pesan yang aku kirim, bahkan enggan untuk menghentikan sebuah pesan. Tapi, kini. Engkau malah melupakan pesan yang kubingkis untukmu. Bahkan terkadang, seolah melupakan ada pesan yang masuk dalam kotak masuk di ponselmu.
Itu tak mengapa, anggap saja itu sebuah perubahan cuaca. Pada saat hujan turun menumbuhkan rumput-rumput di halamanmu. Tapi, kebalikannya. Kemarau menyapa rumput hijau tadi menjadi mengering bahkan tiada sisa.

Siapa yang bisa mengetahui kadar perasaan? Tidak ada yang bisa menebak, bahkan orang terdekatmu tidak akan bisa mengetahui. Hanya Sang Pemilik Hati yang bisa mengetahui isi hati yang terlalu sering kita prioritaskan. DIA juga yang akan mencondongkan perasaan kepada perasaan lainnya.

Terlalu naif jika karena perasaan tak terbalas hingga menutup perasaan yang kita punya. Mengunci perasaan dan menjauhi. Memang sulit jika kita sudah dalam kondisi mengagumi tapi tak ada respon yang baik. Jangan bersedih karena kita bukan menjadi prioritas.

Entahlah ada cara paling mukhtakhir untuk mengurangi rasa kecewa saat pesan kita sudah tidak seperti dulu yang selalu cepat dibalas dan paling cepat dibaca.
Tetap tenang
Hanya dengan menenangkan pikiran, kita bisa berpikir jernih. Mengambil keputusan dan menyikapi dengan perasaan tidak gusar.
Menunggu dengan sabar
Barangkali tidak direspon cepat, karena ada kepentingan yang luar biasa hingga tidak bisa membalas begitu pesan sudah masuk. Biasanya, ada kepentingan yang harus didahulukan dari kita.


 Memberikan kesempatan di lain hari

Barangkali pesan kita sedang tertumpuk di paling bawah, hingga lupa untuk membalas. Itu wajar, mengingat tak hanya menerima pesan darimu. Mungkin dari grup dan pesan-pesan lainnya. Cobalah kembali membalas di kemudian hari, pastikan isi pesan bermanfaat atau urgent.

 Jika ternyata sudah berbulan-bulan tak dibalas

Tak perlu berkecil hati, tetap berpikir positif. Barangkali memang tidak cocok saat berinteraksi denganmu. Kamu yang cerewet, atau dia tak ingin mengusik hidupmu lagi. Dia lebih nyaman tanpa interupsi pesanmu yang kurang begitu penting.
Mencoba menghubungkan koneksi lagi
Sangat perlu, mencoba mencairkan suasa, memberikan kesan baru dan tidak monoton. Atau bertanya hal yang tidak menyinggung perasaannya. Boleh kepo, tapi usahakan tidak mengorek masalah pribadi. Sangat fatal akibatnya.
Berikan regangan
Sama seperti pasir yang terlalu erat digenggam. Ia akan menyelinap di sela-sela jari, melepaskan diri dari belenggu bernama ‘ketat’.
Cuek itu perlu
Untuk memberikan kabar bahwa dia baik-baik saja, maka cuek itu perlu. Membuat dia akan bertanya-tanya. Mengapa sikapnya berubah. Cuek di sini tak hanya tentang balasan yang dibalas begitu lama. Tetapi, lebih sering cuek menambah rasa penasaran dia.
Hindari mengumbar pesan yang pernah dia kirimkan
Jika tidak ada tujuan yang bermanfaat, maka hindari dengan menutup diri. Tidak lebay dan terlalu alay.
Itu beberapa tips pesan yang bisa mewakili perasaan pesan yang hanya di read tapi enggak dibalas. Misteri perasaan, yang terkadang lebih runyam dari roda yang berputar, atau gerakan awan di atas langit yang bernari-nari dengan segala motivasi yang diberikan.

No galau! No Pain!


Baiq Cynthia

13 Desember 2017

Sunday, May 14, 2017

Esensi Kuliah, Apa?

0

Satu foto dan satu capture obrolan singkat malam ini. Tak bisa menampik. Usaha aku 2 tahun ternyata sudah benar-benar pupus. Itu kenapa aku tak bisa menyalahkan siapapun... ini bukan salah orangtua yang gak mampu, bukan salah birokrasi yang ketat bukan salah juga aku punya impian. 

Aku manusia biasa yang kadang salah. Salahkah aku punya harapan tinggi? Bukankah kata pepatah lama bermimpilah setinggi mungkin jika jatuh kau tak akan jauh dari mimpi itu. 

Aku sudah upayakan matang-matang. Bahkan aku sendiri malu dengan kebaikan orang2 selama ini. Kebaikan bunda dan chimut yang pertama kali mengajak ke sana. Dan membantu aku ... tentang kenaikan teman2 kos, kebaikan teman2 kampus, kebaikan kak2 aku yang kenalkan dengan sosok baik di permata jingga, kebaikan dosen2 yang selalu memberi semangat kepadaku, kebaikan semua teman komisariat IMM FISIP, kebaikan semua yang jika harus sebutkan tak bisa ditulis di tempat ini. 

Aku tidak menyesal pernah menjadi bagian dari mereka. Aku sendiri kadang tersenyum kecut menjawab kamu di malang? Kamu cuti? Kamu kuliah. Sekarang aku sudah bosan ditanya macam2. 

Secara fisik aku masih tahan, tapi secara psikologis aku sudah terlalu lelah. Sudah banyak yang membuat aku down. Ingat kata seseorang terhormat itu "kamu gak pantas masuk jurusan itu". Masih terus terngiang. Aku hanya diam membeku. 

Kalau aku diizinkan memilih, aku ingin dilahirkan dari keluarga yang serba ada. Semua keinginan mudah terpenuhi. Lagi-lagi aku ngaca. Siapa aku? Aku? Aku hanya manusia biasa.
Kadang aku heran dengan mereka yang begitu mudahnya menghabiskan waktu dan materi di luar biasanya. Tapi, itu hak mereka. Toh itu hidup mereka. Lagi-lagi aku urung. 

Ini hanya tulisan kecil dari seseorang yang memiliki impian....

Aku harap kalian tetep mempertahankan (memperjuangkan) impian kalian... Jangan mudah dihasut kaum borjuis yang hanya ingin menjajah (lagi) bangsa ini. 

Tetap berjuang dan tersenyum. :) Aku hanya ingin berbagi...Semoga tulisan singkat ini bisa menambah semangat tujuan pertama itu. 

Aku masih semangat .... ini hanya jawaban dari beberapa yang tanya aku kuliah apa enggak...Yang pasti pendidikan itu penting...ya ambil hikmahnya....:)
Komentarnya yang membuat saya hanya diam. 😁

Adikku yang di Jember. 😇



.....


.....


..


....

Semoga ada manfaatnya. Bagi yang berkesempatan kuliah. Tapi, belum maksimal. 😂

Kuliah bukan soal nilai IP tinggi, tapi minim pengalaman. Bukan tentang kuliah rapat-kuliah rapat, namun nilai mengecewakan. 

Kuliah tentang komitmen, membuka wawasan dengan nilai yang optimal. 

....

Sunday, September 25, 2016

Tips Pintar Berprestasi

2

Tips ini memiliki efek samping, membuat kamu menjadi cerdas dan cermat.

Tidak ada rahasia khusus untuk bisa mendapatkan julukan 'bintang kelas' maupun anak berprestasi khusus. Semuanya sama saja. Rata-rata otak pun tidak ada bedanya. Karena neuron-neuron akan semakin bekembang saat menerima informasi baru.