Showing posts with label Review. Show all posts
Showing posts with label Review. Show all posts

Sunday, February 10, 2019

REVIEW FILM: PIHU (India) 2018

0

Review Film PIHU
Jika penasaran Pihu itu apa coba deh intip trailernya dulu. Tapi kalau enggak suka nuansa mencekam lebih baik baca review sedikit mengandung spoiler. PIHU merupakan film india yang membawa kesan baru dalam penceritaan sebuah kisah. Pasalnya yang menjadi aktor utama bukan seperti biasanya. Film ini malah diperankan oleh seseorang yang bisa dibilang masih sangat lugu, lucu dan menggemaskan. Menonton film PIHU kita sendiri yang harus pandai menerjemahkan maksud dari isi filmnya. Pasalnya tidak terjadi adegan dialog antar tokoh. 

Tonton Trailer Film PIHU

Sekelumit kisahnya tentang seorang balita yang baru merayakan ulangtahun ke-2, ia terbangun dari tidurnya harus mengurus dirinya sendiri karena ditinggal tidur oleh Ibunya. Menonton adegan trailer sudah harus menelan ludah dan menggigit bibir. Bagaimana jika yang diadegankan oleh Pihu terjadi pada anak kita karena kurang perhatian dari orangtuanya. Ayahnya dinas di luar kota dan berangkat pagi buta, ia tergesa-gesa hingga lupa mematikan setrikaan. Anak baru bisa bisa berbicara namun belum pandai mengolah pesan saat berbicara.
Pihu berusaha membangunkan ibunya ketika ingin ke toilet, namun tidak ada respon lagi dari ibunya. Beberapa adegan bahaya ketika Pihu menghidupkan microwave, kompor gas dan terjadi ledakan di dapur. Film ini menjadi horor bagi orangtua mana pun yang melihatnya. Gadis kecil, imut, lucu dan aktif harus tinggal sendiri dalam apartemen tinggi di India tanpa pengawasan orang dewasa.

Pihu HD source : https://www.imdb.com

Ketika Pihu mulai lapar namun, ajakan makan untuk ibunya yang terlelap sangat nyenyak akhirnya memutuskan untuk melihat isi kulkas. Pihu tertarik dengan lemari es, ia mengeluarkan semua isi kulkas dan mulai mengurung diri dalam lemari pendingin. Pihu terjebak di dalam kulkas, tidak ada yang mendengar jerit dan tangisan Pihu.
Penggemar Bollywood akan mendapatkan nuansa baru, pasalnya selama film diputar tidak ada scene menyanyi dan menari. Pun durasi singkat hanya sekitar satu jam setengah. Terlebih hanya monolog yang lebih dominan. Penonton menjadi penilai sekaligus menyimpulkan sendiri jalan cerita yang disuguhkan, bersabarlah saat menonton film PIHU. Memacu adrenalin dan selalu penasaran menebak-nebak apa yang terjadi pada adegan berikutnya.
Meskipun sedikit membingungkan di beberapa bagian film tentang tulisan di cermin dengan menggunakan lipstik. Menonton film Pihu seperti melihat video dokumenter, karena anak yang berusia 2 tahun berperan sangat natural seakan ia tidak sedang bermain film. Pembawaan si anak yang lincah dan cerdas, membuat penonton terenyuh kadang gemas.
Film ini sebenarnya sedikit mengkritik orangtua untuk tidak terlalu berlebihan ketika emosi, maupun memutuskan sebuah tindakan harus jangka panjang. Tidak serta merta langsung memilih jalan pintas untuk mencari zona nyaman tersendiri. Pun juga dalam film ini tidak melulu masalah ekonomi yang melilit menjadi faktor utama keluarga tidak sejahtera.  Krisis kepercayaan dan mudah cemburu tanpa sebab juga salah satu pemicu retaknya keharmonisan. Sebisa mungkin menguasai diri ketika berhadapan dengan masalah. Agar anak tidak menjadi korban.
Rating untuk film ini 7.5 dari 10 .
Yuk nonton film PIHU!




Saturday, November 24, 2018

[Review Film] Sui Dhaaga Made India 2018 India

0

Dibalik suksesnya seorang lelaki ada pengorbanan dan perjuangan seorang wanita. Karena tidak ada yang bisa hidup sendiri. Laki-laki dan perempuan seperti pakaian yang saling menutupi kesalahan satu sama lain. Wanita memang mudah menangis untuk hal-hal yang menyakiti hatinya, tetapi ia bisa menjadi sosok yang kuat tanpa bandingan. Lelaki ialah pahlawan super yang rela berjuang untuk kehidupan orang di sekitarnya. Meskipun terkadang melupakan keadaan dirinya.

Thursday, April 5, 2018

Review Secret Superstar Film India (2017)

0

Secret Superstar
Rahasia Sang Bintang

Semua orang memiliki kebebasan untuk bermimpi, mimpi adalah hak khusus perorangan. Bagaimana jika kita bermimpi namun harus dilakukan dengan sembunyi?

Bagi mereka yang memilih menyerah, tentu akan berhenti di satu pilihan saja. Meninggalkannya, mencari passion yang berbeda. Mencari sisi yang lebih mudah untuk dicapai. Tetapi dalam film ini, Zaira Wasim (Insia) sebagai pemeran utama sukses membawakan film penuh penghayatan.



Seorang remaja berusia 15 tahun yang mengejar mimpinya tanpa menyerah, Ibunya selalu mendukung apa keinginan putri sulungnya. Seorang ibu yang rela melakukan apa pun untuk anaknya. Maka tak salah pepatah, kasih sayang anak sepanjang galah, kasih sayang ibu sepanjang masa.



Insia menyukai gitar sejak kecil, ibunya membelikan gitar pun harus diam-diam dari Ayah Insia. Lelaki yang keras dan bertangan besi tidak akan segan berlaku kasar bila tidak mendapatkan pelayanan yang baik dari istrinya—Ibu Insia.

Suatu hari, ibu Insia membelikan laptop dari hasil menjual kalung miliknya, benda berharga satu-satunya yang dimiliki olehnya. Insia luar biasa bahagia, ia yang hobi bernyanyi mulai terinspirasi dari penyanyi yang mengunggah videonya di youtube. Insia pun mencoba hal yang sama, tetapi ia menggunakan burqoh (penutup wajah). Agar tak terlihat identitasnya, lebih-lebih agar ayahnya yang bekerja di Saudi tidak tahu hal itu.

Suatu ketika, video perdananya tembus 11 ribu orang yang melihat, Insia senang tak terkira. Tercapai sudah satu tingkat impiannya, retapi ibu Insia ingin tetap sembunyi. Karena jika ayahnya tahu tentu tak hanya laptop yang dibuang keluarganya juga akan diusir.

Insia memang selalu keras dengan pendiriannya, ia tetap bernyanyi dan mengunggah videonya di Youtube. Bahkan sering menganggu proses belajar mengajar di sekolah. Beberapa guru tak segan memukul tangan Insia karena melamun dalam kelas dan tidak dapat menjawab pertanyaan dari pengajar.

Cheetan teman sekelasnya yang menyukai Insia. Tetapi, Insia bersikap dingin kepada lelaki itu, permintaan pertemanan di facebook tidak ditanggapi.
Ayahnya suatu hari pulang kampung, ia terkejut melihat kebandelan anaknya hingga ulangan tidak pernah mendapatkan nilai yang bagus. Ayahnya geram, hingga menghancurkan senar gitarnya. Insia sedih, hancur, kecewa dan luka, hanya bisa melampiaskan kekesalan pada tembok, pada benda-benda. Tak hanya di rumah di sekolah ia menjadi perempuan pemurung, membuat temannya Cheetan tertarik untuk menghibur. Tetapi, hanya bentakan dan kesal yang makin berapi muncul dari gadis bersuara emas.

Liku-liku perjalanan menjadi superstar tidak semudah membalikkan telapak tangan, media mulai bertanya-tanya siapa sosok superstar tersebut. Saat dunia mencari keberadaan seorang gadis berbakat yang tidak diketahui namanya, pun tidak terlihat wajahnya. Insia merasa dunia begitu sempit, justru terperangkap dalam mimpinya sendiri. Ayahnya yang menghancurkan impian tersebut, termasuk laptop yang selama ini menjadi sarana mengenalkan karya lagu Insia yang berjudul, ‘Siapa aku’ dan ‘Ummiku Tersayang’ menjadi video yang paling viral di media sosial. Bahkan tak hanya politisi maupun artis yang menyukai. Salah satu komponis lagu, Shakti Kumar juga mengejar-ngejar Insia, untuk penawaran rekaman.

Apakah mimpi hanya sebatas impian atau akan menjadi kenyataan? Mari tonton selengkapnya filmnya di sini.

Klik di sini! Secret Superstar HD sub

Alhamdulillah, untuk pertama kali saya juga ikut kolaborasi menerjemahkan film inspiratif ini. Bersama teman-teman BMCI Jatim dipersembahkan juga oleh NitNut Radio.



Terima kasih saya ucapkan kepada, Mas Uziek yang tidak henti-hentinya mengajak untuk berkarya bersama khususnya untuk Bollymania di Indonesia.



Bagi saya, rating untuk film ini 4.8 dari 5. Karena nilai-nilai kehidupan begitu banyak terselipkan dalam Secret Supertar dan penutup yang tak terduga.

Info film

Source wikipedia

Diproduksi oleh : Aamir Khan
Kiran Rao
Ditulis oleh : Advait Chandan

Dibintangi oleh : Zaira Wasim
Meher Vij
Raj Arjun
Aamir Khan

Rilis : 19 Oktober 2017

Durasi : 150 menit

Monday, March 5, 2018

RAEES (2017) [Review Mini-Filosofi] Baiq Cynthia

0

Usai menonton film RAEES yang berdurasi 2 jam 23 menit 43 detik, mata saya banjir bukan karena tokoh utama yang mati. Tetapi ada hal yang lebih dalam daripada itu. Saya coba untuk jabarkan hal-hal yang tersirat dalam sebua film bergenre, action, thriller, romance dan drama. Dengan setting utama Gujarat yang tandus namun masyarakat sudah terbiasa menjual arak.





Si kecil Raees memiliki kecerdasan yang energik dan sangat menyayangi ibunya. Selalu bekerja keras meski apa yang ia lakukan terlihat salah di mata hukum.




Ia pernah pernah dihukum oleh gurunya, lantaran tidak bisa menjawab pertanyaan di kelas. Karena dia mengalami sakit mata, tidak bisa melihat jarak jauh.



Akhirnya dia berobat, kepada dokter. Dan dokter meminta ibunya untuk berobat saja, urusan bayaran belakang saja. Tetapi ibunya menolak, ia ingin membayar lunas saat punya uang. Dan tidak ingin utang atau menyicil. Saking mahalnya biaya membuat kacamata, pernah Raees mencuri frame dari sebuah patung sakral. Ia membuat kode-kode saat bahaya bersama sahabat karibnya, kode yang disebut bhaijan.




Kisah film yang berlatarkan bisnis minuman keras yang sangat kontroversi, selain membuat banyak orang menderita akibat miras. Tentu sangat bertentangan dengan agama. Ada percakapan antara Raees dan ibunya mengenai bisnis yang digelutinya.




“Bisnis tidak ada yang kecil dan tidak ada yang lebih besar dari agama,” kata ibunya kepada Raess kecil. Semenjak kecil, Raees tidak suka disebut bermata empat atau baterai. Maksudnya menggunakan kacamata (karena terahum). Ia tak segan untuk melukai sosok yang membully-nya dengan mata baterai.




Memang benar, apa yang sudah tertanam sejak kecil akan menjadi patokan hingga dewasa. Seperti sebuah tanaman yang sejak kecil dahannya dibiarkan bengkok sampai tua pun akan tetap bengkok. Maka Raees kecil yang sudah bekerja kepada seseorang mafia, pada akhirnya menjadi gangster pembuat minuman keras bermerk luar dan penyelendupan tanpa terendus polisi.




Setting yang ditampilkan pun bernuansa tahun 1980, semua gaya arsitektur bangunan dibuat semirip mungkin dengan keadaan tahun lawas. Bahkan beberapa daerah masih terlihat tandus. Luar biasa, proyek film Raees yang memiliki tiga produser yaitu Ritesh Sidhwani, Gauri Khan dan Farhan Akhtar. Hingga setiap detil film sangat diperhatikan termasuk proses pemotongan hewan saat menjelang Hari Raya, menggunakan pekerja untuk memotong ternak.








Jika membandingkan dengan film laga seperti DON dan RA.One yang pernah dibawakan oleh Shah Rukh Khan. Saya lebih menyukai film ini, mengapa? Karena filosofi kehidupan sangat banyak didapatkan, salah satu yang paling terlihat mengenai bisnis.




Bisnis bisa melenyapkan siapa saja, tak berbeda dengan hukum rimba. Siapa yang kuat dia yang berkuasa. Tapi, kalimat-kalimat yang dikatakan oleh Raees nyaris membuat mulut saya terbungkam.



“Saya memang berbisnis tapi saya tidak pernah menjual agama.”






Film ini juga mengajarkan tentang arti kesetiaan, antara dua sahabat yang saling mempercayai dan mengerti. Karena tanpa membangun kepercayaan dan kejujuran, tidak akan ada sahabat yang sejati. Dalam film ini pengertian sahabat tidak sekadar nonton bareng atau kemana-mana bareng. Tetapi pada hal yang lebih penting yaitu susah-maupun duka selalu bersama.




Filosofi kisah cinta dan sayang kepada keluarga, meskipun Raess sebagai seorang mafia yang selalu gagal ditangkap polisi, ia menunjukkan betapa utama seorang istri. Ia menjaga perasaannya jika ada salah kata yang dilakukan. Tak hanya itu, sosok Raees menjadi lelaki sejati yang juga sangat tepat janji.




Sepeti sebuah percakapan dengan Aasiya yang diperankan oleh Mahira Khan, perempuan berdarah Pakistan.
Ketika Raess jatuh cinta pada pandangan pertama, ia berujar, “Aku tak bisa melupakanmu wajahmu dan membuat bibirku terkunci.”
Aasiya pun menjawab, “Bawalah aku pada duniamu.”




Dan kata-kata Raees benar-benar membuat kaum hawa akan baper. Ia berkata akan dengan izin Tuhan akan membawanya suatu tempat, jika ia sudah selesai aku mempersiapkan.
Ternyata ucapannya itu dibuktikan tak butuh waktu lama, adakah seseorang seperti itu?




Namun, era sekarang sudah mulai langkah dengan hal itu, mereka terlalu lama memberikan harapan hingga pada akhirnya mereka sendiri.Namun, era sekarang sudah mulai langka dengan hal itu, mereka terlalu lama memberikan harapan hingga pada akhirnya mereka sendiri yang menyesal karena ditinggalkan oleh wanitanya. Seperti kisah pacaran 10 tahun yang sempat viral. Sebagai wanita yang diinginkan hanyalah kepastian, bukan hal-hal lainnya.




Sedikit mengorek tentang penghianatan. Tak bisa dipungkiri manusia terkadang hanya tergiur pada uang/emas, tahta, kekuasaan, wanita dan keturunan. Mereka lupa pada sebuah kata khianat. Hampir tidak mustahil seseorang akan berpaling. Saya analogikan dengan gigi dan lidah yang berdekatan. Tidak mustahil gigi bisa menggigit lidah pada suatu saat.






Maka, percaya sewajarnya dan memberikan kepercayaan juga sewajarnya. Hal-hal yang di luar terkadang terlihat berbahaya, lebih berbahaya yang berada di dekatmu. Bukan menyuruh untuk selalu berburuk sangka. Tetapi untuk lebih positif thinking dan waspada.




Hal yang membuat saya menangis di penghujung film saat dua insan memilih berpisah dan mengikuti jalannya. Kita kadang tidak mengerti apa yang mereka pikirkan dan begitu pula apa yang mereka pikirkan tentang kita.






Seperti yang saya jabarkan tadi, ini ulasan film versi terbaru ala Aiq. Untuk yang penasaran dengan fillmnya bisa segera tonton. Kalau boleh bilang untuk film ini SUPERRR!
Tentunya apa yang saya katakan belum tentu benar menurut pandanganmu. Dan kelak kamu akan tahu jawabannya dalam setiap pertanyaan.



Tentu saya hanya kupas sebagian kecil dari film ini. Ada banyak kejutan yang tentunya akan lebih asyik ditonton sendiri.



Selamat menonton.

Sunday, November 12, 2017

[Mini Review] Jingga dalam Elegi-Esti Kinasih

4

Keterpurukan bukan sebuah akhir. Bisa jadi awal yang tidak disangka-sangka. Setiap orang memiliki jalan tersendiri untuk menyematkan perasaan kalut, kekesalan, pencarian jati diri pun perhatian. 
Jingga dalam Elegi, lanjutan dari novel sebelumnya Jingga dan Senja. Benar-benar menguras emosi pembaca. Penulis sangat lihai memainkan karakter kembar identik yang memiliki perbedaan juga ciri khas. Alur yang begitu kuat, ditambah penggambaran latar turut menyuarakan tokoh. 

Ciri khas lainnya, novel ini meski pembawaan santai, tetap fokus dengan isi cerita. Sebagaimana cerita remaja, yang penuh drama, melankolis. Tapi, berbeda dengan gaya-gaya sinetron. 



Konflik yang ditawarkan memikat, tidak membuat pembaca terlalu tegang atau jengah. Sangat rekomen untuk pecinta teenlite, juga karya pop. 

Jangan lupa koleksi ketiganya! Bisa juga baca gratis di aplikasi e-book (Ijakarta).



#SalamLiterasi

Wednesday, June 7, 2017

[BOOK REVIEW] Rembulan di Langit Konstantinopel-El Salman Ayashi Rz

3

Cinta yang hakiki bukanlah cinta yang mudah meraup segalanya sebelum waktunya. Cinta tak pernah salah, hadirnya pun karena fitrah. Kita yang menyalahkan cinta. Mengkambinghitamkan cinta dengan nafsu. Tetapi begitulah cinta. Hadir bagai benang kecil di dada manusia.



Membaca novel karya EL Salman Ayashi Rz, tak lengkap jika tak dibumbui dengan cinta. Gaya bahasanya selalu manja dalam setiap untainya. Beberapa kisahnya hadir dengan konflik yang beragam. Memunculkan tegangan setiap babnya.
Rembulan di Langit Konstantinopel, sebuah novel islami yang dibungkus dengan wadah yang berbeda. Tak melulu tentang kawin-cerai, bukan hanya komitmen sehidup-semati.

Tentang salah satu peradaban islam yang telah pudar. Peradaban yang pernah jaya lebih dari 700 tahun, dibawah perjuangan Sultan Muhammad Al-Fatih. Negara Turki yang pernah menjadi kiblat islam. Kini hanya menjadi buaian dongeng semata. 

Negara yang dulunya berkibar tentang jihad, sudah tak ada jejak lagi. Selain puing-puing bangunan yang megah. Seperti Masjid Biru yang fenomenal. Lokasi yang berdekatan dengan benua lain membuka dunia barunya. Menjadi peradaban islam sekuler yang dominan. 

Dikisahkan sosok pemuda yang mencari Tuhannya, setelah terbuang dibilik kebun oleh mereka yang tak bertanggung jawab. Yusuf Hasan Ali yang telah lama mentuhankan komputer, sebagai pelampiasan atas nasibnya. Terbuang dari keluarganya. Meski tak tahu apa kesalahannya. Tak pernah melihat wajah asli ibu maupun bapaknya. Hidup dalam ketidaksempurnaan, menutup mata hatinya. 

Allah mahaBesar. Kedatangan ke Negeri batas dua benua, membuka sanubarinya. Selain menghindari kejaran interpol. Yusuf mengaku menjauh dari cinta. Cinta yang tak pernah mempertemukan dengan Ibunya. 

Dunia Hacking tak selamanya kelam. Seperti mereka yang hidup tanpa identitas. Tidur menemani kode-kode rumit. Demi membela ketidakadilan. Bagaimana mungkin, kita bisa tidur lelap. Sementara saudara kita merintih. Bayi-bayi tak berdosa menjadi santapan zionis tak punya hati. Sengketa lahan yang berujung terbangnya nyawa-nyawa suci. Geram. Hatinya tercabik-cabik.

Oum@r Mitnick, nama gelap yang membela atas nama jihad. Peperangan besar-besaran hingga mengunci komputer bom nuklir milik Israel. Menjadi buronan 3 negara Sekuler. Tak membuat jiwanya gentar. Atas kerja kerasnya merentas 20 ribu unit komputer. Ya! Peperangan Cyber

Kisahnya sudah pilu, tapi jiwanya tak bisa putus asa. Ingin membebaskan tawanan yang tak bersalah. Meski hidupnya menjadi taruhan. 

Apakah selamanya wanita hanya menjadi bahan pelampiasan lelaki?” (hlm 231)

Sebuah ironi. Bagi mereka yang tidak bisa memuliakan sosok wanita, berarti tak memuliakan seorang ibu. Memilukan sekali, (pernah) besar dalam rahim wanita. Lantas merusak kehormatan wanita. Tak ubahnya pecundang yang penakut. Lari dan melenyapkan diri, bagai ditelan bumi. 

~*~

Blurb
Karena kegemarannya bermain komputer dan mengotak-atik program, Yusuf mulai jatuh dalam dunia cyber crime. Bahkan, ia harus melarikan diri dari kejaran Interpol hingga ke Turki. Tapi, saat berada di negara sekuler itu, Yusuf justru mendapat hidayah. Dia sudah bertaubat dan tidak lagi menggunakan keahliannya untuk perbuatan kriminal. Dia memutar haluan, memanfaatkan kemampuan hacking-nya untuk meretas situs-situs milik pemerintah Israel dan Amerika. Yusuf membentuk sebuah forum hacker muslim untuk membela Palestina yang dia namakan Cyber Jihad for Palestine.

Di negeri dua benua itu pula, Yusuf jatuh cinta pada Syamaa, seorang gadis Turki yang menjadi kasir di Supermarket. Meski Yusuf tahu cintanya tidak bertepuk sebelah tangan, ia urung menyatakan perasaannya. Sebab, dia menyadari dirinya tengah menjadi incaran interpol, Mossad, dan CIA atas aksi hacking-nya. Bagaimana nasib Yusuf selanjutnya? Apakah dia berhasil meloloskan diri dari agen rahasia Israel dan Amerika? Bagaimana kelanjutan kisah cintanya dengan Syamaa? Temukan jawabannya dalam novel ini.”

Diksi yang disajikan kental dengan bahasa yang lugas, mengalir dan membuat penasaran. Buku setebal 266 halaman menyimpan banyak rahasia. Membuat pembaca seolah membuka kotak-kotak dalam labirin. Penggunaan sudut pandang orang ketiga serba tahu, membuat pembaca tidak tersesat dalam cerita. Pembaca tak hanya dihipnotis dengan diksi puitis di bagian awal. Beberapa bab terselip humor. 

Sebuah novel islami, jelas isinya mengandung nuansa Islam. Beberapa kalimat tak jarang terselip dakwah.

Hanya saja, saya merasa beberapa terkesan diulang-ulang. Entah tujuan untuk penekanan. Atau penulis memang mensiasatinya, agar pembaca mengingat pesan penting yang disampaikan. Terlepas dari minim typo.

Tidak terlalu kaku, bahasa santai. Tak terkesan tergesa-gesa membawa masalah. Penuh edukasi dan romantis. 

Satu kutipan favorit saya. 

“Senantiasa berjuanglah di kala sempit maupun lapang.”(hlm 103)

Judul                            : Rembulan di Langit Konstatinopel
Penulis                          : El Salman Ayashi Rz

Editor                           : Ahmad Asrof Fitri

Penerbit                       : Semesta Hikmah

Tahun Terbit                : Pertama, 2017

Jumlah Halaman          : 266 halaman

ISBN                           : 978-602-6210-20-3

Book Reviewer : Baiq Cynthia    

Saturday, March 18, 2017

[SINOPSIS] ONCE UPON A TIME IN MUMBAAI DOBAARA~Films India (2013)

0

Sebuah film yang dibintangi Akhsay Kumar sebagai gangster. Mumbai menjadi area kekuasaannya. Tak ada yang berani melawannya. Satu teman yang berhianat. Satu peluru akan menembus jantung penghianat. 



Misinya hanyalah ingin menguasai mumbai. 12 tahun silam dua bocah yang hidup penuh derita. Tak punya rumah. Apalagi orangtua. Kerjaannya apa saja. Demi bisa bertahan hidup. 

Tidur beralaskan tanah, beratap rel kereta. Setiap beberapa jam suara bising gerbong lokomotif mengusik tidurnya. Tak peduli udara dingin yang menusuk tulang. Tak takut serangan nyamuk atau anjing liar. 

Dua bocah yang bertahan hidup, bertemu dengan seorang gangster. Bagi Sohaib dua bocah adalah ladang kejayaannya. Bisa menjadi kaki tangan yang sangat berguna kelak. Aslam dan sahabatnya pun menerima tawaran lelaki berkacamata hitam. Berkumis tebal. Dengan asap rokok menjadi bayangannya.

Bertahun-tahun di luar Negeri demi keamanan diri dari kejaran Polisi. Tapi, Sohaib tidak bisa diam. Jika, Mumbai akan direbut oleh musuhnya. Mafia besar yang ingin menguasai. Sang musuh pun sangat ingin Sohaib mati ditanganya.

Banyak pertentangan, konflik dan simbah darah demi terwujudnya sebuah misi. Bukan Sohaib namanya jika tidak bisa membuat dunia penuh iblis.

Namun, salah satu anak buah Sohaib tertangkap polisi. Karena perbuatannya membunuh seorang wanita. Bagaikan tanduk merah muncul di atas kepala Sohaib. 

Baginya, kesalahan sekecil apa pun yang merusak citra dirinya. Harus ditumpas. Membuat polisi tahu, adalah kesalahan fatal. Hanya satu pelatuk mampu membuncahkan darah di dada korban. Sekalipun anak buahnya sendiri. 

~*~

Cinta ... terkadang bisa mengantar kita ke Surga. Terkadang pula bisa membawa ke Neraka. Cinta. Pun bisa membuat iblis berdoa. 

Mudah sekali bagi seorang Gangster berganti-ganti wanita. Tetapi, lelaki sejati hanya mempunyai satu Cinta. 

Cinta bagaikan racun bagi Aslam. Lelaki yang sangat setia kepada Sohaib. Bahkan rela nyawanya menjadi taruhannya. Bagi Aslam Sohaib adalah Pahlawan. 

Seorang wanita pendatang dari Khasmir, memiliki raut wajah yang manis. Telah menjahit cinta pada hati Aslam. Aslam rela berpura-pura menjadi tukang jahit. Demi mendapatkan cinta wanita yang membuat mimpinya tak muncul. 

Meski sahabat Aslam, patah hati. Aslam rela lakukan apa pun demi sahabatnya. Sebab cinta dan persahabatan tak tergantikan. 

Musuh Sohaib mengendus kabar, bahwa ada wanita yang membuat Sohaib 'gila'. Sekaligus umpan untuk bisa membunuh Sohaib.

Apakah cinta bisa merubah iblis menjadi malaikat? Apakah setelah menaklukkan Mumbai dan seisinya, bisa menaklukkan cinta? Siapakah cinta Sohaib? Yang bisa membuat iblis berdoa. Bagaimana jika cinta Shohaib dan anak didiknya adalah orang yang sama? 

~*~

Itu petikan film yang luar biasa membuat saya tidak mandi di akhir pekan. 😀 Rasanya film bernuansa action, romantis, dan drama mampu membuat betah duduk 2 jam 16 menit. 

Kalau ditanya rating 4.8 dari 5. Gak akan nyesel bagi pecinta action. 🌟🌟🌟🌟

Hanya saja ada sekelumit yang membuat saya bingung. Ayah Sohaib polisi, kok bisa anaknya jadi perampok? 

Penasaran? Nonton saja. Biar gak dikejar arwah penasaran. 

Satu kutipan film yang aku suka dari film Once Upon a time in Mumbaai Dobaara. 






Keberanian tak butuh kaki untuk melangkah ~ Aslam.

Info detail film ~Source Wikipedia 

Directed by Milan Luthria

Produced by Ekta Kapoor, 





Shobha Kapoor







Written by Rajat Arora

Starring Akshay Kumar, 





Imran Khan, 











Sonakshi Sinha







Music by Songs: 





Pritam; 











Anupam Amod ;











Background 













Score 











Sandeep Shirodkar







Cinematography : Ayananka Bose

Edited by Akiv Ali

Distributed by Balaji Motion Pictures

Release date 





15 August 2013







Running time 





152 minutes







Country India

Language Hindi



[REVIEW] Prem Ratan Dhan Payo~India Films (2015)

0



Prem Dilwale yang dibintangi oleh Salman Khan. Sukses membuat saya tertawa dengan aksi kocaknya. Lucu, humoris dan romantis. Cita-citanya untuk pergi ke Kerajaan Pritampura demi menemui seorang gadis yang diidamkan. Tujuannya hanya ingin bertemu, dan memberikan hadiah. 

Gadis yang ditemui saat bakri sosial bukanlah gadis biasa. Wanita dengan kulit yang halus dan wajah oval adalah tunangan Vijay Sigh. Seorang Pangeran yang bijaksana.

Entah bagaimana usahanya malah terjebak dalam sebuah istana. Wajahnya yang mirip dengan Sang Pangeran. Belum pernah terbetik dalam hati Prem Dilwale. 

~*~

Empat hari sebelum penobatan raja di Pritampur. Di mana dihadiri semua rakyat, dan tamu dari penjuru negeri. Termasuk Putri Maithili. Sang Pangeran mengalami kecelakaan. Tidak tahu dalang dibalik kejadian yang menyebabkan luka dalam. 

Penasihat istana sekaligus ajudan. Kalap, mengingat upacara yang sangat sakral. Tidak mungkin ditunda. Tidak bisa dipungkiri. Sebuah kebetulan. Prem Dilwale. Bertemu dengan petugas istana. Kemudian Tn. Dawan meminta bantuanya. Untuk menjadi Pangeran sementara. Menggantikan Vijay Sigh yang kritis. 

Sosok pecinta drama, teater, kini malah harus berakting sedemikian rupa seperti Raja. Di dunia nyata. Bukannya bisa mengikuti aturan istana. Pram Dilwale sukses bikin malu Tn. Dawan. Mengganti acara pidato menjadi ajang sepak bola. 

Konflik panasnya, saat Chandika dan Chanda selaku saudara tiri tidak suka dengan kejayaan Vijay Sigh. 

Lantas bagaimana peran Pram Dilwale? Mampukah dia membuat damai istana. Atau malah menghancurkannya? Siapa dalang dibalik kecelakaan Vijay Sigh? 

Bagaimana perasaan  Pram bertemu dengan Putri Maithili? Apakah setiap impian bisa menjadi nyata? Coba tonton deh. Biar tahu jawabannya. 

Yang aku suka adalah bagian Pram yang sadar diri, bahwa dia bukan siapa-siapa di Istana. Sifat rendah hati yang suka menolong. Kocaknya minta ampun. 

Kutipan yang ngena banget di hati itu ini. 

Lampu yang menyala untukku, dia bukan milikku~Pram Dilwale



Di film ini, saya bisa jalan-jalan Pritampura. Menikmati pesona alam. Megahnya bangunan bersejarah. Makanan yang khas. Juga tradisi yang begitu eksotik. 

Rating dari saya jika 1-5, adalah 🌟🌟🌟🌟 (4,5) Mengapa? Film yang berdurasi 165 menit. Sukses membuat emosi meletup. Komedi, Konflik, Drama, Romantis, Action jadi satu. Banyak petikan hidup yang berharga. So, touching. 


Duh! HAPPY Wacthing! ✨⚡☺
Directed by : Sooraj R. Barjatya

Produced by :Ajit Kumar Barjatya

Kamal Kumar Barjatya

Rajkumar Barjatya

Screenplay by : Sooraj R. Barjatya

Story by : Sooraj R. Barjatya

Based on : The Prisoner of Zenda by Wells Root and Donald Ogden Stewart[1][2]

Starring : 

⚡Salman Khan

⚡Sonam Kapoor

⚡Neil Nitin Mukesh

⚡Anupam Kher

Music by Songs:Himesh Reshammiya

Score: Sanjoy Chowdhury

Himesh Reshammiya

Cinematography :V. Manikandan

source : wikipedia

Saturday, February 4, 2017

101 Hari Menulis dan Menerbitkan Novel Manual bagi (calon) Novelis~ R. Masri Sareb Putra [Mini Review]

9

101 Hari Menulis dan Menerbitkan Novel Manual bagi (calon) Novelis

Salah satu buku pedoman yang wajib dimiliki sesorang penulis pemula. Mengapa saya katakan wajib. Di sini tidak seperti buku cara menulis yang pernah saya baca. Buku ini mengulas sangat detail selama 101 Hari. Sesuai dengan judulnya. 
Tulisannya sangat singkat padat dan jelas. Setiap kata seperti amunisi. Mendobrak rasa yang selama ini opini. Menjadi kenyataan. Menulis tidak sesulit yang dibayangkan.

Menurut penulis setidaknya setiap hari rutin menulis 4 lembar dengan spasi ganda. Hakikat penulis ya menulis. Jika memang ingin bermimpi menjadi penulis, maka menulislah.

We are what we repeatedly do. Excellence, then, is not a an act, but a habit. (Halaman 40)




Buku yang terdiri dari banyak sub-bab namun hanya 2 Bab besar; Bagian 1 (Menyiapkan Novel Perdana) dan Bagian 2 (101 Hari saja)

Sudah banyak kutipan dari penulis tersohor dari abad awal hingga zaman digital yang disematkan dalam buku ini. 

Bahkan saya sempat merasa tersinggung, merasa sadar. Saat Penulis Senior buku ini, mengatakan penulis hanya butuh Ide dan Alat. 

Saya salah satunya yang kesulitan di alat. Baginya selama masih ada kertas dan pena, tidak ada alasan untuk tidak menulis. 

A writer who wait for ideal conditions under which to work will die without putting a word to paper. (Hal 53)

Meski buku hanya setebal 218 halaman, banyak manfaat yang bisa diambil selama proses menulis novel. Menulis novel tidak selesai langsung kirim, ada banyak prosesnya. Dijelaskan dengan bahasa yang mudah dipahami dalam novel ini. 

Saya mengutip salah satu ungkapan yang sering didengungkan. Terdapat pada salah satu bab, “The Greatest Novels are Never Finished.”
Sinopsis

Inilah "how to book" yang memandu, siapa saja, untuk berani mulai menulis novel. Hanya butuh 101 hari saja. Ditanggung di hari ke-101, naskah novel Anda siap ditawarkan ke penerbit. Dengan catatan, Anda mengikuti dengan saksama petunjuk dalam buku ini, langkah demi langkah. Jika ada novel yang ingin Anda baca belum ditulis, Anda sendiri yang harus menulis novel itu! Setiap orang, pada galibnya, mempunyai satu kisahan novel yang belum ditulis, yakni kisah hidupnya. Sungguhkah Anda mau menjadi novelis?
Penulis : R. Masri Sareb Putra

Penerbit : Grasindo

Ukuran : 14 x 21 cm

Cover : Soft Cover

ISBN      : 978-602-375-145-7

Majors For The Future ~Mini Review

0

Salah satu buku non-fiksi yang sangat bagus. Tentang jurusan yang sangat mempengaruhi masa depan. Tepatnya di abad 21 mendatang. Beberapa kacamata negatif menyatakan jurusan pertanian maupun perikanan sangat tidak diminati. Dibuktikan dengan survey yang diadakan oleh jurusanku.com. mayoritas di sana tidak berminat di kategori tersebut.Alasan faktual seperti tidak trend. Dan alasan krusial lainnya. Justru peminat manajemen sangat membludak. 

Bagi penulis justru karier yang berhubungan dengan perhotelan, gudang, dan pengolah data akan digantikan oleh automatic mesin. Teknologi yang akan membuat penerbangan manusia semakin relatif mudah dan efisien. Seperti berusahan amazon.com. Kini sudah tidak menggunakan tenaga pekerja. Diganti oleh ratusan robot yang bekerja. 

Bayangkan tiap hari amazon menerima ratusan ribu orderan. Tidak bisa dipungkiri, jika manusia yang mengerjakan akan kesulitan mencari barang dalam waktu yang bersamaan. Di samping itu robot tidak akan mudah lelah. Juga tidak akan mengeluh masalah upah (gaji). Walaupun bekerja secara terus menerus. 
Buku ini juga membahas tentang Pendidikan di Indonesia memerlukan pendidik yang berkualitas. Namun, lagi-lagi ironis. Menurut survey yang dilakukan oleh Jurusanku.com. dari 12 ribuan siswa hanya segelintir yang berminat pada jurusan pendidikan dan keguruan. 



Bagaimana dengan nasib Indonesia kedepannya? Perlahan tapi pasti beberapa perusahaan yang merasa tidak memiliki saingan justru kalah oleh program kreativitas yang dihasilkan oleh perpaduan manusia dan sistem. 

Contohnya: Perusahaan transportasi blue bird dikalahkan oleh sistem ojek online. Kemudian terjadi masalah pemukulan tukang ojek. Di sini ketidak siapan mereka. 

Lantas bagaimana dengan kuda dan kereta yang sudah diambil alih oleh perusahaan lokomotif? 

Menurut pengamatan si penulis bersama rekan tim analisis data. Ada 3 yang tidak akan merosot secara cepat. Yaitu creativity, social intelligence & perception and manipulation.

Kesimpulannya. Apapun jurusan yang dipilih usahakan yang memiliki prospek kerja dalam jangka panjang. Karena tak cukup bekerja dengan passion. 

Dibutuhkan konsisten. Juga syarat kita sudah dirasa paham dengan pekerjaan adalah 10 ribu jam atau sekitar 4 tahun. Berhenti menjadi kutu loncat yang sering gonta-ganti perusahaan. Hanya karena merasa kehilangan passion. Justru di sini letak untuk menguji mental. Dengan latihan dan selalu mencoba. 

Saya mengutip pesan singkat yang sangat bagus, "Semakin terampil, semakin aman dari automasi." (Halaman 153)

Ditulis : 25 Jan 2017

Thursday, February 2, 2017

[Book Review] SINILA Antara Cinta dan Tragedi ~El Salman Ayashi. Rz

0

​Duh gusti kang moho agung 

Pundhutono tresno iki

Kang agawe cideroning jiwo lan rogo

Ya Tuhan

Ambillah cinta ini

Yang membuat sakit jiwa dan raga.

(Halaman 101)
Cinta dan Tragedi. Mengingatkan pada kisah Qais dan Layla maupun kisah fenomenal Romeo dan Juliet. 

Namun, kisah Sinila lebih tragedi dari keduanya. Lebih tepatnya versi Indonesianya. Bagaimana mungkin kedua insan yang saling mencintai harus melewati dera tangis, darah dan cacian. 

Kisah yang unik penuh dengan elegi, hempasan tangis, canda, ujian dan penuh duri tajam. 


Jika cinta hanya secawan racun. Maka, aku pun siap meminumnya. Terasa ada nikmatnya. 

Cinta terkadang membutakan. Buta harta, jiwa dan segalanya. Karena cinta membuat dunia ada.

Tulisan karya bang El sungguh menginspirasi. Penuh dengan situasi baru yang saya belum pernah menjamahnya. Seperti winter. Kopi khas Italia. Juga kisah roman yang membuat sebuah cahaya pusara. 

Terlepas dari typo, secara teknik wajar. Tak ada gading yang tak retak. Tetapi untaian katanya seperti pujangga. Sarat dengan seseorang merindu keabadian. 

Mungkin hanya ini segelintir review tentang novel besutan Elex Media Komputindo.

Novel yang tebalnya kurang lebih 180 lembar, membuatku betah duduk memangku harapan pada Sinila. Rekomended pecinta roman bernuansa Religi. Banyak hikmah yang bisa dipetik dan membuat kita merenung akan tujuan cinta. 

Selamat membaca. 
Salam dari Baiq yang ingin menulis. 😊

Monday, December 26, 2016

​[REVIEW Sepucuk Surat Beku di Jendela]~Aliya Nurlela oleh Baiq Cynthia

0

​[REVIEW Sepucuk Surat Beku di Jendela]



Bersamamu adalah harapan. Kepergianmu adalah kepiluan. Perjumpaan denganmu adalah impian. ~Sepucuk Surat Beku di Jendela. (Aliyah Nurlela) 
Penggalan dari sebuah surat yang menyayat jendela hati. Setangkup rindu yang tertahan, merambah dalam bait doa. 
Kuingin segera menyentuh surat yang mulai membeku. Biarkan mentari yang menariknya mengambil secarik kertas yang bisu.
Apa daya, ketika raga jauh. Kuharap hati ini masih tetap bertaut dalam butiran rindu. Keinginan jiwa yang sewaktu-waktu akan meledak. Mencari pemilik rindu.
~*~
Sepucuk Surat Beku di Jendela, merupakan kumpulan cerpen yang penuh dengan keindahan kata. Indah dengan taburan kisah yang penuh makna. 
Setiap cerpen dibingkis dengan cerita khas, juga beberapa  diantaranya dimuat di media massa. 
Salah satu cerpen yang membuat nadi berhenti sedetik; "Rinai Bertumpu Senja". Sebuah kisah yang sangat menginspirasi.menginspirasidua Dua insan yang memaknai cinta tanpa ragu. Keyakinan cinta yang suci, meski puluhan ribu kilometer jarak yang menguji. Enam puluh dua juta detik waktu tanpa bersua. Membiarkan surat membeku.
Setiap cerpen hadir dengan ragam konflik yang sulit ditebak endingnya. Penulis menyuguhkan cerita kental dengan kehidupan, disisipi corak nilai moral. 
Membacanya seperti menghirup aromaterapi. Melenakan. Seakan-akan hanyut di dalamnya. 

Bunda Aliya Nurlela sangat pandai mengolah emosi pembaca. Merasa geram, penuh misteri, menyentuh palung hati. 
Sejauh mata memandang saya tidak menemukan kesalahan penulisan. Meski berjam-jam mengulang isi surat hingga terlelap dalam mimpi.
~*~
Satu yang sedikit membuat saya merasa kecewa. Rasanya seperti ditikam seribu duri. Saya merasa cerpennya kurang banyak. 
*Kabur*
Itulah sekelumit review dari saya, semoga bermanfaat. Terima kasih saya haturkan kepada Penulis. Selamat atas terpilihnya menjadi Perempuan Inspiratif Nova 2016.
Foto:

Bersama buku hadiah dari Sosok inspirator, dan Penulis produktif. Terima kasih Bunda Aliya Nurlela. ☺ 
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
#buku #bukubagus #FAM #AliyaNurlela #Surat #Kumcer #love #bookholic #booklover #autor #penulis #writer #penulisproduktif #Forum #Aktif #Menulis #Kediri #EastJava #Malang #Situbondo #Kedirihits #Malanghits

Monday, November 7, 2016

[REVIEW LENGKAP]-Corat-Coret di Toilet (EKA KURNIAWAN)

0

Melihat postingan Gramedia Pustaka Utama sedang mengadakan sebuah event menarik bagi pecinta buku maupun literasi. Namun, yang menarik kita tak harus dianjurkan membeli buku terlebih dahulu. Membacanya lebih modern melalui aplikasi membaca buku digital. Perpustakaan yang bisa diakses dari mana saja. Membaca melalui gadget maupun PC. Oh ya, nama aplikasinya iJakarta.

Aplikasi yang berwarna jingga mampu menyediakan berbagai perpustakaan di Jakarta maupun masyarakat umum yang ingin membantu donasi. Saya langsung berbinar melihat banyak buku yang bagus di sana. Meski beberapa harus mengantre. Tak menyurutkan untuk terus membaca di sana. Suka sekali! Hampir tiap hari sejak pertama kali download pada tanggal 28 Oktober 2016. Meski kadang sering ngadat. Semoga ada perbaikan.

Ngomongin tantangan membaca yang diadakan GPU. Saya langsung mencari perpustakaan--epustaka Gramedia Pustaka Utama. Namun, yang ditemukan hanya Reading Challenge Gramedia. Mungkin ini sudah ada cover berwarna putih dengan gambar animasi laki-laki yang memegang corong, berteriak membara.



Ya! Benar sudah itu yang harus dibaca, kepala langsung berpikir Eka Kurniawan. Siapa gerangan. Kenapa saya belum pernah mendengar di timeline media sosial. Sempat terpikir lelaki yang cerdas, bisa membuat judul yang ekstrem seperti itu. Pernah terbayangkan buku ini mengandung humor dan aku sangat suka.
Baru buka halaman pertama buku ini cetakan GPU pada tahun 2014 bulan April. Semakin memburu rasa penasaran ini. Aku kembali mengamati judul bukunya.



Wah! Ini kumpulan cerpen?

1. Peter Pan (2000)
2. Dongeng Sebelum Bercinta (2000)
3. Corat-coret di Toilet (1999)
4. Teman Kencan (1999)
5. Rayuan Dusta untuk Marietje (2000)
6. Hikayat Si Orang Gila (1999)
7. Si Cantik yang Tak Boleh Keluar Malam (2000)
8. Siapa Kirim Aku Bunga? (2000)
9. Tertangkapnya Si Bandit Kecil Pencuri Roti (2000)
10. Kisah dari Seorang Kawan (1999)
11. Dewi Amor (2000)
12. Kandang Babi (2000)

Sedikit menelan ludah, aku meyakinkan. Kenapa judulnya tak terlihat ada segment yang lucu. Ah! Sudahlah aku harus membaca. Ini tantangan walapun genrenya tak begitu saya sukai.
Di bab awal saya bingung dengan cerita Peter Pan. Alhasil tiga kali mengulang baca di bab itu, baru bisa nyambung. Tidak klise namun mancep, tentang seorang aktivis yang mencuri banyak buku dari perpustakaan-perpustakaan seluruh pelosok kota. Suatu saat dijual dan untuk modal mencetak selebaran-selebaran untuk kegiatan subversif.

  • Tentang Peter Pan yang mengorbankan pendidikannya hanya untuk kegiatan itu. Bertahun-tahun ia tak lulus kuliah. Hingga suatu masa dicari oleh diktaktur. Peter menghilang bahkan mayat tak tercium. Aku sedih diendingnya.

  • Bab selanjutnya tentang “Dongeng Sebelum Bercinta”, mungkin dari judulnya terkesan vulgar. Namun, dibalik cerita itu hanya menceritakan sosok Alamanda yang mendongeng tentang Alice's Adventure in Wonderland kepada suaminya. Namun, dongeng itu belum selesai, karena trauma kejadian sebelum menikah dengan si Gembel. Amanat cerita ini, lebih menjaga diri sebelum menikah. Ritual perjodohan dengan sepupunya walaupun tak ada cinta.

  • Saya lebih suka bagian ketiga, “Corat-coret di Toilet. Cerita tentang pengguna toilet yang melakukan hajatnya namun, membuat dinding penuh dengan tulisan tentang revolusi yang gagal, kaum Hedonis, karikatur PKI: Penggemar Komik Indonesia. Cerita ini kocak, lugas dan berbobot. Sama sekali semuanya yang tabu dijelaskan dengan bahasa yang tepat. Dibalik cerita ini ada pesan yang kuat tentang keadaan tahun 1999 silam.

  • “Teman Kencang”, cerita yang ini sedikit menggelitik. Pemuda yang mencari teman kencang untuk malam minggu, namun tak satu pun menemukan gadis yang dimaksud. Hingga terlintas dalam benaknya menghubungi mantannya. Akhirnya menuju tempat mantannya, yang terjadi twist. Perempuan yang pernah menjadi belahan jiwanya, bukan tambah gemuk. Tapi, hamil sudah bersuami! Gagal acara malam minggunya. Hehe.

  • Ada juga tentang “Rayuan Dusta untuk Marietje”. Cerita yang terjadi pada 1869 silam tentang prajurit Belanda yang merindukan kekasihnya. Namun, belum bisa bertemu hingga terusan Suez dibuka. Lelaki yang mengundang Marietje datang ke tanah Hindia Belanda dengan alasan tempat yang menabjubkan. Setelah tiba di negeri Bar-bar. Marietje menagih janji pacarnya itu, untuk menaklukkan negeri Bar-bar. Disitulah munculnya pemuda-pemuda Belanda mengangkat senjata.

  • Cerita selanjutnya membuat hati terenyuh, “Hikayat Si Orang Gila”. Orang gila yang kelaparan menceritakan kekejaman Belanda yang membumi hanguskan Ibu Pertiwi. Merampas seluruh hak penduduk hingga tak tersisa. Sedih dan ending memilukan-mengenaskan. “Tanpa makan berhari-hari dan kemudian demam, si Orang Gila akhirnya mati di situ. Terkapar tak bernyawa. 1999.”

  • “Si Cantik yang tak Boleh Keluar Malam,” cerita seorang gadis berusia 17 th tak bisa kemana-mana. Meski melakukan pemberontakan tetapi ayahnya tak mengizinkan. Sosok orangtua yang ketat, khawatir putri satu-satunya dirampok, diperkosa hingga gila dan tak bisa pulang, salah pergaulan. Suatu ketika si Cantik jatuh cinta dengan pemain teater. Namun, karena tak boleh keluar malam. Si Cantik diam-diam menemui ke pentas walaupun gelap. Sayang, si pangeran lebih memilih lawan mainnya, yang berperan sebagai juliet. Hancur hati si Cantik hingga tak ingin pulang, masa depannya raib. Dirinya menjadi kekasih malam. Ending cerita ini, si Cantik yang dibully oleh temannya semasa sekolah tak kembali pulang. Salah pergaulan hingga hantunya penasaran.

  • “Siapa Kirim Aku Bunga?”Kontrolir Henri yang terjadi di Hindia Belanda akhir abad 20-an. Bunga misterius yang datang menghantui, setiap hari dengan kertas catatan “untuk Henri”, bahkan saat tak di tempat kerja. Bunga itu masih terus datang. Cerita ini menyajikan tentang bunga misterius yang membuat Henri menderita skizofrenia.

  • Cerita yang sempat membuat mata berair itu ini, “Tertangkapnya Si Bandit Kecil Pencuri Roti”. Anak kecil tanpa orangtua sejak kecil yang membuat masalah. Hingga polisi kelimpungan, namun ucapan polisi mampu membuatnya keluar dari tempat sembunyi—hutan kecil pinggir kota. Nasib malang, si bandit harus diborgol hanya karena roti.

  • Kisah dari Seorang Kawan, cerita yang satu ini tentang saudagar kapitalis yang menjual beras. Dimulai dari membeli 8 kios, menimbun beras. Saudagar itu menjual harga lebih murah dari harga normal. Namun, menjual kepada pedagang lebih tinggi dari harga standar. Miris dan ironi yang pernah terjadi pada zaman orde baru.

  • Dewi Amor berkisahkan tentang pemuda yang jatuh cinta kepada Laura, namun ternyata cintanya ditolak. Laura memilih lelaki yang lain daripada pemuda yang tulus. Lelaki pilihan Laura harus lebam di tangan seseorang yang dilukai hatinya.

  • Terakhir, cerita tentang “Kandang Babi” kisah Mahasiswa yang malas, suka minum arak, dan tak memiliki pondokan. Harus tidur di gudang penyimpanan yang disebut kandang babi. Tentang permasalahan sosial, butuh banyak uang namun tak bisa. Hingga temannya yang sudah menjadi dosen meminjamkan uang. Ternyata habis untuk membayar hutang, berpesta dan membuka pintu gudang yang pernah ditutup birokrasi. Ya, kembali ke asal mula. Meski pernah tidur di pos satpam. Ah, hatiku lagi-lagi teiris. Gak bisa dibayangkan awal tahun 2000 masih banyak yang demikian.


Secara keseluruhan, aku suka dengan ceritanya. Semuanya twist! Ada yang kocak, menggantung, sedih dan tragis. Banyak penggunaan kata lugas dan satir.
All the best with this story!



Judul buku : Corat-coret di Toilet
Penulis. : Eka Kurniawan
Penerbit. : PT Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit : April, 2014

Diterbitkan pertama kali di tahun 2000 dengan judul yang sama kemudian diterbitkan kembali di tahun 2014 ini.

Itu sekelumit review tentang Corat-coret di Toilet juga asyiknya menggunakan aplikasi iJakarta.