Baiq Cynthia

Penulis muda dengan impian menulis menebar inspirasi,hobi menulis dan fotografi.

 Sinopsis: Film RAESS 2017 India-Baiq Cynthia

Usai menonton film RAEES yang berdurasi 2 jam 23 menit 43 detik, mata saya banjir bukan karena tokoh utama yang mati. Tetapi ada hal yang lebih dalam daripada itu. Saya coba untuk jabarkan hal-hal yang tersirat dalam sebua film bergenre, action, thriller, romance dan drama. Dengan setting utama Gujarat yang tandus namun masyarakat sudah terbiasa menjual arak.

Si kecil Raees memiliki kecerdasan yang energik dan sangat menyayangi ibunya. Selalu bekerja keras meski apa yang ia lakukan terlihat salah di mata hukum. Ia pernah pernah dihukum oleh gurunya, lantaran tidak bisa menjawab pertanyaan di kelas. Karena dia mengalami sakit mata, tidak bisa melihat jarak jauh.

Akhirnya dia berobat, kepada dokter. Dan dokter meminta ibunya untuk berobat saja, urusan bayaran belakang saja. Tetapi ibunya menolak, ia ingin membayar lunas saat punya uang. Dan tidak ingin utang atau menyicil. Saking mahalnya biaya membuat kacamata, pernah Raees mencuri frame dari sebuah patung sakral. Ia membuat kode-kode saat bahaya bersama sahabat karibnya, kode yang disebut bhaijan.

Kisah film yang berlatarkan bisnis minuman keras yang sangat kontroversi, selain membuat banyak orang menderita akibat miras. Tentu sangat bertentangan dengan agama. Ada percakapan antara Raees dan ibunya mengenai bisnis yang digelutinya.

“Bisnis tidak ada yang kecil dan tidak ada yang lebih besar dari agama,” kata ibunya kepada Raess kecil. Semenjak kecil, Raees tidak suka disebut bermata empat atau baterai. Maksudnya menggunakan kacamata (karena terahum). Ia tak segan untuk melukai sosok yang membully-nya dengan mata baterai.


Memang benar, apa yang sudah tertanam sejak kecil akan menjadi patokan hingga dewasa. Seperti sebuah tanaman yang sejak kecil dahannya dibiarkan bengkok sampai tua pun akan tetap bengkok. Maka Raees kecil yang sudah bekerja kepada seseorang mafia, pada akhirnya menjadi gangster pembuat minuman keras bermerk luar dan penyelendupan tanpa terendus polisi.

sumber:
Filmibeat Wallpaper


Setting yang ditampilkan pun bernuansa tahun 1980, semua gaya arsitektur bangunan dibuat semirip mungkin dengan keadaan tahun lawas. Bahkan beberapa daerah masih terlihat tandus. Luar biasa, proyek film Raees yang memiliki tiga produser yaitu Ritesh Sidhwani, Gauri Khan dan Farhan Akhtar. Hingga setiap detil film sangat diperhatikan termasuk proses pemotongan hewan saat menjelang Hari Raya, menggunakan pekerja untuk memotong ternak.

Jika membandingkan dengan film laga seperti DON dan RA.One yang pernah dibawakan oleh Shah Rukh Khan. Saya lebih menyukai film ini, mengapa? Karena filosofi kehidupan sangat banyak didapatkan, salah satu yang paling terlihat mengenai bisnis.

Bisnis bisa melenyapkan siapa saja, tak berbeda dengan hukum rimba. Siapa yang kuat dia yang berkuasa. Tapi, kalimat-kalimat yang dikatakan oleh Raees nyaris membuat mulut saya terbungkam.
“Saya memang berbisnis tapi saya tidak pernah menjual agama.”

Film ini juga mengajarkan tentang arti kesetiaan, antara dua sahabat yang saling mempercayai dan mengerti. Karena tanpa membangun kepercayaan dan kejujuran, tidak akan ada sahabat yang sejati. Dalam film ini pengertian sahabat tidak sekadar nonton bareng atau kemana-mana bareng. Tetapi pada hal yang lebih penting yaitu susah-maupun duka selalu bersama.


Filosofi kisah cinta dan sayang kepada keluarga, meskipun Raess sebagai seorang mafia yang selalu gagal ditangkap polisi, ia menunjukkan betapa utama seorang istri. Ia menjaga perasaannya jika ada salah kata yang dilakukan. Tak hanya itu, sosok Raees menjadi lelaki sejati yang juga sangat tepat janji.

sumber : google

Sepeti sebuah percakapan dengan Aasiya yang diperankan oleh Mahira Khan, perempuan berdarah Pakistan. Ketika Raess jatuh cinta pada pandangan pertama, ia berujar, “Aku tak bisa melupakanmu wajahmu dan membuat bibirku terkunci.”
 Aasiya pun menjawab, “Bawalah aku pada duniamu.”

Dan kata-kata Raees benar-benar membuat kaum hawa akan baper. Ia berkata akan dengan izin Tuhan akan membawanya suatu tempat, jika ia sudah selesai aku mempersiapkan.
Ternyata ucapannya itu dibuktikan tak butuh waktu lama, adakah seseorang seperti itu?

Namun, era sekarang sudah mulai langkah dengan hal itu, mereka terlalu lama memberikan harapan hingga pada akhirnya mereka sendiri.Namun, era sekarang sudah mulai langka dengan hal itu, mereka terlalu lama memberikan harapan hingga pada akhirnya mereka sendiri yang menyesal karena ditinggalkan oleh wanitanya. Seperti kisah pacaran 10 tahun yang sempat viral. Sebagai wanita yang diinginkan hanyalah kepastian, bukan hal-hal lainnya.

Sedikit mengorek tentang penghianatan. Tak bisa dipungkiri manusia terkadang hanya tergiur pada uang/emas, tahta, kekuasaan, wanita dan keturunan. Mereka lupa pada sebuah kata khianat. Hampir tidak mustahil seseorang akan berpaling. Saya analogikan dengan gigi dan lidah yang berdekatan. Tidak mustahil gigi bisa menggigit lidah pada suatu saat.



Maka, percaya sewajarnya dan memberikan kepercayaan juga sewajarnya. Hal-hal yang di luar terkadang terlihat berbahaya, lebih berbahaya yang berada di dekatmu. Bukan menyuruh untuk selalu berburuk sangka. Tetapi untuk lebih positif thinking dan waspada.

Hal yang membuat saya menangis di penghujung film saat dua insan memilih berpisah dan mengikuti jalannya. Kita kadang tidak mengerti apa yang mereka pikirkan dan begitu pula apa yang mereka pikirkan tentang kita.

Seperti yang saya jabarkan tadi, ini ulasan film versi terbaru ala Aiq. Untuk yang penasaran dengan fillmnya bisa segera tonton. Kalau boleh bilang untuk film ini SUPERRR!
Tentunya apa yang saya katakan belum tentu benar menurut pandanganmu. Dan kelak kamu akan tahu jawabannya dalam setiap pertanyaan.

Tentu saya hanya kupas sebagian kecil dari film ini. Ada banyak kejutan yang tentunya akan lebih asyik ditonton sendiri.

Selamat menonton.