Baiq Cynthia

Penulis muda dengan impian menulis menebar inspirasi,hobi menulis dan fotografi.

Saat hatimu terluka, mungkin kamu akan kecewa dan tidak akan menerima hati mana saja. Tapi, sampai kapan menutup hati? Setiap orang pasti pernah ‘terluka’, tetapi orang yang menerima dirinya, ikhlas akan luka yang ia dapatkan, lalu memaafkan, esok jika datang luka semacam ini sudah tidak akan terasa lagi. Karena akan menghindar dari penyebab luka, tetapi jangan menghindar dari orang baru yang akan mengobati lukamu. Mungkin sekarang dipertemukan dengan orang yang salah, agar bisa belajar dari kesalahan dan lebih menghargai hadirnya orang baru.

You never know.

When, someone is start love you. But you was choose other person. 



Gimana sih rasanya? Saat kamu sudah benar-benar berjuang meninggalkan duniamu. Hanya demi seseorang yang kamu cintai. Lantas seseorang yang kamu anggap paling mencintai. Ternyata hanya mengganggap sebagai teman. 

The feeling so guilty. 

Tetapi, jika dilihat dari kacamata berbeda. Rasa itu akan segera lenyap. Tanpa membenci. Tanpa membuat permusuhan. 

Memang bisa? 

Bisa. Buatlah hatimu seluas samudera. Engkau akan mampu menampung segalanya. Lelaki di dunia tidak hanya satu. Apalagi wanita. 1:5 

Tak perlu risau. Tentang jodoh. Pasti ada hikmah yang indah, setiap kejadian yang terpetik. Engkau yang memang benar-benar mencintai karena Allah. Masalah hati tak harus dibayar dengan hati. 

Apalah arti cinta. Jika cinta hanya seperti sejumput jarum yang melekat pada daging. Menyakitkan.

Kata orang, "Cinta terlalu indah". Tidak ada yang lebih membahagiakan selain merasa bahagia. 

Ikhlaskan. Cinta yang pergi bukan karena sebab. Memang dari awal cinta itu hanya lewat. Namun, cinta sejati. Tak akan pernah pergi. Dengan gagah, ia setia menanti.

Memang berbicara itu mudah. Coba bayangkan, cinta itu mirip koin 100 rupiah. Yang jatuh. Lantas kamu mencari. Tak bertemu.

Koin itu mungkin sudah diambil orang. Atau malah terselip di tempat yang justru dekat denganmu.

Cinta seperti koin. Bisa saja hilang diambil orang. Namun, jika Allah sudah menakdirkan cinta untukmu. Kamu akan menemukan cinta itu. Koin 500 atau 1000. 

Diganti dengan yang lebih baik, selama ada upaya untuk memperbaiki diri.

Percayalah. Koin hanya sebuah benda. Pun cinta hanya sebuah sebutan. Tetapi, cinta yang benar-benar ada hanya cinta kepada Allah. 
Masih ingatkah, perjanjian sebelum lahir di dunia? Keterbatasan akal kita yang tidak bisa mengingat. 
Kita diberi pinjaman nyawa untuk melakukan tugas-Nya. 

Perkara Rezeki, Kehidupan, Kematian dan Jodoh Allah yang mengatur. 

Jadi, jika kamu jatuh cinta. Siap-siap patah hati. Jatuh cintalah karena Allah. Titipkan namanya kepada-Nya. 
Pada waktu yang tepat Allah akan berikan.
You never Know. The true love is not first love. Every one will feeling in love. Not only once. 

The true love is the last love that bring you to love just for Allah.

~ Baiq Cynthia

Penulis : Baiq Cynthia
​Setiap orang yang berani jatuh cinta akan merasakan patah hati. Hati yang patah terkadang susah diobati. Namun, aku sudah banyak riset dari teman yang sering patah hati. Mereka biasanya pergi ke karaoke, hang out, makan bareng, nonton film dan ada yang menyendiri. Tapi, setelah selesai bukannya lebih tenang. Biasanya masih murung sampai hari yang tak ditentukan. 

Patah hati? 😭😭😭 Hari ke-enam aku lewati. Rasanya ya begitulah. Namun, usiaku sudah bukan ABG lagi. Jadi, patah hati dengan cara elegan. Aku sedikit share, jika suka bisa diterima atau diterapkan. Kalau gak suka boleh di-skip. Mudah-mudahan bisa membantu. 😊 *Hanya cocok untuk kaum hawa. πŸ˜‚πŸ˜‚

  1. Pertama kali yang aku lakukan. Aku mencubit tangan, merasakan kulit yang sedikit ngilu--ternyata sakit. Ini bukan mimpi! Aku merasakan itu nyata, sakitnya tak seberapa dengan sakit di hati.

  2. Siapkan tisu yang banyak, tumpahi ingus dan airmata. Hati luka terasa plong abis nangis. Percaya deh, setegar-tegarnya manusia pasti akan menangis. Entah menangis bahagia atau malah patah hati. Rata-rata perempuan lebih sering menangis daripada laki-laki.

  3.  Matikan sosmed. Takutnya malah curhat Gak Jelas. Hingga maki-maki orang bikin masalah baru deh! Suasana yang buruk tidak diharuskan membuka sosial media. Apalagi kalau melihat foto mantan yang numpang lewat di beranda. Sakit! *Yang jelas aku nangis sambil ngaca. Busyett jelek amat wajah di cermin. Semoga Jin Iprit kabur.

  4. Kabur ke kamar mandi, mengusir setan dengan guyur air.Emosi yang meluap merupakan jalan masuk setan. Pasti dia bakalan ngomporin terus. Setan itu panas karena api, maka jinakkan dengan air. Bagi muslim bisa berwudhu.* Mau tengah malam pun, aku pasti lakukan. Gak perlu kembang 7 rupa. 🌸🌹🌼 

  5. Jika tak ada bahu untuk bersandar, masih ada sajadah yang siap menjadi tempat bersyujud. Sembari intropeksi diri, kesalahan yang membuat hubungan berakhir. Memang tak ada istilahnya pacaran. Mungkin dipisahkan untuk menjadikan pribadi yang lebih tangguh. Mungkin patah hati karena terlalu banyak berharap dengan si-Dia. Hoby stalking yang ternyata si dia malah gak tahu. Eh, ujung-ujungnya nikah sama orang lain. Doakan saja semoga langgeng. Namun, patah hatiku kali ini karena (rahasia). Dosaku mungkin banyak, jadi ditunda deh acara akad nikahnya. 😿 Berbicara dengan-Nya melalui Al-Quran bisa membuat hati sejuk. Entah rasanya adem kalau dekat sama Pemberi Jodoh. (Mungkin) dia bukan jodoh terbaik. Berpositif thinking.

  6. Istirahat sejenak, membiarkan otot yang menegang melentur. Biarkan memori otak menguapkan tentang dia yang tak bersama kita lagi. Tidur salah satu sarana refleksi pikiran dan jiwa. Aku akan tidur, berharap esok pagi aku lupa kejadian ini. 

  7. Energi untuk nangis, untuk berpikir terkuras. Memang tidak berselera untuk makan. Paksakan! Daripada lambung luka. *Cari makanan di dapur. Entah apa pun aku makan. Asal bukan makan kecoak yang mirip kurma.

  8. Luapkan rasa itu, jangan disimpan bisa menorehkan pada hobi masing-masing. Boleh olahraga, jogging, berenang, menulis, membaca, nonton, piknik, mendaki, traveling, main sama anak kecil atau shopping. *Aku curhat panjang lebar, lebih panjang dari rel kereta api. Tapi aku curhat sama buku diary.

  9. Menjalin hubungan baik dengan semua orang termasuk orang yang membuatmu patah hati. Jika beresiko, lebih baik jaga jarak. Hilangkan sifat benci, lebih baik memaafkan. Ikhlaskan, hati yang menerima akan lebih cepat kembali baik.

  10. Think positive! Setiap manusia sudah diciptakan berpasang-pasangan. Bahkan jodoh kita ditulis sebelum kita lahir. Perbaiki diri dan pengrangai kita. Pasangan yang baik akan hadir suatu saat. Scenario paling indah adalah rencana Allah. Kita bahkan tak tahu rencana satu detik lagi.


 Itu salah satu tutorial mengobati hati yang luka. Bisa diambil beberapa poin. Boleh dipakai semua, boleh didaur ulang. Semoga hati yang patah bisa kembali utuh. πŸ’”πŸ‘‰πŸ’– .... 😊 
Salam Baiq Cynthia
​November Hero


Setiap bulan pasti memiliki nama sebutan tersendiri (khusus) buku catatan harianku. Sudah hari ke-5, aku awali dengan tawa dan duka.Tak perlu tahu duka apa, biarkan saja mengendap di sana. Hampir delapan bulan tak menemuinya lagi.Terlalu pengecut bagiku untuk mengatakan sebuah kenyataan getir. Ah! Puitis. Aku terlalu banyak memikirkan hal yang lewat.

Okay! Sudah lupa, namun kemarin sebuah pesan dari seseorang yang pernah membantu menghadap tuan yang sangat bijaksana. Sosok itu kini sudah memegang peranan penting. Tiga kata pertanyaan yang mengusik pikiran yang telah diendapkan di bawah alam sadar. Kini terbangun (lagi). 
sumber: pixel


"Gimana kabar kuliahmu?"
Aku ingin mengatakan baik kak, tapi aku sedang  off sementara. Tapi, naluriku menampik. Kronologi demi kronologi dipaparkan. Mirip cerpen-klise memang tapi aku lebih suka jujur meski menyakitkan.

Semalam aku membaca biografi Cak Nun. Penyair, pendakwah yang ingin menyatukan dua organisasi besar itu. Beliau juga berhenti di semester 1. Aku tak tahu alasannya. Namun, karyanya melejit seperti taburan bintang di langit.

Aku terinspirasi olehnya, aku harus banyak belajar dan meminta perlindungan-Nya. Meskipun sepotong hati masih memar. Aku ingat ucapan guru Biologi di Madrasah Aliyah. Saat aku gagal tembus di salah satu ajang tahunan yang pernah diselenggarakan di Surabaya. 

"Allah memberikan apa yang kita butuhkan, bukan apa yang kita inginkan," senyumannya mengembang. 
Pelajaran yang diperoleh banyak. Aku mengenal sakit dan aku tersenyum. Bertemu dengan banyak saudara baru dan mereka baik--Aku tak pernah lupa. Aku mendapatkan kesempatan (waktu) bersama Nenek lebih lama. Aku tahu rasanya mencari rupiah itu susah. Aku tahu rasanya sendiri di kota orang. Aku tahu rasanya kehilangan. Aku tahu artinya kebersamaan. Aku tahu artinya betapa berharganya hidup. 

Memang tiket itu sudah lenyap, terbang ke awan. List yang sudah ditata berkesinambungan akhirnya aku coret merah. Bahkan aku sendiri tak mampu membacanya lagi. 

Satu-satunya jalan aku harus bisa bersabar, diam sejenak di dalam kesunyian. Berbicara kepada angin dan hujan hingga tiap bulir bening  jatuh. Aku masih bertahan. Izinkan aku bisu tuk sementara, menyapa ilalang yang terkulai lemas. Aku tak sendiri, aku masih memiliki keluarga (meski di seberang pulau), orang-orang tersayang, teman-teman, sahabat, kawan-kawan virtual yang tak pernah bertemu di alam nyata.

Motivasi kembali ke sana masih ada, karena pendidikan penting untuk mendukung masa depan yang lebih keras oleh orang yang pandai berdialektika. Juga membuka peluang untuk bisa menjelajahi Nusantara dan Dunia.

Hai, Baiq! Itu pikiran yang normatif. Tak segalanya harus seperti itu. Membantu nenek menyeberang jalan kamu sudah berguna, apalagi kamu mampu membuat kesejahteraan kaum tertindas. Banyak buruh yang belum mendapatkan haknya! Gunakan ilmu untuk membumi hanguskan kaum kapitalis, liberalis yang pandai menyusun taktik.

Kecamuk, kontroversi, melebur menjadi satu. Kakiku dipasung oleh rantai beton berduri. Aku hanya menatap nanar dari menara tanpa pintu. Jika aku boleh berandai, "Andaikan aku menjadi lelaki, Aku pasti bisa bebas dari belenggu." 
Belenggu perempuan yang tak boleh keluar rumah. 

*Situbondo, 5 Shafar 1438 H