Baiq Cynthia

Penulis muda dengan impian menulis menebar inspirasi,hobi menulis dan fotografi.

Review Film PIHU
Jika penasaran Pihu itu apa coba deh intip trailernya dulu. Tapi kalau enggak suka nuansa mencekam lebih baik baca review sedikit mengandung spoiler. PIHU merupakan film india yang membawa kesan baru dalam penceritaan sebuah kisah. Pasalnya yang menjadi aktor utama bukan seperti biasanya. Film ini malah diperankan oleh seseorang yang bisa dibilang masih sangat lugu, lucu dan menggemaskan. Menonton film PIHU kita sendiri yang harus pandai menerjemahkan maksud dari isi filmnya. Pasalnya tidak terjadi adegan dialog antar tokoh. 

Tonton Trailer Film PIHU

Sekelumit kisahnya tentang seorang balita yang baru merayakan ulangtahun ke-2, ia terbangun dari tidurnya harus mengurus dirinya sendiri karena ditinggal tidur oleh Ibunya. Menonton adegan trailer sudah harus menelan ludah dan menggigit bibir. Bagaimana jika yang diadegankan oleh Pihu terjadi pada anak kita karena kurang perhatian dari orangtuanya. Ayahnya dinas di luar kota dan berangkat pagi buta, ia tergesa-gesa hingga lupa mematikan setrikaan. Anak baru bisa bisa berbicara namun belum pandai mengolah pesan saat berbicara.
Pihu berusaha membangunkan ibunya ketika ingin ke toilet, namun tidak ada respon lagi dari ibunya. Beberapa adegan bahaya ketika Pihu menghidupkan microwave, kompor gas dan terjadi ledakan di dapur. Film ini menjadi horor bagi orangtua mana pun yang melihatnya. Gadis kecil, imut, lucu dan aktif harus tinggal sendiri dalam apartemen tinggi di India tanpa pengawasan orang dewasa.

Pihu HD source : https://www.imdb.com

Ketika Pihu mulai lapar namun, ajakan makan untuk ibunya yang terlelap sangat nyenyak akhirnya memutuskan untuk melihat isi kulkas. Pihu tertarik dengan lemari es, ia mengeluarkan semua isi kulkas dan mulai mengurung diri dalam lemari pendingin. Pihu terjebak di dalam kulkas, tidak ada yang mendengar jerit dan tangisan Pihu.
Penggemar Bollywood akan mendapatkan nuansa baru, pasalnya selama film diputar tidak ada scene menyanyi dan menari. Pun durasi singkat hanya sekitar satu jam setengah. Terlebih hanya monolog yang lebih dominan. Penonton menjadi penilai sekaligus menyimpulkan sendiri jalan cerita yang disuguhkan, bersabarlah saat menonton film PIHU. Memacu adrenalin dan selalu penasaran menebak-nebak apa yang terjadi pada adegan berikutnya.
Meskipun sedikit membingungkan di beberapa bagian film tentang tulisan di cermin dengan menggunakan lipstik. Menonton film Pihu seperti melihat video dokumenter, karena anak yang berusia 2 tahun berperan sangat natural seakan ia tidak sedang bermain film. Pembawaan si anak yang lincah dan cerdas, membuat penonton terenyuh kadang gemas.
Film ini sebenarnya sedikit mengkritik orangtua untuk tidak terlalu berlebihan ketika emosi, maupun memutuskan sebuah tindakan harus jangka panjang. Tidak serta merta langsung memilih jalan pintas untuk mencari zona nyaman tersendiri. Pun juga dalam film ini tidak melulu masalah ekonomi yang melilit menjadi faktor utama keluarga tidak sejahtera.  Krisis kepercayaan dan mudah cemburu tanpa sebab juga salah satu pemicu retaknya keharmonisan. Sebisa mungkin menguasai diri ketika berhadapan dengan masalah. Agar anak tidak menjadi korban.
Rating untuk film ini 7.5 dari 10 .
Yuk nonton film PIHU!