Baiq Cynthia

Penulis muda dengan impian menulis menebar inspirasi,hobi menulis dan fotografi.

Menulis menjadi pengikat ilmu. Sejarah pun bisa dibuka lagi oleh tulisan. Jejak-jejak perjalanan, peristiwa maupun informasi. Melalui tulisan.

Kali ini saya ingin berbagi info mengenai kursus penulisan. Berkenaan dengan cerita pendek dan content writer. Mengutip kata-kata Tere liye, "menulis adalah berbagi." Bisa berbagi ilmu, pengalaman dan motivasi berkat penulis. Jika gajah mati meninggalkan gading. Maka penulis akan tetap diingat akan karyanya.



Tetapi, apakah menulis hanya sekedar menulis? Tentunya tidak. Penulis yang bijak akan selalu menggali ilmu baru. Entah melalui pengamatan, seminar, workshop, dll.
Penulis novel Tilawah Cinta. EL Salman Ayashi. Rz. Beliau adalah novelis juga content writer. Ingin mengajak para generasi muda untuk bisa menulis produktif. Tak hanya sekedar kursus kilat. Namun, peserta nantinya akan dikarantina selama 33 hari.

Total buku yang sudah diterbitkan sekitar 27 judul. Ada yang memakai nama Pena El Salman Ayashi. Rz, ada Non Fiksi dengan nama Pena Abu Salman. Dan beberapa buku yang ditulis dengan nama samaran. Antara Dua Arah Cinta, Sebuah Mahar Cinta dan Sebuah Jalan Cinta; salah satu buku yang pernah diterbitkan oleh penerbit Quanta, imprint dari Elexmedia komputindo.

Sudah kenal ya, dengan tentornya. Sekarang kita lihat dulu. Program yang akan disuguhkan. Intip di banner dulu, deh!



Apa sih, fasilitas yang didapat dalam kursus ini? Yuk, kita simak bersama.
Fasilitas:

1. Grup Kursus Rahasia. Diberi nama Endonesia. Grup dijadikan tempat bimbingan atau istilahnya ruang kelas. Online.
Pelajaran akan dilakukan seminggu 2 - 3 kali setiap hari Jum'at, Sabtu, dan Minggu.

Jadwal Kursus:

Jum'at: Jam 20.00 WIB -21.00 WIB

Sabtu: Jam 16.00 WIB - 17.35WIB

Minggu: Jam 13.00 WIB: 14.45 WIB

2. Dibuatkan Website

Gratis juga website premium, artinya hosting atau tempat menyimpan file adalah layanan berbayar. Tapi kami berikan gratis selama 1 tahun. Bagi yang ingin memperpanjang cukup membayar 100 ribu saja.

Untuk domain, saya berikan gratis selamanya. Karena memakai subdomain dari website utama, yaitu: endonesia.id

3. Modul. Modul akan diberikan secara bertahap setiap minggunya. Sebagai panduan praktis belajar.

4. Grup Alumni. Agar terus terhubung dan saling share info serta ilmu. Memudahkan menjalin informasi setelah kursus pun sharing seputar literasi.

Apakah belajar hanya setiap Jumat, Sabtu, Minggu?
Jawabannya tidak. Selama 33 hari kita akan dikarantina. Setiap hari akan diberi tugas sebagai bentuk bimbingan. Menulis bukan sekedar butuh. Tetapi butuh menulis setiap waktu. Untuk menghasilkan karya yang baik.
Tertarik? Program ini baru dirintis tahun ini. Maka kesempatan mendapatkan diskon semakin besar. Harga kursus selama 33 hari berkisar Rp 850.000,-

Eits, kenapa di banner hanya tertulis lima ratus lima puluh ribu rupiah? Ya! Sudah mendapatkan potongan harga. Hemat uang 300K.

Untuk pendaftaran bisa bayar 250K, sisa tanggungan bisa dicicil saat program berlangsung.

Wow! Sudah dapat ilmu, belajar 33 hari. Gratis website, juga bisa mengembangkan skill menulis di grup alumni. Termasuk ketika akan menerbitkan buku, akan diberi tips-tips hanya di grup alumni Endonesia.

Kuota terbatas. Kami ingin memberikan perhatian besar kepada peserta kursus. Maksimal 10 kursi. Agar lebih intensif proses karantina.

Kapan program dimulai? Pertengahan September. Tepatnya 10-15 September 2017.

"Tak ada kata mahal dalam mencari ilmu," kata Ariny NH. CEO Arsha Teen dan novelis.

Untuk info pendaftaran.

Hubungi Arya Wibisana

WA: 0852-2650-2521

SMS : 0856-4763-3224

Phone : 0286-325244
Cinta yang hakiki bukanlah cinta yang mudah meraup segalanya sebelum waktunya. Cinta tak pernah salah, hadirnya pun karena fitrah. Kita yang menyalahkan cinta. Mengkambinghitamkan cinta dengan nafsu. Tetapi begitulah cinta. Hadir bagai benang kecil di dada manusia.



Membaca novel karya EL Salman Ayashi Rz, tak lengkap jika tak dibumbui dengan cinta. Gaya bahasanya selalu manja dalam setiap untainya. Beberapa kisahnya hadir dengan konflik yang beragam. Memunculkan tegangan setiap babnya.
Rembulan di Langit Konstantinopel, sebuah novel islami yang dibungkus dengan wadah yang berbeda. Tak melulu tentang kawin-cerai, bukan hanya komitmen sehidup-semati.

Tentang salah satu peradaban islam yang telah pudar. Peradaban yang pernah jaya lebih dari 700 tahun, dibawah perjuangan Sultan Muhammad Al-Fatih. Negara Turki yang pernah menjadi kiblat islam. Kini hanya menjadi buaian dongeng semata. 

Negara yang dulunya berkibar tentang jihad, sudah tak ada jejak lagi. Selain puing-puing bangunan yang megah. Seperti Masjid Biru yang fenomenal. Lokasi yang berdekatan dengan benua lain membuka dunia barunya. Menjadi peradaban islam sekuler yang dominan. 

Dikisahkan sosok pemuda yang mencari Tuhannya, setelah terbuang dibilik kebun oleh mereka yang tak bertanggung jawab. Yusuf Hasan Ali yang telah lama mentuhankan komputer, sebagai pelampiasan atas nasibnya. Terbuang dari keluarganya. Meski tak tahu apa kesalahannya. Tak pernah melihat wajah asli ibu maupun bapaknya. Hidup dalam ketidaksempurnaan, menutup mata hatinya. 

Allah mahaBesar. Kedatangan ke Negeri batas dua benua, membuka sanubarinya. Selain menghindari kejaran interpol. Yusuf mengaku menjauh dari cinta. Cinta yang tak pernah mempertemukan dengan Ibunya. 

Dunia Hacking tak selamanya kelam. Seperti mereka yang hidup tanpa identitas. Tidur menemani kode-kode rumit. Demi membela ketidakadilan. Bagaimana mungkin, kita bisa tidur lelap. Sementara saudara kita merintih. Bayi-bayi tak berdosa menjadi santapan zionis tak punya hati. Sengketa lahan yang berujung terbangnya nyawa-nyawa suci. Geram. Hatinya tercabik-cabik.

Oum@r Mitnick, nama gelap yang membela atas nama jihad. Peperangan besar-besaran hingga mengunci komputer bom nuklir milik Israel. Menjadi buronan 3 negara Sekuler. Tak membuat jiwanya gentar. Atas kerja kerasnya merentas 20 ribu unit komputer. Ya! Peperangan Cyber

Kisahnya sudah pilu, tapi jiwanya tak bisa putus asa. Ingin membebaskan tawanan yang tak bersalah. Meski hidupnya menjadi taruhan. 

Apakah selamanya wanita hanya menjadi bahan pelampiasan lelaki?” (hlm 231)

Sebuah ironi. Bagi mereka yang tidak bisa memuliakan sosok wanita, berarti tak memuliakan seorang ibu. Memilukan sekali, (pernah) besar dalam rahim wanita. Lantas merusak kehormatan wanita. Tak ubahnya pecundang yang penakut. Lari dan melenyapkan diri, bagai ditelan bumi. 

~*~

Blurb
Karena kegemarannya bermain komputer dan mengotak-atik program, Yusuf mulai jatuh dalam dunia cyber crime. Bahkan, ia harus melarikan diri dari kejaran Interpol hingga ke Turki. Tapi, saat berada di negara sekuler itu, Yusuf justru mendapat hidayah. Dia sudah bertaubat dan tidak lagi menggunakan keahliannya untuk perbuatan kriminal. Dia memutar haluan, memanfaatkan kemampuan hacking-nya untuk meretas situs-situs milik pemerintah Israel dan Amerika. Yusuf membentuk sebuah forum hacker muslim untuk membela Palestina yang dia namakan Cyber Jihad for Palestine.

Di negeri dua benua itu pula, Yusuf jatuh cinta pada Syamaa, seorang gadis Turki yang menjadi kasir di Supermarket. Meski Yusuf tahu cintanya tidak bertepuk sebelah tangan, ia urung menyatakan perasaannya. Sebab, dia menyadari dirinya tengah menjadi incaran interpol, Mossad, dan CIA atas aksi hacking-nya. Bagaimana nasib Yusuf selanjutnya? Apakah dia berhasil meloloskan diri dari agen rahasia Israel dan Amerika? Bagaimana kelanjutan kisah cintanya dengan Syamaa? Temukan jawabannya dalam novel ini.”

Diksi yang disajikan kental dengan bahasa yang lugas, mengalir dan membuat penasaran. Buku setebal 266 halaman menyimpan banyak rahasia. Membuat pembaca seolah membuka kotak-kotak dalam labirin. Penggunaan sudut pandang orang ketiga serba tahu, membuat pembaca tidak tersesat dalam cerita. Pembaca tak hanya dihipnotis dengan diksi puitis di bagian awal. Beberapa bab terselip humor. 

Sebuah novel islami, jelas isinya mengandung nuansa Islam. Beberapa kalimat tak jarang terselip dakwah.

Hanya saja, saya merasa beberapa terkesan diulang-ulang. Entah tujuan untuk penekanan. Atau penulis memang mensiasatinya, agar pembaca mengingat pesan penting yang disampaikan. Terlepas dari minim typo.

Tidak terlalu kaku, bahasa santai. Tak terkesan tergesa-gesa membawa masalah. Penuh edukasi dan romantis. 

Satu kutipan favorit saya. 

“Senantiasa berjuanglah di kala sempit maupun lapang.”(hlm 103)

Judul                            : Rembulan di Langit Konstatinopel
Penulis                          : El Salman Ayashi Rz

Editor                           : Ahmad Asrof Fitri

Penerbit                       : Semesta Hikmah

Tahun Terbit                : Pertama, 2017

Jumlah Halaman          : 266 halaman

ISBN                           : 978-602-6210-20-3

Book Reviewer : Baiq Cynthia