Baiq Cynthia

Penulis muda dengan impian menulis menebar inspirasi,hobi menulis dan fotografi.


Tidak mengapa menunggu lebih lama lagi, asalkan engkau tetap memelihara hati dalam kebaikan. Karena yang baik datang tidak tergesa-gesa, ia datang dengan persiapan yang sangat matang. Teruslah memperbaiki diri, memantaskan diri untuk pilihan yang terbaik, versi-Nya. Jangan menodai dengan setitik ketidaksabaran.



Sebelum cahaya padam, aku sematkan rasa rindu yang tak pernah terucapkan. Kepada arak laut yang tak henti bersorak. Diam-diam hatiku menyimpan namanya. 


Setiap aku menatapnya, tanpa kurasa akan balasan tatapan itu. Sorot matanya yang teduh menenangkan. Gelak tawa yang terus mengajak bibirku tersenyum. 
Aku tahu perbedaan ini menyakitkan. Dia yang menyangga permata, aku hanya mampu menantap pada kaca. 

Kulihat dia berdiri terbalik dalam bayangan air bening. Matanya biru, menyimpan ketenangan. Kesabaran, keteduhan, kasih sayang.
Sayapnya mungkin sudah memeluk dia. Dia yang begitu spesial baginya. Aku hanya bisa diam menekur. Menahan laju bening yang mulai mengembang di sudut mata. 
Aku cemburu pada sepasang camar yang saling mengejar di tabir biru. Langit memerah. Membiarkan aku merangkul rindu. Rindu itu tak pernah meminta balasan. Meski embun jatuh tak pernah membenci daun.
Aku tahu aku bukan seperti yang dia impikan. Pada kenyataannya, usapan angin menyadarkanku. Bahwa ikan tak akan bisa hidup di darat. 
Senja benar-benar menutup sempurna. Membiarkan rembulan terlelap dalam hening.
Surabaya, 22 September 2017

 Perempuan Senja
Aku bersyukur melihat dunia. Melalui perjalanan, bertemu banyak orang. Mendengar kisah mereka, melihat banyak peristiwa.
Membaca kisah pilu mereka, menerawang masa lalu mereka. Seakan aku tempat curhat paling nyaman. 
Tetapi, memori mengingatku mudah lupa. Aku tidak tahu sebutannya. Bukan amnesia. Karena saat engkau memberi kata kunci, dengan mudah ingatan itu kembali.
Aku membuka galeri, berisi gambar. Bahkan aku sendiri sudah melupakan. Aku membuka catatan yang berderet di tembok. Aku bahkan tidak ingat, kapan menulisnya. 
Siapa orang itu. Aku sudah lupa. Tapi, potongan peristiwa, demi kejadian serasa menyatu. 
Aku mungkin saja lupa nama kalian, tapi aku ingat wajahnya. Tegur aku, bila aku tak bisa memanggilmu. Barangkali kita bertemu di lain kesempatan. Namun, aku lupa. 
Aku bersyukur, bisa lupa. Kejadian menyakitkan, peristiwa memilukan, memori pahit, setidaknya tidak seperti mimpi buruk. 
Aku melihat seekor anjing yang bisa patuh kepada majikan. Hanya dengan remote chip. Aku tidak tahu siapa yang memberikan remote itu. Tahu, tahu aku memberikan lagi kepadanya.
Aku hanya bermimpi. Mungkin, aku rindu kepada semua binatang di Secret Zoo. 😢 



Tentang Kamu ...

Aku tidak tahu, dan tidak ingin tahu. Alasan engkau pergi. 

Bagiku, suatu kehormatan bisa mengenal denganmu. 

Seperti guruku.

Aku pernah marah, karena engkau memilih pergi.

Tetapi, kini aku mengerti. Kepergianmu, menjadi ketentuan-Nya.
Aku yang terlalu banyak membuat dunia sendiri. Aku hanya ingin berterima kasih.
Engkau mengajarkan rasa sakit, juga penawar. 

Aku tahu, sekuat apa pun aku menarik lenganmu. Engkau juga akan kembali kepada duniamu.
Biarlah, buku itu menjadi saksi bisu. Bahwa, aku pernah membacanya dalam satu hari. Sebelum pergantian almanak.
Kini, aku kesulitan. Membaca buku lainnya. 😢
Bisakah, engkau menyingkir sejenak dalam memoriku. 
Untuk bulan ke-5 yang akan berakhir. Izinkan aku kembali membuka tumpukan buku yang masih belum dibaca. Aku rindu dengan jiwa yang haus dengan ilmu. Aku rindu dia. Bukan kamu lagi. Karena buku tentang kamu sudah ditulis Tere Liye. 
Aku hanya ingin menulis tentang dia. Wanita yang tak pernah melihat bintang. Dia yang pergi dariku.
Aku tahu, lewat Kalam-Nya. Hanya aku yang bisa merubah kondisi dia, sebelum dia semakin pergi dari dunianya. 

Membaca, sebelum mereka membakar bukumu.
Catatan Imut, Perjalanan Gadis Gendut. 



​Akhirnya tamat juga membaca buku yang tebalnya tidak begitu tebal. Eh, maksud saya buku ini memuat banyak kisah. Saking banyaknya saya tidak hafal berapa bab saya habiskan untuk tertawa, tersenyum, terkekeh, terharu, salut. Semuanya. 

“Go Internasional.” Sebuah buku yang langsung saya dapatkan dari penulis kece yang baik hati. Sebuah kenang-kenangan pernah berjumpa. Pertemuan yang tak di sangka. 

Sebelumnya, tak pernah terbetik dalam hati menentukan hari bertemu dengan Mbak Hayyu. Mengingat saya tinggal di Situbondo. Tidak di Malang lagi. Yang udah janjian malah gak bisa hadir. Itulah hidup. Seperti kisah-kisah ciamik yang sarat makna. 

Buku berbalut cover pink yang bersimbol melankolis-feminim di terbitkan oleh Stiletto. Saya suka sekali dengan layoutnya. Simple elegan gitu. 

Kita bisa saja pergi ke Luar Negeri. Tak harus karena prestasi. Tetapi karena mimpi yang kuat. Begitu yang bisa dapat dari kisah ini. Penulis imut ini mengajak saya travelling keliling Indonesia. Malang, Yogyakarta, Bali, Bandung, Ibu kota Indonesia, Singapura, Taiwan, dan Hong Kong. 

Gaya penulisan asyik, dijamin ngakak terus. Cerita yang tragis dirubah menjadi comedi. Hebat banget dan Penulis yang doyan banget berburu kuliner. 

Ada satu kutipan yang benar-benar terkadang membuat nadi berhenti berdetak 0,01 detik. 

Beranilah bermimpi, entah mimpi kecil atau mimpi besar. Yakinlah Tuhan akan mendengarkan mimpi-mimpi kita. Di waktu tepat yang tak terduga Dia akan mengabulkan segalanya dengan cara yang tak terduga pula dan membuatmu menjadi manusia hebat. Halaman 91.

Sebuah catatan perjalanan meraih mimpi. Meski mimpi terbesar ternyata ada di sekitar. Mimpi tak harus tentang glamor. Bagi penulis mimpi adalah bagaimana orang bisa percaya kepada kita. Kita bisa memberikan uluran kepada orang lain. 

Tak ada gading yang tak retak. Terlepas dari kesalahan tulisan. Maupun tanda baca. Saya merasa terlalu banyak brand yang dipaparkan. Namun, dibalik demikian saya yakin penulis hanya ingin give and share. 

Melepas buku ini hanya ingin memeluknya. Percayalah, kamu akan merindukan buku ini. Saat ada tugas yang lebih penting. Wajib bagi kamu yang ingin pergi meninggalkan Nusantara. Membaca catatan Go Internasional. 



*)Terima kasih saya haturkan kepada penulis yang berbaik hati memberikan pengalaman besar lewat buku ini. Ditunggu buku selanjutnya. Semoga bisa bertemu dengan impian terakhir yang belum mengajaknya ‘terbang’.

Situbondo, 19 Maret 2017

Baiq Cynthia
Alhamdulillah, Puji syukur Allah. Saya bisa menuntaskan membaca buku karangan Doktor Sa'id bin 'Ali bin Wahf Al-Qahthani yang diterjemahkan oleh Abu Sabiq 'Aly. 


Buku yang berjudul asli, " Afatul Lisan Fi Dhau'il Kitab Was Sunnah". Benar-benar menjadi penyejuk kalbu. Sebagai pengingat, betapa banyak tergelincir dalam ucapan. Padahal ucapan akan selalu dalam pengawasan Malaikat, dipertanggungjawabkan kelak. 

Buku ini menjelaskan tentang bahaya Ghibah, membicarakan keburukan orang lain. Namimah, mengadu domba. Berkata dusta, Mencela, serta perkataan ringan yang ternyata bisa menyulut api neraka. Naudzubillah.

Tidak akan masuk surga orang yang suka mengadu domba. (Hadis Al Bukhari & Muslim)- halaman 66.

Buku yang tipis ini penuh dengan sumber yang konkrit dan terpercaya. Di mana setiap sub bab judul akan selalu berpedoman pada Al-Quran dan Hadits Shahih. 

Meskipun minim penjelasan, tidak ada contoh. Namun, uraian singkatnya mudah dipahami. Termasuk hal-hal yang berhubungan. Maupun penyebab munculnya sifat buruk tersebut. 

Pembahasan pengobatan sifat marah misalnya, pada halaman 142 menjelaskan cara dan alternatifnya. Caranya menjaga untuk tidak mencari akar marah. Menghindari sombong, bangga terhadap diri sendiri, merasa tinggi, menyesatkan orang, semangat yang tercela, dan gurauan yang tidak sesuai, bercanda atau yang semisalnya.

Alternatifnya, meminta pertolongan Allah, memperbanyak isti'adzah. Kemudian berwuduh. Yang ketiga mengubah keadaan ketika dia marah, dengan cara duduk, berbaring, keluar, menahan diri bicara ataukah yang lainnya. Yang terakhir mengingat dalil ini. 

"Barang siapa yang menahan marah dan dia mampu menuruti keinginannya, maka Allah SWT akan mendo'akan baginya di hadapan pembesar para malaikat pada hari kiamat sampai dipilihkan baginya bidadari yang dia inginkan." (Abu Dawud, At-Tirmidzi,dan Ibnu Majah)

Meskipun terdapat beberapa redaksi yang kurang dipahami, saya membaca sampai tamat. Buku ini tidak hanya membahas tentang ucapan. Namun, kejadian yang kini sudah merebak. Yang harusnya tabu menjadi fenomenal. Salah satu tanda-tanda akhir zaman. 

Wallahu'alam. 

Semoga review mini ini membuat rekomendasi baru koleksi bacaan. 

#Reviewer

Baiq Cynthia
Seorang muslim tidak terlepas dalam kesehariannya untuk berucap. Begitu banyak ucapan yang mendatangkan ridha Allah, dan sebaliknya begitu banyak pula ucapan yang bisa mendatangkan murka Allah Seorang tidak bisa selamat dalam ucapannya, kecuali dia telah memiliki ilmu tentang masalah ini.

Buku ini adalah karya DR. Said bin Wahf Al-Qahthani yang berjudul "Afatul Lisan Fi Dhau'il Kitab Was Sunnah", yang membahas ucapan-ucapan yang wajib untuk tidak dikeluarkan oleh seorang muslim dengan lisannya. Semua itu berdasarkan dalil dari Al-Qur'an dan Sunnah yang shahih. Dengan tujuan agar kaum muslimin memberikan perhatian terhadap perkara lisan, boleh jadi mereka belum mengetahui hukum dari ucapan-ucapan yang mereka keluarkan. Ternyata di antara ucapan-ucapan ringan yang sering diucapkan tersebut tingkatannya bukan hanya sebatas dosa biasa, tetapi itu merupakan dosa besar yang sangat dimurkai Allah. Walaupun apa yang dibawakan oleh penulis tidak semuanya masuk dalam kategori dosa besar, tetapi sebagian besar apa yang beliau sebutkan itu merupakan dosa besar. 
Judul: Ucapan-Ucapan Ringan Yang Termasuk Dosa Besar Dalam Tinjuan Al Quran dan Sunnah

Penerbit: DR. Said bin Ali bin Wahf al Qahthani

Isi: 220 halaman

Berat: 200 gram
Daftar isi:

Bab Pertama: 

GHIBAH DAN NAMIMAH

Pasal yang pertama: Ghibah (Mencakup 9 Pembahasan)

1. Pengertian Ghibah

2. Perbedaan Antara Ghibah dan Namimah

3. Hukum Ghibah

4. Ancaman Untuk Terjatuh dalam Ghibah

5. Apa yang Seharusnya Dilakukan Apabila Seorang Muslim Mendengarkan Saudaranya Dighibahi

6. Sebab-sebab yang Akan Mendorong Perbuatan Ghibah

7. Pengobatan Ghibah

8. Jalan Untuk Bertaubat dari Perbuatan Ghibah 

9. Apa Saja yang Diperbolehkan dari Ghibah 

Pasal yang kedua: Namimah (Mencakup 8 pembahasan)

1. Pengertian Namimah 

2. Hukum Namimah

3. Ancaman Untuk Terjatuh dalam Perbuatan Namimah 

4. Apa yang Hendaknya Dilakukan Bagi Siapa yang Dibawa Kepadanya Namimah 

5. Berwajah Dua 

6. Perkara yang Mendorong Untuk Terjatuh dalam Perbuatan Namimah 

7. Pengobatan Namimah 

8. Perkara yang Diperbolehkan dari Namimah 

BERBICARA ATAS ALLAH TANPA ILMU

Pasal yang pertama: Dusta Atas Allah dan Rasul-Nya (Mencakup 3 Pembahasan)

1. Pengertian Dusta 

2. Ancaman dari Dusta Atas Rasulullah 

3. Perbedaan Ancaman Terhadap Seorang yang Berdusta Atas Rasulullah dan Seorang yang Berdusta Atas Selain Beliau Serta Hukum Dusta Atas Beliau 

Pasal yang kedua: Dusta Secara Umum (Mencakup 4 Pembahasan)

1. Hukum Berdusta 

2. Ancaman Untuk Terjatuh dalam Dusta Secara Umum 

3. Dusta Pada Mimpi Baik atau Mimpi Buruk 

4. Dusta yang Diperbolehkan 

Pasal yang ketiga: Persaksian Palsu (Mencakup 3 Pembahasan)

1. Pengertian Az-Zur 

2. Ancaman Untuk Terjatuh dalam Persaksian Palsu 

3. Kejahatan yang Muncul Akibat Persaksian Palsu 

TUDUHAN, PERDEBATAN DAN LISAN YANG KOTOR

Pasal yang pertama: Tuduhan (Mencakup 2 Pembahasan)

1. Pengertian Tuduhan 

2. Ancaman Untuk Melakukan Tuduhan 

Pasal yang kedua: Pertengkaran dan Perdebatan (Mencakup 3 Pembahasan)

1. Perdebatan dengan Perkara Batil 

2. Pertengkaran dan Perselisihan 

3. Pengobatan dari Bertikai dan Marah 

Pasal yang ketiga: Lisan yang Kotor (Mencakup 25 Pembahasan)

1. Ancaman Untuk Terjatuh dalam Ucapan yang Ielek 

2. Meminta Hujan dengan Bintang 

3. Bersumpah dengan Selain Allah 

4. Bersumpah Palsu dan Mengungkit-ungkit Pemberian 

5. Memberi Nama dengan Raja dari Seluruh Raja 

6. Mencela Masa 

7. Meratapi Mayat 

8. Bersaing dalam Penawaran dengan Tujuan Memberikan Madharat

9. Pujian yang Tercela yang Akan Memitnah Orang yang Dipuji atau Ada Padanya Perkara yang Berlebihan 

10. Apa Saja yang Diperbolehkan dari Bentuk Pujian

11. Seseorang yang Membuka Aibnya Sendiri 

12. Mencela, Mencerca dan Mengolok-olok Kaum Mukmin 

13. Cercaan Seseorang Kepada Kedua Orang Tuanya Termasuk Dosa Besar 

14. Laknat 

15. Bolehnya Melaknat Pelaku Maksiat dan Orang Kafir Secara Umum, Tidak Secara Langsung Individu Mereka

16. Ucapan: "Karena Kehendak Allah dan Kehendak Fulan" atau "Kalau Bukan Allah dan Fulan" 

17. Ucapan: "Andaikata" dan Tidak Menyerahkan Taqdir Kepada Allah

18. Ucapan Seseorang: "Manusia Telah Celaka" 

19. Nyanyian dan Sya` ir yang Haram 

20. Janji Dusta 

21. Orang yang Memerintahkan ke Dalam Kebaikan Namun Dia Tidak Melaksanakannya dan Dia Melarang Dari Kejelekan Namun Dia Melakukannya 

22. Menyebarkan Rahasia Suami Istri 

23. Seseorang yang Bersumpah dengan Selain Agama Islam 

24. Menjadikan Orang Fasiq Sebagai Pemimpin

26. Murtad dengan Ucapan 

Pasal yang keempat: Wajibnya menjaga lisan
Info detail 
101 Hari Menulis dan Menerbitkan Novel Manual bagi (calon) Novelis

Salah satu buku pedoman yang wajib dimiliki sesorang penulis pemula. Mengapa saya katakan wajib. Di sini tidak seperti buku cara menulis yang pernah saya baca. Buku ini mengulas sangat detail selama 101 Hari. Sesuai dengan judulnya. 
Tulisannya sangat singkat padat dan jelas. Setiap kata seperti amunisi. Mendobrak rasa yang selama ini opini. Menjadi kenyataan. Menulis tidak sesulit yang dibayangkan.

Menurut penulis setidaknya setiap hari rutin menulis 4 lembar dengan spasi ganda. Hakikat penulis ya menulis. Jika memang ingin bermimpi menjadi penulis, maka menulislah.

We are what we repeatedly do. Excellence, then, is not a an act, but a habit. (Halaman 40)




Buku yang terdiri dari banyak sub-bab namun hanya 2 Bab besar; Bagian 1 (Menyiapkan Novel Perdana) dan Bagian 2 (101 Hari saja)

Sudah banyak kutipan dari penulis tersohor dari abad awal hingga zaman digital yang disematkan dalam buku ini. 

Bahkan saya sempat merasa tersinggung, merasa sadar. Saat Penulis Senior buku ini, mengatakan penulis hanya butuh Ide dan Alat. 

Saya salah satunya yang kesulitan di alat. Baginya selama masih ada kertas dan pena, tidak ada alasan untuk tidak menulis. 

A writer who wait for ideal conditions under which to work will die without putting a word to paper. (Hal 53)

Meski buku hanya setebal 218 halaman, banyak manfaat yang bisa diambil selama proses menulis novel. Menulis novel tidak selesai langsung kirim, ada banyak prosesnya. Dijelaskan dengan bahasa yang mudah dipahami dalam novel ini. 

Saya mengutip salah satu ungkapan yang sering didengungkan. Terdapat pada salah satu bab, “The Greatest Novels are Never Finished.”
Sinopsis

Inilah "how to book" yang memandu, siapa saja, untuk berani mulai menulis novel. Hanya butuh 101 hari saja. Ditanggung di hari ke-101, naskah novel Anda siap ditawarkan ke penerbit. Dengan catatan, Anda mengikuti dengan saksama petunjuk dalam buku ini, langkah demi langkah. Jika ada novel yang ingin Anda baca belum ditulis, Anda sendiri yang harus menulis novel itu! Setiap orang, pada galibnya, mempunyai satu kisahan novel yang belum ditulis, yakni kisah hidupnya. Sungguhkah Anda mau menjadi novelis?
Penulis : R. Masri Sareb Putra

Penerbit : Grasindo

Ukuran : 14 x 21 cm

Cover : Soft Cover

ISBN      : 978-602-375-145-7
​[REVIEW Sepucuk Surat Beku di Jendela]



Bersamamu adalah harapan. Kepergianmu adalah kepiluan. Perjumpaan denganmu adalah impian. ~Sepucuk Surat Beku di Jendela. (Aliyah Nurlela) 
Penggalan dari sebuah surat yang menyayat jendela hati. Setangkup rindu yang tertahan, merambah dalam bait doa. 
Kuingin segera menyentuh surat yang mulai membeku. Biarkan mentari yang menariknya mengambil secarik kertas yang bisu.
Apa daya, ketika raga jauh. Kuharap hati ini masih tetap bertaut dalam butiran rindu. Keinginan jiwa yang sewaktu-waktu akan meledak. Mencari pemilik rindu.
~*~
Sepucuk Surat Beku di Jendela, merupakan kumpulan cerpen yang penuh dengan keindahan kata. Indah dengan taburan kisah yang penuh makna. 
Setiap cerpen dibingkis dengan cerita khas, juga beberapa  diantaranya dimuat di media massa. 
Salah satu cerpen yang membuat nadi berhenti sedetik; "Rinai Bertumpu Senja". Sebuah kisah yang sangat menginspirasi.menginspirasidua Dua insan yang memaknai cinta tanpa ragu. Keyakinan cinta yang suci, meski puluhan ribu kilometer jarak yang menguji. Enam puluh dua juta detik waktu tanpa bersua. Membiarkan surat membeku.
Setiap cerpen hadir dengan ragam konflik yang sulit ditebak endingnya. Penulis menyuguhkan cerita kental dengan kehidupan, disisipi corak nilai moral. 
Membacanya seperti menghirup aromaterapi. Melenakan. Seakan-akan hanyut di dalamnya. 

Bunda Aliya Nurlela sangat pandai mengolah emosi pembaca. Merasa geram, penuh misteri, menyentuh palung hati. 
Sejauh mata memandang saya tidak menemukan kesalahan penulisan. Meski berjam-jam mengulang isi surat hingga terlelap dalam mimpi.
~*~
Satu yang sedikit membuat saya merasa kecewa. Rasanya seperti ditikam seribu duri. Saya merasa cerpennya kurang banyak. 
*Kabur*
Itulah sekelumit review dari saya, semoga bermanfaat. Terima kasih saya haturkan kepada Penulis. Selamat atas terpilihnya menjadi Perempuan Inspiratif Nova 2016.
Foto:

Bersama buku hadiah dari Sosok inspirator, dan Penulis produktif. Terima kasih Bunda Aliya Nurlela. ☺ 
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
#buku #bukubagus #FAM #AliyaNurlela #Surat #Kumcer #love #bookholic #booklover #autor #penulis #writer #penulisproduktif #Forum #Aktif #Menulis #Kediri #EastJava #Malang #Situbondo #Kedirihits #Malanghits
Melihat postingan Gramedia Pustaka Utama sedang mengadakan sebuah event menarik bagi pecinta buku maupun literasi. Namun, yang menarik kita tak harus dianjurkan membeli buku terlebih dahulu. Membacanya lebih modern melalui aplikasi membaca buku digital. Perpustakaan yang bisa diakses dari mana saja. Membaca melalui gadget maupun PC. Oh ya, nama aplikasinya iJakarta.

Aplikasi yang berwarna jingga mampu menyediakan berbagai perpustakaan di Jakarta maupun masyarakat umum yang ingin membantu donasi. Saya langsung berbinar melihat banyak buku yang bagus di sana. Meski beberapa harus mengantre. Tak menyurutkan untuk terus membaca di sana. Suka sekali! Hampir tiap hari sejak pertama kali download pada tanggal 28 Oktober 2016. Meski kadang sering ngadat. Semoga ada perbaikan.

Ngomongin tantangan membaca yang diadakan GPU. Saya langsung mencari perpustakaan--epustaka Gramedia Pustaka Utama. Namun, yang ditemukan hanya Reading Challenge Gramedia. Mungkin ini sudah ada cover berwarna putih dengan gambar animasi laki-laki yang memegang corong, berteriak membara.



Ya! Benar sudah itu yang harus dibaca, kepala langsung berpikir Eka Kurniawan. Siapa gerangan. Kenapa saya belum pernah mendengar di timeline media sosial. Sempat terpikir lelaki yang cerdas, bisa membuat judul yang ekstrem seperti itu. Pernah terbayangkan buku ini mengandung humor dan aku sangat suka.
Baru buka halaman pertama buku ini cetakan GPU pada tahun 2014 bulan April. Semakin memburu rasa penasaran ini. Aku kembali mengamati judul bukunya.



Wah! Ini kumpulan cerpen?

1. Peter Pan (2000)
2. Dongeng Sebelum Bercinta (2000)
3. Corat-coret di Toilet (1999)
4. Teman Kencan (1999)
5. Rayuan Dusta untuk Marietje (2000)
6. Hikayat Si Orang Gila (1999)
7. Si Cantik yang Tak Boleh Keluar Malam (2000)
8. Siapa Kirim Aku Bunga? (2000)
9. Tertangkapnya Si Bandit Kecil Pencuri Roti (2000)
10. Kisah dari Seorang Kawan (1999)
11. Dewi Amor (2000)
12. Kandang Babi (2000)

Sedikit menelan ludah, aku meyakinkan. Kenapa judulnya tak terlihat ada segment yang lucu. Ah! Sudahlah aku harus membaca. Ini tantangan walapun genrenya tak begitu saya sukai.
Di bab awal saya bingung dengan cerita Peter Pan. Alhasil tiga kali mengulang baca di bab itu, baru bisa nyambung. Tidak klise namun mancep, tentang seorang aktivis yang mencuri banyak buku dari perpustakaan-perpustakaan seluruh pelosok kota. Suatu saat dijual dan untuk modal mencetak selebaran-selebaran untuk kegiatan subversif.

  • Tentang Peter Pan yang mengorbankan pendidikannya hanya untuk kegiatan itu. Bertahun-tahun ia tak lulus kuliah. Hingga suatu masa dicari oleh diktaktur. Peter menghilang bahkan mayat tak tercium. Aku sedih diendingnya.

  • Bab selanjutnya tentang “Dongeng Sebelum Bercinta”, mungkin dari judulnya terkesan vulgar. Namun, dibalik cerita itu hanya menceritakan sosok Alamanda yang mendongeng tentang Alice's Adventure in Wonderland kepada suaminya. Namun, dongeng itu belum selesai, karena trauma kejadian sebelum menikah dengan si Gembel. Amanat cerita ini, lebih menjaga diri sebelum menikah. Ritual perjodohan dengan sepupunya walaupun tak ada cinta.

  • Saya lebih suka bagian ketiga, “Corat-coret di Toilet. Cerita tentang pengguna toilet yang melakukan hajatnya namun, membuat dinding penuh dengan tulisan tentang revolusi yang gagal, kaum Hedonis, karikatur PKI: Penggemar Komik Indonesia. Cerita ini kocak, lugas dan berbobot. Sama sekali semuanya yang tabu dijelaskan dengan bahasa yang tepat. Dibalik cerita ini ada pesan yang kuat tentang keadaan tahun 1999 silam.

  • “Teman Kencang”, cerita yang ini sedikit menggelitik. Pemuda yang mencari teman kencang untuk malam minggu, namun tak satu pun menemukan gadis yang dimaksud. Hingga terlintas dalam benaknya menghubungi mantannya. Akhirnya menuju tempat mantannya, yang terjadi twist. Perempuan yang pernah menjadi belahan jiwanya, bukan tambah gemuk. Tapi, hamil sudah bersuami! Gagal acara malam minggunya. Hehe.

  • Ada juga tentang “Rayuan Dusta untuk Marietje”. Cerita yang terjadi pada 1869 silam tentang prajurit Belanda yang merindukan kekasihnya. Namun, belum bisa bertemu hingga terusan Suez dibuka. Lelaki yang mengundang Marietje datang ke tanah Hindia Belanda dengan alasan tempat yang menabjubkan. Setelah tiba di negeri Bar-bar. Marietje menagih janji pacarnya itu, untuk menaklukkan negeri Bar-bar. Disitulah munculnya pemuda-pemuda Belanda mengangkat senjata.

  • Cerita selanjutnya membuat hati terenyuh, “Hikayat Si Orang Gila”. Orang gila yang kelaparan menceritakan kekejaman Belanda yang membumi hanguskan Ibu Pertiwi. Merampas seluruh hak penduduk hingga tak tersisa. Sedih dan ending memilukan-mengenaskan. “Tanpa makan berhari-hari dan kemudian demam, si Orang Gila akhirnya mati di situ. Terkapar tak bernyawa. 1999.”

  • “Si Cantik yang tak Boleh Keluar Malam,” cerita seorang gadis berusia 17 th tak bisa kemana-mana. Meski melakukan pemberontakan tetapi ayahnya tak mengizinkan. Sosok orangtua yang ketat, khawatir putri satu-satunya dirampok, diperkosa hingga gila dan tak bisa pulang, salah pergaulan. Suatu ketika si Cantik jatuh cinta dengan pemain teater. Namun, karena tak boleh keluar malam. Si Cantik diam-diam menemui ke pentas walaupun gelap. Sayang, si pangeran lebih memilih lawan mainnya, yang berperan sebagai juliet. Hancur hati si Cantik hingga tak ingin pulang, masa depannya raib. Dirinya menjadi kekasih malam. Ending cerita ini, si Cantik yang dibully oleh temannya semasa sekolah tak kembali pulang. Salah pergaulan hingga hantunya penasaran.

  • “Siapa Kirim Aku Bunga?”Kontrolir Henri yang terjadi di Hindia Belanda akhir abad 20-an. Bunga misterius yang datang menghantui, setiap hari dengan kertas catatan “untuk Henri”, bahkan saat tak di tempat kerja. Bunga itu masih terus datang. Cerita ini menyajikan tentang bunga misterius yang membuat Henri menderita skizofrenia.

  • Cerita yang sempat membuat mata berair itu ini, “Tertangkapnya Si Bandit Kecil Pencuri Roti”. Anak kecil tanpa orangtua sejak kecil yang membuat masalah. Hingga polisi kelimpungan, namun ucapan polisi mampu membuatnya keluar dari tempat sembunyi—hutan kecil pinggir kota. Nasib malang, si bandit harus diborgol hanya karena roti.

  • Kisah dari Seorang Kawan, cerita yang satu ini tentang saudagar kapitalis yang menjual beras. Dimulai dari membeli 8 kios, menimbun beras. Saudagar itu menjual harga lebih murah dari harga normal. Namun, menjual kepada pedagang lebih tinggi dari harga standar. Miris dan ironi yang pernah terjadi pada zaman orde baru.

  • Dewi Amor berkisahkan tentang pemuda yang jatuh cinta kepada Laura, namun ternyata cintanya ditolak. Laura memilih lelaki yang lain daripada pemuda yang tulus. Lelaki pilihan Laura harus lebam di tangan seseorang yang dilukai hatinya.

  • Terakhir, cerita tentang “Kandang Babi” kisah Mahasiswa yang malas, suka minum arak, dan tak memiliki pondokan. Harus tidur di gudang penyimpanan yang disebut kandang babi. Tentang permasalahan sosial, butuh banyak uang namun tak bisa. Hingga temannya yang sudah menjadi dosen meminjamkan uang. Ternyata habis untuk membayar hutang, berpesta dan membuka pintu gudang yang pernah ditutup birokrasi. Ya, kembali ke asal mula. Meski pernah tidur di pos satpam. Ah, hatiku lagi-lagi teiris. Gak bisa dibayangkan awal tahun 2000 masih banyak yang demikian.


Secara keseluruhan, aku suka dengan ceritanya. Semuanya twist! Ada yang kocak, menggantung, sedih dan tragis. Banyak penggunaan kata lugas dan satir.
All the best with this story!



Judul buku : Corat-coret di Toilet
Penulis. : Eka Kurniawan
Penerbit. : PT Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit : April, 2014

Diterbitkan pertama kali di tahun 2000 dengan judul yang sama kemudian diterbitkan kembali di tahun 2014 ini.

Itu sekelumit review tentang Corat-coret di Toilet juga asyiknya menggunakan aplikasi iJakarta.