[Review Buku] Yummy Tummy Marriage by Nurilla Iryani


[Review Buku] Yummy Tummy Marriage by Nurilla Iryani

Sebuah ungkapan Yummy berarti enak sementara Tummy berarti perut. Ungkapan enak di perut berarti kebahagiaan yang didapatkan setelah menikah baik dari segi batin dan kehidupan sehari-hari.

Novel berbalut komedi romantis sukses membuat perut terkocok, semacam perasan yang senang saat menikmati bacaan yang ringan dan tidak perlu berat memikirkan. Cerita ini disuguhkan tiap bab sebagai hari semacam catatan perjalanan pengantin baru menghadapi pernikahan.

Karakter yang menonjol hanya Gina dan Bara dibawakan dengan sudut pandang orang pertama serba tahu. Setiap bab pasti berisi pikiran tokoh akan hal yang sedang terjadi dan mereka seakan berkolaborasi. Di satu sisi membawa karakter perempuan yang sensitif, maunya dimanja dan banyak menuntut. Di sisi lain penulis juga telaten membawa karakter lelaki yang penuh perhitungan dan lebih dominan menggunakan logika.



Sebelumnya saya pikir ini novel duet atau kolaborasi antar penulis, rupanya tidak. Novel ini ditulis oleh satu orang.

Premis novel ini tentang Gina yang hobi shopping tapi ia harus berhenti, karena tunggakan kartu kredit belum dibayar. Bara meminta untuk bisa mengatur keuangan dengan menggunakan finansial planner. Karena mereka masih tinggal di apartemen dan harus menabung juga butuh persiapan untuk biaya pendidikan sang anak kelak.
Gina sebagai fashion blogger tidak bisa menghentikan kebiasaannya belanja dan membeli hal-hal yang kurang berguna. Konflik memuncak saat Bara mendapatkan klien yang juga sebagai mantan kekasihnya sewaktu SMA. Rupanya sang klien masih banyak berharap untuk kembali dengan Bara, walaupun lelaki yang pernah menjadi sejarah itu sudah menikah.

Suatu hari Gina ketahuan berbohong soal kartu kreditnya, ia memiliki lebih dari satu. Tentu saja Bara naik pitam, pasalnya ia berbohong. Padahal dalam hubungan rumah tangga enggak ada yang harus ditutup-tutupi. Untuk menghilangkan rasa jengah tersebut Bara meninggalkan apartemen dan ia memilih mencari udara segar di sebuah kafe, entah … kok bisa ketemu sama klien yang notabene mantannya. Mantannya yang selalu menggoda Bara juga tidak putus harapan, ia terus menggoda agar melepaskan istrinya dan kembali dengannya.

Sebenarnya cerita dan diksi dalam novel romantis ini lebih mirip drama, namun karena dibumbui dengan komedi. Cerita menye-menye jadi terasa lebih seru dan menantang mata untuk terus menatap gadget.

Membacanya juga lewat aplikasi e-book yang udah legal yaitu I-pusnas. Gratis-tis-tis, tinggal mengunduh dan membaca. Namun, masa peminjaman hanya tiga hari jadi segera selesaikan membacanya, sebelum buku menjadi kadaluarsa.

Banyak pesan singkat yang sedikit membuat diri ‘tercubit’ karena perang karakter lewat suara hati masing-masing tokoh. Lewat novel ini, ada pelajaran yang bisa didapatkan. Hidup itu sebenarnya murah yang mahal hanya biaya gengsi dan gaya. Agar hidup tenang dan tidak mudah dapat masalah, tidak mengurusi orang lain yang bukan urusan kita. Fokus pada hal-hal yang kita butuhkan saat ini bukan sibuk mencari pelampiasan setiap mendapatkan masalah. Pun hargai kebaikan pasangan sekecil apa pun. Dari sini kita bisa kembali belajar intropeksi diri terhadap kesalahan yang mungkin kita perbuat, lalu belajar membenahi diri. Bukan terus-menerus mencari kambing hitam.

Itulah sekelumit review tentang novel Yummy Tummy Marriage oleh Nurilla Iryani.

Info buku;
Judul buku : Yummy Tummy Marriage
Penulis : Nurilla Iryani
Penyunting : Noni Rosliyani
Penerbit : Bentang Pustaka
Tahun Terbit : 2014
Jumlah Halaman : 270 hlm
ISBN : 978-602-291-009-1

Baiq Cynthia

Baiq Cynthia Menggeluti dunia literasi dan freelancer, sebagai editor lepas dan penulis content writer. Bukunya berjudul September Wish dan DARAH. Menantikan kehadiran buah hatinya.

Post a Comment

Popular Posts