Buka Puasa Bersama Suami: Kebersamaan yang Tidak Tergantikan

Buka Puasa Bersama Suami merupakan kebersamaan yang tidak tergantikan.

Ramadan tahun ini ada hal yang spesial dari biasanya, yaitu buka puasa bersama suami. Buka bersama tidak harus menu spesial, karena hanya tinggal berdua. Saya memasak makanan kesukaan suami yaitu masakan berbau terong.

Untuk menu buka puasa juga tidak terlalu banyak jumlahnya, yang penting ada sayur, lauk, buah dan makanan manis. Diawali dengan secangkir teh hangat, kami menikmati momen berdua. Ia pun iseng mengirimkan pesan voice note kepada teman kuliahnya berisi tentang asyiknya berbuka puasa bersama pasangan halal. Itu hanya bentuk candaan bersama temannya.


Sejak tahun lalu, saya penasaran gimana rasanya buka puasa bersama kekasih yang sah. Meskipun menu sederhana, tidak mengurangi perasaan bahagia dan tenteram. Selama buka puasa topik yang dibahas ringan seputar makanan dan menikmati takjil maupun kudapan.


Saya sedikit tercengang jika semua makanan dihabiskan sekaligus. Kudapan dan takjil sudah habis, belum makan besar. Tetapi suami menunda makan besar, dia mengajak untuk shalat magrib berjamaah.

Hal yang utama saat buka bersama ialah tidak berlebihan sampai kenyang. Makan secukupnya, agar tidak muncul rasa malas untuk shalat wajib maupun tarawih.
Berbuka bersama suami untuk pertama kali  berbeda dengan tahun lalu. Jika dulu tradisi sebelum berbuka yaitu mencari makanan yang enak untuk berbuka.

Rebutan untuk mencici dan pergi ke rumah saudara untuk buka bersama. Menu yang disuguhkan komplit mulai dari kurma sebagai pembuka, minuman dingin, makanan, cemilan, belum lagi nanti ada makanan baru. Berpesta pora hingga shalat tarawih dikerjakan jam sembilan malam.


Namun, setelah menikah dan Ramadan kali ini menjadi momen pertama kumpul dengan suami. Tidak ada ngabuburit, suami menginginkan masakan rumahan. Maka saya pun bergegas masak sesuai porsi kami.

Kalaupun ingin minuman segar kami tinggal beli, selain menghemat budget juga demi efesiensi waktu. Terlebih keadaan yang sedang berbadan dua membuat tubuh mudah lelah. Untuk mengatasinya dengan membuat menu sederhana, penuh nutrisi dan mudah dibuat.



Buka puasa bersama suami akan tetap nikmat dengan masakan sederhana, asalkan diracik dengan penuh cinta. Jenis makanan bukan prioritas utama yang terpenting ibadah puasa lancar dan berbuka bersama.

~
Ikuti tantangan menulis selama 30 hari yang diadakan oleh Blogger Perempuan Network



#BloggerPerempuan


Baiq Cynthia

Baiq Cynthia Menggeluti dunia literasi dan freelancer, sebagai editor lepas dan penulis content writer. Bukunya berjudul September Wish dan DARAH. Menantikan kehadiran buah hatinya.

2 comments

  1. betul mbak, perubahan besar setelah menikah itu salah satunya jadi berkurang frekuensi jajan diluar dan lebih sering masak apalagi pas bulan puasa kaya gini... soalnya suami pasti req untuk masak ini masak itu hihih

    ReplyDelete
  2. Iya, Mbak. Karena setelah menikah kebutuhannya jadi semakin banyak. Kalau makan di luar porsi sedikit tetapi budget besar. Namun kalau memasak sendiri pasti lebih bisa banyak porsinya dan lebih puas. Tidak hanya itu, lebih higenies dan bikin makin dekat hubungan bersama suami.
    Salam kenal Mbak. :)

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung, silakan sempatkan memberikan komentar. Saya akan memberikan umpan balik dan berkujung kembali pada blog Anda.

Popular Posts