Berulangkali Tukaran-Akur Jangan Sampai Saling Meninggalkan

Berulangkali Tukaran-Akur jangan sampai saling meninggalkan

Postingan ini sebagai reminder bahwa setiap hubungan tidak ada yang berjalan mulus, akan banyak gangguan baik dari dalam maupun dari luar. Tetapi saat bertengkar hebat sekalipun, jangan sampai ada perasaan untuk saling meninggalkan.



Ingatlah pada tujuan menikah, di awal. Untuk saling mengisi, ikhlas, menerima dan mengalah. Tanpa mengalah dan menyadari arti kebersamaan mustahil bisa bertahan, tujuan menikah untuk menjadikan pribadi semakin baik, dan berjanjilah kepada diri sendiri untuk berbahagia.


Salah satu cara untuk menjaga komitmen ialah dengan kembali merefresh perasaan. Kembali mengisi kekosongan, kembali mengempiskan ego dan selalu berupaya untuk kendalikan emosi. Tidak dapat dipungkiri setelah menikah akan banyak hal yang berbeda dari yang dilihat pada pasangan masing-masing.


Sebelum menikah mungkin hanya mengenal bagian luar karakter orang yang dicintai. Namun, setelah menikah semua tak lagi sama. Sebelum tidur sampai tidur lagi, akan bertemu dengan orang yang dicintai. Tentunya akan tahu seluk-beluk maupun kekurangan pasangan.


Latar belakangan yang berbeda juga turut andil dalam menambah frekuensi tukaran-akur. Beragamnya etnis, budaya, didikan orangtua yang berbeda menghasilkan sudut pandang yang berbeda juga. Muncul pemikiran yang berbeda dan tidak jarang menyulut perbedaan yang berujung konflik. Masalah akan semakin membesar jika kedua pihak tidak ada yang mengalah dan merasa paling benar sendiri. Ternyata ada salah satu cara untuk mempererat hubungan itu. Menjadikan kehidupan yang langgeng dan damai. Salah satunya ialah refresh hubungan dengan pacaran lagi. Sesekali mengajak pasangan dinner romantic yang sederhana. Tidak butuh mewah yang penting berkesan.


Wanita ialah makhluk penyayang yang haus akan perhatian dan cinta, begitu juga dengan sebuah hubungan. Hubungan yang baik terjalin dengan komunikasi yang baik juga, perlu adanya komunikasi yang dua arah. Gunakan momen bersama untuk meredam gejolak emosi, menebarkan benih cinta dan menguatkan komitmen.


Suami yang baik ialah yang mampu mengerti perasaan seorang istri, ia sebagai kepala rumah tangga pasti akan melakukan yang terbaik untuk pasangannya. Terlebih saat mendapati permasalahan, seperti berantem. Tentu untuk membaikkan kondisi hubungan dengan diajak bicara bukan dibiarkan. Salah satu cara membawa ketenangan untuk sang istri ialah mengajak pacaran lagi—dengan sedikit kejutan.

Wanita pasti luluh dengan kasih sayang, tidak perlu membelikan barang mewah, cukup membuatnya bahagia dan tertawa.


Lelaki yang setiap hari didera kesibukkan, tentu sulit menentukan jadwal keluar bersama istri. Cari waktu luang sejam-dua jam untuk berbicara empat mata. Mencari suasana baru, yaitu tempat makan maupun café. Tidak perlu boros dan berlebihan, karena kebutuhan keluarga tidak hanya seputar kebahagiaan bersama. Ada banyak keperluan lain yang juga harus dipertimbangkan.





Pergi ke sebuah kafe yang tidak begitu ramai dengan view yang menarik bisa menjadi pertimbangan. Selain membawa suasana yang romantis juga menghilangkan perasaan tidak nyaman dengan pasangan. Jangan sampai pergi ke kafe namun pulang juga belum menemukan titik terang.


Istri yang baik ialah yang menurut perintah suami selama melakukan hal yang benar. Ketika suami sudah ingin ngajak baikkan, lupakan egomu. Hilangkan pikiran-pikiran negatif yang hanya membebani aktivitas sehari-hari. Maafkanlah hati yang kadang suka lupa bersyukur. Beruntung jika pasangan berusaha menata kembali hal yang bermasalah. Karena setiap permasalahan pasti akan bertemu dengan titik terang.


Pernikahan pasti ada kesalahan-pahaman, hanya berbicara dari hati ke hati akan mendamaikan. Maafkanlah kesalahan pasangan, maklumin saja karena manusia tidak akan pernah luput dari kesalahan. Lupakan masalah berat itu, dan kembali merajut cinta.


Tukaran akur tidak akan pernah ada putusnya, lumrah saja. Namun saat berantem jangan sampai berpikir untuk saling meninggalkan. Ingat ada hati yang akan tersakiti selain pasangan, yaitu keluarga. Karena keluarga ialah tempat paling nyaman untuk bersandar dan menemukan kebahagiaan. Pikirkan secara matang setiap mengambil keputusan yang berat, jika perlu bermusyawarah denga orang yang paling bijak. Jaga terus hubungan, sebelum kesedihan beruntun terjadi.


Berantem-akur tidak butuh lama, namun saat saling meninggalkan akan butuh waktu yang lama untuk mengobati luka. Penyesalan akan muncul setelah semua terjadi.

Baiq Cynthia

Baiq Cynthia

Baiq Cynthia Menggeluti dunia literasi dan freelancer, sebagai editor lepas dan penulis content writer. Bukunya berjudul September Wish dan DARAH. Menantikan kehadiran buah hatinya.

Post a Comment

Popular Posts