Monday, February 25, 2019

5 Cara Konsisten dalam Menulis Dimulai dari Membiasakan Diri

5 Cara Konsisten dalam Menulis Dimulai dari Membiasakan Diri
Konsistensi memang salah satu indikator kesuksesan seseorang. Kesuksesan tidak terjadi dalam suatu waktu ia muncul dari proses panjang, mulai konsisten. Begitu juga konsisten dalam menulis, harus diterapkan tanpa menunda.
Apa saja yang memengaruhi proses konsistensi dalam menulis. Lima cara agar konsisten dalam menulis.

sumber: pexel.com
1.       Menentukan waktu yang baik untuk menulis.
 Waktu terbaik untuk menulis tidak harus waktu senggang atau waktu luang maupun masa libur, menulis bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja, bahkan saat perjalanan. Golden time menulis sekitar sepertiga malam sampai menjelang subuh, kalau Ceo Diva Press—Edy Mulyono pernah menuliskan waktu menulis beliau setelah sholat Subuh sampai jam sembilan pagi itu dilakukan setiap hari. Seorang Ceo yang memiliki jam terbang lebih tinggi saja bisa memiliki waktu luang setidaknya dua jam itu sudah cukup. Kalau merasa keberatan dengan jam pagi, bisa dilakukan di siang hari atau satu jam sebelum tidur.
2.       Bagi waktu antara membaca dan menulis.
Menulis butuh amunisi berupa bacaan, semakin banyak bahan bacaan yang ditutaskan. Semakin baik kualitas tulisan pun tidak merasakan stuk atau kesulitan dalam memulai menulis. Rumusnya menurut Tere Liye, teko yang diisi akan sesuai dengan yang keluar, semakin banyak diisi semakin banyak air yang keluar. Namun jika teko kosong, tidak ada air yang keluar. Pasang target untuk menulis dan membaca.

sumber: pexels
3.       Konsistensi bukan bakat tapi seni berlatih sabar
Nyaris tidak ada orang yang sukses tanpa mencoba dan mengandalkan bakat. Konsistensi butuh latihan, ia tidak serta merta langsung hadir dalam jejak hidup orang. Bersabarlah untuk bisa melatih konsistensi dalam menulis. Mungkin awal menulis hanya dua ratus kata, besok naikkan tingkatannya menjadi tiga ratus, esoknya lagi empat ratus dan seterusnya. Pasang target sesuai dengan kemampuan diri, yang terpenting latihan menulis setiap hari itu sebuah keharusan.
4.       Berkumpul dengan orang-orang yang punya passion yang sama
Kadang konsistensi menurun mengikuti kadar mood maupun rutinitas yang terlalu padat. Cobalah untuk bergaul dengan orang yang memiliki passion yang sama, niscaya punya kesempatan lebih besar untuk rajin. Semakin sering berinteraksi dengan orang-orang yang konsisten, pasti akan tertular rasa semangatnya.

sumber: unplash
5.       Usaha tidak akan berhasil tanpa doa
Sekeras apa pun berupaya untuk menjadi konsisten, namun jika tidak berdoa. Maupun menyandarkan diri kepada Yang Maha Mengabulkan doa, rasa konsisten akan sulit tercapai. Sukses modalnya konsistensi yang menguatkan ialah doa. Dengan doa hati dan jiwa akan tenteram dan mudah menulis secara konsisten.
Tidak akan sulit menulis secara konsisten, semua dimulai dari tahap mencoba untuk bisa dan terus berlatih sampai terbiasa dan menjadi kebiasaan. Ketika konsistensi dinikmati prosesnya tidak akan terasa berat. Terlebih dengan sering-sering mengasah kemampuan dengan mengikuti kompetisi.
Penulis: Baiq Cynthia




2 comments:

  1. Assalammualaikum, Mbak. Soal 5 cara di atas agar konsisten menulis pada praktiknya tak semua orang sanggup lakukan itu, hanya yang bertekad kuat saja serta sadart akan tujuan utama bisa lakukan pekerkaan demikian.
    Perjuanagan kita adalah melawan rasa malas atau alasan lain karena konsisten itu butuh keikhlasan.
    Saya sulit konsisten menulis setiap hari sekarang karena sakit, sejak Februari, jadinya malah fokus pada rasa sakit dan sekian kegiatan lain agar bisa sembuh dengan berobat.
    Sudah ke dokter lagi dan sarannya harus kontrol rutin. Luka terbuka bisa membuat seseorang enggan menulis karena drop mikirin rasa sakit serta biaya berobat, he he.
    Sebenarnya itu bisa dijadikan tantangan agar kian giat cari rezeki dengan rajin nulis. Insya Allah, semoga saya istiqonah agar bisa cepat sembuh. Aamiin.

    ReplyDelete
  2. Wa'alaikumsalam, Mbak. Terima kasih sudah menyempatkan komentar. Memang untuk mengasah konsisten menulis sedikit sulit jika passion berkurang. Namun, jika sudah menjadi passion pasti akan menyempatkan menulis walaupun hanya seratus kata setiap hari.
    Saya juga masih harus banyak belajar dari Mbak dan penulis lainnya, tetapi saya terinspirasi dari salah satu penulis yang memiliki masalah kesehatan dengan penyakit bell's pasly ia harus bolak-balik rumah sakit. Saat sakit pun ia tetap menulis karena semangatnya untuk sembuh.
    Salut dengannya, walaupun dulu belum ada gadget ia menulis lewat buku dan pena di tengah keadaannya yang sakit.
    Selain menjadi wanita inspiratif pilihan nova beberapa tahun lalu, ia salah satu founder FAM.
    Jadi, jangan patah arang Mbak. Kita sama-sama melawan rasa tidak semangat dalam menulis dengan mengupayakan untuk menulis walaupun lewat status.

    Salam literasi

    Baiq Cynthia.

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung, silakan sempatkan memberikan komentar. Saya akan memberikan umpan balik dan berkujung kembali pada blog Anda.