Review Film Insyaallah Sah 2

Film yang ditunggu-tunggu setelah sebelumnya sudah booming Insyaallah SAH yang diperankan oleh Pandji Pragiwaksono, (Raka), Titi Kamal (Silvi) dan Richard Kyle sebagai Dion. Pada film Insyaallah SAH 2 dengan look lebih fresh tetap menghadirkan 'Raka' dengan tokoh yang sama dengan sebelumnya, yang berbeda penokohan 'Raka' yang lebih khas dengan cara berpikir yang lambat dan terlihat kocak.

Suka dengan film ini, dibuka dengan opening Raka harus terjebak di antara keadaan baku tembak antara Gani dan komplotan anak buah Freddy Coughar. Ketika Raka dimintai tolong oleh Gani untuk membantunya, Raka meminta persyaratan kepada Gani, untuk bernazar menjadi orang lebih baik. Gani setuju, namun di balik itu Raka membuat sebuah masalah yang menyebabkan  harus menuruti perintah Gani. Meskipun dalam keadaan yang genting di film ini dihadirkan selipan komedi-komedi. Ini yang membuat saya harus tertawa tanpa henti.

Permasalahan semakin memuncak tatkala Gani adalah seorang Napi dicari polisi, tetapi Raka masih 'keukeu' dengan janjinya untuk membantu Gani keluar dari masalah yang dihadapinya. Raka tidak peduli ia kehilangan materi dan keselamatan dirinya terancam.

Cerita ini cukup manis dan getir, asam dan pahit, asin dan kocak. Semua jadi satu dalam permasalahan yang krusial--kemanusiaan. Walaupun unsur religi dan komedi sangat menonjol pada film ini, pembawaan karakter dan cerita terjadi sewajarnya dan masuk akal. Memang terkadang hidup terjadi kebetulan, namun cerita ini punya jalan keluar atas permasalahan Raka dan Gani.

Gaya bercerita sutradara juga apik membawa narasi komedi kekinian menjadi audio visual, bagaimana menghadirkan suasana drama sekaligus lucy, terkadang konflik dengan comedi, bahkan memang pure komedi yang dibalut ensensi religius. Hanya saja sangat disayangkan beberapa kejanggalan dalam pengambilan film ini. Seperti penembakan di mobil antara Gani dan gangster, kekuranganya berupa pengambilan gambar yang masih terkesan editan. Pun penembakan di POM Bensin. Mengapa polisi ikut baku tembak dalam keadaan yang lebih membahayakan banyak orang.

Terlepas dari hampir semua tokoh pemeran yang memiliki selera humor yang tinggi saya apresiasi tinggi untuk film Indonesia yang bergenre religi, komedi, drama, dan keluarga punya pendidikan karakter yang bagus untuk tontonan banyak kalangan.

Seseorang berhijrah tidak melulu setelah mendapatkan banyak ceramah. Tetapi ia memahami makna hijrah itu sendiri. Film ini juga menyelipkan banyak pesan moral masalah yang penting ini. Pentingnya berbuat baik kepada siapa pun tanpa terkecuali.



Selamat menonton!

Informasi film (sumber:wikipedia)

Pereview: Baiq Cynthia

Baiq Cynthia

Baiq Cynthia Menggeluti dunia literasi dan freelancer, sebagai editor lepas dan penulis content writer. Bukunya berjudul September Wish dan DARAH. Menantikan kehadiran buah hatinya.

Post a Comment

Popular Posts