Jodoh Datang Tidak Menunggu Mapan: Sebuah Kisah

Jodoh tidak menunggu kamu mapan.




Jodoh itu unik saat dikejar-kejar tak kunjung datang, namun saat kita sudah lelah mengejar ia menghampiri sendiri tanpa pemberitahuan telebih dahulu.

Mau cerita dikit nih, soal jodoh.
Ada seorang namanya Rapunzell ia selalu bertanya-tanya soal jodoh, setiap bertemu dengan pria ia berharap lelaki itu adalah jodohnya. Ternyata tak satu pun yang ia temui menjadi jodohnya hingga Rapunzell pun depresi berpikir soal jodohnya yang tak kunjung datang.



Rapunzell sudah banyak belajar soal memasak, beragam jenis masakan dicoba, karena ia tahu kelak suaminya harus disuguhkan makanan yang lezat dan higenis. Ia sering juga menggendong anak tetangga, keponakan yang berkunjung ke rumahnya, ia pun membaca banyak artikel dan buku pernikahan. Karena gadis bermata jelita ini sadar, ia akan menjadi wanita pertama yang paling mengerti suaminya.




Suatu hari jodoh mengetuk pintu hatinya, ia dikenalkan dengan pemuda mapan dan dewasa. Wanita mana yang enggan menerima perjodohan itu. Karena saat wanita sudah siap menikah ia serius untuk berkomitmen. Rapunzell mencoba membuka hatinya, setelah terlalu lama mendiamkan dalam ruangan yang bernama sepi. Ia pun mengenal sosok pemuda tersebut, Rapunzell juga mulai terobsesi untuk menjadikan dirinya sebagai istri pemuda tersebut.



Mati-matian ia menanyakan kabar dan mencari kabarnya di media sosial. Karena cinta Rapunzell kepada pemuda itu terpisah karena jarak.
Hari demi hari menanti, tanpa kejelasan status dan tanpa kabar. Pemuda itu benar-benar hilang, Rapunzell kembali murung. Ia merasa terlalu naif percaya soal jodoh tidak menilai dari latar belakang. Ia pun mematut dirinya di depan cermin. “Siapa aku? Dia orang kaya, pengusaha sukses dan apa yang diinginkan pasti tercapai, sementara aku? Aku tak lebih seorang wanita biasa dari desa.”




Mata Rapunzell panas dan memerah, ia pun berazam dalam hatinya bahwa tidak akan mencari-cari jodoh. Ia yakin jodoh akan datang dengan sendirnya dan membawanya pada kastil impian. Ia pun kembali ceria. Tetapi ketika mendengar kabar Esperalda akan menikah dua minggu lagi, Rapunzell kembali murung. Pasalnya sahabat karibnya itu tidak bercerita akan menikah, bahkan acara pernikahannya digelar secara mendadak.




Oh, Jodoh ... di manakah engkau? Suatu hari ketika Rapunzell sibuk berkebun di halamannya, ia kedatangan tamu. Rapunzell sangat terkejut, ia merasa tidak pernah punya janji pertemuan.



Seorang pemuda di atas kuda, ia pun turun dengan bijak. Ia menyapa Rapunzell yang terlihat terbengong-bengong.


“Selamat pagi, apa ini benar rumah Rapunzell?” pertanyaan itu membuat Rapunzell tergagap dan menjawab dengan belepotan. Usut punya usut, lelaki itu mencari Rapunzell, ia ingin menjadikan sebagai istri. Tetapi, Rapunzell berkilah, dia mengatakan belum bekerja dan sukses. Ia minder dengan keadaannya.



Tidak disangka lelaki itu sangat serius dan berkomitmen akan datang membawa keluarganya esok. Ternyata, lelaki itu adalah seorang pangeran yang banyak dikagumi oleh teman Rapunzell termasuk Esperalda. Padahal Rapunzell baru saja mengenal, karena Rapunzell tidak bisa ke mana-mana, ia pun tidak tahu kalau yang datang adalah seorang pangeran.




Semoga esok Rapunzell bisa bahagia dan tidak gugup ketika menemui calon suaminya dan keluarganya.




Bersambung . . .


Baiq Cynthia
Situbondo, 14 Agust. 18

Baiq Cynthia

Baiq Cynthia Menggeluti dunia literasi dan freelancer, sebagai editor lepas dan penulis content writer. Bukunya berjudul September Wish dan DARAH. Menantikan kehadiran buah hatinya.

Post a Comment

Popular Posts