Cintamu Tidak Lebih Besar dari Cintanya.

Pagi Dunia, hari Ahad!


Setiap irama napas, sebanyak itulah aku jatuh cinta kepada-Mu. Terkadang dalam pekatnya hidup aku bermanja-manja kepada-Mu, tetapi saat gelimang bahagia yang Engkau berikan sudah menyertaiku, aku bermanja-manja pada mainanmu—ia bernama dunia.




Sepanjang kedipan mata, sebanyak itulah aku mengagumi ciptaan-Mu. Terlalu sering terjerembab pada tatapan liar, kadang menatap kegerian menjadi bening-bening embun yang menyesap duka. Hanya dengan menangis, luka menjadi tawa. Betapa lembeknya insan ini.




Pada gerakan hati ... terlampau sering hati ini menduakan-Mu, tetapi tiada batas Engkau hujani Rahmat dan Hidayah dengan cinta. Menentramkan kalbu yang meronta saat kekasih gelapku lebih cepat melesat tanpa jejak. Tetapi, Engkau selalu hadir memelukku. Menjemputku untuk kembali pada dekap-Mu.




Kepada simfoni kehidupan, barangkali luka yang sudah lama bersemedi perlahan pupus tapi luka itu masih meninggalkan setapak jejak. Engkau yang menghapus bekas lukaku dengan seberkas ingatan buruk yang dibuang.




Gadis yang sering tertatih berjalan kini sudah mampu berdiri, tetapi ia masih sering lupa diri. Waktu menuntutnya untuk terbiasa mandiri, mungkin esok atau lusa ia sudah memiliki kekasih pemberian dari-Mu. Hidupnya pun akan beralih dari masa menyapih sampai menyusui, dari masa sendiri hingga tak bisa berdiri lagi.
Rotasi kehidupan ini akan terus berputar entah suatu hari aku akan pergi, kembali.





Menanggalkan pakaianku, kekasihku dan kehidupan terindah kado dari-Mu. Mungkin hanya mati yang bisa memutus gemerlap dunia, menghentikan laju derita ujian, menuju pada perjalanan berikutnya.




Aku lahir tanpa sehelai kain, namun bersyukur setelah jiwa dan raga terpisah Engkau berikan sehelai kain. Segalanya yang aku peroleh, rekan, kawan, jabatan, putera, harta dan bahagia akan tetap di dunia. Tak satu pun kendaraanku dibawa, tak satu pun hasil jerih payah mencari popularitas menjadi bekal. Tidak ada sesuatu yang nampak bisa aku bawa. Karena yang akan melanjutkan perjalanan berikutnya hanya jiwa dan amal.




Aku bersyukur, Engkau Maha Pengasih dan Maha Penyayang, sering hadir di hatiku. Semoga akan terus begitu.


Situbondo, 5 Agustus 2018

Baiq Cynthia

Baiq Cynthia Menggeluti dunia literasi dan freelancer, sebagai editor lepas dan penulis content writer. Bukunya berjudul September Wish dan DARAH. Menantikan kehadiran buah hatinya.

Post a Comment

Popular Posts