Setiap yang terdetik dalam kehidupan pasti ada gagal dan keberhasilan.



Cinta Tak Sampai

By Baiq Synthia M.R.M

Pagi itu adalah hari pertama Sinta kembali sekolah, setelah libur panjang telah usai. Mentari pagi seakan tersenyum kepadanya seolah-olah mengerti apa yang ada di benak remaja berumur 17 tahun itu. Langkah kakinya begitu cepat memasuki ruang kelas XI IPA 2. Beberapa temannya terbelalak melihat penampilan baru Sinta. Ia segera menduduki bangku pertama tepat di depan meja guru. Salah satu temannya dari kelas X menghampiri Sinta yang asyik membaca novel.

“ Selamat pagi Sinta...!” sapa Rita sembari duduk di samping Sinta.

“ Pagi juga.” sambil tersenyum.

“Bagaimana dengan liburanmu?” Tanya Rita membuka pembicaraan.

Kemudian Sinta menutup novel dan menghadap arah suara itu. Kemudian menjawab

“Liburan yang sangat mengesankan, kami sekeluarga bertamasya ke Bali. Oh, iya ini aku membawa buah tangan dari pulau Dewata.” Seraya menyerahkan sebuah bingkisan kepada teman dekatnya.

Bel masuk berdering para siswa segera masuk ke kelas masing-masing begitu pula semua siswa-siswi kelas XI IPA 2. Jam pelajaran pun telah dimulai. Ternyata guru yang masuk adalah wali kelas mereka beliau adalah sosok guru yang sederhana dan sabar sehingga membuat siswa-siswi senang belajar. Bel istirahat berdering. Saat itu Sinta melihat seorang laki-laki tampan yang duduk di deret kursi terdepan pula di samping pintu masuk. Tiba-tiba ia menghampiri Sinta,

“Perkenalkan nama saya, Irawan. Nama kamu?” sambil menjulurkan tangan.

“ Sinta,” sambil menjabat tangan nya. Kemudian Irawan pergi.

Pertemuan yang singkat itu membuat jantung Sinta berdegup kencang. Walaupun Irawan telah meninggalkan kelas. Sinta hanya mampu memandangi sosok tubuhnya yang perlahan menghilang .

Keesokan harinya mereka bertemu kembali dan bertambah akrab. Berhari- hari Sinta habiskan waktu bersamanya dari pada teman dekatnya sendiri. Mulai dari bercanda, makan, sholat Dhuha berjama’ah hingga aktivitas ekstrakulikuler. Mereka seperti sepasang “sejoli” yang tak dapat dipisahkan sehingga terkadang teman-temannya menyebut “Romeo-Juliet”. Kebersamaan mereka tidak terasa berjalan selama 3 bulan. Sampai akhirnya Irawan mencoba mengungkapkan perasaan kepada Sinta, siswa terpandai dan terpandang di sekolahnya.

Status sosial mereka sangat berbeda namun tak membuat mereka membatasi diri. Akhirnya mereka menjadi sepasang kekasih paling romantis di “MA Darul Ulum”.

Ternyata cinta mereka tidak direstui oleh orang tua Sinta, karena Sinta telah dijodohkan dengan anak saudagar kaya di tempat tinggalnya. Sinta mencoba menjelaskan apa yang telah terjadi kepada dirinya. Namun Irawan yang begitu mencintainya hanya terdiam pasrah dan memaksakan tersenyum untuk Sinta.

“Aku harap kamu mengerti Ir..” dengan nada rendah.

“Aku sangat paham kok, ya sudahlah lebih baik ikuti kata orang tua mu.” Sambil mencoba menghapus air mata Sinta.

Sinta tidak dapat menahan kepedihannya lalu bergegas menuju toilet dan membasuh wajahnya seraya berkata dalam hatinya.

“Oh Tuhan, kau yang mempertemukan kita dan engkau yang memisahkan kita, mengapa pertemuan cinta kita sangat singkat dan berakhir singkat pula.” Namun Sinta segera sadar bahwa Tuhan itu sangat adil.

Bel mengakhiri pelajaran, Sinta pun kembali ke kelasnya dan segera mengambil tasnya lalu menuju gerbang sekolah. Ternyata Sinta bertemu dengan seorang pemuda yang mengaku bahwa  calon tunangan Sinta. Ia diutus untuk menjemput Sinta. Saat itu Sinta hanya mengikuti kata-kata nya dan masuk kedalam mobil mewah. Dari arah yang berlawanan Sinta melihat Irawan keluar dari tempat parkir sambil menaiki sepeda tua pemberian almarhum ayahnya. Namun Sinta berusaha  memanglingkan wajahnya. Bagi Irawan adalah sebuah pukulan keras bagi jantungnya, ketika melihat orang yang dicintainya bersama laki-laki lain. Saat itu pula mobil yang ditumpangi Sinta melaju dengan cepat.

Seminggu sejak kejadian tersebut keakraban mereka berkurang, masing-masing saling memanglingkan wajah. Namun di hati Sinta berisi nama Irawan, dan beberapa hari kemudian. Pada saat jam istirahat Sinta mendengar suara-suara riuh dari luar kelas. Ternyata didapati Irawan bersama seorang cewek, ketika diperhatikan dari dekat ternyata cewek itu adalah Rita teman dekat Sinta. Saat itu perasaan Sinta bercampur aduk, sedih, susah dan bingung. Bagaimana mungkin seorang sahabat yang dia sayangi menggantikan posisinya dan bagaimana mungkin orang yang sangat ia cintai begitu cepat melupakan dirinya. Namun tangisannya tiba-tiba mengering dan teringat akan perjodohannya.

Waktu begitu cepat menghapus kesedihannya hingga akhirnya ia bertemu dengan seorang pemuda di Mall waktu ia belanja bersama sepupunya. Pemuda itu tak lain adalah tunangannya. Ia melihatnya merangkul seorang perempuan dengan begitu mesrahnya. Sinta tidak dapat menahan emosinya kemudian gadis si kutu buku itu menggapar pipi laki-laki yang menurut orang tuanya adalah pasangan hidupnya. Kemudian Sinta menarik tangan sepupunya tanpa basa-basi pergi meninggalkan mereka.

Sampai di rumahnya Sinta melaporkan kejadian yang telah ia alami tadi kepada kedua orang tuanya.

“Pokoknya Sinta gak mau dijodohkan lagi.” “ Brukk”..! sambil menutup pintu kamar dengan kecang.

“Jangan begitu Sinta, mungkin kamu salah melihat.” Jawab Papanya di balik pintu kamarnya.

“Kalau gak percaya tanya sama Diana..” sahut Sinta sambil menjerit dan setengah menangis.

“ Ya sudah kalau begitu, Papa percaya kok sama kamu, besok Papa batalkan acara pertunangan kalian.” Suara Papanya perlahan menjauh.

Sore itu adalah sore paling buruk untuk Sinta, dia hanya bisa memandangi boneka yang pernah dibelikan oleh calon tunangannya. Dan saat itu pula bonekanya diinjak-injak kemudian dibuang ke luar jendela.

Keesokan hari di sekolah ia melihat Rita dan Irawan begitu mesrah berjalan bersama menuju kantin. Sedangkan Sinta hanya bisa “gigit jari” dari kejauhan. Sebenarnya perasaannya tak pernah hilang untuknya. Namun ia tak mungkin merebut Irawan dari tangan Rita. Seperti biasa Sinta kembali membaca buku, walaupun yang dibaca tidak masuk ke otak Sinta.

“cling..!” suara pesan dari ponsel BB (Black Berry) miliknya.

“Ternyata Randy mengomentari status ku” ucap Sinta sambil memangku bukunya.

Mereka bertambah akrab dengan sering “chatting”, Randy adalah salah satu cowok yang sering disebut-sebut namanya di sekolahnya. Akhirnya mereka menjadi sahabat, Sinta sering menceritakan pengalamannya. Mereka memiliki banyak persamaan hobi dan kebiasaan.

Sinta akhirnya dapat kembali tersenyum, karena ia kini diam-diam mengagumi sahabatnya sendiri. Sejak Sinta putus dengan Irawan dan batalnya pertunagannya. Ia telah berjanji kepada dirinya sendiri untuk tidak berpacaran lagi hingga ia dapat mewujudkan mimpinya, yaitu membahagiakan kedua orang tuanya. Begitu pula dengan Randy hanya menganggap Sinta sebagai sahabat terbaiknya.

Kini Sinta telah mengerti bahwa seharusnya cintanya diberikan kepada Allah. Dan kini ia menanti waktu hingga cintanya disampaikan oleh Allah untuk sahabatnya, yang tak lain adalah Randy.

 



Because of you I Love KARATE

By: Rahmatul Haqiqi

Malam ini Marsya tidak bisa berkonsentrasi dengan buku yang ada dihadapannya .Fikirannya seakan tak ada disini melainkan ada di tempat lain.

“ Kenapa sih aku ini? Kenapa selalu dia,dia,dan dia yang ada difikiranku?. Come on marsya..! kamu harus bisa menyingkirkan bayangan dia dari fikiranmu. kalau tidak, Pr biologi yang ada di hadapanmu gak akan selesai-selesai “ kataku menggerutu sendiri dan mencoba memfokuskan ke PR biologi yang ada dihadapanku.

Tiba-tiba aku dikagetkan oleh lagunya Broken Angel yang notabene adalah nada dering hp-ku kalau ada sms.aku langsung mengambil hp dan membuka pesan. Ternyata dari nomer tak dikenal .

“ Assalamu’alaikum Marsya J “ dari 089xxxxxxxx

“ Waalaikumsalam. Maaf, ini cp yh ? J “. Balasku dengan sopan

“ Sih pura-pura lupa ma aq, nie aq chiko temen sekelasmu”  balasnya.

“ Oh chiko toh. U dpt nopeq ri mna? J” tanyaku.

“ Aq dpt nopemu ri mimpi. Hehe becanda.. J. Aq dpt nopemu dari Bella.” Kata Chiko.

“ Oh begitu , kmu sms ad prlu ap?” tanyaku

“ oh itu. Mmh aku mau Tanya besok ad pr nggk?” balas chiko

“ ada. pr biologi hal 23-24 di lks intan, A-nya saja. Nie aq lg ngrjkan J” Jawabku

“ oh ydh mksih.lok gitu q mw ngerjakn pr dulu. Met belajar Wassalamualaikum.wr.wb  J” jawabnya mengakhiri pembicaraan

“ iya cm”, met belajar juga. Waalaikumsalam.wr.wb J.” Jawabku.

Di Tulis Ulang Oleh Baiq Synthia M.R.M

Marsya masih kaget dan tak percaya bahwa yang baru saja mengirimnya sebuah pesan adalah chiko , seorang cowok yang dia suka.

“Aduh kenapa jantungku berdegup kencang dan hatiku berbunga-bunga saat mengetahui bahwa chiko lah yang baru saja sms . Apa munkin inilah yang dinamakan  Jatuh Cinta?”  gumamnya.

Suara ummi dari balik pintu kamarku seketika membuyarkan lamunanku.

“ sya, kamu sudah belajarnya ?” Tanya ummi

“ ini hampir selesai mi.” jawabku

“ hem, kalau udah selesai matikan lampunya dan langsung tidur” kata ummi.

“ iya mi.” jawabku sambil tersenyum.

Umi pun segera berlalu meninggalkan kamarku menuju kamarnya sendiri.

“ Alhamdulillah, akhirnya pr-nya selesai juga.” Kataku lega.

Marsya langsung menaruh buku di dalam tas , mematikan lampu dan kemudian berbaring di tempat tidur.

“ Mmmh hari ini aku bahagia banget…” kataku sambil tersenyum.

Karena tak disangka,cowo yang aku idamkan hadir dalam hidup ku,,

Aku coba  untuk tenangin semua,sebelum aku tidur…

Aku sempet conteks dengan Bella,mengenai hal nomer aku yang di beri kepada chiko.

Setelah jam dinding menunjukkan pukul 21.45 WIB.Lalu aku matikan lampu dan tidur.

Sekitar pukul 02.30, aku terbangun dengan suara alarm yang membangunkan dari mimpi indahku. ‘’hmm,,alarm ini.. mengganggu tidurku saja.’’Perlahan aku buka diary kesayanganku.Lalu aku tulis beberapa untaian kata-kata.

Dear diary,

Malam ini malam yang indah sekali,,,Aku begitu seperti seorang princess di negeri dongeng.. Pangeran yang aku impikan muncul dalam kehidupan aku………..

Lamunan aku seketika hilang setelah suara Adzan menggema.

“ALLAHU AKBAR …ALLAHU AKBAR..”

Kemudian aku menuju kamar mandi untuk membasu muka dan mengambil wudhu.

Setelah mengerjakan kewajiban aku, aku membuka buku Biologi,mengerjakan beberapa soal yang masih belum di jawab.

Setelah mengerjakan aku merasa pusing,mual, ingin muntah.Aku baru ingat bahwa aku  lupa makan malam.Lalu ummi aku menghampiriku.

“sya,,mengapa kau terlihat pucat??”Tanya Ummi.

“Iya, Ummi ..”Marsya lupa makan semalam..” Jawab Marsya.

Ya sudah makan dulu sana,”pinta Ummi.

Baik Ummi”jawab Marsya,sembari menuju dapur.

Namun ketika Marsya mengambil beberapa cedok nasi, tapi dia langsung hilang selera makannya.

Ia teringat kepada Chiko,banyangan-bayangang tentangnya muncul.

Ia ingin cepat-cepat bertemu denganya di sekolah.

Sabtu pagi disekolah…

Suara bel masuk,tiiittt tiiiiittt tiiiiitttt’’ suara bel masuk sekolah.

Masya begitu bahagia,ketika melihat pangeran idamannya menyapanya..”pagiie marsya!”sambil tersenyum ..

“Pagi juga” balas Marsya.

Setelah itu pengajar Kimia masuk, sambil membawa lembaran hasil ulangan Kimia 2 minggu yang lalu.

Dag dig dug,,”semua siswa tak bersuara, mendengarkan satu persatu siswa dipanggil.chiko!!

“ya pak,,sambil maju ke depan,mengambil hasil ulangannya.

“yess ,,akhirnya tidak remidi.”teriaknya.

Marsya!!” ya pak, berjalan lemas membayangkan hasil ulangannya kecil.

Sambil melihat hasilnya” Alhamdulillah,,dengan memperlihatkan lesung pipitnya kepada Santi.Teman sebangkunya.

Lalu pelajaran dimulai,dengan bab baru yaitu”Termokimia”.

Pelajaran berjalan dengan khitmat.Kemudian pak Beno menyuru beberapa siswa mencoba soal yang ditulis oleh Siska, sekertaris kita.

Hmmm,,Diana teman yang duduk di depan aku, dia sangat baik.

Teng teng teng…...waktu istirahat pun tiba.

Aku hanya bisa diam di kelas bersama Diana. Aku merasa sangat pusing, rasanya isi perut ini akan keluar .Sya?!” kamu kelihatan pucat!”

Apakah kamu baik-baik saja ? Tanya Diana kepada ku.

‘’Enggak kok, aku baik-baik saja’’.. tenang saja.sambil tersenyum lebar.

‘’Oh, tapi sekarang lebih baik ke kantin saja deh”.. ajak Diana.

“enggak ah” aku lagi pengen di kelas, jawab Marsya.

Lalu Chiko datang menghampiri. Sya,,” lebih baik kamu makan dulu..”

Pinta Chiko.”Tetapi aku masih kenyang…” jawab Marsya lirih.

“Mmmm ..ayo makan,,!!” entar gak bisa ketemu sama Chiko yang ganteng ini.” Jawab Chiko gombal.

“Maaf Chiko,,aku benar-benar tidak ingin makan, jadi jangan dipaksa.

Jawab Marsya lemas.

“ehhh lihat deh,,kamu punya lesung pipit?!?! Lucu banget”

Sambil memegang pipi Marsya yang manis.

‘’Terima kasih ko,,sambil terseyum bahwa Marsya tidak apa-apa.”

Tiiit ….tiiiitt..titttt bel masuk sekaligus pulang..

“Lho kok pulang??”Tanya Diana bingung.

“Iya lah kan hari ini ada Even Karnaval di Alun-alun kota.’’jawab santi tegas, sambil membawa makanan ringan.

Oh ya ya.jawab Diana.

“Ya sudah deh Diana, aku mau pulang dulu”. Kata Masya.

Ya, hati-hati ya. Jawab Diana.

Assalamu’alaikum..

Wa’alaikumsalam.

Sampai dirumah, ummi menanyakan kenapa Marsya pucat.

Kemudian Marsya langsung Istirahat sambil meminta makanan kesukaan Marsya.

Lalu Marsya membuka ponselnya, dan mengirim message kepada Chiko.

*Assalamu’alakum,,maaf sikap Marsya tadi ya Chiko.. Marsya pusing & mual jadi gg bisa ngomong… ;-)  J Ea dag Sya, udah ampek lagsung maem paz(10.12). iya …*Arsya uda smpe.. ntr lgi mkan koq.. tenang saja..qm jngn fikirkan Marsya, aku gg pha2 koq.. J hem ya udah dah Syah (10.14)iya udah deh..thanx 4 all..maaf mengganggu..

Wassalamu’alaikum. J hem gpP koq Sya.Wa’alaikumsalam. J

Kemudian Marsya langsung makan dengan lahapnya.

Setelah makan Marsya send message lagi.

*Chiko,,Arsya udh mkan tpi dipksa.Alhamdulillah masuk..Chiko ntr liat karnaval?? J “bguz2 hehehe..Ndak tw msie Arsyah. Kamu sendiri syah?!?”

Gak ah.. panas.. ntr klo aq pngsan cp yg mw gendong ayoo?!?! :D

Kan ada aq syah..:-) ..Hmm iaa mask sehh?? Bkannya qm cownx Bella. J aq bukan cownx Bella. Aq gg pcran koq.

Oh begtuu ya udh,,Jkemudian operator AS mengirim pesan

“MAAF,GRATISAN KE LAIN OPERATOR TELAH TERPAKAI’”

“Hmm,,, gnie dah klo pake kartu As,, ya udah deh mending aku istirahat saja.” Sambil menggerutu.

Setelah beberapa jam Chiko send message laghi.

Syah ?!koq gg di lz??  Dia mengirim berkali-kali sampai ke-7 kalinya.

Akhirnya Marsya membalas dengan kartu yang laen.

*Maaf ya Chiko,aq gg pnx plz..mm.. maaf ya Chiko.berhubung qt laen operator mnding mzannx jangn sering2.cz aq gk pnx bnyk pulsa untk itu. Gak pha2 kan?!J hem,, ya sudh klo begtu..

Oh ya Syah, kan qm baek sama aq. Bleh gk aq pnggil q

dg sbutan khusus? J apa itu?!?!? J bagaimana klo little angel?! J

Hmm oke lha klo qm seneng Chiko..tpii aq lbih sneg di pnggil acha sjaa,,cz aq mlu chiko,,!!! L ya sudh degg,, aq pnggil acha imut..:):D

Yayaya.. byeeJ bye tooJ

Pagi Minggu yang indah, tapi Marsya harus mencuci tumpukan baju yang segunung itu.Dengan semangat yang tinggi Marsya segera mengambil tumpukan baju kotor.

Jam menunjukkan pukul10.00. semua tugasnya telah selesai dikerjakan. Kemudian Marsya bersih-bersih dan istirahat sebentar.

Kemudian mengerjkan tugas dan PR yang menumpuk. Hari mulai sore,

Marsya telah siap dengan aktivitas rutinannya.Setelah pukul 21.45

Marsya mulai menata buku-bukunya dan bersiap-siap akan istirahat.

Hmm…come on Marsya,,

“jangan hanya bermimpi saja..”hmm mendingan aku buat sesuatu yang bernilai.”

My imagine

Every one have dream

Every one want to be success

Just little wich lose

I want be someone who useful

I know that all not true come

But I do hope can come in my beauty dream

My imagine please come without in dream

Thanks for ALLAH

Marsya bingung dengan keadaanya sekarang, ketika ia mulai percaya cinta, tapi mengapa cinta itu menghianatinya.Diam-diam cowo yang dia idamkan menusuk dari belakang.

Sakit hati,Ia lampiaskan kepada semuanya.Ia selalu menangis di setiap malam. Terseduh,hatinya masih luka.

Suatu hari, di sekolah mengadakan lomba festival film comedi.

Dia terpaksa mengikuti seleksi atas ajakan temannya,Siska.Sambil lalu membalut luka yang amat dalam.Tak disangka dia lolos.

Alhamdulillah,aku lolos… “horee..”

Kemudian setiap hari berpapasan dengan Chiko, Chiko selalu menghindar. Entah apa yang memasuki jiwanya. Ia kembali sedih, untung ada Diana yang selalu menemaninya.

Casting acting dimulainya. Yang bikin geli, ia berperan sebagai nenek tua. “huk huk huk..sambil mengelus-elus cucunya.

Kemudian saat itu,Marsya bertemu dengan seseorang cowo, yang kebetulan berperan sebagai cucunya.Dia bernama Ricky.

Entah apa yang membuat Marsya menjadi ceria kembali..

Semakin hari, ingatan tentang pangeran telah sirna. Sebulan kemudian, dengan mudahnya Chiko menggait cewe lain yang bernama Sherly. Memang Sherly itu cantik dan kaya, tapi Marsya memiliki kecantikan yang luar biasa. Yaitu kecantika hati yang tak tertandingi.

Dia begitu dekat dengan Ricky, saking dekatnya tanpa Marsya sadari. Ia sering bercurhat, yang membuat Chiko sering mengoloknya dengan sebutan soo sweeatt..

Namun setelah lama kenal, ternyata ia memiliki seorang cewe yang benama Cindy. Manis,baik dan bisa berkarate.

“Woew amazing kan..” sama-sama bisa bela diri.Tapi tak mematahkan optimis Marsya yang ingin bermain karate. Lalu ia diajak oleh Diana yang juga ikut karate.

Semakin hari, aktivitas tentang karate semakin ia geluti. Pada akhirnya ada lomba karate tingkat kabupaten. Marsya yang masih dangkal ilmunya, memberanikan diri untuk ikut.Dan yang menabjubkan. Marsya lolos ke semi final.Dan ia berlaga di tingkat provinsi.

Dan syukur, Marsya masuk tiga besar. Walaupun demikian, Ia bangga bisa memberi nama baik sekolah MA Ainun Ulum.Yang di pandang sebelah mata oleh masyarakat.

Marsya tidak perna alfa dalam kegiatan latian karate.Dia kini mempunyai komitmen. Dia akan hanya menunggu seseorang yang bisa menerima dirinya. Dalam hal kekurangannya.

Soo,, miss you teriak Marsya.

TO BE CONTINUED……..

At 21.51 4 DESEMBER 2012

 

Because of you I LOVE KARATE part II

Setiap hari hari Marsya jalanin kehidupannya dengan penuh ceria. Suatu pagi yang cerah,Marsya yang manis tak sengaja melewati sebuah jalan di  kantor TU.

Tiba-tiba suara yang tak asing.Marsya,,,??!!. Kemudian Marsya menoleh, eh ternyata Risky.

Dengan pancaran sinar mata yang indah.Masya menjawab dengan senyum pula. Iya…”

Marsya tidak habis pikir, “kenapa dia  begitu perhatian kepadaku, ? “padahal ia kan sudah punya Cindy.”

“Sya!!!!!” lamunan  ku luluh ketika Diana memanggilku dari kejauhan.

“ Ada apa na??”

“Kagak ada cuman pengen bareng saja ke kelas.”

“oh…. Balas Marsya.”

Suasana sekolah yang ramai karena saat itu pula sekolah MA Ainun Ulum sedang mengadakan lomba antar kelas yang sering dipanggil “class mitting”.

Ketika Marsya sedang asyik berbincang-bincang dengan Diana. Dari arah kejauhan, ku lihat senyum sosok

Orang yang tak kan perna menjadi milikku.

Lalu, kembali ia memanggilku dengan senyumannya. Aku hanya bisa menjawab “ Ya”.. dengan lesung pipit aku.

Setelah berusaha melupakan tentang Pangeran Chiko, Marsya diajak oleh Diana membuat

account “Face Book’’ Awalnya ia ragu, karena kondisi Masryah yang tidak mungkin melakukannya.

Yaitu ayahnya yang super ketat menjaga Marsya  “24 jam Non Stop”.

Ia ditemani oleh Diana, sahabatnya.

Account FB nya bernama “Lidya Marsya”, Diana mengusulkan teman. Pertama orang yang

Ia  kenal berasal dari Sumatera, tepatnya dari Bintan. Setiap hari, Pagi maupun tengah malam ia “On line”.

Pada tanggal 12 Desember 2012, Ia berkenalan dengan laki-laki dewasa berumur 20 tahun yang bernama Safiah. Dia berusaha mendapatkan nomer Marsya, akhirnya Marsya memberinya.

Marsya selalu berkomunikasi setiap ada waktu luang apalagi event tersebut bertepatan dengan liburan Akhir Semester I. Selang sehari Ia berkenalan dengan seseorang yang berasal dari kota

yang sama. Namanya Angga, dia juga berusaha mendapatkan nomer Marsya. Ia juga mendapatkannya.

Ternyata dia juga kakak kelas Marsyah, dia duduk di kelas XII IPS 2.

Tak lama Marsya juga berkenalan dengan seseorang, tapi ini berbeda dari biasanya.

Dia berasal dari luar Negeri, dari negeri Bolliwod. Yang berada di kota Keralla. Namanya juga asing kedengaranya “Fahmin”. Dia tidak tahu bahasa apa yang akan digunakan, ternyata fasih berbahasa Inggris. Marsya pun demikian, setiap hari mereka selalu “Chatting”. Yang bikin Marsya tercengang kenapa waktu ”Chatting” selalu bersamaan.

Fahmin bersekolah di SMA favorit di Keralla, duduk di bangku +2. Artinya kelas 3 ” Senior high school”, dia memiliki hobby bermain Kriket.

Berhari-hari dia berkomunikasi, entah mengapa cowo India itu menyukai Marsya. Berkali – kali dia

Mengatakan “ sya, do you have love 4 me?” “what ???” balas Marsya.

Yah,, I love you <3.. kata  Fahmin,” I love you too Fahmin,,” jawab Marsya  juga. Keakraban mereka semakin hari semakin menjadi sampai mereka sering berdebat satu sama lain tentang Negara mereka, tetapi mereka juga sering berkasmaran.

Setiap kali Marsya menonton film kesayangannya “Rab Ne Banna de Jodi” Marsya sering terharu melihatnya. Ia membayangkan jika pergi ke Negara itu dan bertemu “Prince Amin” begitu yang Marsya bayangkan. Berita itu diketahui oleh Diana ketika Fahmin perna mengirim pesan lewat seluler .

“Before sleeping, just say this prayer J‘’think you God for ending my day with the SMS of great living Legend,whose smartness will inspire me today, tomorrow & always. (20.50)

Sebelumnya Marsya mengirim sms 3X.

  “This is Fahmin?? I know way call you. J add code plus. You can call this. +6287712450XXX”

  “if sleep “dream of me “

  “if  sad ‘’ meet me ‘’

   “if bore  ‘’call me’’

   “if happy ‘’smile for me’’

   And

   “if hungry ,,   boil noddle “indomie “ hahay :D wkwkwkwkkwk. Do you sleep now? By: Marsya

 “ before me sleep too.. I hope ,, this day is a beauty day,, because I  know meaning friendsip..

Without look distance n time… just like my dream … Ya Allah.. give he smartness, so can do the exam

Tomorrow n next day… give way to be success. ;) @nice dream@ Jgood nightJ

Setelah kurang lebih 3 bulan Marsya galau, Marsya menyadari  bahwa yang dia lakukan itu salah. Dia masih banyak memiliki teman yang sayang sama Marsya.Seperti  Rhorho,Diana,dan teman Fbnya seperti  Eddy, Arun, Nizam, Rashid , dan Amir.Mereka semua selalu mensupport Marsya,

Cerita terbaru tentang Marya yaitu dia merasa sesuatu yang salah, seperti jatuh cinta. Itu rasanya asing di telinga, karena apa dia sudah mati rasa dengan cinta yang berulang kali membuatnya terluka.Tetapi, ia merasa ada yang aneh dengan dirinya, mungkin benar ia  sedang Berkasmaran kepada seseorang di Negeri  Bombay. Ini yang ia rasakan setiap kali cowo Itu memanggil dengan sebutan ‘’dear’’ sangat manis sekali nama itu, mungkin tak kan perna Marsya lupakan seumur hidupnya. Nizam selalu mengingatkan tentang makan, hampir  semuanya bertanya keadan Marsya.

Tetapi setiap ia melangkah pikirannya tak perna lupa kepada Fahmin kenapa hal itu membuatnya menangis lagi. Dia  hanya bergumam ”I am really love you, I am never Can to forget you, have you lately hear my little heart.Ya Allah, give me calm so I can forget him and can be focus with my self. Give me powerfull to walking this life. My life very hard, ooo.. Ya Allah, please answer my question.I love you Allah.”

Itulah yang Marsya rasakan menurutnya, hidup adalah sebuah pilihan yang  harus dia jalanin karena jika ia menyerah sekarang berarti ia telah gagal. Ayo semangat Marsya, itulah kata-kata yang ada di benaknya.

Tak habis fikir,” siapa sie yang berani membuat masalah dengan ku??’’

Dimana yang namanya cinta sejati aku harus bisa bangkit dari sekarang,

Waktu pasti akan menentukan sampai dimana Marsya akan bisa bertahan dari  masalah yang selalu menimpah didrinya.

Sudah ah, aku males ma diri ku sendiri mending tidur yukss….

Jbye Nizam,, my sweat friend JNyebelend  tau,

Aku up date status seperti ini

Heart of the World

And why I love  him so.

And they called it puppy love

Just because we’re seventeens

And they it puppy love

Oh, I guess they’ll never know

How a young heart really feel

And why Iove him so.

Tanggal 22 Maret 2013 Nizam nyatakan perasaannya kepada Marsya, awalnya Marsya gak percaya terhadap yang dia alami. Lalu dia nyatakan perasaan yang sama. Akhirnya status di Fb diubah menjadi bertunangan dengan “Nichu  Nizam.”

Dia juga bercerita kepada mamanya hal ini membuat Marsya tak nyaman karena terasa asing ditelinganya. Marsya tertidur pulas, kemudian ia bermimpi  tentang Fahmin dalam mimpi itu fahmin membalas inbox Marsya yang sudah berumur 3  bulan. Ternyata keesokan harinya.

Marsya tidak percaya terhadap yan terjadi kepadanya, rasanya ia ingin menagis.Seketika itu pun langit  menjadi mendung, suara gemuruh menyelimuti suasanya hati Marsya yang kecil.

Aku rindu Fahmin, tapi aku sudah memiliki Nizam. Apa yang harus aku Lakukan ya Allah? Semuanya terjadi begitu cepat jadi agar aku gak menyakiti hati Nizam. Jadi aku putuskan hanya menjadi teman terbaik Fahmin, dan Fahmin menyutujuinya. Aku mengatakan bahwa kita juga bisa lebih daripada teman atau pacar, kita akan menjadi sebuah saudara. Dia menyutujuinya juga,” oh Fahmin ternyata engkau tak banyak berubah.”

Aku memutuskan untuk off. my account untuk sekarang dan besok minggu.Karena aku ingin focus sama pelajaran aku. Sungguh aku tak tahan dengan sikapnya.

Dia sering bilang chatting dengan aku.”

Tapi kenapa dia selalu membuat aku marah, dia cerita tentang teman aku. Huft” aku harus sabar menghadapi semua ini. Ini ujian buat aku agar aku bisa menjadi orang yang berguna bagi Nusa, Bangsa , dan Agama.

“Kenapa Fahmin yang datang kehadapan aku setelah ia tinggalkan aku?” kata Marsya sambil terisak menangis .“Kenapa semua cowo bisanya khianatin cewenya, sungguh aku sangat tak

bisa menerima semua itu.”  guman dalam hatinya”

“aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaahhhhhh” aku tak sanggup lagi, rasanya ingin  terbang melayang tinggi ke alam yang jauh.

Tapi setelah mendengarkan ceritanya aku sadar, aku tak  seharusnya berbuat seperti itu.

Dia  itu tulus mencintainya, jadi jangan buat hatinya sakit.

“”Aku cinta kamu juga my prince zham-Zam :D “ I hope we can meet,”

^-^. I so miss you, dear.”

See U @ Monday, I <3 U 2.”

Itu kata-kata yang perna Marsya katakan kepada Nizam.

Saturday,23 Maret 2013

Good Night J :*

Setiap tangisan Nizam ubah menjadi canda tawa, ia selalu membuat Marsya terseyum bahagia. Sangat bertolak belakang dengan Fahmin yang hampir setiap malam membuat Marsya meneteskan air mata.

Selama kurung waktu 2 setengah bulan menjalani bersama Nizam, sempat Marsya menanyakan tentang ketulusan HATI Nizam. Ia berjanji akan menemui Marsya,

Semoga omonganya bukan kosong semata .

“AAAAAAAAmmmmmmmminnn,,,,,” I hope u will come dear,,”

Yes, I vill come dear, May ALLAH will help us, aamiin…..”

Nizam telah dua kali menelpon Marsya lewat ponselnya, +919605790xxx.

Pertama pada saat 1 st Annivesary on April 23 rd 2013, dan yang kedua kalinya saat

Ultahnya dia yang ke-20 @ May 4 th 2013.

Semuanya terjadi tepat malam sabtu, J

Betapa bahagianya hati Marsya, pada saat hari Jum’at 23 Mei 2013 2 st Annivesarynya..

Nadhia datang, saat itu secara tidak sadar kami bisa chatting di waktu yang bersamaan..

Sungguh pengalaman yang menyenangkan, dan saat itu pula.Pertama kalinya Nizam  memberi smile :*. Namun Masya hanya membalas senyuman saja. Tepat pukul 23.30 WIB, Masya bisa menutup matanya. Namun, sayangnya keesokan harinya Marsya kesiangan. Sekitar jam 5.00 am, Marsya terbangun dari mimpi indahnya.

Sampai disekolah telat 10 menit, untung pengajarnya baik. Malangnya saat, Pelajaran olahraga akan berakhir asma Masrya kambuh, untung saja ada 2 sahabat yang menyayanginya. Diana dan Desta.“Pokok nya mereka benar-benar “take care ” dehh……….”gumam Marsya.

Sepulang dari sekolah Diana bersama Desta langsung pergi ke rumah Marsya, saat itu kami berbagi cerita bersama nenek Marsya juga.

Hal yang tak bisa Marsya lupakan ketika Ia  mengikuti ajang Olimpiade Fisika Se-Jawa Timur namun sayang seribu sayang. Keberuntungan tak berpihak dengannya.

Hal itu tak menyurutkan semangat Masya untuk terus berkarya di sekolahnya. Karena Nizam, Umii dan Ammi selalu ada buat Marsya.

Kini marsya tak paham dengan perasaanya, semua orang yang perna berlabuh dihatinya. Namun kini telah lenyap termakan angin, Marsya tak perduli.

Yang membuat Masya semakin bingung, seseorang dari kelas sebelah juga memiliki perasaan kepada Marsya, namanya Seiha.

Dia sangat memperdulikan waktu belajar, makan semua aktivitas Marsya.

Namun dalam hati Marsya tak kan perna padam bayangan Fahmin.setiap ia mendengarkan koleksi lagu favoritnya pasti ia tak kan perna melewatkan untuk mendengarkan 1 album lagu dari Sha rukh khan. Public figure idolanya, lagunya dalam film tahun 2012 berjudul Rab Ne Banna De Jodi” artinya “Aku melihat Tuhan di wajahmu”

Sudah lah Marsya Move on,,,,,”sebentar lagi kamu akan menghadapi ujian,, plizz deggh”

Dalam hatinya yang selalu mengomentari fikirannya,

Kini ia hany bisa pasra,,

Good bye,, nizam,, n Fahmin..

I misss u so much//:*

Namun ntah apa yang terjadi mereka semua kembali kepada

Marsya. Marsya semakin binguung mereka semua berada dalam dunia maya.Bukan dunia  nyata or real,”oh My God”.

“Tolong hentikan semua yang membebani aku”. Aku hanya hamba

yang tak memiliki kekuatan”Hati kecil Marsya yang selalu berkata”.

Mungkin benar kata sahabat Marsya, Marsya hanya dapat mendapatkan pangeran nya di dunianya sendiri yaitu keluarga besar AL-Imran dan Bahamisah.

Semoga Marsya cepat kembali dan sadar akan pentingnya orang tua dan sahabat. Juga yang terpenting karate hanya sebagai pelantara cinta yang dihianati.

SELESAI

Situbondo, 19 Juni 2013

Penulis

Baiq Synthia M.R.M

Baiq Cynthia

Baiq Cynthia Menggeluti dunia literasi dan freelancer, sebagai editor lepas dan penulis content writer. Bukunya berjudul September Wish dan DARAH. Menantikan kehadiran buah hatinya.

Post a Comment

Popular Posts