Istirahat HATI-Baiq Cynthia

Bukan hanya pekerja yang butuh istirahat, hati juga.
(Inspirasi muncul dari mana saja, termasuk dari satu benda atau satu kata atau satu huruf sekalipun. Maka, sangat lucu kedengarannya jika mengatakan tidak punya ide untuk menulis.
Berhenti cari masalah dengan penulis, atau abadi dalam tulisannya).


#Blogger #Autor #menulis #Situbondo



Istirahat Hati




Hari-hari bernuansa ketupat sudah lewat, semua sudah mulai kembali pada rutinitas kerja kembali. Tetapi sebagai penulis freelance terkadang merasakan butuh waktu untuk istirahat, karena nyaris tidak ada waktu untuk berhenti beraktivitas. Sekelebat pikiran selalu hadir dan memintanya untuk terus menulis walau hanya satu kata.




Penulis juga butuh istirahat, sejenak menyandarkan tubuh pada kursi atau tembok walau belum mendapatkan kesempatan untuk bersandar pada bahu yang kekar. Terkadang tercenung memikirkan makhluk yang akan menjadi pelindungku di masa mendatang. Apakah itu ada atau hanya impian saja? Sungguh tidak bisa memprediksikan lagi. Di sela-sela renungan itu muncul alunan lagu yang mengisahkan sepasang kekasih yang bermain drama, tetapi takdir yang memisahkan mereka.




Dalam bingkai pikiran terasa tidak ada pengharapan yang pantas dilayangkan selain kepada Allah, sering muncul tidak akan berharap pada siapa-siapa lagi, karena sadar diri ini gak pantas buat seseorang yang menjaga hati di sana. Aku tidak tahu, apa yang harus aku katakan nanti. Semua berubah seiring berjalannya waktu, aku sendiri sudah lelah hanya butuh untuk istirahat hati sejenak mengosongkan beban yang selama ini hanya bikin perasaan terkoyak.




Butuh waktu yang cukup lama untuk mengobati kubangan luka, tetapi aku sadar tidak sepantasnya luka dibiarkan tanpa diobati. Luka butuh pengobatan agar tak sampai membusuk bahkan menjadi makanan belatung. Sekali lagi, kutanyakan pada waktu. Apakah ada sisa-sisa waktu untuk istirahat sejenak tanpa sebuah masalah? Waktu hanya menggeleng ringan.




Ya, aku teringat pada perkataan bahwa hidup di dunia hanyalah seperti musafir yang akan terus berjalan hingga waktu yang menjemput menuju alam yang berbeda. Seperti musafir yang haus, ia pun membutuhkan waktu untuk istirahat meneguk setetes semangat. Memulihkan rasa-rasa lelah oleh tekanan emosi yang meradang, bak binatang jalang yang memaki hati maupun pikiran.




Sudah banyak detik-detik yang kubiarkan berlalu dengan tangis dan kesedihan, kini aku hanya butuh waktu untuk beristirahat, ya hatiku yang istirahat. Tidak terlalu bergumul pada nafsu dan ingin menidurkannya sebentar. Agar ketika terbangun hati sudah semakin kuat dan siap menerima terpaan puluhan goni masalah. Bahkan berton-ton tantangan yang harus dilewati.




Tak lama untuk membuat hatiku benar-benar ada jeda tanpa harus merasa tergores lagi, cukup 13 purnama saja. Hati yang beristirahat berarti siap untuk menahan jatuh cinta, maupun terluka oleh harapan dan janji-janji orang. Aku hanya butuh istirahat, agar saat terbangun hati sudah siap untuk bangun cinta.




Duhai pemuda yang tengah menjaga hatinya untuk sosok wanita yang akan menjadi tulang rusuknya. Tetaplah menjaga hatimu untuk terus tersambung kepada yang Maha Menjaga Hati. Karena ada wanita yang belum bisa menjaganya, ia sedang mengistirahatkan hatinya agar segar dan ceria ketika bertemu.




Wanita itu sudah tidak memasang terlalu banyak porsi cinta di hatinya, karena ia sudah jengah dengan kenyataan yang selalu tidak sama dengan harapan. Ia lebih senang memasung hatinya untuk tidak jatuh cinta pada waktu yang salah, tetapi ia punya alarm untuk bangun cinta pada waktu yang sudah ditetapkan oleh Pemilik Waktu.




Waktu ... tolong bangunkan hati saya ketika sudah ada yang memukul alarm untuk terjaga. Kuharap itu pemuda yang diam-diam menyelinap dalam bunga tidur si hati. Istirahatlah wahai hati, bangunlah saat ada cinta yang mengetuk pintumu.




Penulis : Baiq Cynthia
Situbondo, 25 Juni 2018

Baiq Cynthia

Baiq Cynthia Menggeluti dunia literasi dan freelancer, sebagai editor lepas dan penulis content writer. Bukunya berjudul September Wish dan DARAH. Menantikan kehadiran buah hatinya.

Post a Comment

Popular Posts