Hidup Bukan Pilihan Ganda yang Bisa Remidi, Sekali Memilih Jangan Menyesal yang Terjadi-Baiq Cynthia


Sering Terjebak dalam Pilihan Sulit? Pernah Takut Untuk Memulai?






Mungkin ini sebuah pilihan yang sulit dalam setiap kesempatan, terlebih kesempatan hanya datang sekali, kalau datang dua kali namanya keberuntungan. Tanpa kita sadari, kita sudah diberikan banyak pilihan hidup oleh Allah, kita hanya diminta memilih dan istiqomah di sana. Tetapi, kadangkala sikap kita terlalu rakus, akan ketenaran, akan kebanggaan dan segalanya yang bernama sukses.




Seringkali yang terjadi adalah hal yang tidak kita inginkan lebih sering tidak tercapai, sebaliknya yang tidak pernah diinginkan terlalu mudah untuk didapatkan. Pernah merasakan seperti itu? Itu yang disebut impian dan kenyataan tidak pernah berjalan bersamaan. Semua butuh untuk diperjuangkan, untuk menjaga komitmen dan relasi yang lebih baik lagi.




Sudah menjadi hal wajar ya, setiap manusia dihujani masalah, kesulitan dan krisis. Tapi, apakah akan menyerah hanya faktor keadaan? Tidak ada jalan menuju sukses itu seperti jalan tol yang mulus tanpa hambatan, bahkan bebas kita mau pake kecepatan berapa, mau menyalip mobil atau mau berjalan statis, tidak ada lampu merah, tidak ada pertigaan juga tidak ada pertokoan. Mulus—hampir tidak ada sesuatu yang menghadang. Apakah lantas bisa membuatmu senang?




Jalan tol yang sunyi, gelap bila malam, hanya ada deretan pohon-pohon tak berbicara, tidak ada pom bensin saat mogok, tidak ada pertokohan saat ingin minum, tidak ada teman yang bisa diajak bicara saat berkendara, seolah semuanya ‘sibuk’ dengan jalannya masing-masing. Jalan tol itu hambar rasanya meskipun mulus. Coba bandingkan dengan jalan normal, selalu ada kejadian unik yang terjadi yang hampir selalu membuat perubahan mood kita, suka-senang-lucu-menyebalkan-dan perasaan lainnya.




Kita bisa tertawa saat ada orang yang menghibur di jalan, ada badut yang tampil. Atau kita bisa bahagia bisa melihat nadi kehidupan, lampu-lampu pertokohan atau lampu taman. Kita bisa benar-benar merasakan adanya kehidupan meski harus ditelan kemacetan. That’s the funny life! Jadi pengadaian yang saya lakukan soal pilihan itu bisa seperti jalan tol atau jalan biasa. Terserah pilih yang mana. Tidak semua jalan yang mulus bisa membuatmu lebih mengerti memaknai kehidupan, dan tidak semua jalan normal yang penuh liku maupun tikungan membuat hidupmu menjadi flat dan tak bernyawa.




Semua itu pilihan, dan jangan sampai ketika sudah memilih kamu menyesalinya di akhir. Karena hidupmu bukan soal pilihan ganda yang bisa remidi. Semua harus dipertimbangkan ketika terjebak dalam sebuah pilihan yang sulit. Tapi bersediakah menerima pilihan tersebut menjadi salah satu prioritas kehidupanmu dan bersungguh-sungguh di dalamnya?




Pertanyaan yang seringkali kita abaikan makna bersungguh-sungguh—komitmen yang teruji dalam ruang dan waktu walau banyak rintangan yang terlalu sering menghadang. Adakah tips untuk memilih sesuatu yang akan kita jalani dan menjadi baik ke depannya dan selanjutnya sampai garis finish?!




1. Mendekatkan diri kepada Allah, ini penting dan syarat mutlak. Karena kita sebagai manusia hanya sebagai makhluk yang hanya bisa berencana, tetapi keputusan selalu datang dari Allah.


2. Jangan berputus asa dengan apa yang sudah dipilih, manakala suatu ketika pilihan yang kita anggap sebuah hal yang baik tetapi malah merusak, tidak seharusnya kita malah berputus asa. Gunakan hukum 'ala bisa karena biasa', semua perlu diperjuangkan dan terus-menerus dicoba hingga bisa. Karena kita tidak bisa menentukan jalan hidup dengan berpangku tangan.




3. Tidak ada nasib buruk, yang ada karena kita kurang berusaha ekstra. Tetapi jika sudah berjuang berulang kali namun tetap gagal itu namanya takdir. Maka kita harus berlapang dada dan juga berbesar hati untuk tidak menyesali. Kita hanya sebagai aktor, Allah yang memegan skenario yang terindah.




4. Saat memilih segala sesuatu, perencanaan itu emang butu tapi sewajarnya, tidak terlalu dalam saat berencana. Kerjakan semua sesuai dengan SOP! Karena kita tidak tahu apa yang terjadi berikutnya, bersiaplah untuk mendapatkan yang terbaik dengan pengerjaan yang dan perencanaan yang matang.




5. Terakhir, bangun relasi seluas-luasnya. Cari info sebanyak-banyaknya, jika perlu dunia dalam genggaman tapi akhirat selalu di hati. Kita bisa jadi gagal di salah satu tujuan, bukan mustahil ada cabang tujuan yang memberikan peluang terbaik untuk kita.




Segalanya yang terjadi, lagi-lagi sudah menjadi kententuan-Nya. Tidak bisa memaksakan kehendak hingga larut dalam pilihan yang melenakan hingga dilema berkepanjangan. Kita tidak hidup seorang diri di muka bumi, kalaupun merasa sendiri kita masih punya Allah tempat untuk bersandar, berkeluh kesah. Tidak ada tempat yang lebih menenangkan selain hati kita selalu tersambung kepada Allah.




Penulis : Baiq Cynthia
25 Ramadhan 1439 H

Baiq Cynthia

Baiq Cynthia Menggeluti dunia literasi dan freelancer, sebagai editor lepas dan penulis content writer. Bukunya berjudul September Wish dan DARAH. Menantikan kehadiran buah hatinya.

Post a Comment

Popular Posts