[REVIEW BUKU] CLAIRES-Valeire Patkar (MOCO QUIZ-IJAKARTA)

Dipersembahkan oleh @Ijakarta
Judul buku : CLAIRES
Penulis : Valeire Patkar
Penerbit : BIP (Bhuana Ilmu Populer)
Jumlah halaman : 384 halaman
Tahun terbit : 2018
ISBN : 978-602-455-366-1
Reviewer : Baiq Cynthia

“Cintai orang yang bisa buat kamu bahagia. Bukan yang bisa buat kamu sempurna. Karena yang sempurna belum tentu bisa buat kamu bahagia. Tapi bahagia selalu bisa buat hidup kamu sempurna.” (Halaman 345).



Salah satu kutipan dari novel CLAIRES, sempat bertanya-tanya tentang judul apakah soal nama tokoh atau gabungan dengan nama tokoh lainnya, hingga ending saya tidak menemukan jawaban itu. Terima kasih saya ucapkan kepada Ijakarta yang selalu menyuguhkan bacaan gratis yang mudah sekali diakses melalui aplikasi Ijakarta, dengan koleksi buku yang semakin hari semakin bertambah. Bahkan saya sampai bingung membacanya.



Cukup lama bergabung, sejak akhir tahun 2016 dengan salah satu perpustakan digital yang keren abis! Selain bisa baca bukunya dalam mode offline, layar latar belakang bisa dimunculkan mode gelap dan terang. Pun banyak rekomendasi bacaan yang menarik! Betah deh dengan aplikasi satu ini.
Nah, kali ini Ijakarta sedang mengadakan kompetisi book review, sayang kalau sampai dilewatkan. Yuk masih panjang batas waktunya hingga 27 Mei 2018 tepat 23.59 WIB.

Mekanismenya bagaimana? Intip di bawah ini.

***
Sukses Valeire Patkar membuat kisah yang berkesan di pikiran, enggak habis pikir bisa membuat saya harus menitikan air mata berkali-kali. Cerita yang disuguhkan menurut penulis diangkat dari hal yang sederhana, karena kesederhanaan yang selalu tampil natural akan dirindukan. Tentang dilema cinta segitiga antara Kai Deverra, Ares Nota dan Claire Paveitria.




Bisa dibilang hubungan Kai dan Claire dinyatakan pasangan paling sempurna oleh kawan-kawannya, karena nyaris tidak ada konflik yang membuatnya berpisah. Jika pun ada konflik justru menguatkan hubungan mereka. Awalnya lelaki yang tidak paham soal cinta—menurut Ares cinta hanyalah mitos dalam benaknya mendekati wanita hanya sebagai mainan. Ares tidak percaya jika ada orang yang menjalani hubunga jarak jauh dan bisa bertahan bertahun-tahun tanpa ada miss komunikasi atau konflik yang berarti. Lelaki dengan rahang oval dan kulit putih pucat ini lantas mencoba menguji cinta Kai dengan Claire, dengan mendekati cewek blasteran Bule-Bali.




Latar belakang Claire dengan permasalahan hidup yang tidak semulus film-film, membuatnya tertarik dengan teman yang tidak diundang dalam hidupnya--Ares. Ares berhasil mengalihkan perhatian Claire, semata-mata hanya tertuju untuknya. Dari awal pun Ares ingin bermain-main dengan cinta, tetapi apa jadinya jika ia sendiri yang harus terperangkap dalam permainannya sendiri?
Ares bahkan harus menghilangkan kebiasaan buruknya, demi bisa hadir di hadapan Claire setiap pagi. Antara cinta, pengorbanan dan pencarian jati diri. Cinta tidak pernah meminta untuk hadir, tetapi kehadiran sosok yang nyaman akan menghadirkan cinta. Claire sangat mencintai Kai, tetapi wanita itu sudah lama merasakan kesepian, kehadiran Ares merubah ketakutan-ketakutan menjadi bulir kebahagian. Kisah-kisah suram menjadi canda dan tawa.




Latar tempat yang diangkat dalam kisah romance young adult ialah Pulau Dewata dengan pesona pantai dan ke khas-an penduduknya, juga Jakarta dan Eropa. Penggambarannya begitu jelas meski tidak detail, penulis lebih banyak menyisipkan dialog, monolog dan penceritaan dengan sudut pandang orang ketiga serba tahu. Baik melalui pengamatan antartokoh maupun latar suasana yang turut ‘menghidupkan’ cerita.
Dilema jika harus memilih lelaki yang sama-sama tampan, sama-sama jago bahasa Inggris, sama-sama mapan juga setia. Penulis juga pandai memainkan peran antar tokoh, kisah cinta yang dibuat seakan-akan nyata menyumbang banyak pikiran puitis namun ‘ngena’ di hati.


Seperti Blurb berikut ini;
Tentang ada, namun tidak ada.
Tentang di sini, namun pergi.
Tentang sembuh, namun tetap luka.
Tentang percaya, namun ditinggalkan.
Claire dan Deverra seperti deretan awan di atas langit. Mereka sama dan itu membuat mereka sempurna.
Claire dan Ares seperti rangkaian baris warna pada pelangi. Mereka berbeda dan itu membuat mereka indah.
“Untuk siapa pun yang mengingatku di kepalanya, aku mengingatmu lebih jelas dari semua ingatan di kepalamu itu.”

Bicara soal cinta, bukan siapa yang lebih tangguh merebut cinta dari sosok yang dicintai, novel ini mengangkat soal cinta yang merupakan perjuangan untuk meredam cinta itu sendiri. Bahkan muncul filosopi cinta, pada halaman 256 “Love is short, Forgetting is so long.”


Kita bisa menumbukan cinta begitu cepat, bahkan hanya dalam satu kedipan mata. Tetapi untuk melupakan cinta itu sendiri, butuh waktu yang lama. Cinta pun bukan soal memiliki, cinta yang mampu membahagiakan dan membuatnya nyaman. Saat cinta memang sudah digariskan, ia akan menetap lebih lama di palung hati, berapa pun lamanya.


Tidak ada yang bisa kita prediksikan soal hari esok, karena saat berganti hari esok, hari ini sudah menjadi hari kemarin. Seperti kisah cinta mereka yang terus menjadi pertanyaan sampai ending. Temukanlah dalam novel Claires, rating dari saya 4 dari 5. Rekomended!

#MocoQuiz #ClairesxiJakarta #Ijakarta

Baiq Cynthia

Baiq Cynthia Menggeluti dunia literasi dan freelancer, sebagai editor lepas dan penulis content writer. Bukunya berjudul September Wish dan DARAH. Menantikan kehadiran buah hatinya.

Post a Comment

Popular Posts