Maafkanlah Dia yang Membuatmu Terluka~Baiq Cynthia


Ada kalanya harus mengalah dengan emosi, tidak memberikan kesempatan terlalu lama pada halusinasi yang menjebak pikiranmu pada dimensi yang tidak bisa engkau capai. Karena pencapaian bisa engkau upayakan dengan semangat yang tiada berbatas.

Jika bunga terjatuh kemudian terinjak-injak, bunga tidak lantas menyalahkan kaki. Karena bunga tahu, kaki tidak bisa melihatnya. (Aiq, 2018)




Terlalu sering saat terjadi kesalahan, lantas langsung baku hantam mencari siapa yang memulai. Siapa yang biang keladi, saling menyudutkan saling membuat kesalahan dan terjadilah perpecahan.


Pernahkah terlintas dalam benakmu untuk memaafkan apa pun yang pernah menyakitimu, mengecewakan hingga melukai terlalu dalam?


Pernahkan berupaya menjadi sebuah mahkota bunga yang indah lalu dipetik dan layu--ditinggalkan(?) Apakah bunga lantas marah? Hingga tidak ingin berbunga lagi?


Tentu tidak, bunga terus bersemi malah semakin banyak dan hal itu menyurutkan tangan-tangan jahil untuk memetiknya lagi. Cukup melihat indahnya barisan bunga yang mengisi taman. Bahkan tak segan untuk menyiram deretan bunga yang indah agar selalu elok dipandang.


Jika bunga adalah simbol memaafkan, mengapa hati kita tidak mencoba untuk turut memberi maaf pada kesalahan orang lain tanpa diminta? Kebahagiaan akan ikut berbinar di hati orang lain, jika hati kita sudah cukup bahagia.


Mari gunakan momentum Ramadhan untuk menebar rasa maaf, saling memahami saudara kita. Karena tidak ada sebuah permasalahan yang datang sendirian, pasti ada hal lain yang mengikuti. Pastikan tidak melewatkan satu bagian dari Ramadhan untuk berbagi, berbagi kebahagiaan, berbagi senyuman pun senantiasa menebar manfaat.


Jika tidak bisa melakukan hal yang terbaik dalam hidupmu, minimal tidak melukai perasaan saudaramu. Pernahkan terpikirkan dalam sanubari saat kita memunculkan satu kebaikan akan mendapatkan banyak kebaikan lagi?


Saat kita menanam satu butir padi akan muncul ratusan benih padi lainnya, seperti itu kebaikan yang akan kita dapatkan. Namun, jika kita tidak menanam apa pun, lantas apa yang diharapkan lagi?



Jadilah pribadi pemaaf, karena menyimpan hati yang ikhlas dan bersih jauh lebih nyaman daripada menyimpan dengki dan iri pada hati yang pada akhirnya merugikan diri sendiri.


Penulis : Baiq Cynthia

Baiq Cynthia

Baiq Cynthia Menggeluti dunia literasi dan freelancer, sebagai editor lepas dan penulis content writer. Bukunya berjudul September Wish dan DARAH. Menantikan kehadiran buah hatinya.

Post a Comment

Popular Posts