Antologi Rasa yang Tertinggal


Ada saatnya … keraguan menjadi keyakinan.

Pada waktunya semua tersibak, kau memang diciptakan untukku atau untuknya.


Kegamangan yang selalu menyelimuti malam-malamku.


Mata tak bersedia untuk mengatup, ia terus menyala.


Memancarkan pencarian.


Jarum jam kubiarkan berputar, meski pikiranku terus menari-nari tentang seseorang yang pernah hadir untuk berkunjung.


Aku belum bisa memastikan, apakah kunjungannya akan segera menjadi tempat tinggalnya?


Letih … pencarian yang tak pasti.


Semua orang akan rindu, aku juga.


Rindu menguar pada ruang hampa yang pekat tanpa sumbu lentera.


Berikan satu tanda, jika memang engkau mengajakku pada sebuah mahligai yang indah.



Pic: Google


Lekaslah menepi atau kau kehilangan perahu yang tidak diberi jangkar.

Aku bersedia menanti di ujung dermaga, tetapi kabarkanlah satu surat tentang rindu yang barangkali tersemat pada bilik hatimu.


Situbondo, 18 Mei 2018


Baiq Cynthia

Baiq Cynthia

Baiq Cynthia Menggeluti dunia literasi dan freelancer, sebagai editor lepas dan penulis content writer. Bukunya berjudul September Wish dan DARAH. Menantikan kehadiran buah hatinya.

Post a Comment

Popular Posts