Potret Kamu Tidak Melulu Soal Penampilan atau Popularitas

Potret Kamu Tidak Melulu Soal Penampilan atau Popularitas.




Tulisan kali ini mendapatkan ide sengaja saya minta dari salah satu netizen Facebook untuk menuliskan satu kata yang akan menjadi tema tulisan blog Minggu kali ini. Karena saya merasa bosan dengan apa yang ada dalam pikiran saya. Apa pula kalau bukan cinta. Bahaha. Bicara soal cinta, itu tidak ada masanya. Kalau cinta mempunyai masa, saya ingin masa expirednya 10.000 tahun.




Potret kamu tidak melulu melalui tampilan fisik, maupun apa yang orang katakan. Potret kamu hanya bisa diketahui oleh kamu sendiri. Selama ini kita hanya melihat dari prespektif secara umum. Jika rajin membantu orangtua otomatis dicap anak berbakti, jika sering keluyuran pulang sekolah dicap anak bandel. Kenapa ‘sering’ bisa menjadi potret diri kita? Itu berarti tandanya aktivitas atau tindakan yang menjadi ‘brand’.




Tolak ukur lainnya, selain perilaku, yaitu tata cara berkomunikasi dengan orang lain maupun apa yang melekat pada tubuhnya. Orang memotret biasanya kan secara umum yang tampak dulu, kan ya? Tinggi 160 cm, wajah oval, kulit sawo matang, hidung bangir, dan kita tahu yang tampak dari orang ini adalah tipikal manis, atau tampan, atau entahlah sebutannya.




Selain secara tampilan luar, ada potret yang tak kalah penting. Tampilan inner (dalam) apa yang mendarah daging, yaitu hati. Kita kadang berpersepsi preman itu jahat, brandalan, brengsek dan sebagainya. Kemudian di suatu kesempatan kita melihat preman dengan suka rela membantu menyeberang seorang nenek.



Apakah potret jahat masih ada? Kita tidak tahu.
Kemudian contoh lain, saya tidak sengaja tadi membaca salah satu postingan teman FB saya, tidak bisa saya sebutkan namanya. Ia sebagai ojol-ojek online mendapatkan salah satu costumer. Kemudian di tengah perjalanan sepedanya mogok, ketika akan membatalkan pesanan. Si costumer itu menghampiri dan malah memaki-makinya. Padahal menurut driver ojol, costumer ini berpakaian rapi dan tertutup.



Kok malah tidak singkron antara karakter dan identitasnya.
Itulah potret, kita harus benar-benar menjadi dua penyimak dalam sudut pandang yang berbeda untuk lebih objektif dalam menilai. Kemudian, potret Indonesia? Bagi sebagian turis lokal, Indonesia hanya Negara dengan jumlah penduduk yang banyak namun minim lowongan kerja, hingga pengangguran membeludak. Beberapa pekerja banyak yang memilih pergi ke luar Negeri untuk mencari pengalaman dan bekerja—yang penting HALAL. Begitu dalam benaknya.




Tapi menurut salah satu traveler Indonesia yang pernah mendarat di India bagian Khasmir. Mereka kagum, Indonesia bisa melepaskan diri dari penjajah melalui peran rakyat yang bergerilya maupun Ulama bangsa Indonesia sendiri, tanpa bantuan dari Negara lain. Akan tetapi, mereka memberikan cap kurang baik, seperti Indonesia dengan jumlah Tenaga Kerja paling banyak di Manca Negara.




Traveler asal Indonesia yang menjadi Ceo Batik Backpaper mengatakan, bahwa Indonesia menyumbang banyak hal di Negara Bombay, seperti memasokkan minyak kelapa sawit, contohnya. Tetapi Masyarakat Global tahu Indonesia memiliki banyak potensi, tak hanya sumber daya alam yang melimpah, SDM-nya pun kini sudah berani aksi di kawasan manca. Seperti designer pakaian Muslim yang mulai menyebar di Seol, Malaysia dan sebagainya.




Indonesia berharap kelak akan menjadi Fashion trend center di dunia, hal ini terbukti dengan membeludaknya designer-designer mudah di ajang Muslim Fashion Festival yang akan dihelat beberapa hari lagi.




Tak hanya itu, beberapa penulis asal Indonesia pun sering melakukan residen di belahan negara lain. Beberapa karya penulis ada yang diterjemahkan dalam bahasa Inggris seperti Tere Liye, Andrea Hirata, dan banyak lagi yang lainnya.




Juga sosok Pramoedya AT sosok yang harum namanya di luar negeri, tenggelam di dalam negeri. Potret!




Ada banyak potret yang diambil hanya kepentingan, lebih seringnya mengabaikan kepentingan umum.
Sudah dulu ya pembahasan tentang potret, karena sudah 30 menit saya menulis dan waktunya untuk istirahat. Selamat Malam.




Situbondo, 15/4/2018

Baiq Cynthia

Baiq Cynthia Menggeluti dunia literasi dan freelancer, sebagai editor lepas dan penulis content writer. Bukunya berjudul September Wish dan DARAH. Menantikan kehadiran buah hatinya.

Post a Comment

Popular Posts