Pilih Mana, 'Pikun' Dini atau Lupa Mantan?

Sering kali setelah bertemu dengan orang baru, tak jarang saya lupa dengan namanya, tetapi sangat ingat dengan ciri spesifik wajahnya, bahkan mengenali suara bukan hal yang sulit bagi saya. Terlalu sering saya juga melupakan alamat-alamat penting yang pernah saya kunjungi. Satu kali dua kali saya anggap wajar, toh manusia tidak akan pernah luput dari lupa, salah dan dosa. Lama-kelamaan saya merasa adanya kejanggalan dalam diri saya.

Pikiran dan intuisi tidak pernah akur, sering kali banyak kecamuk-kecamuk yang membuat kepala pening, rasanya mengantuk akhirnya tertidur.

Tentu ini bukan pengaruh obat-obatan maupun suplemen dan makanan tertentu, bisa dibilang saya anti dengan obat, kecuali memang benar-benar sakit dan resep dari dokter. Biasanya saya sakit pun dipengaruhi oleh faktor depresi yang berujung stres dan kumat penyakit akut saya—asma.

Pernah suatu ketika saya menonton sebuah film animasi dengan tokoh ikan kecil yang bernama Dory dalam film Finding Nemo, ia lupa dengan namanya sendiri dan terpisah dari ayahnya. Seketika saya merasa itu saya yang mengalami hal serupa. Benar saja, setiap kali menghadiri acara publik, entah itu motivasi, seminar atau hal-hal serupa. Saat bertemu dengan orang baru, biasanya saya akan bertanya tentang namanya, selang beberapa menit, biasanya akan lupa lagi dengan nama orang tersebut, saking seringnya hal demikian terjadi. Saya membawa catatan kecil ke mana pun berada, terutama saat semasa saya kuliah.

Bertemu dengan satpam, lihat tag name-nya, saya catat. Bertemu dengan orang ini, saya tanya namanya saya catat, bahkan semua kontak di ponsel tercatat nama dan nomornya. Orang terdekat heran dengan apa yang saya lakukan. Ternyata ada manfaatnya juga, saat saya lupa langsung lihat notesnya. Tetapi, semua menjadi kabur, saat tas saya diambil oleh pencopet. Buku harian saya pun hilang, beberapa peristiwa penting sepertinya seakan mirip de-javu tetapi itu serasa mimpi.

Sore tadi, rentetan kekeliruan semakin menjadi, bahkan saya berpikir esok adalah Minggu padahal masih Sabtu, tak hanya itu, saya mengalami semacam pikiran terpecah, daya ingat menurun (degradasi pikiran), sedikit pusing dan berkeringat.
Saya penasaran dengan masalah yang muncul saat ini, maka saya bertanya dengan teman-teman yang menurut pemikiran saya mereka sangat kritis tentang hal baru. Mereka seakan kompak, memberikan link berita tentang masalah orang yang sering lupa nama orang.

Dikutip dari Tirto.id, Masalah gampang lupa biasanya disebabkan oleh beberapa hal, mulai dari aspek psikologis, depresi, stres, dan kecemasan bisa membuat orang sukar mengingat. Selain itu, kebiasaan beraktivitas di dunia digital bisa membuat orang mudah lupa. Baru-baru ini seorang psikolog klinis dari Dimensions Centrem Hong Kong, Dr. Joyce Chao mengatakan bahwa penggunaan internet secara berlebihan bisa berimbas pada kemampuan jangka pendek, konsentrasi, dan rentang perhatian orang.

Teman saya yang lain juga melampirkan link sejenis ini, ada netizen yang berkonsultasi melalui platfom TANYA DOKTER. Seorang penderita pelupa menanyakan penyebab ia mengalami masalah ingatan dengan nama dan nomor.

Menurut dokter, sebagian gangguan pelupa merupakan kondisi reversible alias dapat dipulihkan kembali. Biasanya disebabkan oleh kurang beristirahat, atau kurang tidur, demam tinggi, dehidrasi, depresi, defensiasi vitamin dan penggunaan obat-obatan tertentu. Sumber Detik.com.

Jawaban tersebut sangat mengganjal dalam benak saya, maka setelah direkomendasikan untuk bertanya kepada seseorang. Maka sejurus kalimat saya sampaikan melalui pesan, untuk meredam rasa penasaran saya pada jawaban itu sendiri.

Beliau salah satu sosok inspiratif yang sedang menggarap disertasi berkenaan neurosains di UGM. Saya akrab memanggil Bu Saida, kami saling mengenal melalui grup Indonesia Membaca. Singkat cerita saya utarakan hal-hal yang membuat saya kehilangan daya ingat jangka pendek.

Ia pun menjelaskan tentang memori yaitu sebuah proses terdiri dari beberapa kejadian, mulai dari koding, informasi, konsolidasi, penyimpanan, hingga pemanggilan kembali peristiwa atau fakta yang disimpan. Memori itu sendiri ada beberapa macam dan ada bagian otak tertentu yang bertugas untuk masing-masing kategori memori.

Secara umum memori dapat dibagi menjadi 2:
Memori kerja (working memori) dan memori jangka panjang (long term memori)

Ada juga beberapa para ahli yang membaginya menjadi short term memori dan long term memori. Jadi ada yang jangka pendek dan jangka panjang, nih. Kalau yang jangka pendek (short) tadi, dibagi lagi; memori sensoris (berlangsung kurang dari 1 detik) dan working memori (kurang dari satu menit). Nah, untuk yang jangka panjang (long) juga dibagi dua; memori deklaratif dan memori prosedural.

Agak kesulitan ya? Apa itu sensoris apa itu deklaratif dan apa pula prosedural. Begini kata Bu Saida yang sangat telaten, mengetik panjang-lebar di Whatsaap.

Memori sensori terjadi karena berlangsung sangat singkat ( bisa dalam hitungan kedipan mata), sringg. Biasanya dikaitkan dengan kemampuan indra dalam mengenal stimulus (rangsangan), misalnya dengan hanya mencium aroma tertentu, sehingga kita bisa menentukan aroma apa yang tercium, misal terasi digoreng.

Kalau working memori berkaitan dengan mengingat dan memproses suatu peristiwa dalam waktu bersamaan. Misalnya saat membaca buku, secara bersamaan kita membaca kata/kalimat, sekaligus memproses apa makna dari kalimat yang kita baca, atau saat kita mendengarkan pembicaraan orang. Pada working memori ini, apabila kita kehilangan fokus, maka langsung terganggu karena bekerjanya kurang dari satu menit.

Nah, memori jangka panjang untuk kategori deklaratif yaitu mengenai ingatan yang berkaitan dengan peristiwa, atau fakta yang bisa secara sadar kita ingat. Misalnya mengingat tanggal lahir, nama orang, peristiwa tertentu, juga tentang teori atau pelajaran. Ciri memori ini dapat dengan mudah kita jelaskan dengan verbal atau kata-kata.

Memori prosedural berkaitan pada gerakan atau biasanya disebut dengan skill. Memori ini jika sudah tersimpan dengan baik, maka akan bersifat tidak sadar (otomatis). Misalnya kemampuan membawa sepeda.

Saya bertanya: “Kalau working memory berkaitan dengan hal yang sedang dikerjakan tentu ini berpengaruh pada pemikiran jangka panjang. Sementara jangka pendek terjadi karena kecepatan menerima informasi yang tidak tersimpan, begitukah Bu?”

Beliau menjawabnya: “Bisa begitu. Nah, tadi saya sampaikan di atas bahwa memori berkaitan dengan beberapa proses, mulai dari mengkode, mengkonsolidasi, menyimpan hingga memanggil kembali ingatan tadi.
Intinya gangguan salah satu proses di atas bisa menyebabkan kita sulit mengingat sesuatu. Working memori pun merupakan cikal bakal penyimpanan long term memory. Konsep umum memori adalah pengulangan."

Subhanallah, ternyata memori seperti prosesor dalam komputer, hanya saja ini lebih canggih karena ciptaan Tuhan, kapasitas memori unlimited.

Faktor-faktor depresi, cedera dan sebagainya sangat mungkin mempengaruhi proses pergerakan memori. Depresi misalnya, tergantung penyebab, biasanya timbul akibat tekanan yang menyebabkan perasaan tertekan. Memori erat kaitannya dengan emosi. Depresi sendiri sebenarnya punya proses yang rumit, dan ada yang tidak secara langsung dengan memori.

Analogi sistem kerja memori seperti komputer, suatu dokumen bisa tidak tersimpan karena masalah eksternal (listrik mati), bisa jadi komputer kena virus, atau kapasitas yang kecil, bisa jadi juga yang mengetik tidak mau menyimpan dokumen tersebut.

Kalau masalah asupan vitamin, bekerja pada proses pemanggilan memori kembali. Kalau masalah terjadi pada faktor kelelahan biasanya muncul pada kode. Intinya otak itu bekerja sangat efisien, ia bisa memilih peristiwa mana yang mau diingat dan mana yang harus dilupakan. Biasanya saat ada masalah yang kita anggap sepele, sering terjadi lupa. Gimana bisa mengingat, jika kita mengategorikan pada hal yang penting.

Kita bisa saja lupa pada hal apa pun, termasuk melupakan mantan. Jelas konsepnya adalah menghilangkan hal-hal yang tidak perlu disimpan dalam memori. Agar lebih mudah melupakan hilangkan hal-hal yang berkesan, pada setiap peristiwa yang sudah dialami. Terus ingat hal yang berkesan untuk lebih lama menyimpan dalam memori.

Sebenarnya, lupa juga ada manfaatnya, seperti kejadian buruk yang dialami. Tentu akan berpengaruh kondisi psikis kita, jika terus-terus mengingatnya. Misalnya menonton horor, biasanya akan mudah kita lupa jika kita mengalihkan pada hal-hal yang lebih bermanfaat. Hal ini berlaku jika kita masih mengingat mantan. Kita bisa melupakan, selama kita tidak pernah memanggil memori itu lagi, tidak menyimpan benda-benda yang berkaitan dengannya.





Masyallah, ini baru sistem kerja memori yang sangat kompleks, belum lagi sistem kerja lainnya yang ada dalam tubuh manusia.
Semoga kita bisa senantiasa bersyukur tiap detik dengan nikmat dari Allah yang tiada berbatas.

Saya juga mengucapkan terima kasih kepada Bu Saida, berasa dapat kuliah secara online. Semoga ilmu yang saya dapatkan bisa bermanfaat kepada para pembaca di Daily’s Baiq. Sebenarnya ada banyak yang ingin saya utarakan di sini, tetapi Insyaallah saya kupas di bagian yang berbeda.

Selamat Malam
Situbondo, 6/4/2018
23.00

Baiq Cynthia

Baiq Cynthia Menggeluti dunia literasi dan freelancer, sebagai editor lepas dan penulis content writer. Bukunya berjudul September Wish dan DARAH. Menantikan kehadiran buah hatinya.

Post a Comment

Popular Posts