Pecinta Buku, Kuliner dan Jalan-jalan Perjalanan dan pengalaman akan menjadi momen berharga saat disimpan melalui tulisan dan lensa.

Saturday, April 28, 2018


Wednesday, April 18, 2018


Monday, April 16, 2018

Berhenti untuk Mengatakan, "Senin lagi ... Liburan Kapan?"

Monday Rempong Berasa Weekend



Dasar Jomlo! Bukan aku ya, aku itu single. Rata-rata orang itu gak suka dibilang jomlo lebih suka dipanggil single. Padahal artinya sama, mungkin high class rasanya ya. Sama seperti beli air putih hanya 2000 kalau beli mineral water bisa 10 ribu. Ya kalau cari yang aman di dompet sih lebih baik bawa sendiri air ke mana pun. *Analogi gak nyambung endingnya.


Potret Kamu Tidak Melulu Soal Penampilan atau Popularitas

Potret Kamu Tidak Melulu Soal Penampilan atau Popularitas.




Tulisan kali ini mendapatkan ide sengaja saya minta dari salah satu netizen Facebook untuk menuliskan satu kata yang akan menjadi tema tulisan blog Minggu kali ini. Karena saya merasa bosan dengan apa yang ada dalam pikiran saya. Apa pula kalau bukan cinta. Bahaha. Bicara soal cinta, itu tidak ada masanya. Kalau cinta mempunyai masa, saya ingin masa expirednya 10.000 tahun.


Saturday, April 14, 2018

Pompa Semangat, Berhasil atau Gagal Tak Penat.

Pompa Semangat #PejuangNASKAH atau #PejuangNIKAH

Semangat seperti jungkat-jungkit yang selalu naik turun mengikuti suasana pikiran, hati dan lingkungan. Terkadang manusia tidak bersemangat jika tidak ada motivasi--itu benar, tetapi kalau motivasi berupa dorongan dari orang lain--semangat dari orang yang dicintai, atau malah tidak semangat kalau tidak disemangatin. Itu menjadi kurang tepat.

Kenapa?


Friday, April 13, 2018

Memoar Rapunzell Meniti Cinta (Prosa) [Embun Cinta]~Baiq Cynthia

Memoar Rapunzell Meniti Cinta (Fiksi) [Embun Cinta]~Baiq Cynthia

Embun Cinta

Aku pernah patah hati, luka itu lama untuk memudar. Tak ingin rasanya menanam benih lagi, jika pada akhirnya harus mengering kemudian hancur lebih awal. Dalam pikiran hanya duri-duri yang terus menancap menghunus mulai dari tepian hati hingga serambi hati. ~Rapunzell


dokumen pribadi

Sudah terlalu sering mengejar cinta, tetapi cinta hanya membuatku semakin terluka. Definisi cinta saat itu memiliki, ketika aku sadar aku bisa memiliki hati seseorang, tapi tidak memiliki fisiknya. Apakah itu cinta?

Perlahan aku mengerti, cinta itu tidak harus memiliki. Lantas aku bisa kembali bahagia meski cinta tak memiliki. Semakin lama-waktu terus mengejar diriku-- untuk mencoba mencintai orang yang jauh dalam pandangan. Aku belajar mencintai dalam diam, mencintai dalam kebisuan.

Bukan maksud untuk membohongi diri, tetapi aku sadar ... aku hanya seperti punguk merindukan bulan. Ternyata cinta dalam diam pun juga menyimpan luka. Tanpa sadar aku menangis dalam bisu, tertawa dalam sunyi, dan berusaha bahagia di hadapannya.

Diam-diam aku berdoa untuknya, entah itu cinta atau hanya kagum. Tapi, aku selalu bahagia di dekatnya. Ada banyak gejolak jika harus menatap matanya. Aku tidak sanggup, karena ada wanita lain dalam pijar matanya.

Cinta dalam diam ... aku mulai meninggalkan. Karena Tuhan telah menciptakan bibir untuk bicara, lisanku pun terlatih mengungkapkan. Aku mencintainya, aku berbicara dengan suara. Sering kukatakan dalam bisikan bahwa aku rindu!

Tapi, sosok yang didengungkan cinta justru tak mendengar. Ia lebih mendengarkan tawa dan canda temannya. Aku pun kembali patah hati.

Suatu ketika aku sadar, jika bibir tak mampu mengatakan cinta, maka tulisan yang akan membuatnya mengerti akan arti cinta. Aku pun sering merangkai ribuan kata, setiap detik selalu mengirimkan untaian kata. Tidak ada merpati lagi yang akan menyampaikan suratku, maka kubiarkan surat itu terbang secara terbuka. Jutaan orang pun tahu, aku sedang dimabuk cinta. Atau sendu galau dalam kelamnya cinta.

Detik menjadi menit, menit menjadi jam, jam pun menjadi hari, hingga berminggu-minggu, tak ada kabar. Aku pun lebih sabar menanti cinta itu dalam torehan tinta. Purnama berganti purnama hingga aku pun rindu sosoknya. Kuberanikan diri berjalan menembus sepi, melewati lelah, peluh dan hujan. Kulihat sosoknya yang sudah banyak berubah, aku hanya bisa mengatakan lewat pesan. Ia hanya tersenyum.

Senyumannya, terkadang merenggut mimpi-mimpiku. Aku pun luluh pada hal yang baru, iya! Seseorang Rapunzell rela menjatuhkan diri dari tebing menara untuk menemui pangerannya.

Atas izin Tuhan, kami bisa berjalan di antara rinai, menikmati malam dan lampu-lampu temaram.

Lidahku keluh, kata-kata yang telah kurancang tak kunjung keluar dalam lisan. Kami dekat, tapi ada ribuan jarak dalam hati kami. Jika kau melihat, kami tak ubah teman lama yang lama berpisah dan reuni. Cinta? Aku tidak tahu artinya, yang aku pahami cinta itu bahagia. Aku bahagia malam itu, kusebut namanya dalam doa. Jika dia yang terbaik untukku maka satukanlah dalam ikatan suci.

Aku pun harus kembali pada istana, memanjat tebing yang dijaga oleh naga. Lelahku menjadi rasa yang lebih indah dari kepakan kupu-kupu dalam dada. Getaran-getaran cinta? Ya!

Aku mencintainya seperti hujan pada tanah, cinta yang tak berharap kehadirannya, cinta yang tak harus memiliki, cinta yang hanya tentang saling berbagi canda. Cinta itu kamu?
Kurenungkan dalam-dalam, tentang pertemuan waktu lalu.

Aku merasa cinta harus bicara, cinta butuh kejelasan dan ketegasan. Maka kukirimkan sepucuk surat bukan melalui telepati, tetapi melalui penjaga istananya yang memberikan langsung apa yang kuinginkan.

Bagiku, tidak mungkin seorang Pangeran mau meninggalkan singgahsana demi sosok Rapunzell? Aku sangat yakin dia mencintaiku. Sungguh!
Bahagianya tak bisa dilukiskan dalam tinta indah, raut wajahnya membuatku terbias. Dia membalas suratku dalam amplop merah bertuliskan namaku sebagai tujuan. Kau tahu? Apa yang terjadi?

Aku menahan bulir bening yang hendak jatuh merayap di antara dua pipi tirusku. Perlahan-lahan kubaca, huruf demi huruf diraba. Ia mengatakan sesuatu yang tak pernah terbetik dalam anganku.

Pangeran berparas menawan yang menemuiku di taman lampion, mengatakan “Aku minta maaf, hatiku berkata demikian. Aku tidak bisa mencintaimu seperti cintamu padaku.”

Anganku hancur, semua menjadi tidak berguna, hatiku seperti pecahan kaca yang terurai air mata. Sia-sia rasanya menjaga diri dan hati selama ini. Menutup rapat hati dari mereka yang mencoba memasuki gerbang hatiku. Tapi, aku bisa tersenyum di sela-sela isak dan tangis.

Tuhan membuatku sadar, pertemuan malam itu sebagai perpisahan terindah yang selama ini hanya membelenggu rindu, mengatup tawa, dan memoar tentangnya.

Aku katakan pada diriku untuk berhenti mencintai, berhenti memperjuangkan dan berhenti bertanya definisi cinta. Bagiku cinta adalah ikhlas. Kucoba melepaskan namanya yang pernah terkurung dalam hati.

Membiarkan cintanya bertemu dengan belahan hatinya, dan kembali membiarkan hatiku untuk tetap kosong saja. Tapi, aku tidak akan menutup diri.

Aku pergi dari menara, mencari bunga-bunga yang baru saja mekar. Menari bersama kupu-kupu, memanjat pohon untuk melihat rindangnya tumbuhan yang selama ini tak terlihat.

Aku bernyanyi bersama kenari, menikmati semilir angin yang menyapa. Bercanda dengan daun-daun yang jatuh dibawa arus sungai yang hangat.

baiq cynthia quotes

Indahnya dunia, aku lupakan lagi soal cinta. Saat hatiku bahagia itu cinta, dan untuk bahagia saat ini hanya perlu menikmati sekitar. Aku bisa melihat pelangi selepas hujan, memandang lama-lama istananya tanpa harus membenci.

Kukatakan pada cinta, lebih baik kau datang saat aku siap. Entah tak menunggu berapa lama. Aku menerima sepucuk surat tanpa kutahu siapa pengirimnya, kutanyakan pada langit, tak ada jawaban. Inikah yang disebut cinta dari Tuhan?

Alam bersorak ketika ranum di pipi muncul, bersama dengan pangeran berkuda yang pertama baru kukenal. Ia berasal dari istana yang tak jauh dari tempatku bermain. Apakah ia yang selama ini mengirimkan surat untukku?

Seperti embun dalam bunga, ia menyejukkan tanpa harus merusak kelopak. Bunga mungil ini bersemi lagi, seperti cintaku yang perlahan mencoba untuk mencintainya. Cinta begitu sederhana!

Situbondo, 13/4/2018

Generasi Zaman Now Masih Tetap Merayakan Ultah Dengan Tepung dan Telur?

Pemikiran manusia semakin bertambah, seiring dengan kemajuan teknologi dan transportasi. Akses semakin mudah, haruskah tindakan mengalami kemerosotan?


Wednesday, April 11, 2018

Tantangan Menulis Akan Membuatmu Strong (Tips Menulis)

Habis TAT S4 Terbitlah TAT DUEL






Menulis itu memang tidak semudah membuat kalimat, “Saya Bisa Menulis atau Aku Penulis.”




Saya tidak akan mengatakan menulis itu susah, karena setiap permasalahan paling rumit di muka bumi ini, pasti ada jalan keluarnya. Tentu saja menulis pun ada caranya agar lebih mudah, seperti makan Biskuit yang diputar, dijilat dan dicelupin.


Menulis juga ada caranya, membaca, membaca, membaca dan menulis, menulis, menulis.
Saya jabarkan lagi arti 3 Membaca dan 3 Menulis.




Membaca yang pertama; tujuannya kita mendapatkan ide. Menulis yang pertama; menuliskan ide apa saja yang sudah tertangkap.
Menulis kedua; membaca tulisan yang sudah kita tulis. Menulis yang kedua; mengedit apa yang kita tulis.




Kemudian tulisan diendapkan untuk waktu yang cukup entah 3 hari atau seminggu. Selama diedapkan lupakan tulisan yang sudah ditulis, bawa refreshing anggap tidak ada pikiran. Tidak terlalu lama juga mengendapkan, lalu baca yang terakhir.




Membaca yang ke-3; posisikan kita sebagai pembaca awam, jadi harus netral jika merasa ada ketidakcocokan dalam aturan kepenulisan, maupun berkenaan dengan kisah yang disuguhkan.
Menulis yang terakhir; ialah benar-benar menulis semacam perbaikan total juga revisi. Jadi, sebagai penulis juga harus cakap menjadi editor sendiri sebelum mengirim naskahnya.




Hei itu salah satu tips mudah yang tentunya hanya dengan mencoba bisa mengetahui sejauh mana kemampuan menulisnya.
Beranjak dari hal yang sedemikian sederhana, kita uji nyali menantang diri. Gimana perasaanmu saat menulis dikasih sedikit tantangan?




Misalnya tenggat waktu, atau deadline. Ini sudah hal yang wajar ya, tapi bagaimana jika tenggat waktunya sangat kepepet. Menulis novel dalam waktu kurang dari 23 hari? Sudah pernah?
Mendapatkan genre yang paling dibenci?




Teror berupa denda, hingga status-status pertanyaan kapan selesai? Seperti jomlo ditanya kapan nikah? Untung gak sampai pilih jalan pintas semacam bunuh diri, “Ih serem!” Lebih serem lagi kalau pergi ke kondangan mantan.


NEXT ...




Tantangan berikutnya ialah membuat versi remake dari novel penulis yang mengadakan tantangan ini. Semacam meng-cover lagu, agar lebih menarik atau memiliki hal yang baru tanpa mengurangi nilai dan isi dari cerita yang versi lawas.




Keseluruhan itu masuk dalam ajang TAT S4. Ada sedikit tips nih, dari saya yang kebetulan dinobatkan menjadi The Winner sama Ibu Kos. Cie, tidak sia-sia begadang, dan duduk dan tidur bareng Lappy (baca: Laptop), sampai ia harus masuk ruang servis. Mungkin karena sudah tidak mampu menahan beban hidup dan kenyataan yang pahit.




Tips pertama yang saya lakukan saat menghadapi tantangan TAT S4.
Menerima kenyataan, bahwa hidup memang harus dinikmati, ada banyak pelajaran yang bisa kita ambil selama tetap konsisten dalam belajar.




Selanjutnya, mulai cintai proses dan apa yang akan ditulis. Semua yang berasal dari hati, tentu akan menjadi lebih spesial. Dengan cinta, kita akan merasa lupa dan tidak peduli pada kegagalan yang akan dihadapi. Cinta menumbuhkan optimis, dan cinta selalu menemukan jalan keluar dalam sebuah permasalahan.




Saya awalnya merasa kesulitan menulis naskah Teenlit yang menjadi tantangan, karena bacaan terakhir saya sudah mulai masuk pada tipe bacaan yang ‘berat’. Seperti Rafiluss karya Budi Darma.




Maka hal pertama yang saya lakukan adalah membaca, mulai mengamati keadaan zaman putih abu-abu yang dulu itu. Sedikit sulit untuk bisa mengembalikan memori saya yang sudah tereset pada hari ini. Banyak hal-hal buruk yang saya alami semasa di SMA. Itu mengapa saya tidak menyimpan kenangan remaja.




Tak cukup dengan ‘memanggil’ kenangan yang lama saya mulai dengan hal yang lebih mudah yaitu berperan sebagai tokoh dalam cerita, seolah-olah itu saya yang mengalami.




Gimana caranya bisa menyelesaikan 120 lembar dalam waktu 3 mingguan?
Kita atur misalnya satu hari 10 lembar maka dalam 10 hari sudah selesai, bulan? Tapi pada kenyataannya, seringkali realita tidak sama dengan ekspektasi. Sehari saya hanya mampu satu-dua lembar. Itu sungguh menyedihkan.






Menulis tidak bisa mengandalkan mood, kalau menunggu mood bagus, sama saja menunggu hujan di tengah kemarau. Saya mulai berjuang saat itu, meski nyaris tidak tidur dan tulang ekor terasa akan copot saja. Saya abaikan segala hal yang mengganggu, sebisa mungkin saya tidak mengerjakan multitasking. Karena efeknya sangat berbahaya bagi kesehatan otak.







Ini sudah nyaris pukul 1.00 saya belum bisa tertidur, padahal rutinitas hari ini bisa dibilang sangat padat. Tapi penulis tidak akan mudah menyerah, ia rela berdarah-darah demi bisa menulis walaupun mata suah terkantuk-kantuk.




The power of kepepet selalu menjadi paling ampuh, saya mengerjakan non stop itu saat waktu sudah tersisa hitungan hari.




Maka tantangan TAT DUEL kali ini yang akan saya hadapi, setelah mendapatkan tantangan menulis yang jauh dari genre, kini premis pun ditentunkan dari penerbit.




Bisa dikatakan jauh dari pengalaman menulis saya, ini bukan soal menulis perjalanan hidup. Tapi, menulis memiliki tujuan, manfaat dan dampak. Itu yang harus dipegang teguh oleh penulis.




Saya pun dibuat bingung dengan inti premis, hingga membuyarkan pikiran saya berkenaan dengan pengertian premis itu sendiri. Bersyukur, teman-teman TAT DUEL meski dalam hal berkompetisi kami saling mensupport satu sama lain, melalui semangat dan motivasi.




Meski ada beberapa peserta yang mendapatkan DL lebih cepat, kami pun terus berusaha untuk menyelesaikan naskah dengan baik.




Premis saya ternyata teka-teki yang harus dipecahkan oleh saya sendiri. Ini mah buka premis!
Selamat istirahat, punggung rasanya butuh sandaran—kasur.
Situbondo, 11/4/2018

Saturday, April 7, 2018

Pilih Mana, 'Pikun' Dini atau Lupa Mantan?

Sering kali setelah bertemu dengan orang baru, tak jarang saya lupa dengan namanya, tetapi sangat ingat dengan ciri spesifik wajahnya, bahkan mengenali suara bukan hal yang sulit bagi saya. Terlalu sering saya juga melupakan alamat-alamat penting yang pernah saya kunjungi. Satu kali dua kali saya anggap wajar, toh manusia tidak akan pernah luput dari lupa, salah dan dosa. Lama-kelamaan saya merasa adanya kejanggalan dalam diri saya.

Pikiran dan intuisi tidak pernah akur, sering kali banyak kecamuk-kecamuk yang membuat kepala pening, rasanya mengantuk akhirnya tertidur.

Tentu ini bukan pengaruh obat-obatan maupun suplemen dan makanan tertentu, bisa dibilang saya anti dengan obat, kecuali memang benar-benar sakit dan resep dari dokter. Biasanya saya sakit pun dipengaruhi oleh faktor depresi yang berujung stres dan kumat penyakit akut saya—asma.

Pernah suatu ketika saya menonton sebuah film animasi dengan tokoh ikan kecil yang bernama Dory dalam film Finding Nemo, ia lupa dengan namanya sendiri dan terpisah dari ayahnya. Seketika saya merasa itu saya yang mengalami hal serupa. Benar saja, setiap kali menghadiri acara publik, entah itu motivasi, seminar atau hal-hal serupa. Saat bertemu dengan orang baru, biasanya saya akan bertanya tentang namanya, selang beberapa menit, biasanya akan lupa lagi dengan nama orang tersebut, saking seringnya hal demikian terjadi. Saya membawa catatan kecil ke mana pun berada, terutama saat semasa saya kuliah.

Bertemu dengan satpam, lihat tag name-nya, saya catat. Bertemu dengan orang ini, saya tanya namanya saya catat, bahkan semua kontak di ponsel tercatat nama dan nomornya. Orang terdekat heran dengan apa yang saya lakukan. Ternyata ada manfaatnya juga, saat saya lupa langsung lihat notesnya. Tetapi, semua menjadi kabur, saat tas saya diambil oleh pencopet. Buku harian saya pun hilang, beberapa peristiwa penting sepertinya seakan mirip de-javu tetapi itu serasa mimpi.

Sore tadi, rentetan kekeliruan semakin menjadi, bahkan saya berpikir esok adalah Minggu padahal masih Sabtu, tak hanya itu, saya mengalami semacam pikiran terpecah, daya ingat menurun (degradasi pikiran), sedikit pusing dan berkeringat.
Saya penasaran dengan masalah yang muncul saat ini, maka saya bertanya dengan teman-teman yang menurut pemikiran saya mereka sangat kritis tentang hal baru. Mereka seakan kompak, memberikan link berita tentang masalah orang yang sering lupa nama orang.

Dikutip dari Tirto.id, Masalah gampang lupa biasanya disebabkan oleh beberapa hal, mulai dari aspek psikologis, depresi, stres, dan kecemasan bisa membuat orang sukar mengingat. Selain itu, kebiasaan beraktivitas di dunia digital bisa membuat orang mudah lupa. Baru-baru ini seorang psikolog klinis dari Dimensions Centrem Hong Kong, Dr. Joyce Chao mengatakan bahwa penggunaan internet secara berlebihan bisa berimbas pada kemampuan jangka pendek, konsentrasi, dan rentang perhatian orang.

Teman saya yang lain juga melampirkan link sejenis ini, ada netizen yang berkonsultasi melalui platfom TANYA DOKTER. Seorang penderita pelupa menanyakan penyebab ia mengalami masalah ingatan dengan nama dan nomor.

Menurut dokter, sebagian gangguan pelupa merupakan kondisi reversible alias dapat dipulihkan kembali. Biasanya disebabkan oleh kurang beristirahat, atau kurang tidur, demam tinggi, dehidrasi, depresi, defensiasi vitamin dan penggunaan obat-obatan tertentu. Sumber Detik.com.

Jawaban tersebut sangat mengganjal dalam benak saya, maka setelah direkomendasikan untuk bertanya kepada seseorang. Maka sejurus kalimat saya sampaikan melalui pesan, untuk meredam rasa penasaran saya pada jawaban itu sendiri.

Beliau salah satu sosok inspiratif yang sedang menggarap disertasi berkenaan neurosains di UGM. Saya akrab memanggil Bu Saida, kami saling mengenal melalui grup Indonesia Membaca. Singkat cerita saya utarakan hal-hal yang membuat saya kehilangan daya ingat jangka pendek.

Ia pun menjelaskan tentang memori yaitu sebuah proses terdiri dari beberapa kejadian, mulai dari koding, informasi, konsolidasi, penyimpanan, hingga pemanggilan kembali peristiwa atau fakta yang disimpan. Memori itu sendiri ada beberapa macam dan ada bagian otak tertentu yang bertugas untuk masing-masing kategori memori.

Secara umum memori dapat dibagi menjadi 2:
Memori kerja (working memori) dan memori jangka panjang (long term memori)

Ada juga beberapa para ahli yang membaginya menjadi short term memori dan long term memori. Jadi ada yang jangka pendek dan jangka panjang, nih. Kalau yang jangka pendek (short) tadi, dibagi lagi; memori sensoris (berlangsung kurang dari 1 detik) dan working memori (kurang dari satu menit). Nah, untuk yang jangka panjang (long) juga dibagi dua; memori deklaratif dan memori prosedural.

Agak kesulitan ya? Apa itu sensoris apa itu deklaratif dan apa pula prosedural. Begini kata Bu Saida yang sangat telaten, mengetik panjang-lebar di Whatsaap.

Memori sensori terjadi karena berlangsung sangat singkat ( bisa dalam hitungan kedipan mata), sringg. Biasanya dikaitkan dengan kemampuan indra dalam mengenal stimulus (rangsangan), misalnya dengan hanya mencium aroma tertentu, sehingga kita bisa menentukan aroma apa yang tercium, misal terasi digoreng.

Kalau working memori berkaitan dengan mengingat dan memproses suatu peristiwa dalam waktu bersamaan. Misalnya saat membaca buku, secara bersamaan kita membaca kata/kalimat, sekaligus memproses apa makna dari kalimat yang kita baca, atau saat kita mendengarkan pembicaraan orang. Pada working memori ini, apabila kita kehilangan fokus, maka langsung terganggu karena bekerjanya kurang dari satu menit.

Nah, memori jangka panjang untuk kategori deklaratif yaitu mengenai ingatan yang berkaitan dengan peristiwa, atau fakta yang bisa secara sadar kita ingat. Misalnya mengingat tanggal lahir, nama orang, peristiwa tertentu, juga tentang teori atau pelajaran. Ciri memori ini dapat dengan mudah kita jelaskan dengan verbal atau kata-kata.

Memori prosedural berkaitan pada gerakan atau biasanya disebut dengan skill. Memori ini jika sudah tersimpan dengan baik, maka akan bersifat tidak sadar (otomatis). Misalnya kemampuan membawa sepeda.

Saya bertanya: “Kalau working memory berkaitan dengan hal yang sedang dikerjakan tentu ini berpengaruh pada pemikiran jangka panjang. Sementara jangka pendek terjadi karena kecepatan menerima informasi yang tidak tersimpan, begitukah Bu?”

Beliau menjawabnya: “Bisa begitu. Nah, tadi saya sampaikan di atas bahwa memori berkaitan dengan beberapa proses, mulai dari mengkode, mengkonsolidasi, menyimpan hingga memanggil kembali ingatan tadi.
Intinya gangguan salah satu proses di atas bisa menyebabkan kita sulit mengingat sesuatu. Working memori pun merupakan cikal bakal penyimpanan long term memory. Konsep umum memori adalah pengulangan."

Subhanallah, ternyata memori seperti prosesor dalam komputer, hanya saja ini lebih canggih karena ciptaan Tuhan, kapasitas memori unlimited.

Faktor-faktor depresi, cedera dan sebagainya sangat mungkin mempengaruhi proses pergerakan memori. Depresi misalnya, tergantung penyebab, biasanya timbul akibat tekanan yang menyebabkan perasaan tertekan. Memori erat kaitannya dengan emosi. Depresi sendiri sebenarnya punya proses yang rumit, dan ada yang tidak secara langsung dengan memori.

Analogi sistem kerja memori seperti komputer, suatu dokumen bisa tidak tersimpan karena masalah eksternal (listrik mati), bisa jadi komputer kena virus, atau kapasitas yang kecil, bisa jadi juga yang mengetik tidak mau menyimpan dokumen tersebut.

Kalau masalah asupan vitamin, bekerja pada proses pemanggilan memori kembali. Kalau masalah terjadi pada faktor kelelahan biasanya muncul pada kode. Intinya otak itu bekerja sangat efisien, ia bisa memilih peristiwa mana yang mau diingat dan mana yang harus dilupakan. Biasanya saat ada masalah yang kita anggap sepele, sering terjadi lupa. Gimana bisa mengingat, jika kita mengategorikan pada hal yang penting.

Kita bisa saja lupa pada hal apa pun, termasuk melupakan mantan. Jelas konsepnya adalah menghilangkan hal-hal yang tidak perlu disimpan dalam memori. Agar lebih mudah melupakan hilangkan hal-hal yang berkesan, pada setiap peristiwa yang sudah dialami. Terus ingat hal yang berkesan untuk lebih lama menyimpan dalam memori.

Sebenarnya, lupa juga ada manfaatnya, seperti kejadian buruk yang dialami. Tentu akan berpengaruh kondisi psikis kita, jika terus-terus mengingatnya. Misalnya menonton horor, biasanya akan mudah kita lupa jika kita mengalihkan pada hal-hal yang lebih bermanfaat. Hal ini berlaku jika kita masih mengingat mantan. Kita bisa melupakan, selama kita tidak pernah memanggil memori itu lagi, tidak menyimpan benda-benda yang berkaitan dengannya.





Masyallah, ini baru sistem kerja memori yang sangat kompleks, belum lagi sistem kerja lainnya yang ada dalam tubuh manusia.
Semoga kita bisa senantiasa bersyukur tiap detik dengan nikmat dari Allah yang tiada berbatas.

Saya juga mengucapkan terima kasih kepada Bu Saida, berasa dapat kuliah secara online. Semoga ilmu yang saya dapatkan bisa bermanfaat kepada para pembaca di Daily’s Baiq. Sebenarnya ada banyak yang ingin saya utarakan di sini, tetapi Insyaallah saya kupas di bagian yang berbeda.

Selamat Malam
Situbondo, 6/4/2018
23.00

Thursday, April 5, 2018

Review Secret Superstar Film India (2017)

Secret Superstar
Rahasia Sang Bintang

Semua orang memiliki kebebasan untuk bermimpi, mimpi adalah hak khusus perorangan. Bagaimana jika kita bermimpi namun harus dilakukan dengan sembunyi?

Bagi mereka yang memilih menyerah, tentu akan berhenti di satu pilihan saja. Meninggalkannya, mencari passion yang berbeda. Mencari sisi yang lebih mudah untuk dicapai. Tetapi dalam film ini, Zaira Wasim (Insia) sebagai pemeran utama sukses membawakan film penuh penghayatan.



Seorang remaja berusia 15 tahun yang mengejar mimpinya tanpa menyerah, Ibunya selalu mendukung apa keinginan putri sulungnya. Seorang ibu yang rela melakukan apa pun untuk anaknya. Maka tak salah pepatah, kasih sayang anak sepanjang galah, kasih sayang ibu sepanjang masa.



Insia menyukai gitar sejak kecil, ibunya membelikan gitar pun harus diam-diam dari Ayah Insia. Lelaki yang keras dan bertangan besi tidak akan segan berlaku kasar bila tidak mendapatkan pelayanan yang baik dari istrinya—Ibu Insia.

Suatu hari, ibu Insia membelikan laptop dari hasil menjual kalung miliknya, benda berharga satu-satunya yang dimiliki olehnya. Insia luar biasa bahagia, ia yang hobi bernyanyi mulai terinspirasi dari penyanyi yang mengunggah videonya di youtube. Insia pun mencoba hal yang sama, tetapi ia menggunakan burqoh (penutup wajah). Agar tak terlihat identitasnya, lebih-lebih agar ayahnya yang bekerja di Saudi tidak tahu hal itu.

Suatu ketika, video perdananya tembus 11 ribu orang yang melihat, Insia senang tak terkira. Tercapai sudah satu tingkat impiannya, retapi ibu Insia ingin tetap sembunyi. Karena jika ayahnya tahu tentu tak hanya laptop yang dibuang keluarganya juga akan diusir.

Insia memang selalu keras dengan pendiriannya, ia tetap bernyanyi dan mengunggah videonya di Youtube. Bahkan sering menganggu proses belajar mengajar di sekolah. Beberapa guru tak segan memukul tangan Insia karena melamun dalam kelas dan tidak dapat menjawab pertanyaan dari pengajar.

Cheetan teman sekelasnya yang menyukai Insia. Tetapi, Insia bersikap dingin kepada lelaki itu, permintaan pertemanan di facebook tidak ditanggapi.
Ayahnya suatu hari pulang kampung, ia terkejut melihat kebandelan anaknya hingga ulangan tidak pernah mendapatkan nilai yang bagus. Ayahnya geram, hingga menghancurkan senar gitarnya. Insia sedih, hancur, kecewa dan luka, hanya bisa melampiaskan kekesalan pada tembok, pada benda-benda. Tak hanya di rumah di sekolah ia menjadi perempuan pemurung, membuat temannya Cheetan tertarik untuk menghibur. Tetapi, hanya bentakan dan kesal yang makin berapi muncul dari gadis bersuara emas.

Liku-liku perjalanan menjadi superstar tidak semudah membalikkan telapak tangan, media mulai bertanya-tanya siapa sosok superstar tersebut. Saat dunia mencari keberadaan seorang gadis berbakat yang tidak diketahui namanya, pun tidak terlihat wajahnya. Insia merasa dunia begitu sempit, justru terperangkap dalam mimpinya sendiri. Ayahnya yang menghancurkan impian tersebut, termasuk laptop yang selama ini menjadi sarana mengenalkan karya lagu Insia yang berjudul, ‘Siapa aku’ dan ‘Ummiku Tersayang’ menjadi video yang paling viral di media sosial. Bahkan tak hanya politisi maupun artis yang menyukai. Salah satu komponis lagu, Shakti Kumar juga mengejar-ngejar Insia, untuk penawaran rekaman.

Apakah mimpi hanya sebatas impian atau akan menjadi kenyataan? Mari tonton selengkapnya filmnya di sini.

Klik di sini! Secret Superstar HD sub

Alhamdulillah, untuk pertama kali saya juga ikut kolaborasi menerjemahkan film inspiratif ini. Bersama teman-teman BMCI Jatim dipersembahkan juga oleh NitNut Radio.



Terima kasih saya ucapkan kepada, Mas Uziek yang tidak henti-hentinya mengajak untuk berkarya bersama khususnya untuk Bollymania di Indonesia.



Bagi saya, rating untuk film ini 4.8 dari 5. Karena nilai-nilai kehidupan begitu banyak terselipkan dalam Secret Supertar dan penutup yang tak terduga.

Info film

Source wikipedia

Diproduksi oleh : Aamir Khan
Kiran Rao
Ditulis oleh : Advait Chandan

Dibintangi oleh : Zaira Wasim
Meher Vij
Raj Arjun
Aamir Khan

Rilis : 19 Oktober 2017

Durasi : 150 menit

Monday, April 2, 2018

Jawaban bagi Jawaban untuk Musafir

Tulisan ini menyebabkan kantuk dan segera hubungi saya jika mengalami gejala tersebut.


Dunia ini terlalu sempit, saat pergi ke suatu tempat selalu mendapatkan keluarga yang dahulu masih berhubungan dengan keluarga mayor. Bisa dilihat melalui hubungan kekerabatan—katakanlah marga. Setiap suku pasti memiliki nama keluarga atau marga tersendiri. Yang jelas, tidak sedang membahas bangsa tertentu.




Saya bertanya tentang sebuah pengakuan dari bibir manis yang yang selama ini memberikan jawaban-jawaban yang spektakuler. Tak hanya itu, rasanya decak kagum terus membayangi bagai pecahan titik hujan di atas lantai berminyak.




Jawaban dari jawaban yang saya dapatkan seperti serat pada jagung yang menggumpal, dan kemudian putus, lalu tersisih. Di satu sisi ada kepala yang mengaku sebagai yang terbaik, di lainnya tentu ada banyak kepala-kepala yang mengeluarkan informasi berbeda dengan penyampaian yang baru entah melalui vocal atau isyarat.




Cukup kaget, setelah bisa memasuki dunia-dunia baru, apa yang saya dapatkan sangat berbeda dengan apa yang saya rasakan sebelum mendapatkan. Apa itu?




1. Semua apa yang kita usahakan pasti kita dapatkan.
Kenapa? Tak ada usaha yang sia-sia. Tentunya usaha akan berbanding lurus dengan hasil dan seberapa lama mengusahakannya. Rayap itu buta, tetapi ia mampu membuat terowongan dari butir-butir debu basah. Maka apa yang harus kita bingungkan, saat mendapati usaha gagal atau bangkrut, selain mencoba kembali hingga berhasil!

Mari melihat juga, lebah yang membuat sarang madu, mengumpulkan nektar dari puluhan bahkan ratusan bunga. Kalau kita masih belum percaya mampu melakukannya. Coba lihat semut yang sangat gagah membawa makanan yang jauh lebih besar dari tubuhnya. Mereka mampu mengangkut tanpa rasa mengeluh dan lelah.
Kita sudah diberikan akal maupun daya pikir yang sempurna. Sayang sekali jika tidak difungsikan, melenyapkan dalam satu waktu saja. Maka yakinkan dalam diri, apa yang kita impikan, perjuangkan dulu! Berhasil atau gagal itu hanyalah bonus.

2. Hukum alam selalu mengatakan, saat kamu sukses maka semua mengaku temanmu. Tapi, saat kamu gagal, hanya segelintir yang mau menyokong maupun mengakui sebagai teman.




Di mana ada gula di situ ada semut, seseorang tentunya sangat menyukai hal-hal yang berkaitan dengan warna ‘merah’ dan ‘kuning’. Merah sebagai kedudukan yang baik sedangkan kuning sebagai kemakmuran. Maka tak perlu heran orang yang pandai membaca situasi akan lebih mudah mendapatkan kesuksesan. Berhenti menunjukkan apa yang kamu dapatkan agar, kamu mudah mengenali siapa yang benar-benar berada di sampingmu. Dia atau mereka?

3. Jika semut bisa mengangkat gula atau butir gandum maupun remah roti, maka terkadang semut bisa tenggelam dalam apa yang ia ingin dapatkan dengan rasa rakusnya.




Pernahkan melihat semut yang terjebak dalam gumpalan madu? Atau tidak bisa berenang dalam coklat encer? Maka jika kita terlalu membuat harta bagaikan raja, bersiap-siap diperbudak oleh harta itu sendiri. Tubuh kita tidak akan mampu menghabiskan 5 piring sekaligus makanan atau air satu galon dalam satu waktu. Kita juga tidak akan menggunakan 10 kendaraan dalam satu waktu. Pakaian yang kita kenakan juga akan satu, kecuali kita merangkapnya karena cuaca dingin.



Jadi untuk apa pencapaian yang sudah kita peroleh kita habiskan sendiri. Jawaban yang hanya bisa dijawab oleh tiap-tiap hati.
Tidak ada gunanya menumpuk apa yang sudah diraih, selain membuat hati manusia yang lain menjadi iri maupun dengki. Berbagi—salah satu caranya.

4. Jika daun menghijau, menguning hingga kering. Maka manusia pun akan mengalami siklus yang setara. Bayi, kanak-kanak, remaja, dewasa, menua dan kemudian mati. Apa saja pencapaian yang dilakukan untuk diri sendiri dan orang lain? Jika waktu yang diberikan tidak mengandung unsur kebermanfaatan. Waktu cepat melesat seperti roket yang meluncur ke udara kemudian menghilang. Akankah waktu bisa kembali, membuat kita menjadi lebih kecil atau lebih muda?

5. Alat-alat hanya sebagai sarana, alat-alat memudahkan aktivitas manusia, alat-alat hanya akan berguna jika pemanfaatan secara maksimal. Alat bukan seberapa elegan bentuknya, tapi seberapa penting dalam menangani hal yang kita perlukan.



Seperti cakar ayam sebagai pengganti cangkul, menggali tanah atau pasir—katakanlah mengais. Maka ayam tidak membutuhkan pendengar telinga maupun ponsel. Bagi ayam yang penting untuk kelangsungan hidup. Lantas hal-hal yang tidak mendukung perkembangan diri apakah bisa disebut alat?

6. Bahan, apa saja yang dibutuhkan dalam menata apa yang harus digapai bersama. Tanpa bahan yang memadai, apakah sebuah karya bisa dinikmati nantinya? Coba dari sekarang sebelum bertindak pikirkan kata ‘mengapa’ di dalam hati, lalu berikan tanggapan sendiri. Sehingga, sekecil apa pu bahan yang digunakan akan memberikan pemikiran yang lebih baru dan mengasah kepala untuk terus berpikir.

7. Rasa, manusia bukan robot—juga bukan spesies alien. Manusia juga butuh akan cinta, kepercayaan, rasa dihargai, rasa dilindungi, apresiasi, kemampuan untuk mengolah hal baru yang imajinatif. Rasa marah, rindu, tenggang rasa, sabar, kejujuran dan rasa-rasa lainnya. Dengan rasa kita bisa menambah pasokan ekspresi dari apa yang sudah kita ‘cicip’.

Keseluruhan itu wujud dari apa-apa yang memang dibutuhkan oleh manusia, ia terus mengembagkan jawaban bagi jawaban yang akan semakin bertambah. Ada kalanya menemukan jawababan dan kebahagiaan. Tetapi lebih akan sering menghantui saat tak ada jawaban yang sesuai.




Cara mendapatkan jawaban bagi jawaban, bersikap tenang, menepi, membiarkan diri untuk berpikir mempertimbangkan jawabanya. Bisa melalui ibadah, meditasi dan olah pikir untuk menemukan jawaban yang paling sesuai. Bila belum menemukan jawaban, kelilingi dunia. Dapatkan pengalaman baru dan pikiran-pikiran akan semakin terbuka.




Perdalam ilmu tetapi jangan sampai melewati batas yang harus didalami. Fokus itu boleh, tetapi terlalu banyak fokus akan menjadikan blur. Fokus pada satu lalu tekuni hingga mahir, tidak akan terasa--terlalu banyak yang sudah berhasil diraih.




Karena pada hakikatnya kebenaran akan terlihat blur saat mata tertutup sebelah. Kebenaran akan terlihat jelas saat tidak terjatuh pada lubang yang sama. Saat hanya mengambil satu sudut pandang, dan menghilangkan sudut pandang lainnya.




Goal yang harus dicapai, pada akhirnya hanya berupa;




Titik fokus, memusatkan perhatian pada satu sudut pandang yang harus dilihat dari banyak sisi dan tentunya berikan rasa tenang—sabar, berupa kata kunci tidak terlalu mendahulukan emosi.




Emosi hanya akan melahap apa yang ada di dekatnya, jika kita tidak mengedalikan emosi dan memupuk rasa sabar, yang tersisa hanyalah kerugian bagi diri sendiri.




Point penting berikutnya, melakukan secara kesinambungan, seimbang dan tidak terlalu berlebihan. Daya tampung selalu memiliki batas, jika terus-terusan memaksakan tentu akan meluap dan hangus, terbuang sia-sia.




Manusia sebagai penrhgembara akan terus berkelana mencari jawaban bagi jawaban, ia akan terus mencari potongan jawaban yang tersembunyi, memanfaatkan alat, bahan, keterampilan manusia dan terus terhubung dengan yang membuatnya ada untuk semakin giat mendapatkan jawaban.

Situbondo, 1 April 2018