Terus Mengejar Mimpi

Saat Orang Lain Mencemooh Impianmu, Tak Perlu Marah. Cukup Diam dan Buktikan!



Sebagai ambivert yang memiliki banyak impian, terkadang sering dibilang orang yang ‘aneh’ oleh beberapa manusia yang memiliki sudut pandang realistik. Saya cukup sering ditertawakan oleh teman-teman atau bahkan orang terdekat saya. (Tanpa perlu menyebut nama, dan itu tidak penting untuk dibahas.)

Dalam benak saya, jika ulat saja yang biasanya menetap di pohon, rakus banget makan daun-daun bahkan dibenci sebagian para petani maupun pekebun. Ternyata bisa menjadi seekor kupu-kupu dengan sayap yang menarik dan indah. Ia bisa terbang bebas di antara bunga.

Jadi, apakah salah bermimpi?
Tentu tidak ada yang salah, selama dalam mengejar mimpi itu diwujudkan dengan bukti yang nyata. Sepanjang usaha pasti ada hal yang bernilai yang membuat sesuatu itu menjadi lebih baik dan berharga. Pun dalam berusaha pasti menemukan liku-liku kehidupan, itu sangat pasti. Pastikan untuk tidak menyerah saat kegagalan menghampiri. TIDAK ADA kata menyerah.

Lalu, hal pertama yang cukup dijadikan tanggapan atas apa yang mereka lakukan adalah dengan diam. Diam menghadapi semua yang terjadi, lalu mulai berpijak pada langkah selanjutnya. Menggali potensi yang harus dihadapi, dan hal ini akan lebih menyejahterahkan hati agar tidak mudah nge-down.

Hal selanjutnya, dengan berinteraksi bersama orang-orang yang berilmu, segala tindak-tanduk yang kita lakukan merupakan cerminan dari pergaulan maupun lingkungan sosial.

Jika kita berteman dengan penjual minyak wangi maka akan tertular aroma wewangiannya, sebaliknya. Jika kita berteman dengan pandai besi, selain terkena oleh panasnya api juga aroma menyengat dari tubuh seorang pandai besi, perumpamaan ini merupakan salah satu hadis sahih.

Maka berteman baiklah dengan orang yang baik, tapi jangan sampai memilih-milih teman (diskriminasi).
Pada akhirnya, orang yang suka mengomentari akan terdiam ketika apa yang kita usahakan membuahkan hasil yang maksimal. Itu pun perlu proses yang panjang untuk mencapai tujuan-tujuan itu.

Semua orang berhak untuk bermimpi tetapi, di saat mimpi telah tercapai jangan pernah menjadi sosok yang berubah. Tetaplah menjadi padi yang terus merunduk, yang semakin tua semakin berisi. Tetap rendah hati membantu orang lain, bahkan orang yang yang sudah mencemoohmu.

Karena api tidak bisa dipadamkan dengan api, tetapi air-lah yang bisa memadamkan. Jika mereka mencemooh atas mimpimu, maka lebih baik diam dan membuktikan.

*) Ini adalah salah satu foto buku solo saya yang perdana, sebagai bukti dari proses diam ketika banyak yang mengatakan menulis itu tidak ada artinya.



Foto bersama penyiar Favorit saya.

Bersama buku kolaborasi yang terbit Mayor.

Baiq Cynthia

Baiq Cynthia Menggeluti dunia literasi dan freelancer, sebagai editor lepas dan penulis content writer. Bukunya berjudul September Wish dan DARAH. Menantikan kehadiran buah hatinya.

Post a Comment

Popular Posts