Sajak Pertemuan Semut ~ Baiq Cynthia

Pertemuan hal paling berharga dalam hidup



Meski pada akhirnya akan berpisah.
Pertemuan yang mengajarkan banyak arti dalam hidup. Bahwa kamu tidak lebih baik dari apa yang kamu pikirkan, Baiq.





Pertemuan yang menyatukan satu kesatuan yang baru.





Pertemuan yang kelak akan dirindukan, kesan manis, asam, dan getir.





Pertemuan seekor semut dengan temannya tidak akan sama dengan pertemuan kucing jantan yang mengeluarkan taringnya.





Aku tahu, setiap pertemuan sudah diatur oleh-Nya. Tidak ada pertemuan yang dibiarkan terjadi tanpa izin-Nya.





Tetapi yang aku sesalkan dari pertemuan, ketika aku berharap akan bertemu lagi.





Pada akhirnya aku sendiri yang terluka.





Pertemuan itu pertama dan terakhir yang kadang menyesakkan rongga dada.



Aku bertemu denganmu tanpa batas ruang dan waktu. Tapi, pada akhirnya pertemuan itu hanya sebuah bertemunya semut-semut yang harus kembali berjalan.





Kemudian aku sadar, tidak ada pertemuan yang abadi, selain pertemuan seorang hamba dengan yang Maha mempertemukan.





Aku bersyukur bisa bertemu denganmu meski akhirnya aku tahu, bisa jadi itu yang terakhir kali.







Pertemuan tidaklah salah. Bukan lebih baik tidak bertemu, kataku?



Hingga tidak mengisahkan kenangan terlanjur manis yang harus dihapus perlahan.



Jika memang pertemuan itu tidak berarti? Aku tidak yakin. Karena bagiku itu sangat berarti.



Di sudut pintu bus kami bertemu lalu kami harus berpisah setelah mendengarkan kisahmu.



Kisah tentang pertemuan yang harus diakhiri pada masanya.



Jika tidak karena bertemu dengan yang lebih baik.



Mungkin bertemu dengan ajal.



Itulah kisah pertemuan semut.



Situbondo, 2018

Baiq Cynthia

Baiq Cynthia Menggeluti dunia literasi dan freelancer, sebagai editor lepas dan penulis content writer. Bukunya berjudul September Wish dan DARAH. Menantikan kehadiran buah hatinya.

Post a Comment

Popular Posts