Review Kumcer DARAH oleh Nindya VanHelwill M

Bagi penulis review merupakan bentuk apresiasi yang dinanti. Berikut review yang dibuat oleh penulis "Cinta di Tujuh Keajaiban Dunia" salah satu terbitan Arsha Teen dalam proyek tantangan menulis (TAT S4) yang diadakan kurang dari sebulan.

Nindya VanHelwill M merupakan nama akun media sosial facebook, memiliki nama pena Nindya M. Ia juga salah satu Mahasiswi Institut Pertanian Bogor. Setelah dirasa cukup dengan profil singkatnya, mari kita telaah ulasan singkat darinya, yang sekaligus merangkum dari sepuluh cerita tentang psikopat dalam buku berjudul DARAH.




Review Kumcer "Darah"



Beberapa hari yang lalu gue menerima paket buku kumcer berjudul "Darah" dengan tagline 10 Kumcer Psikopat. Oke, kita garis bawahi kata "psikopat". Itu adalah alasan pertama gue beli buku ini. Ada 11 cerpen yang ditulis oleh lima penulis berbeda.



Review gue? Hmm.. sejujurnya, gue gak banyak mendapatkan apa yang diharapkan. Ya.. kalo dipersentasikan, tidak sampai 50%. Sebetulnya kumcer ini bagus, semua ceritnya bagus dari segi penulisan yang rapi, mulus dan cantik bahasanya. Tapi kembali ke garis besar tema "psikopat", gue rasa gak semua cerita sampai ke tema itu. Plus ending yang bisa ditebak (ini relatif sih, tergantung seberapa banyak cerita dengan tema sejenis yang kita sering baca).



Beberapa tokoh yang seharusnya menunjukkan sosok psikopat kurang sampai rasanya. Psikopat adalah sosok yang manipulatif, cerdas, tidak memiliki empati, cenderung anti sosial dan tidak pernah merasa bersalah karena konsep penilaian kemanusiaan yang berbeda dari orang lain.



Contoh karakter psikopat yang 'dapet' dan gue sukai adalah : Prakash (Bisikan Batu-Batu). Konsep pemikiran seperti dia yang membedakan antara psikopat dan pembunuh biasa. Lalu Celsa (Celsa) dan Vigra (Jodoh Untuk Papa) yang sosoknya manipulatif, pendendam dan menghanyutkan.





Lalu ada beberapa cerpen yang lebih jatuh ke Dark Comedy daripada thriller, seperti Keluarga Pak Yanto dan Patung (tergantung juga sih, tergantung selera humor kita, kalo dipaksakan selera humor gue, hampir semuanya punya sisi dark comedy, tapi ya dua itu yang menurut gue paling dominan).





Kelemahan sebagian besar di cerpen-cerpen buku itu sebenarnya terlalu banyak mendeskripsikan latar belakang, tapi eksekusi di klimaksnya kurang. Kurang mencekam, kurang 'dingin' dan kurang menggambarkan sosok psikopat itu sendiri. Tetapi buku ini ditutup oleh dua cerita yang menurut gue dapetlah feel 'sakitnya' yaitu (Daging untuk Rania dan Jodoh untuk Papa).





Overall, kumcer ini bisa menjadi alternatif bacaan ringan dengan tema yang 'berbeda' dari kebanyakan buku-buku (apalagi di jaman cerita demam CEO tajir dan perempuan kelas karyawan biasa lagi menjamur dimana-mana). Cukup menghibur, tapi lebih ke dark comedy ketimbang thriller itu sendiri.



Oh ya, satu lagi, semua kumcer ini memang menceritakan sisi tergelap manusia, keserakahan, dendam, ilmu hitam, dan kondisi mendesak yang memaksa seseorang untuk 'memenuhi kebutuhan'nya. Menarik. Terkadang monster itu sendiri memang hidup di dalam diri manusia.



Sangat senang rasanya bisa membaca review singkat yang sangat mendalam pembahasannya. Terlepas dari pemikirannya yang mengambil dari sudut pandang pemikirannya sebagai pembaca. Itu sangat wajar, karena intensitas bacaan tergantung jumlah bacaan yang sudah dinikmati. Kebetulan Nindya M salah satu penyuka buku ber-genre seperti DARAH.



Apa pun itu, itu hak pembaca untuk menilai buku. Penulis hanya ingin menyampaikan pesan tersirat dalam tulisannya.



Alhamdulillah, terima kasih sudah berkenan memberikan review yang KEREN!



Salam literasi.

Baiq Cynthia

Baiq Cynthia Menggeluti dunia literasi dan freelancer, sebagai editor lepas dan penulis content writer. Bukunya berjudul September Wish dan DARAH. Menantikan kehadiran buah hatinya.

Post a Comment

Popular Posts