Menunda Tugas sama dengan Menumpuk Masalah

Picture from free picture
Terkadang tanpa sadar kita terlalu menyia-nyiakan kesempatan. Kesempatan untuk menyelesaikan sebuah tugas (red. masalah). Harapan dalam lubuk hati biasanya tentang ada lain waktu untuk menyelesaikan tugas. Satu hari membiarkan tugas terbengkalai hari esoknya akan bertambah satu lagi tugas yang belum selesai.

Pernahkah mencoba menyusun sebuah gelas plastik menjadi sebuah menara? Coba ambil satu saja gelas itu di paling dasar (katakanlah: ilustrasi sebuah awal masalah) maka akan berjatuhan semua gelas-gelas kecil. Yang terjadi di akhir hanya lah banyak masalah yang muncul.

Masalah muncul terkadang dari faktor pertama tadi, suka menimbun percikan masalah. Memang susah menjabarkan arti masalah. Masalah sebuah keadaan. Terkadang datang tanpa ada yang tahu, juga terjadinya masalah terkadang lebih sering dari sebab-akibat.

Kalau kamu makan cabai tanpa bersama makanan lain, maka sakit perut. Kalau sudah sakit perut muncul masalah. Masalahnya harus menyembuhkan rasa nyeri.

Misal masalah lainnya.
Kalau kita buang sampah di selokan, maka akan terjadi banjir. Prosesnya memang lama, hingga sampah-sampai itu menyumbang aliran air.

Masalah. Semua orang akan merasakan namanya masalah. Masalah ada dua, berupa cobaan dan ujian.

Kalau cobaan merupakan masalah yang kita sendiri yang menimbulkan. Seperti selokan yang meluap dan menjadi banjir.
Kalau yang namanya ujian, sebuah tes untuk kelulusan dari masalah-masalah yang disuguhkan.


Artinya untuk bisa naik tingkat harus melewati ujian-ujian yang memang sudah pasti kita bisa menyelesaikan sampai akhir.


Tidak ada sebuah masalah tanpa sebuah solusi, sudah ada pastinya. Tugas kita hanya sabar dan terus berdoa.


Sabar itu bukan hanya sekadar duduk diam, pasrah. Bukan! Itu tandanya malas.
Sabar itu;
1. Menerima dengan lapang masalah tersebut,
2. Berusaha semaksimal mungkin mencari solusi dari masalah itu,
3. Bertawakal (berserah diri) kepada Allah.

Kok tiba-tiba bahas tentang masalah? Karena gesekan kecil saja antara batang korek api dengan empunya bisa menimbulkan sebuah api. Bagaimana dengan masalah?

Masalah juga akan muncul setiap ada pergesekan arus. Itu mengapa Islam melarang adanya perdebatan walaupun benar. Perdebatan hanya bisa menyulut sebuah masalah baru.

Ngomongin tips hadapi masalah? Dapat banyak bisikan nih!
1. Berbicara yang baik atau diam
2. Menghindari perdebatan walaupun benar
3. Tidak membahas hal-hal yang sudah lalu dan mengorek luka
4. Berhenti merebutkan hal yang hakikatnya (bukan) milik kita.
5. Tidak bercanda berlebihan
6. Memfokuskan pada pekerjaan
7. Hindari kata berbohong.
8. DLL.


Point
ke-7. Penulis menyadari tips di atas akan sulit diterapkan apalagi era sekarang lebih pada milenium (virtual) yang menjadikan kita lebih mudah berinteraksi.

Setidaknya kita bisa berusaha mengurangi timbulnya masalah. Kalaupun masalah itu masih terjadi tanpa ada yang menghalang. Segera mencari akar masalahnya. Karena tanpa akar masalah, masalah itu akan tetap tumbuh.

Mirip dengan dahan pohon yang terus-terus dipotong, sepanjang waktu maka masalah terus akan tumbuh. Beda lagi jika kita sudah mencabut pohon sampai akarnya. Maka tidak ada lagi masalah yang berarti.

Terakhir, kita hanya bisa memetik pelajaran dari masalah yang terjadi dalam hidup kita. Berusaha memperbaiki kualitas kehidupan, membangun relasi yang baik dengan kawan maupun rekan. Karena masalah pada waktunya akan terpecahkan. Meski belum tentu akan segera terjawab dengan cepat.

Hidup adalah teka-teki, sama sepertinya mengusung judul “masalah”. Pasrah kepada yang Maha Memberikan Solusi seberapa pun asalah yang di terminal.
~Baiq Cynthia

Baiq Cynthia

Baiq Cynthia Menggeluti dunia literasi dan freelancer, sebagai editor lepas dan penulis content writer. Bukunya berjudul September Wish dan DARAH. Menantikan kehadiran buah hatinya.

Post a Comment

Popular Posts