Cerita Heboh TAT S4 (September Wish)-Part End

Lanjutan cerita TAT S4 (Part 2)

Proses pembuatan September Wish meski banyak kendala, tapi sangat mengagumkan. Dalam waktu sangat singkat sudah rampung 80 persen, yang harusnya selesai sehari sebelumnya. 

Namun, percayalah lappy ngambek itu meminta yang menulis istirahat. Akhirnya, saya meminta dua orang malaikat sebagai proof reader memberikan masukan.

Proof reader
yang pertama, tugasnya mencocokkan dengan ide dasar, durasi 15 menit saya berceloteh lewat voice note untuk menceritakan gambaran besar cerita "September Wish" versi pertama. Saya hanya cemas, mengingat sudah tanggal 30 November namun belum selesai.

Rencana awal yang katanya butuh mengedapkan naskah seminggu, gagal! Dengan sangat sedikit kecewa saya mengirim 80 persen naskah itu kepada proof reader yang pertama. Bisa dibilang jam tidur bergeser sampai dini hari dan pukul 3 dini hari harus sudah bangun. Kaget! Ternyata sukarelawan yang dimintai tolong untuk mengoreksi. Sudah menyelesaikan tugasnya. Banyak masukkan yang benar-benar membantu saya. Menurutnya juga ada point 15 yang harus direparasi.

Saya tidak berkomentar lebih, selain rasa syukur yang mendalam sudah ada yang bersedia ikut bergadang untuk membantu menghasilkan naskah yang ‘enak’ dibaca.
Saat itu saya masih harus menyelesaikan tambahan 20 lembar yang masih belum jelas, kembali melihat outline yang sempat ikut terhapus karena disimpan di data C. 
Lappy kan habis di-install ulang.
Saya meminta pemeriksa aksara yang kedua, teman dekat yang bersedia meluangkan waktu untuk membantu ambivert. Pengerjaan masih tersisa 17 lembar lagi. Benar-benar alot rasanya. Ini sudah sisa 3 hari. Ibu Kos sudah mention nama kami yang belum selesai di medsos.
 
Namun, saya mencoba tenang. Menulis kembali dengan kecepatan turbo. Teringat dengan kontes Basa-basi yang menulis cerpen minimal 20 lembar itu. Nah! Saya menulisnya hanya dengan sehari.
Itu keajaiban dari pengabdi Deadline

Maka saya semakin terinspirasi untuk segera merampungkan. Lembar demi lembar diselesaikan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. Selain sempat pergi untuk scanning surat perjanjian dengan AT. Saya merasa semakin berpacu untuk lebih tangguh. Apalagi ini jalan saya—menulis (sebuah pelarian dari mimpi-mimpi yang gagal diupayakan).

Sewaktu membeli materai, seorang penjual—wanita tua mengira saya seorang guru. Padahal saya menggunakan sandal jepit dan baju semi formal. Hiks ... hiks, karena tidak bisa mengelak apalagi menjelaskan panjang lebar hanya mengiyakan dengan anggukan kecil. 
Mencari scanner, muter-muter tempat fotokopi. Pas lihat grup, ternyata enggak masalah kalau difoto saja. Huaaaa.

Lupakan masalah file perjanjian. Kembali dengan tugas merampungkan deadline. Umi sudah ketar-ketir melihat saya yang serius, setiap melakukan aktivitas. Selalu memasang wajah serius. Ini dilakukan demi menyelamatkan 2 JT. Selain itu menyimpan alur cerita agar tidak ngalur-ngidul. Sudah duduk di lantai, nanti pindah duduk di kursi itu sambil mengetik. Bahkan tak jarang lappy dibawa ke dapur demi bisa melihat progres yang sudah ditulis.

Tidak ada tidur siang selama menulis proyek TAT S4. Kadang rasanya bokong sudah kempis, terlalu banyak duduk. Selama duduk sedia air satu timba (maksudnya air di botol besar). 



Siang berubah menjadi sore, sangat cepat rasanya. Saat itu menulis sudah di klimaks. Masih tinggal sekitar 15 lembar. Saya kembali meyakinkan diri, akan on time. Ditambah mata sudah sering terkantuk-kantuk. Saya menjadi ingat dengan kopi. Tak tangguh-tangguh segelas kopi besar. Ini sudah porsi tukang garap bangunan.

Banyak yang memberi support. Membuat semangat lebih banyak. Dihitung halaman yang harus dirampungkan. Masih tinggal beberapa lembar. Waktu makin sedikit. Kembali fokus dan fokus. Batas waktu hingga tanggal 3 Desember saat Ibu Kos terbangun. Tidak tahu jam berapa bangunnya. Antisipasi saya mengirimnya malam hari. Sebelum tengah malam.



Yah! Tepat pukul 10.48 WIB file saya kirimkan melalui laptop milik orang. Lappy saya tidak ada aplikasi mesin pencari, huhu. Laptop orang itu tidak bisa digunakan keyboard-nya. Hanya menggunakan keyboard internal. Itu mengapa saat mengumpulkan naskah kepada ibu kos lupa dengan kata pengantar. Hihi.

Punggung rasanya mau retak 2 Desember 2017 bertepatan dengan Sabtu malam, kelar deh hidup jomlo.

Siapa bilang setelah selesai naskah semuanya beres! Setelah ada pengumuman pemenang naskah TAT S4. Saya sudah pesimis, karena ada salah satu peserta yang mengumpulkan paling cepat, bahkan masih jauh dengan deadline. Tapi, tujuan saya kan hanya ingin bebas dari 2 JT. Meski banyak yang berkomentar mengenai TAT S4, bahkan ada yang mengatakan hati-hati itu bisa merujuk pada judi.

Kesal bercampur sedikit ingin lempar sandal, tapi kembali pada diam. Mengabaikan pesan itu, ambivert lebih memilih menjaga stabilitas moody
Daripada berantem lewat online dengan dasar tuduhan tanpa bukti yang jelas.
Setelah selesai saya kembali ajak ngobrol orang itu, saya beri pemahaman. Akhirnya dia mengerti, menurutnya. Dia hanya khawatir saya tidak mampu menyelesaikan deadline dan harus membayar 2 JT. 

Alhamdulillah seluruh peserta TAT S4 tidak ada yang kena denda 2 JT. Malah hanya semacam remidi dari Ibu Kos. Hihi ... keren dah AT!

Sepuluh hari setelah usai menyelesaikan tantangan dari AT, Ibu Kos memberikan kabar mengenai siapa the winner of AT! Tebak siapa coba?



Alhamdulillah, lompat-lompat kegirangan. Seperti mimpi saja, gimana gak kaget. Ibu Kos sangat wanti-wanti mengenai naskah yang dia suka. Apalagi selama mengirim sampel sering gagalnya daripada langsung ACC dan ikut tantangan. Tidak sia-sia proses yang selama ini saya telateni, keringat menjadi berkah. Tak sampai di sana. Sebagai The Winner langsung dibuatkan calon cover September Wish.



Saya suka-suka dengan bikinan mereka, karena saya sendiri tidak bisa buat cover. Ternyata teman saya tidak setuju. Dia bilang itu sangat biasa untuk novel the winner. Akhirnya dia meminta untuk membuatkan calon cover menggunakan jasa design cover. Ibu Kos menyetujui, tetapi waktu menyelesaikan hanya tiga hari.

Saya sudah mulai pesimis, ditambah 3 hari menurutnya ya besok lusa. Huhu! Maka hari kamis malam sebelum esok deadline pengumpulan cover. Saya meminta salah satu teman yang jago buat 3D katakanlah jago main photoshop. Tapi, dia awalnya ragu karena tidak bisa. Dibuatlah macam-macam sketsa gambar untuk September Wish.





Banyak komentar dari pengamat cover—salah satu peserta TAT S4. Ambivert hanya menelan ludah, ditambah dia juga membuat versi cover ala dia. Sayang sekali gambar vektor yang dia suguhkan pecah. Maka saya hanya mempunyai dua kandidat saja. Setelah menyisihkan banyak relawan yang siap membuatkan cover versi mereka.
Ibu kos bilang kalau gak ada cover sampai besok. Maka harus pake pilihan ibu kos. Aku mah hanya mengatakan iya. Banyak juga sih yang vote kover ini. Selain manis juga simpel dan terlihat sederhana.



Duh, buat cover aja udah mirip persiapan lahiran. RIBET. Beruntung saya hanya voting sekali di medsos dan voting selanjutnya dilakukan tertutup, demi menghindari banyak masukan (RED, Komentar).

Beginilah wajah-wajah calon cover September Wish.



Ini versi dari Manajer Annisa 



Ini juga. Banyak yang suka dengan warnanya. Juga terlihat elegan. 



Saya langsung jatuh cinta dengan cover buatan sahabat saya, setelah mengalami banyak metamorfosis. Bayangkan semalam suntuk dia menggambar dari pukul 21.00 sampai dini hari. 

Suara voting bisa dibillang seri. Tapi, saya sangat condong dengan warna biru. Kenapa? Karena lebih masuk dengan ide cerita. Sebuah payung yang terbang di udara kena rintik-rintik hujan. Dengan tag line.


Cinta hanya sebuah ilusi.

Menunggulah detik-detik revisi sambil terus memantau perkembangannya saya sibuk mengedit naskah garapan. Tapi, otak saya menjadi tidak tenang. Berkecamuk dan tidak bisa berpikir.

Muncul beragam versi style tulisan font. Hingga perubahan di bagian back cover yang lebih dari tiga kali.

TARAAAA ... SEPTEMBER WISH FIX PAKAI COVER INI!



Senang sekali, rasanya ribuan kali untuk berterima kasih belum cukup. Tapi, apa daya dia yang mendesign tidak mau dengan imbalan. Huhu ...



Thank you ... kawanku!

Baru senyam-senyum dengan kover baru. Rasanya Ibu kos masih belum puas. Dia ingin Maret mendatang para pemenang TAT dari S1 hingga S4 maupun pesertanya akan kembali diadu dalam ajang DUEL.
Huhuhu ... Semangat saja deh! :’)

Say no to Frustration!

Apa pun yang terjadi terus berusaha. Optimis, tidak ada kesulitan karena ada banyak bantuan-Nya melalui tangan-tangan baik hati dan dermawan. 
Salam literasi. 

—♡Baiq Cynthia♡—

Baiq Cynthia

Baiq Cynthia Menggeluti dunia literasi dan freelancer, sebagai editor lepas dan penulis content writer. Bukunya berjudul September Wish dan DARAH. Menantikan kehadiran buah hatinya.

Post a Comment

Popular Posts