Pecinta Buku, Kuliner dan Jalan-jalan Perjalanan dan pengalaman akan menjadi momen berharga saat disimpan melalui tulisan dan lensa.

Sunday, December 30, 2018

Masalah itu Bukan Alasan Hidup Terpuruk: Tips Atasi Masalah

Menemui Masalah Begini Caranya

Setiap orang tentunya akan menemui masalah, masalah yang besar dan kecil tergantung kemampuan kita. Masalah tidak akan selesai selama engkau membiarkan, makin lama masalah akan membesar dan terakhir akan merusak raga. 

Apa pun  masalah yang dihadapi, kuatkan diri dengan mendekatkan hati kepada Allah. Masalah macam-macam, mulai dari masalah kesehatan, ekonomi, masalah keluarga, kerjaan dan masalah-masalah yang lainnya. Kita bisa melepaskan ikatan-ikatan masalah dengan meminta kepada Allah dan bersungguh-sunguh ikhtiar.

Saat sakit menjangkiti tubuh, maka tidak cukup berdoa harus dibarengi dengan ikhtiar yaitu minum obat maupun periksa ke dokter. Sakit memang Allah yang menyembuhkan tetapi sebagai insan yang beriman tetap berikhtiar, di ujung usahanya kembali tawakkal. Menyerahkan hati kepada Allah untuk yakin dan percaya akan baik-baik saja.

Begitu juga dengan masalah ekonomi, tidak terlalu pusing dengan keadaan. Saat kita berusaha semaksimal mungkin untuk mencari rezeki, pasti ada hasilnya. Tidak ada upaya yang akan menghianati hasil. Selain menggiatkan diri bekerja, berdoa juga jadi kuncinya. Segala sesuatu yang terjadi di muka bumi ini tidak akan lepas dari kuasa Allah.

Masalah datang kepadamu bukan untuk membuatmu makin terpuruk, tetapi untuk meningkatkan kualitas diri dan menjadikan dirimu semakin teguh melewati masalah-masalah lainnya. Ingatlah semua orang pasti tertimpa masalah, tetapi hanya segelintir bisa melewati. Mereka yang belum bisa menaklukkan masalah lebih sibuk untuk mengeluh dan tidak sabar dengan keadaan. Apakah masalah bisa terpecahkan jika kita sibuk mengeluhkan nasib juga membanding-bandingkan diri dengan orang lain yang nasibnya lebih baik. 

Masalah memiliki masa, ia tidak akan terus menerjang. Suatu saat akan menemukan penyelesaian, seperti mendung dan hujan akan mendatangkan sinar dan reda. Masalah tidak akan menemukan titik terang selain kita sendiri yang mengungkap permasalahan itu. 

Sudah di ujung tahun 2018, segera selesaikan masalahmu. Menyelesaikan satu-persatu masalah dengan hati hangat dan kepala dingin. Dimulai dengan senyum paling manis, masalah hidup hanya pemanis buatan yang enggak awet.

Penulis : Baiq Cynthia

Saturday, December 22, 2018

Pentingnya Life Outdoor bagi Keluarga


Life Outdoor untuk Keluarga. Pentingnya Piknik walau Tipis-tipis Bareng Keluarga. 

Sudah menginjakkan kaki pada kehidupan baru yang bernama keluarga? Harus siap dengan  segala konsekuensi yang akan dihadapi. Tak jarang muncul kejenuhan pada sebuah hubungan. Entah karena memang telalu lama menjalani rutinitas yang flat atau memang butuh piknik?
Life outdoor komponen penting yang harus dibangun. Kehidupan rumah tangga akan menjemukan jika tidak ada insiatif dari pasangan untuk sekedar berekreasi hemat. Tidak perlu jalan-jalan ke luar negeri. Hal paling penting ialah quality time. Mencari zona yang lebih bebas dan tempat baru untuk melepaskan penat. 

Terutama suami, wajib mengajak keluarga jalan-jalan minimal seminggu sekali. Jangan biarkan kerjaan ibu rumah tangga hanya seputar sumur, dapur dan kasur yang membuatnya bete.  Hal yang harus diperhatikan dalam menjalani life outdoor. Pastikan jadwalnya tidak berbeturan dengan waktu kerja. Tidak masalah life outdoor hanya keliling mall mencarikan kebutuhan istri dan anak.
Nah, sekarang kan sudah masa liburan panjang. Sudah waktunya untuk membuat rencana belibur ke luar kota bersama keluarga. Tidak harus menginap, boleh saja untuk berkunjung ke tempat-tempat wisata. Kalau liburan panjang justru tidak bisa berlibur. Bukan masalah besar yang akan membuat hidupmu sengsara. Buatlah acara makan-makan outdoor, menggelar tikar di halaman rumah dengan menu spesial hasil masak bersama. 


sumber: Canva




Jangan sampai karena ingin melakukan life outdoor hingga menghambur-hamburkan uang. Atur pengaturan budget yang tidak membuat jebol dompet. Memang boleh menikmati jalan-jalan demi kepuasan banyak menghabiskan budget. Namun, kalau keseringan alangkah baiknya uangnya digunakan untuk hal yang lebih penting. 

Cara menghemat budget saat liburan, membawa bekal sendiri. Selain lebih hiegenis, makanan sehat dan terjangkau. Utamakan kesehatan, selain menjaga makanan harus menjaga diri. Terlebih sekarang musim hujan bawa serta mantel atau payung juga perlengkapan obat. 



Baiq Cynthia Web-Blogger



Life outdoor memang mengasyikkan terlebih dihabiskan bersama keluarga, namun perhatikan juga risiko selama di luar rumah. Jangan sampai justru mengalami kerugian setelah bersenang-senang di luar rumah.
Penulis Baiq Cynthia

Thursday, December 20, 2018

Penulis Teks Komersial era Milineal


Penulis Teks Komersial era Milineal.

Menjadi  penulis bayaran itu tidak enak, terlebih karyanya tidak ada hak cipta nama penulisnya. Menjadi ghost writer adalah sebutannya, kita menulis sesuai dengan ketentuan kemudian dengan harga yang ditetentukan. Saya ingin berbagi pengalaman soal hal ini. 

Tidak jarang freelancer ingin menjadi sesuatu yang baru dan mendapatkan penghasilan dari apa yang dikerjakan. Termasuk freelancer sebagai penulis. Sering didengungkan penulis yang hanya karyanya saja diambil namun tidak mendapatkan reward, sebagai penulis teks komersial. Pengerjaan sebagai penulis ghost writer, semacam budak tulisan. Kita dituntut menulis naskah dengan susah payah menguras otak dan energi serta meluangkan banyak waktu demi artikel sesuai dengan yang diminta. Pada akhirnya tulisan yang dikumpulkan sudah menjadi milik orang lain, orang lain mencantumkan nama pada karya kita!!!
 
Artikel yang diminta biasanya bertema berbeda setiap tugas yang diberikan, tergantung permintaan klien. Mulai dari tema sehari-hari, sampai dunia games. Ghost writer dituntut untuk mengetahui banyak informasi dengan cepat dan akurat. Tentunya hasil tulisan setelah dicek pada mesin anti plagiat harus lolos 100 persen. Tidak ada tanda-tanda plagiat lagi dalam naskah yang akan dikumpulkan. 

Menjadi penulis teks komersial, harus profesional. Mengumpulkan tulisan dengan jumlah naskah yang diminta juga tepat waktu. Sebelum deadline yang ditentukan. Biasanya pemberian materi diberikan sehari sebelum tugas dikumpulkan, terkadang kurang dari 24 jam. Penulis yang memiliki rutinitas padat harus pandai memanajemen waktunya, kalau enggak? Maka tidak akan menyelesaikan naskah tepat waktu. 

Karena ghost writer, tulisan kita dibayar tidak serta merta mendapatkan bayaran yang tinggi. Biasanya cara hitungnya per artikel ada yang IDR 3000 sampai IDR 8000. Murah sekali ya! Tidak setara dengan hasil dan waktu yang dikorbankan. Saya memilih mengundurkan diri setelah merasa adanya tekanan dalam menulis. Pertama, harus revisi saat ada beberapa kalimat yang tidak sesuai dengan permintaan. Kedua, siap bekerja di bawah tekanan. 



Terkadang pesan masuk untuk materi diberikan di atas jam 9 malam. Waktunya istirahat harus rela begadang, demi menyelesaikan naskah yang diminta sesuai dengan kategori pesanan klien. Otak dipaksa untuk menulis teks yang kaku seperti artikel berita. Tidak ada daya untuk memberikan percikan kalimat-kalimat copywriting maupun prosa. Murni artikel pada umumnya. 

Saya yang memiliki backgroud bebas, imajinatif dan kreatif tidak betah harus menulis kalimat yang tidak efektif penuh dengan pengulangan. Menulis dibayar dengan upah yang tidak sesuai dengan pekerjaan bagi saya hanya membuang-buang waktu. Sementara ada banyak web yang memberikan reward menulis kreatif dan inspiratif sesuai dengan passion dengan hak cipta sepenuhnya milik saya dan tentunya menambah lingkar pertemanan.

Menjadi penulis teks kormesial tidak mudah, kawan. Butuh motivasi tinggi untuk terus menulis di sana. Motivasi terbesar hanyalah uang. Sementara saya tidak memprioritaskan fee. Hal paling penting dari menulis ialah membagikan pengetahuan yang saya miliki dan tentunya bisa menebar asas kebermanfaatan. 


Penulis: Baiq Cynthia

Wednesday, December 19, 2018

Ketika Lelah yang Engkau Butuhkan Hanya Istirahat bukan Berhenti

Ketika lelah yang engkau butuhkan hanya istirahat bukan berhenti. 

Pernahkah terbetik dalam hati untuk menyerah saat engkau menemukan jalan menanjak dan melelahkan? Semua orang pasti pernah mengalami hal semacam ini. Terlebih hati yang terbagi menjadi berkeping-keping. Rapuh oleh suara-suara mereka yang membisikkan kata untuk berhenti. Ia menjelma ngengat kecil yang berdenging nyaring. Membekap sisa-sisa penyesalan dan kegagalan. 

Bukan soal cinta yang kandas, apalagi hubungan yang jauh. Sulit untuk didekap. Ini soal ruas-ruas tulang belakang yang mulai penyot. Menanti melodi rindu yang tak berkabar. Oh tidak, rindu sudah tertunaikan. Hanya saja relung jiwa merasa lelah.
Letih dengan keadaan yang tidak pernah berpihak kepada diri. Saat bertanya kepada rembulan ... ia hanya mematung lalu menarik awan. Menutupi dirinya dalam balutan kapas-kapas raksasa. Pernahkan memintal harapan setiap malam? 

Baiq-Cynthia-Blogger-Motivasi-Kata-Kata-Bijak
Baiq Cynthia's Motivation

Harapan yang masih tidak tahu arah jalan pulang. Ia mendekam dalam ruang hampa. Menanti masa tunggu usai, menunggu kesempatan datang. Tetapi kapan peluang kemenangan datang? Tidak ada jawaban dalam dimensi yang kosong.

Andai sebatang ranting tahu, kapan waktunya patah. Mungkin dedaunan siap menggugurkan daunnya. Andai aku tahu kapan kegagalan itu datang, mungkin lebih awal aku meluncur mencari tempat baru. Untuk apa menyesali apa yang sudah terjadi, percuma ... sia-sia selain rasa perih.

Untukmu yang merasa lelah dengan keadaan, belum berjumpa dengan berlian yang tertanam di dalam. Terus gali dan cari yang berharga. Mungkin dalam bayanganmu dekat tetapi sebenarnya berlian yang berharga tidak akan mudah didapatkan. 

Ketika engkau belum juga mendapatkan berlian yang dimaksud cobalah untuk terus menggali. Saat engkau telah lelah namun belum kunjung terlihat keberadaan berlian. Berhentilah sejenak untuk istirahat. Berhenti bukan berarti engkau menyerah. Namun mulai menyiapkan semangat baru dan jangan pernah menyerah dengan keadaan. 

Penulis : Baiq Cynthia


Tuesday, December 18, 2018

Kesulitan dalam Menulis Artikel, Jangan Khawatir! Tips Ini Akan Membantumu Lancar Menulis


Kesulitan dalam menulis Artikel, Jangan Khawatir! Tips ini akan membantumu lancar menulis.
Beberapa teman penulis fiksi mengeluhkan tentang sulitnya menulis artikel, bahkan menurut pengalamannya ia merasa kesulitan menulis di blog pribadinya. Saya sarankan untuk sering membaca artikel dan belajar menuliskannya. 

Memang tidak ada cara lain selain itu, terkadang kita hanya merasa kurang percaya diri kalau kita mampu dan bisa menulis sebuah artikel. Cobalah untuk menulis ‘sebisanya’ tidak memaksakan diri menulis dengan standar tulisan yang tinggi. Menulis sebuah proses kreatif, maka tidak ada ceritanya bisa menjadi instan. 

cara menulis artikel ala Baiq



Kesulitan pertama yang dialami saat menulis artikel biasanya, menentukan tema. Wuihhhh ... coba lihat 10 benda yang ada di sekitarmu, kira-kira mana yang membuatmu tercenung dan heran. Tuliskan apa kegunaan benda tersebut dan bagaimana cara merawat benda itu. Mudah kan? Kalau merasa idenya belum bisa keluar, coba lihat keadaan sekarang. Buat dua kata sebagai kata kunci tulisanmu. Misalkan melihat keadaan jalan yang padat. 

Kamu cukup menuliskan mengapa macet, apa yang terjadi di sana dan bagaimana agar kemacetan tidak terjadi. Kunci dari menulis artikel yaitu How, What dan Why. Karena tujuan dari artikel itu sendiri menyederhanakan tulisan agar bermanfaat, menghibur maupun menemukan sebuah solusi.
Kemudian berapa jumlah artikel yang baik?

Artikel yang baik biasanya ditulis rata-rata 300 kata. Ada beberapa yang menulis 500 kata, 700 kata dan 1000 kata. Menulisnya juga harus jelas, mudah dimengerti dan tetap satu topik yang dibahas. Jangan menulis banyak topik dalam satu artikel, kecuali memang menjelaskan ragam atau jenis sesuatu. 

Misalkan menulis tentang hujan maka isi artikelnya harus berkaitan dengan hujan maupun cuaca dan akibat hujan. Hal-hal yang tidak ada hubungannya dengan hujan tidak perlu dimasukkan. Misalnya tukang ojek yang mengantar makanan. Ini jelas tidak singkrong, kecuali tukang ojek mengantar makanan, tidak peduli keadaan cuaca, baik hujan maupun kemarau. Ia tetap berangkat.
Daripada berpusing ria dengan artikel, saya sisipkan beberapa link artikel yang dimuat di beberapa media. Semoga bisa terinspirasi. Tidak ada patokan menulis artikel yang baik, kecuali artikel SEO maupun artikel yang diikutkan pada lomba-lomba menulis artikel. Hal paling utama dalam menulis artikel yang baik ialah tulisan sesuai dengan PUEBI, bahasa jelas, dan terdiri dari pembukaan, isi dan penutup. 

kontributor Hipwee November 2018

link tulisan saya : 

Tulisan di UC Browser :
 https://bit.ly/2USAs9J
 https://bit.ly/2BtjZji 
dll.
Tulisan di Vemale:
https://www.vemale.com/lentera/116866-menolak-pinangan-seorang-pria-karena-belum-siap-meninggalkan-orangtua.html
https://www.vemale.com/lentera/114358-meski-tidak-bisa-menyelesaikan-kuliah-selalu-ada-jalan-wujudkan-mimpi-lain.html

Tulisan yang menang lomba:
Tulisan favorit (total share 721): https://www.vemale.com/love/119649-baru-kenalan-seminggu-langsung-ngajak-nikah-jodoh-tak-pernah-salah-waktu.html 
Kontributor Hipwee Bulan November  :https://www.hipwee.com/list/penting-bagi-kamu-yang-menikah-tanpa-pacaran/
Nominator Cheria Holiday : https://baiqcynthia.wordpress.com/2018/07/06/serunya-travel-eropa-barat-bersama-cheria-holiday/
https://baiqcynthia.wordpress.com/2018/07/06/serunya-travel-eropa-barat-bersama-cheria-holiday/

Sumber: https://www.cheria-travel.com/2018/07/ini-dia-nominator-pemenang-lomba.html
--Cheria Holiday™--

Penulis: Baiq Cynthia

Thursday, December 13, 2018

Fenomena Media Sosial di Kalangan Anak di Bawah Umur

Fenomena media sosial di kalangan anak di bawah umur.

Media sosial sudah menjamur di era milineal, terlebih pesatnya gadget terbaru yang memiliki vitur lebih bagus lagi, bisa melakukan video call atau fitur-fitur foto lucu yang kemudian di share di media sosial. Pengguna media sosial tidak hanya dari kalangan dewasa dan manula bahkan anak-anak di bawah umur juga ikut ‘mencicipi’ dunia maya yang sering kita kenal media sosial. Tanpa bertemu secara fisik, kita bisa terhubung dengan beragam orang dari belahan dunia mana pun. Tak jarang sering terjadi kejahatan melalui media sosial. Rawan terjadinya penipuan bahkan sampai pada kasus terjadinya penghilangan nyawa.

Orangtua terlalu khawatir dengan kondisi anak-anak mereka ketika di luar rumah, tak jarang orangtua memberi bekal alat komunikasi berupa gadget untuk selalu bertukar kabar. Tetapi karena anak memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, mereka membuat media sosial. Alasan anak mempunyai media sosial, karena mengikuti perkembangan zaman. Pola pikir anak yang polos terkadang lebih suka meniru temannya yang lebih dulu memiliki media sosial. Tidak ada alasan orangtua zaman now melarang anak mempunyai akun media sosial karena memang tuntutan teknologi dan perkembangan zaman.

Sebenarnya media sosial tidak selalu cenderung buruk, ada banyak dampak positifnya. Anak bisa berkomunikasi dengan temannya, bertanya tugas ketika tidak masuk sekolah. Melalui media sosial anak bisa mengetaui hal baru yang tidak diketahuinya. Melalui youtube, anak-anak bisa memperoleh informasi baru dan menarik. Tetapi, dampak negatifnya juga tidak kalah besar untuk perkembangan dan pola pikir anak.


Baiq Cynthia Opini Media Sosial
sumber:

Media sosial ibaratnya seperti pisau yang tajam, jika bisa mengendalikan penggunaan media sosial, maka ragam manfaat media sosial seperti menambah pertemanam dan berbagi maupun mendapatkan  hal baru di media sosial.

Orang tua yang memiliki kesibukan di luar rumah, juga mendapatkan manfaat positif adanya media sosial. Media sosial mempermudah orangtua memantau keadaan anaknya dan mendapatkan kabar setiap saat. Media sosial juga bermanfaat untuk sarana promosi diri maupun jasa, bagi beberapa orang dewasa hanya sebuah hiburan saja; melepas rasa penat setelah seharian bekerja.Terlepas dari segudang hal positif dari media sosial, sebagai orangtua wajib memberikan arahan kepada anak, tentang apa saja yang boleh diakses juga yang dilarang untuk dibuka.


Kapan Anak Diperbolehkan Punya Media sosial?
Tidak ada batasan kapan sebaiknaya memiliki akun media sosial. Hal utama yang harus diperhatikan adalah, apakah anak sudah siap secara mental maupun moral untuk bertanggung jawab. Mereka hanya tahu jika mempunyai akun media sosial itu terlihat lebih keren, dan mereka bisa menjadi 'artis dadakan' melalui media sosial. Tetapi mampukah anak untuk mengatur emosinya, di kala derasnya arus informasi yang tidak jarang hoax. Apakah anak sudah cukup matang merespon berita-berita yang hangat. Anak cenderung hanya sekedar melontarkan apa yang ia tahu, tapi masih belum bisa mengatur emosi. Apakah yang ditulis dalam sebuah komentar sudah pantas atau masih mengandung cyberbullying, yang merugikan diri sendri maupun orang lain. Tidak mudah memberikan patokan usia, kapan anak diperbolehkan punya media sosial. Bahkan tidak jarang yang usianya di atas 13 tahun, namun masih belum bisa membedakan mana hatespeech mana kritik. Peran orangtualah yang lebih tahu karakter anak, usia tepat mempunyai media sosial.


Baiq Cynthia Media Sosial Anak
sumber:

Jika Telanjur Memiliki Akun Media Sosial di Bawah Umur, Bagaimana?
Tidak salah jika orangtua ingin mengenalkan dunia maya yang begitu banyak hal yang baru dan metode baru belajar anak dengan media sosial. Maka hal-hal yang harus diperhatikan oleh orangtua saat anak telanjur memiliki akun media sosial;
cara hentikan gadget pada anak
sumber :
https://www.publicnewsservice.org
  • Membatasi penggunaan media sosial, sangat penting memberikan jadwal untuk anak. Waktu belajar tentu diprioritaskan, mengalihkan pada permainan di dunia nyata yang lebih menarik, juga mengajak jalan-jalan sebagai sarana pengenalan dengan lingkungan sosial. Menurut beberapa pakar penggunaan media sosial yang baik untuk anak berkisar 1,5 jam hingga 2 jam setiap hari. Jika melebihi dari itu, khawatir terjadi sebuah masalah baru pada konstrentrasi berpikir anak, depresi, sulit tidur tepat waktu hingga gejala antisosial.
  • Mengganti cara bermain anak, memilihkan permainan mengasah otak kanan yang berhubungan dengan seni seperti menggambar, melukis dan aktivitas-aktivitas outdoor yang menyenangkan. Aktivitas lain selain bermain gadget merupakan salah satu cara mengurangi kecanduan media sosial.
  • Orantua wajib memantau aktivitas anak di media sosial, apa saja yang ia tulis dan usahakan mengaktifkan mode aman dalam pengaturan akses media sosial. Agar tayangan yang tidak sesuai bagi anak bisa disembunyikan. Beritahu juga lingkaran pertemanan hanya sebatas keluarga, tidak menerima pertemanan dari orang asing.

Mengajarkan keutamaan berdoa maupun belajar mandiri membuat tugas PR sebagai tameng paling ampuh untuk mengaktifkan pontensi kecerdasan anak lewat alam bawah sadar, sehingga media sosial otomatis terhapus dalam memorinya. Masa perkembangan anak jangan sampai dinodai oleh dampak buruk penggunaan media sosial. Sebagai orangtua pasti tidak ingin masa depan anak hancur karena media sosial.

Penulis: Baiq Cynthia / www.baiqcynthia.com