#Tentang Sebuah PESAN

Tentang sebuah pesan. Dulu engkau tak akan pernah melewatkan satu pesan yang aku kirim, bahkan enggan untuk menghentikan sebuah pesan. Tapi, kini. Engkau malah melupakan pesan yang kubingkis untukmu. Bahkan terkadang, seolah melupakan ada pesan yang masuk dalam kotak masuk di ponselmu.
Itu tak mengapa, anggap saja itu sebuah perubahan cuaca. Pada saat hujan turun menumbuhkan rumput-rumput di halamanmu. Tapi, kebalikannya. Kemarau menyapa rumput hijau tadi menjadi mengering bahkan tiada sisa.

Siapa yang bisa mengetahui kadar perasaan? Tidak ada yang bisa menebak, bahkan orang terdekatmu tidak akan bisa mengetahui. Hanya Sang Pemilik Hati yang bisa mengetahui isi hati yang terlalu sering kita prioritaskan. DIA juga yang akan mencondongkan perasaan kepada perasaan lainnya.

Terlalu naif jika karena perasaan tak terbalas hingga menutup perasaan yang kita punya. Mengunci perasaan dan menjauhi. Memang sulit jika kita sudah dalam kondisi mengagumi tapi tak ada respon yang baik. Jangan bersedih karena kita bukan menjadi prioritas.

Entahlah ada cara paling mukhtakhir untuk mengurangi rasa kecewa saat pesan kita sudah tidak seperti dulu yang selalu cepat dibalas dan paling cepat dibaca.
Tetap tenang
Hanya dengan menenangkan pikiran, kita bisa berpikir jernih. Mengambil keputusan dan menyikapi dengan perasaan tidak gusar.
Menunggu dengan sabar
Barangkali tidak direspon cepat, karena ada kepentingan yang luar biasa hingga tidak bisa membalas begitu pesan sudah masuk. Biasanya, ada kepentingan yang harus didahulukan dari kita.


 Memberikan kesempatan di lain hari

Barangkali pesan kita sedang tertumpuk di paling bawah, hingga lupa untuk membalas. Itu wajar, mengingat tak hanya menerima pesan darimu. Mungkin dari grup dan pesan-pesan lainnya. Cobalah kembali membalas di kemudian hari, pastikan isi pesan bermanfaat atau urgent.

 Jika ternyata sudah berbulan-bulan tak dibalas

Tak perlu berkecil hati, tetap berpikir positif. Barangkali memang tidak cocok saat berinteraksi denganmu. Kamu yang cerewet, atau dia tak ingin mengusik hidupmu lagi. Dia lebih nyaman tanpa interupsi pesanmu yang kurang begitu penting.
Mencoba menghubungkan koneksi lagi
Sangat perlu, mencoba mencairkan suasa, memberikan kesan baru dan tidak monoton. Atau bertanya hal yang tidak menyinggung perasaannya. Boleh kepo, tapi usahakan tidak mengorek masalah pribadi. Sangat fatal akibatnya.
Berikan regangan
Sama seperti pasir yang terlalu erat digenggam. Ia akan menyelinap di sela-sela jari, melepaskan diri dari belenggu bernama ‘ketat’.
Cuek itu perlu
Untuk memberikan kabar bahwa dia baik-baik saja, maka cuek itu perlu. Membuat dia akan bertanya-tanya. Mengapa sikapnya berubah. Cuek di sini tak hanya tentang balasan yang dibalas begitu lama. Tetapi, lebih sering cuek menambah rasa penasaran dia.
Hindari mengumbar pesan yang pernah dia kirimkan
Jika tidak ada tujuan yang bermanfaat, maka hindari dengan menutup diri. Tidak lebay dan terlalu alay.
Itu beberapa tips pesan yang bisa mewakili perasaan pesan yang hanya di read tapi enggak dibalas. Misteri perasaan, yang terkadang lebih runyam dari roda yang berputar, atau gerakan awan di atas langit yang bernari-nari dengan segala motivasi yang diberikan.

No galau! No Pain!


Baiq Cynthia

13 Desember 2017

Baiq Cynthia

Baiq Cynthia Menggeluti dunia literasi dan freelancer, sebagai editor lepas dan penulis content writer. Bukunya berjudul September Wish dan DARAH. Menantikan kehadiran buah hatinya.

Post a Comment

Popular Posts