Berhenti berkata 'Iya'

Betapa bodohnya, terlalu sibuk dengan usikan orang lain. Hingga hidup penuh dengan gelimang rasa takut. Takut begini-begitu.





Bisakah memiliki satu kesempatan lagi, untuk kembali memutar kembali jarum jam sebelumya.


Tidak frustrasi dengan kegagalan.
Tidak mengeluh.
Tidak sedih dan membicarakan masa lalu.
Tidak membenci.
Tidak hanya fokus pada satu objek.
Tidak meratapi kepergian orang yang disayang.


Bisa!


Harusnya lebih elegan bangkit dari keterpurukan. Kegagalan sebagai alat pemacu untuk mencari alternatif lainnya.


Tidak perlu pusing dengan mendengarkan pendapat yang tidak realistis.


Hai!


Kenapa dari tadi kata Tidak yang muncul.


Karena terlalu banyak kata 'Iya', justeru melemahkan pikiran. Membuat selalu mengalah dan pada akhirnya membuat engkau tidak bisa berproses.


Musnahkan setiap gulma yang akan melilit erat pada padi.


Karena proses itu tidak mengenal kata lelah, tidak mengenal rasa kecewa. Kecewa itu hanya butuh pengobatan secara cepat. Meskipun mimpi yang selama ini tidak bisa dicapai akan ada kesempatan lainnya, yang lebih indah.


Saat memutuskan untuk memilih jalan yang terjal, maka harus siap untuk terjatuh.


Kegagalan itu menguatkanmu. Berkat sebuah rasa gagal, engkau akan lebih semangat dua kali lipat.


Berhenti fokus dengan hal yang kurang penting. Berhenti berkata 'iya' saat orang menginginkan kamu untuk terjatuh lebih dalam lagi.


#LearningFromfail


#SalamBaiq

Baiq Cynthia

Baiq Cynthia Menggeluti dunia literasi dan freelancer, sebagai editor lepas dan penulis content writer. Bukunya berjudul September Wish dan DARAH. Menantikan kehadiran buah hatinya.

Post a Comment

Popular Posts