Kisah Cinderella, Hadiah Terindah dari Allah

Beberapa bulan lalu, sempat mampir dan tinggal di Surabaya bersama kerabat dari Aunty. 

Pertama kali masuk rumahnya. Aku kaget. Ini mimpi apa nyata? 

Saking kagetnya, aku 'ndlosor' setelah bersalaman dengan pemilik rumah. 

"Lho kok duduk di bawah? Dikasih kursi biar duduk di atas."

Aku hanya mengangguk, duduk pun tak sampai separuh. Bingung. Ini rumah milik Cinderella? 

Dinding bermotif kembang, ciamik dilihat mata. Lalu, aku melihat kursi santai yang biasa kulihat di TV. 

(Begini ya, orang kampung pergi ke kota). 

~*~

"Sesungguhnya dunia itu adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita shalihah." (HR. Muslim no. 1467)



Pic resource : google 

Suatu ketika beliau yang sudah sepuh tapi masih terlihat cantik. Bercerita kepada kami. Aku dan dua sepupuku. Kira-kira kalau saya ceritakan ulang dengan bahasa Indonesia, begini. 
Ada orang yang punya perusahaan sukses, juga baik akhlaknya mencari wanita untuk dinikahinya. Tradisi yang masih digunakan yaitu menjodohkan. 

Diberitahu, fotonya juga ciri spesifiknya. Ternyata lelaki itu mengangguk. Juga ingin mempersunting segera. 

Saat ditanya, "Mahar apa yang diinginkan?" calon mertuanya sebagai perantara anaknya. 

Wanita itu hanya diam, tidak menjawab. 

Karena bingung, sang calon besan. Akhirnya meninggalkan sebuah cek untuk diisi bebas, berapapun. Selain itu memberikan sebuah cincin dibalik kotak kecil. Cincin bermata berlian. 

Subhanallah, wanita yang menerima itu merupakan perempuan sederhana. Berakhlak karimah. Meski dirinya tak pandai merias diri dengan make up yang glamor. Tetapi, mendapatkan pangeran yang tak pernah terbetik dalam hatinya. Sebuah hadiah terindah dari Allah.

Ternyata Cinderella, bukan hanya sebuah cerita fiksi. Allah yang maha membolak-balik hati manusia. Allah pula yang memberikan ketentuan. Bahkan yang Maha mencondongkan perasaan mahkluk-Nya. 

Subhanaallah. Mereka menikah, akhirnya dengan mahar yang telah ditulis pada cek tersebut. 
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah pula bersabda:
"Empat perkara termasuk dari kebahagiaan, yaitu wanita (istri) yang shalihah, tempat tinggal yang luas/ lapang, tetangga yang shalih, dan tunggangan (kendaraan) yang nyaman. Dan empat perkara yang merupakan kesengsaraan yaitu tetangga yang jelek, istri yang jelek (tidak shalihah), kendaraan yang tidak nyaman, dan tempat tinggal yang sempit." (HR. Ibnu Hibban dalam Al-Mawarid hal. 302, dishahihkan Asy-Syaikh Muqbil dalam Al-Jami’ush Shahih, 3/57 dan Asy-Syaikh Al Albani dalam Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah no. 282)

Wahai kaum Ikhwan. Saat engkau mencari kawan hidup selama di dunia. Utamakan mencari yang baik akhlaknya. Pilihlah jodoh yang baik agamanya pun sudah diberi petunjuk dalam surat Al Hujurat: 13 

"Sesungguhnya yang paling mulia di antara kalian ialah yang paling bertaqwa." 

Dalam sebuah hadist Rasulullah SAW bersabda yang artinya: “Perempuan dinikahi karena empat faktor. Karena hartanya, nasabnya, kecantikannya dan karena agamanya. Maka menangkanlah wanita yang mempunyai agama, engkau akan beruntung.” (HR Bukhari, Muslim, al-Nasa’i, Abu Dawud Ibn Majah Ahmad ibn Hanbal, dan al-Darimi dalam kitabnya dari sahabat Abu Hurairah ra)

Wahai diriku, sebagai akhwat. Semoga, selalu semangat memperbaiki akhlak. Di tengah derasnya pergaulan bebas. Pun teknologi yang terus menghujam, menghilangkan sekat dan batas.

Ya Allah, yang Maha membolak-balikkan hati. Teguhkanlah diri ini dalam agama-Mu. Kuatkanlah jiwa yang selalu rapuh, tergoda dengan manisnya dunia.
Pertemukanlah hati dengan belahan jiwa yang telah Engkau tuliskan pada Kitab-Mu (Lauhul Mahfudz). 

Berikan limpahan hidayah kepada kami. Semoga kami selalu berada di jalan-Mu. 

Aamiin.

Based true story*)

#SalamUkhwuah

Penulis : Baiq Cynthia

Baiq Cynthia

Baiq Cynthia Menggeluti dunia literasi dan freelancer, sebagai editor lepas dan penulis content writer. Bukunya berjudul September Wish dan DARAH. Menantikan kehadiran buah hatinya.

Post a Comment

Popular Posts