Ketika Hujan Bulan Juni, Aku Menemukanmu

/Suara-suaramu mendengungkan sesuatu// membuat luluh bulir bening//


Oleh: Baiq Cynthia

Musim semi kembali, tiap-tiap ranting yang hampa terisi

Begitu pun hati, sudah lama merindukan tunas cinta berseri

Daun cemara yang dirindukan Kenari

Menjadi dermaga, pelabuhan hati
Hujan berbagi kasih pada bulan Juni

Membacakan syair rindu pada ranting cemara

Bulatan-bulatan bening menggantung pada daun lili

Kuncup-kuncup tulip menyibak haru, rindu dan tawa
Detik perjumpaan sepasang insan 

Menguar haru yang terpendam tahunan

Coklat hangat menjadi saksi, turut mengusap kebahagiaan

Bintik-bintik putih mengintip bingkai jendela 

Jalanan masih lengan, seperti tatapannya yang mengunci
Sudah lama aku menanti kisah ini

Lirih kusebut namanya, Aku mengadu pada Tuhan

Sudah lama membekap rindu,dengan kesibukan

Andai hujan tak hadir saat senja tumbang

Aku tak akan bisa menatapnya sekarang
Cinta yang pernah hilang, ditiup ruang dan dimensi

Tak pernah meminta tuk mencari pengganti

Karena namamu sudah terukir di lubuk hati

Namamu, sudah lama aku ikat dengan gembok kunci

Kuharap kau kembali, seperti kembalinya hujan pada bulan juni
Situbondo, 14 November 2017

Baiq Cynthia

Baiq Cynthia Menggeluti dunia literasi dan freelancer, sebagai editor lepas dan penulis content writer. Bukunya berjudul September Wish dan DARAH. Menantikan kehadiran buah hatinya.

Post a Comment

Popular Posts