Kembalikan Diri Kepada-Nya [Self Motivation]

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Setiap pagi, saat langit cerah biasanya melihat ini sangat mudah. 
Keindahan ciptaan Allah. Kini hanya menjadi album kenangan. Entah kapan bisa mampir lagi.

Kalau melihat perjalanan demi perjalanan, tapak demi tapak. Rasanya sulit diungkapkan. Betapa terpuruknya saat itu. Beruntunglah, saat yang sama Allah menghilangkan separuh nikmat. 'Bisa bermedsos'. 
Tak bisa dibayangkan jika saat itu masih bisa buka medsos. Mungkin beranda akan dipenuhi rasa amarah, kecewa, pun sedih luar biasa. [Padahal bukan tempatnya, mengadu]. Tempat sesungguhnya hanyalah di atas sajadah.

Tapi, mereka yang yakin. Setiap cobaan yang menimpa hamba-Nya hanya sebuah ujian untuk lebih mendekat lagi kepada-Nya. Pun ujian yang dilimpahkan pasti sesuai takaran yang bisa dihadapi dengan bijak oleh hamba-Nya.

Mengapa diuji bertubi-tubi? 
Pertanda Allah menyayangi hamba-Nya. Allah menginginkan tingkat derajat hamba-Nya dinaikkan. 
Saat itu pun, waktu terlalu cepat mengalir. Hingga kusadari. Pemikiran yang pernah kulakukan terlalu pendek. 
Terlalu banyak ego yang didahulukan daripada buah pikiran yang jerni. Terlalu banyak mengeluh. Terlalu banyak kurang memahami keadaan. Menyalahkan situasi dan takdir. 
Padahal jika ditelusuri lebih dalam, Allah tak mungkin mempersulit kehidupan hamba-Nya. Selain kita sendiri yang menabung dosa. 
Setiap dosa yang mengalir menjadi penghambat laju kesuksesan sejati. Saat semua kata-kata bijak pun tak mampu memanggul. Saat itu pula rasanya ingin menjatuhkan diri pada hal yang dilarang.

Hidup hanya persinggahan, menuju perjalanan 'Pulang'. Hidup pun tempat memasung diri pada hakikat pencarian. 
Pun hidup menjadi sandaran mencari amal menuju akhirat. Pada akhirnya terlambat kusadari. 
Allah mendengar setiap doa kita. Allah mengabulkan yang kita minta. Allah Maha baik. Kita kadang yang kurang bersyukur. Kurang menerima dengan lapang dada.

Takdir kita memang telah ditulis jauh sebelum kita ada. Tapi, pernahkah berpikir hanya doa-doa setiap malam-Nya yang mampu memperbaiki nasib. 
Semoga hati kita senantiasa bertafakur, kembali   setiap lupa jalan. Pun bersyukur masih diberikan napas dan umur tuk menjadi muslim yang lebih baik. 

Tidak segalanya yang dilihat baik oleh kita, baik bagi Allah. Pun tidak segalanya yang buruk bagi kita, menjadi buruk di hadapan Allah.

Salah Satu Doa Yang Sering Dibaca Nabi Muhammad SAW 
يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ وَ عَلَى طَاعَتِكَ

YAA MUQALLIBAL QULUUB, TSABBIT QALBII ‘ALAA DIINIKA WA ‘ALAA THOO’ATHIK.

Artinya : Wahai yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku di atas agama-Mu dan di atas ketaatan kepada-Mu.

Allah ta’ala berfirman: (yang artinya)


“Diwajibkan atas kamu berperang, Padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. boleh Jadi kamu membenci sesuatu, Padahal ia Amat baik bagimu, dan boleh Jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, Padahal ia Amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” 



(QS. Al-Baqarah : 216)

Berperang di sini, lebih tepat melawan hawa nafsu sendiri. Menguatkan diri hanya bersimpuh dan meminta pertolongan kepada Allah. Allah yang mengatur rezeki kita. Maka, Kembali kepada-Nya adalah cara mutahir untuk menyucikan diri yang selalu berlumur lumpur dosa dan salah.
Salam Ukhuwah dari seorang muslimah yang berusaha memperbaiki diri untuk tetap istiqomah.
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Penulis : Baiq Cynthia

Baiq Cynthia

Baiq Cynthia Menggeluti dunia literasi dan freelancer, sebagai editor lepas dan penulis content writer. Bukunya berjudul September Wish dan DARAH. Menantikan kehadiran buah hatinya.

Post a Comment

Popular Posts