Pecinta Buku, Kuliner dan Jalan-jalan Perjalanan dan pengalaman akan menjadi momen berharga saat disimpan melalui tulisan dan lensa.

Friday, November 24, 2017

#Tentang Memory

Kau tahu, kenangan terindah itu. Tak akan pernah berputar lagi. Hanya sekali.
Manfaatkan waktu dengan seseorang yang paling engkau cintai. Karena saat sudah pergi. 

Sedetik pun kenangan itu akan musnah. 



Masih tersimpan dalam benak; canda, tawa, kisah yang penuh kasih sayang.
Namun, itu hanya kenangan. Seperti mimpi saat terlelap. 

Wahai, kenangan ... engkau boleh tertinggal dalam bias pikirku. Tapi, tolong jangan mengusik masa yang kujalani. Karena aku tak tahu, esok masih tersisa waktu untukku. 
Biarkan aku pernah memiliki waktu yang sama denganmu. Biarkan tersimpan dalam bingkai memori paling indah. 

[Karena bagiku kebahagiaan terbesar, hanya bisa menjaga dirinya. Bersamanya di masa senja. Meski harus kulepas kenangan indah itu.] #SelamatBerpisahWahaiKenangan

#Mimpi(bukan)bungatidur

#baiqcynthia 

#DARAH

#PreOrderKumcerDARAH2

Monday, November 20, 2017

DARAH SEGERA HADIR!!!

"NGERI-NGERI SEDAP ANTOLOGI DARAH"

===================================

Antologi fenomenal ini baru pertama kali ada di dunia perbukuan Indonesia. Baru pertama dalam sejarah bahwa ada 5 penulis muda yang bertemu di dunia maya dan berkolaborasi dalam kumpulan cerita pendek. Bahkan dari tema yang digarap pun beda. Mereka ahli dalam membeberkan ide gila penyimpangan psikologis tokoh dalam cerita.

Ini keunikannya. Ini keberbedaan dari jenis antologi literasi.


Buku ini memuat 10 cerita dengan adegan berdarah yang pasti tidak terduga apa dan bagaimana cara pembunuh kejam itu melakukan eksekusi terhadap mereka yang dianggap sebagai suatu seni. Kengerian adegan pembunuhan yang diangkat sebenarnya bukan utama. Keutamaan antologi ini justru mengangkat nilai kehidupan yang perlu dijaga. Meskipun setting dan alur begitu mencekam, tetapi para penulis dengan lihai menyelipkan bahwa hidup ini perlu dihargai dan diperjuangkan. 

Selain itu, dari sisi alur penceritaan, tiap penulis mampu menghipnotis pembaca serasa menjadi seorang pemeran di dalam tiap-tiap cerita yg akan dibeberkan... Menarik bukan?? Setiap dari kita yang membaca ditarik masuk dan seakan-akan mengalami sendiri. Bisa jadi terhipno menjadi korban. Bisa pula seolah menjadi pelaku.

“Ngeri ketika lihat covernya. Pas baca, wah, ini luar biasa. Aku seolah menjadi korban. Aku bisa masuk dalam adegan-adegan yang disuguhkan”. _ Ani Tyas Purbasari – Mahasiswa Pasca Sarjana UGM

“Benar-benar tak kusangka. Saya kira hanya mengenas kegilaan dalam adegan kekerasan. Ternyata, dari setiap cerita aku sadar bahwa hidup manusia itu sangat berharga. Sangat beda dengan mahkluk lain.” _ Agnes Widiastuti – Pramuniaga.

“Sampai saya selesai membaca buku kece ini, saya masih penasaran dengan ide-ide segar penulisnya. Yakin! Buku ini sungguh menggugah bahwa manusia harus menghargai hidup orang lain. Persaingan hidup boleh sekeras baja, tetapi dalam kenyataannya, kita harus bersikap selembut sutra dan sesejuk udara pegunungan. Saya rekomendasikan buku ini untuk Anda baca sampai tuntas!” _ Edi Baskoro – Penggiat Seni Daerah tinggal di Yogyakarta.

Apa saja yang kamu dapat dari buku ini?

>> Kisah heroik yang memiliki nilai-nilai kehidupan yang bisa kita serap. Hidup harus dijaga.

>> Pengalaman tak terlupakan karena dengan membacanya kamu dipastikan akan merasakan setiap jengkal rasa (takut, sedih,  gembira, dan galau)

>> Kesadaran tertinggi bahwa manusia bisa menjadi serigala bagi yang lain. 

>> Kesadaran terdalam bahwa manusia juga bisa menjadi sahabat bagi sesamanya.

>> Cerita-cerita fenomenal yang bisa menjadi panduan memahami orang-orang yang berperilaku 'sakit'.
Mengapa harus memesan sekarang???

Iya, harus... Kami membuka masa pre order ke-dua. Pada masa pre order ini kamu berhak menikmati buku ini cukup dengan uang Rp40.000 saja! Kami memberikan harga spesial ini setelah masa pre order pertama dapat diserap dengan baik. Agar kebermanfaatan buku ini semakin bisa menyebar ke banyak orang, maka kami merilis harga spesial PO batch dua cukup dengan Rp40.000,-. Harga normal di toko buku adalah Rp49.000,-. Artinya, jika Anda melakukan order pada 20 November sampai dengan 20 Desember, Anda hemat Rp9.000,-.

Kabar buruknya, harga naik setelah 20 Desember!! Harga mulai 21 Desember adalah Rp49.000,-. Tunggu apa lagi??? Pesan sekarang dan bakal tambah penasaran. Atau bakal gigit jari!

Apa yang akan kami berikan??

>> Buku bercover keren dengan sampul doff masa kini

>> Packaging rapi, berkwalitas, dan bergaransi

>> Bingkisan menarik (200 pemesan pertama) saat buku akan dikirimkan ==tanpa diundi / siapa cepat dia dapat==

.

.

Masa preorder batch 2 adalah 20 November 2017 hingga 20 Desember 2017. Tanggal 21 Desember harganya 49.000,-

.

.

Untuk pemesanan, silakan order ke nomor ini: 

Pilih salah satu

√ 081324373232 (fast respon)

√ 082334757562 

Pembayaran via transfer bank:
Format pemesanan: /Pesan /Darah /Jumlah /Nama /no. Hp /Alamat : /Jalan/no. Rumah /desa/kecamatan /kabupaten /provinsi /kodepos

.

#darah #kumcer #kumcerDarah #scrittobooks #scritto #berdarah #psikopat #fiksiHoror #HororPsikopat #horor #buku #bukuhoror #bukuterseram #seram

Sunday, November 19, 2017

#Tentang Belajar Privat

πŸ‘© "Iq, di rumah kamu ada anak kecil?"

(Kaget, ditanya macam itu. Masih stay Single.)

πŸ‘± "Adanya cuma anak tetangga? Emang kenapa?"

πŸ‘© "Iya, itu maksudku!"

~*~

Kalau ingat sama anak tetangga, aku jadi ingat beberapa tahun lalu jadi guru les buat mereka. Pulang kerja masih sisakan waktu buat memenuhi permintaan satu anak tetangga. Dia mau ujian kelulusan kelas 6. 
Tak disangka, semakin hari makin bertambah yang main ke rumah. 😍 Seru! Bisa sharing. Tanya cita-cita mereka dan ngadepin beberapa karakter. 



Hanya saja, mereka yang sama-sama teman main. Lupa, ada tugas penting setiap malam. Belajar. 
Kadang harus teriak-teriak. Untuk mendominasi suara minorku. Emang dari dasarnya beda. Beda anak, beda karakter. 
Yang satu usil, menganggu temannya yang belajar. Ada yang gantikan posisi aku. Karena yang satu dari SD A sudah mendapatkan materi lebih dulu. Tapi, yang SD B ... merasa terganggu dengan penjelasan si anak dari sekolah A. 
Ricuh. πŸ’ƒπŸ’ƒπŸ’ƒ Aku tak terbiasa seperti guruku yang memukul meja untuk menenangkan. Jadi, aku diamkan beberapa saat.
Tantangan paling sulit lagi. Mereka rata-rata tidak pernah belajar di siang hari. Ditambah daya ingat terbatas. 
Bersyukur dari 7 yang diajari ada 2 yang tanggap. Langsung paham saat diajari. Sisanya ... mudah bosan. Menyerah, dsg. 
πŸ‘»πŸ‘»πŸ‘»πŸ‘»

Unjuk rasa sering terjadi saat proses belajar. Kadang masalah pinjam alat tulis yang tak dikembalikan menjadi ribut. Memang yang meminjamkan punya sifat yang kurang murah hati. 
Ayahku tak suka dengan belajar yang 'ricuh'. Terlalu sering, ada yang menangis dalam proses belajar. Sehingga, dia tak izinkan aku memberi bimbingan belajar kepadanya. 
Dalihnya, Aku pulang kerja menjelang magrib. Belum sempat istirahat sejenak. Pukul 18.00 mereka sudah mengetok pintu. 😸
Dilema jadinya. Sampai orangtua si Murid merajuk, akan memberikan Fee untukku. Karena menurutnya. Hasil belajarnya lebih baik. Aku tak sedang mencari penghasilan lebih. Kecuali aku menerima uang buat jajan dari bos ku. Anaknya juga les di rumahku.
Tapi, Aku sudah membulatkan tekad. Tidak mencari ribut sama Babe. πŸ˜‚ Les pun ditutup. Meski banyak yang kecewa. Aku pun kecewa. Belum bisa berbagi kepada mereka. 
Kasian banget. Di satu sisi, mereka kurang kepedulian orangtua. Orangtua di lingkunganku sibuk bekerja. 
Aku bersyukur, punya Umi. Beliau yang buat aku sebesar ini. Meski Beliau tak bisa baca tulis. Setiap pulang sekolah selalu mengingatkan tentang PR. 
Maka, masa kecilku hanya berkutat dengan buku, buku gambar, dan radio. Kecuali saat ada sepupu datang dan saudara. Hari-hari lebih menyenangkan.
Apalah arti dari memori masa kecil tak akan kembali lagi. Satu lagi, yang membuatku suka dengan dunia membaca dan menulis. Aku ingin menceritakan kisah-kisah sejarah lebih banyak lagi kepada Beliau. 

πŸ‘©"Iq, kamu belum membalas pesanku!"

πŸ‘± "Oh, iya. Akan aku bantu kabarkan pada semuanya." 
#TorehanAiq

Saturday, November 18, 2017

[MINI REVIEW] JEJAK HUJAN-Hary B Kori'un

Aku tidak benar-benar tahu arti melupakan. Melupakan sama dengan mengingat, bahkan saat seseorang yang sudah susah payah dilupakan akan selalu muncul ke permukaan.



Novel ringan ini sungguh mengaduk-aduk emosi. Penulis begitu pandai bermain sudut pandang aku secara bergantian dalam setiap tokoh.
Tapi, saya merasa ada beberapa bagian yang terlalu mubazir. Seperti pengulangan kisah yang dituturkan dalam sudut pandang 'aku' tokoh lain.

Ciamik novel setebal 132 halaman mampu membuat pembaca menerka-nerka apa yang akan terjadi. Ternyata endingnya tidak seperti terkaan saya. Selamat menerka-nerka.
Membaca novel ini hanya butuh satu jam 19 menit. :)
Kutipan yang memikat bagi saya, "Jika cinta selalu membuat belenggu untuk kita dan membuat kita tersiksa, saya kira itu tidak baik."

Terakhir, baca novel Unggulan Sayembara mengarang novel remaja 2005. Novel ini terbit kembali 15 Juli 2014. Sangat rekomendasi bagi pencinta novel remaja.



Selamat membaca. Jangan lupa manfaatkan aplikasi IJakarta. 



#Ijakarta

#bookreviewer

Friday, November 17, 2017

Kisah Cinderella, Hadiah Terindah dari Allah

Beberapa bulan lalu, sempat mampir dan tinggal di Surabaya bersama kerabat dari Aunty. 

Pertama kali masuk rumahnya. Aku kaget. Ini mimpi apa nyata? 

Saking kagetnya, aku 'ndlosor' setelah bersalaman dengan pemilik rumah. 

"Lho kok duduk di bawah? Dikasih kursi biar duduk di atas."

Aku hanya mengangguk, duduk pun tak sampai separuh. Bingung. Ini rumah milik Cinderella? 

Dinding bermotif kembang, ciamik dilihat mata. Lalu, aku melihat kursi santai yang biasa kulihat di TV. 

(Begini ya, orang kampung pergi ke kota). 

~*~

"Sesungguhnya dunia itu adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita shalihah." (HR. Muslim no. 1467)



Pic resource : google 

Suatu ketika beliau yang sudah sepuh tapi masih terlihat cantik. Bercerita kepada kami. Aku dan dua sepupuku. Kira-kira kalau saya ceritakan ulang dengan bahasa Indonesia, begini. 
Ada orang yang punya perusahaan sukses, juga baik akhlaknya mencari wanita untuk dinikahinya. Tradisi yang masih digunakan yaitu menjodohkan. 

Diberitahu, fotonya juga ciri spesifiknya. Ternyata lelaki itu mengangguk. Juga ingin mempersunting segera. 

Saat ditanya, "Mahar apa yang diinginkan?" calon mertuanya sebagai perantara anaknya. 

Wanita itu hanya diam, tidak menjawab. 

Karena bingung, sang calon besan. Akhirnya meninggalkan sebuah cek untuk diisi bebas, berapapun. Selain itu memberikan sebuah cincin dibalik kotak kecil. Cincin bermata berlian. 

Subhanallah, wanita yang menerima itu merupakan perempuan sederhana. Berakhlak karimah. Meski dirinya tak pandai merias diri dengan make up yang glamor. Tetapi, mendapatkan pangeran yang tak pernah terbetik dalam hatinya. Sebuah hadiah terindah dari Allah.

Ternyata Cinderella, bukan hanya sebuah cerita fiksi. Allah yang maha membolak-balik hati manusia. Allah pula yang memberikan ketentuan. Bahkan yang Maha mencondongkan perasaan mahkluk-Nya. 

Subhanaallah. Mereka menikah, akhirnya dengan mahar yang telah ditulis pada cek tersebut. 
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah pula bersabda:
"Empat perkara termasuk dari kebahagiaan, yaitu wanita (istri) yang shalihah, tempat tinggal yang luas/ lapang, tetangga yang shalih, dan tunggangan (kendaraan) yang nyaman. Dan empat perkara yang merupakan kesengsaraan yaitu tetangga yang jelek, istri yang jelek (tidak shalihah), kendaraan yang tidak nyaman, dan tempat tinggal yang sempit." (HR. Ibnu Hibban dalam Al-Mawarid hal. 302, dishahihkan Asy-Syaikh Muqbil dalam Al-Jami’ush Shahih, 3/57 dan Asy-Syaikh Al Albani dalam Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah no. 282)

Wahai kaum Ikhwan. Saat engkau mencari kawan hidup selama di dunia. Utamakan mencari yang baik akhlaknya. Pilihlah jodoh yang baik agamanya pun sudah diberi petunjuk dalam surat Al Hujurat: 13 

"Sesungguhnya yang paling mulia di antara kalian ialah yang paling bertaqwa." 

Dalam sebuah hadist Rasulullah SAW bersabda yang artinya: “Perempuan dinikahi karena empat faktor. Karena hartanya, nasabnya, kecantikannya dan karena agamanya. Maka menangkanlah wanita yang mempunyai agama, engkau akan beruntung.” (HR Bukhari, Muslim, al-Nasa’i, Abu Dawud Ibn Majah Ahmad ibn Hanbal, dan al-Darimi dalam kitabnya dari sahabat Abu Hurairah ra)

Wahai diriku, sebagai akhwat. Semoga, selalu semangat memperbaiki akhlak. Di tengah derasnya pergaulan bebas. Pun teknologi yang terus menghujam, menghilangkan sekat dan batas.

Ya Allah, yang Maha membolak-balikkan hati. Teguhkanlah diri ini dalam agama-Mu. Kuatkanlah jiwa yang selalu rapuh, tergoda dengan manisnya dunia.
Pertemukanlah hati dengan belahan jiwa yang telah Engkau tuliskan pada Kitab-Mu (Lauhul Mahfudz). 

Berikan limpahan hidayah kepada kami. Semoga kami selalu berada di jalan-Mu. 

Aamiin.

Based true story*)

#SalamUkhwuah

Penulis : Baiq Cynthia

Ketika Hujan Bulan Juni, Aku Menemukanmu

/Suara-suaramu mendengungkan sesuatu// membuat luluh bulir bening//


Oleh: Baiq Cynthia

Musim semi kembali, tiap-tiap ranting yang hampa terisi

Begitu pun hati, sudah lama merindukan tunas cinta berseri

Daun cemara yang dirindukan Kenari

Menjadi dermaga, pelabuhan hati
Hujan berbagi kasih pada bulan Juni

Membacakan syair rindu pada ranting cemara

Bulatan-bulatan bening menggantung pada daun lili

Kuncup-kuncup tulip menyibak haru, rindu dan tawa
Detik perjumpaan sepasang insan 

Menguar haru yang terpendam tahunan

Coklat hangat menjadi saksi, turut mengusap kebahagiaan

Bintik-bintik putih mengintip bingkai jendela 

Jalanan masih lengan, seperti tatapannya yang mengunci
Sudah lama aku menanti kisah ini

Lirih kusebut namanya, Aku mengadu pada Tuhan

Sudah lama membekap rindu,dengan kesibukan

Andai hujan tak hadir saat senja tumbang

Aku tak akan bisa menatapnya sekarang
Cinta yang pernah hilang, ditiup ruang dan dimensi

Tak pernah meminta tuk mencari pengganti

Karena namamu sudah terukir di lubuk hati

Namamu, sudah lama aku ikat dengan gembok kunci

Kuharap kau kembali, seperti kembalinya hujan pada bulan juni
Situbondo, 14 November 2017

Thursday, November 16, 2017

Kembalikan Diri Kepada-Nya [Self Motivation]

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Setiap pagi, saat langit cerah biasanya melihat ini sangat mudah. 
Keindahan ciptaan Allah. Kini hanya menjadi album kenangan. Entah kapan bisa mampir lagi.

Kalau melihat perjalanan demi perjalanan, tapak demi tapak. Rasanya sulit diungkapkan. Betapa terpuruknya saat itu. Beruntunglah, saat yang sama Allah menghilangkan separuh nikmat. 'Bisa bermedsos'. 
Tak bisa dibayangkan jika saat itu masih bisa buka medsos. Mungkin beranda akan dipenuhi rasa amarah, kecewa, pun sedih luar biasa. [Padahal bukan tempatnya, mengadu]. Tempat sesungguhnya hanyalah di atas sajadah.

Tapi, mereka yang yakin. Setiap cobaan yang menimpa hamba-Nya hanya sebuah ujian untuk lebih mendekat lagi kepada-Nya. Pun ujian yang dilimpahkan pasti sesuai takaran yang bisa dihadapi dengan bijak oleh hamba-Nya.

Mengapa diuji bertubi-tubi? 
Pertanda Allah menyayangi hamba-Nya. Allah menginginkan tingkat derajat hamba-Nya dinaikkan. 
Saat itu pun, waktu terlalu cepat mengalir. Hingga kusadari. Pemikiran yang pernah kulakukan terlalu pendek. 
Terlalu banyak ego yang didahulukan daripada buah pikiran yang jerni. Terlalu banyak mengeluh. Terlalu banyak kurang memahami keadaan. Menyalahkan situasi dan takdir. 
Padahal jika ditelusuri lebih dalam, Allah tak mungkin mempersulit kehidupan hamba-Nya. Selain kita sendiri yang menabung dosa. 
Setiap dosa yang mengalir menjadi penghambat laju kesuksesan sejati. Saat semua kata-kata bijak pun tak mampu memanggul. Saat itu pula rasanya ingin menjatuhkan diri pada hal yang dilarang.

Hidup hanya persinggahan, menuju perjalanan 'Pulang'. Hidup pun tempat memasung diri pada hakikat pencarian. 
Pun hidup menjadi sandaran mencari amal menuju akhirat. Pada akhirnya terlambat kusadari. 
Allah mendengar setiap doa kita. Allah mengabulkan yang kita minta. Allah Maha baik. Kita kadang yang kurang bersyukur. Kurang menerima dengan lapang dada.

Takdir kita memang telah ditulis jauh sebelum kita ada. Tapi, pernahkah berpikir hanya doa-doa setiap malam-Nya yang mampu memperbaiki nasib. 
Semoga hati kita senantiasa bertafakur, kembali   setiap lupa jalan. Pun bersyukur masih diberikan napas dan umur tuk menjadi muslim yang lebih baik. 

Tidak segalanya yang dilihat baik oleh kita, baik bagi Allah. Pun tidak segalanya yang buruk bagi kita, menjadi buruk di hadapan Allah.

Salah Satu Doa Yang Sering Dibaca Nabi Muhammad SAW 
يَΨ§ Ω…ُΩ‚َΩ„ِّΨ¨َ Ψ§Ω„ْΩ‚ُΩ„ُوبِ Ψ«َΨ¨ِّΨͺْ Ω‚َΩ„ْΨ¨ِي ΨΉَΩ„َΩ‰ Ψ―ِΩŠΩ†ِΩƒَ وَ ΨΉَΩ„َΩ‰ Ψ·َΨ§ΨΉَΨͺِΩƒَ

YAA MUQALLIBAL QULUUB, TSABBIT QALBII ‘ALAA DIINIKA WA ‘ALAA THOO’ATHIK.

Artinya : Wahai yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku di atas agama-Mu dan di atas ketaatan kepada-Mu.

Allah ta’ala berfirman: (yang artinya)


“Diwajibkan atas kamu berperang, Padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. boleh Jadi kamu membenci sesuatu, Padahal ia Amat baik bagimu, dan boleh Jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, Padahal ia Amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” 



(QS. Al-Baqarah : 216)

Berperang di sini, lebih tepat melawan hawa nafsu sendiri. Menguatkan diri hanya bersimpuh dan meminta pertolongan kepada Allah. Allah yang mengatur rezeki kita. Maka, Kembali kepada-Nya adalah cara mutahir untuk menyucikan diri yang selalu berlumur lumpur dosa dan salah.
Salam Ukhuwah dari seorang muslimah yang berusaha memperbaiki diri untuk tetap istiqomah.
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Penulis : Baiq Cynthia

Wednesday, November 15, 2017

Pada Waktu yang Surut [Sebuah Bisikan]

Kemarin mungkin engkau diingat, sekarang bisa jadi mulai dilupakan. Apalagi esok?



Terlalu banyak kasus-kasus yang (pernah) heboh. Perlahan pudar, hingga bekas pijakan kaki pun disapu angin.
Tapi, pada esok di hari yang lebih baik, semua rekaman peristiwa akan ditampilkan.

Kenangan bisa raib, oleh peristiwa baru yang lebih indah. 
Kesempatan bisa hilang, dengan kesempatan lain yang tak terduga.
Tapi, waktu tak akan pernah bisa ditukar dengan semuanya. Waktu tidak bisa benar-benar kembali.
Selain, waktu kembalinya ruh pada yang memintanya mati. 
Situbondo, 15/11/17

Tuesday, November 14, 2017

#Tentang Menulis (Menulis Membuatmu Ada)

Punya lappy (nama laptop), baru empat bulan. Itu pun sering aku tinggal di rumah. Lebih sering ada acara ke luar kota dan luar Jawa. Total jalan-jalan hampir separuh waktu dari usia laptop. 



Pagi ini, aku sengaja membuka buku note tebal yang khusus menulis ide, bahkan selipan curahan hati. 

Tertanggal ... Juni'16, ada bukti pengiriman pos pertama. Beserta penjelasannya. Aku mengirim naskah lomba. Aku sedikit tak percaya. Karena saat itu ponsel pintar sudah raib, pun saat diberi ponsel lagi dengan seseorang. Sebut saja BB yang fiturnya terbatas pada medsos
Jadi, menulis naskah saat itu di buku. Di buku. Saat yang sama aku bekerja di salah satu CV proyek. Bukan main rasa lelahnya. Mengingat tugasnya, berhubungan dengan bangunan. Salah input data, sedikit. Fatal. 
Bulan Juni bertepatan dengan Ramadhan. Usai Subuh meski mata benar-benar kantuk. Mencari warnet dengan Babe. Hampir beberapa warnet yang didatangi tutup. 

Akhirnya, kami temukan yang buka. Pagi itu kota Santri dingin. Menjelang musim giling tebu. Tiba di warnet, aku langsung keluarkan catatan. Berhubung pagi, ada banyak komputer yang 'nganggur'. 
Sungguh, menulis saat itu benar-benar perjuangan. Melawan kantuk, waktu sewa warnet, waktu persiapan nanti nge-print dan kirim ke pos. Waktu kerja. Bulan Ramadhan masuk pukul 9.00 teng. 
Aku kembali membaca, antara yakin dan enggak. Menyalin satu cerpen delapan lembar tidak cukup 1 jam. Pukul setengah tujuh. Sudah ketar-ketir. Mengingat belum koreksi ejaan. Pun rasanya ingin menangis. 
Finish tepat pukul 7. Tapi, harus balik ke rumah. Persiapan kerja. Juga menyatukan dengan file lainnya yang perlu dibawa. 

You know? Kebetulan printer di warnet pun rusak. Jadi, sebelum kerja aku dan Babe mampir di tempat fotokopi. Penuh, karena lokasi tepat depan sekolah. Sudah hampir pukul setengah sembilan. Aku mempercepat memasukan dua map. Meski dalam kondisi acak-acak Babe tetap sabar menunggu. 
Berangkat langsung ke tempat kerja. Hampir telat. Tapi, bosku naik. :) Dia sangat pengertian. Bahkan, sering membiarkan waktu istirahat setelah makan. Meminjamkan fasilitas kantor untuk menulis. 
Tapi, aku sadar diri usai istirahat kembali pada tugas. Otakku pun meninggalkan dunia 'fantasy'.

Maka, kini ... jika aku tak sanggup menulis. Sungguh, memalukan. 😿😭




Menulis bukan tentang batas waktu, menulis bukan mengejar target. Menulis merupakan jalanku. Pelarianku dari dunia yang telah menghukum impian-impian yang tak terwujud. 








#SalamLiterasi

#Aiq

Monday, November 13, 2017

#TENTANG JODOH

#TentangJodoh



Tak usah risau jika engkau dipisahkan dengan seseorang yang engkau sayangi. Boleh jadi ada dua kemungkinan.
1. Bisa jadi kamu terlalu baik.

2. Bisa jadi dia yang lebih baik.
Untuk kemungkinan yang pertama, berarti engkau patut bersyukur. Itu artinya engkau telah dipersiapkan dengan sosok yang lebih baik. 
Untuk kemungkinan kedua, lebih bersyukur lagi. Berarti Allah memberi kesempatan untukmu. Kesempatan untuk memperbaiki diri-memantaskan diri.
Percaya, jodoh datang tak terlalu cepat atau terlambat. Sejauh apapun jarak jodoh pasti akan bertemu. Hanya soal waktu. 
Memang jodoh sudah ditetapkan sebelum kita lahir. Namun, tetap wajib untuk ikhtiar. Bukan menunggu sambil berpangku tangan. 
Sebaik-baiknya jodoh yang mengajakmu bangun cinta bukan jatuh cinta.

*Masih Nasihat lama.
#DontbeSad

#YourSoulLikeYou

Kisah 'Pahlawan' & Kucing

Tolong menolong dalam kebaikan, begitu ungkapan yang sering saya simpan dalam benak. Meski hanya beberapa persen bisa mewujudkannya. 



Sumber gambar : google

Karena setiap bantuan yang kita berikan akan kita terima dalam bentuk yang lain. Janji Tuhan itu pasti, sedikit pertolongan yang diberikan akan dibalas berlipat-lipat tak terhitung. 

Terkadang, kesadaran akan membantu sesama pun pudar. Entah karena faktor rutinitas kesibukan yang luar biasa padat. Kurangnya empati terhadap sesama. Menjadi pahlawan, tak perlu menjadi tentara untuk membela tanah air. Membantu orang-orang lansia, anak-anak atau yang membutuhkan 'perhatian' khusus saat menyebrang jalan sudah meringankan beban mereka. 
    Hal-hal sederhana yang diwujudkan dalam kepedulian kepada sesama;
  1. Seperti memberi tahu orang yang tersesat. Itu hal kecil. Tapi, sangat dibutuhkan bagi yang yang membutuhkan. 

  2. Mengembalikan barang yang jatuh atau tertinggal. Hal ringan, tapi bagi yang kehilangan sangat berarti.

  3. Mungkin punya banyak baju bekas. Pun bisa sangat berarti bagi orang yang kekurangan, korban bencana dan lainnya. 

  4. Meminjamkan uang, saat kondisi darurat. Pun merupakan pertolongan yang luar biasa bagi yang butuh.

  5. Hal sederhana lainnya, meluangkan waktu bercengkrama dengan keluarga. 


Hal-hal kecil di atas jika diupayakan secara maksimal. Kita bukan hanya sebagai pahlawan. Kita akan disegani, pun saat kita butuh akan diberi kemudahan. 

Mereka yang butuh pertolongan hanya sebagai perantara bagi kita untuk mendapatkan kesempatan berbagi, menolong sesama juga ujian. Apakah kita benar-benar bisa menjadi pahlawan bagi diri sendiri? 

Mustahil kita bisa melakukan sendiri. Kita hidup dan tumbuh besar karena orang lain (orangtua), kita belajar sesuatu pun melalui orang lain (pendidik), menikmati hal-hal yang bisa dikonsumsi dari orang lain (produsen), terakhir kita mati pun juga akan butuh orang lain (keranda tak akan jalan sendiri ke makam).

Sedikit senyum membahagiakan yang ikhlas untuk orang lain juga merupakan sedekah. Wujud berbagi kebahagiaan yang paling kecil. Sebuah senyum. 
Lantas, ada tumbuh begitu angkuh setelah dia mendapatkan target yang dia capai. Padahal, mustahil bisa diwujudkan sendiri. Coba, lihatlah betapa tangguhnya semut kecil mengangkat remah roti. Mustahil dia bisa mengangkat sendiri. Hadirnya teman, rekan, kerabat, semua orang di hidup kita wujud adanya peduli Tuhan. 
Sebelum, benar-benar ditutup. Izinkan saya berbagi kisah keluarga kecil kucing. Panggilannya luzi, kucing anggora yang usai melahirkan. Anaknya diadopsi oranglain. Dia kesepian, kehilangan. Sementara hasil indukan luzi dengan kucing lokal menghasilkan kucing blasteran yang lebih mirip kucing lokal. Ia pun memiliki tiga anak kucing. Berbulu mirip induknya.



Berhari-hari luzi merasa sedih, dia ikut merawat ketiga anak kucing. Melihat tuan rumahnya juga hidup susah. Memberi makan hanya sekali sehari. Luzi khawatir anak kucingnya kelaparan. Dia pun tak segan berbagi kelenjar mamae. Meski luzi sibuk menyusui. Sang induk pun berusaha mencari makanan. Mulai dari ikan di tong sampah, memburu tikus hingga mencuri ikan. 

Sebagai kucing yang tidak punya akal. Mencuri adalah jalan menyelamatkan nasibnya. Dia tidak tahu cara berkomunikasi, cara membuat pepes ikan, cara memancing atau cara menjual saham. Dalam pikirannya hanya anaknya dan cara menangkap tikus, kecoa, belalang, cicak yang bisa dilakukan. 
Maka, jika masih ada yang kurang peduli terhadap sesama. Bahkan melukai, berarti masih kalah dengan nurani binatang. Akalnya sudah tewas karena sifat kebinatangan lebih digunakan. 
Dari sana, kami menulis kisah-kisah manusia yang tidak peduli, mengeluarkan sisi binatang, rakus, tamak juga hilangnya hati nurani dalam sebuah kumpulan cerpen DARAH. >>Baca Selengkapnya 

Kemudian tak kalah penting, kembali lagi kepada sang Pencipta. Allah sudah membagikan rezeki sesuai kadar yang kita butuhkan. Bahkan masalah Rezeki, Jodoh, Kehidupan dan Kematian sudah diatur jauh sebelumnya. Sebelum penciptaan bumi. Subhanallah. Maha Suci Allah atas segala sesuatu. Menciptakan langit dan bumi, siang dan malam, laki-laki dan perempuan. 












Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka”. (QS Ali Imran : 190-191)






Manusia yang baik tentu akan menyukuri kehidupannya. Sebagai bentuk pedulinya bisa meluangkan waktu maupun materi untuk mereka yang membutuhkan. Jadilah pahlawan demi membantu sesama, peduli lingkungan dan binatang. 
Jika ada pakaian bekas yang masih layak pakai bisa donasikan kepada kami. LASNAS LMI SITUBONDOWOSO.

Kiranya itu saja yang bisa saya share di sini. Tidak menutup kemungkinan saya membutuhkan komentar anda. Barangkali ada yang tidak sepedapat. Bisa kita diskusikan bersama di FB : Baiq Cynthia

#SalamLiterasi 

Sunday, November 12, 2017

[Mini Review] Jingga dalam Elegi-Esti Kinasih

Keterpurukan bukan sebuah akhir. Bisa jadi awal yang tidak disangka-sangka. Setiap orang memiliki jalan tersendiri untuk menyematkan perasaan kalut, kekesalan, pencarian jati diri pun perhatian. 
Jingga dalam Elegi, lanjutan dari novel sebelumnya Jingga dan Senja. Benar-benar menguras emosi pembaca. Penulis sangat lihai memainkan karakter kembar identik yang memiliki perbedaan juga ciri khas. Alur yang begitu kuat, ditambah penggambaran latar turut menyuarakan tokoh. 

Ciri khas lainnya, novel ini meski pembawaan santai, tetap fokus dengan isi cerita. Sebagaimana cerita remaja, yang penuh drama, melankolis. Tapi, berbeda dengan gaya-gaya sinetron. 



Konflik yang ditawarkan memikat, tidak membuat pembaca terlalu tegang atau jengah. Sangat rekomen untuk pecinta teenlite, juga karya pop. 

Jangan lupa koleksi ketiganya! Bisa juga baca gratis di aplikasi e-book (Ijakarta).



#SalamLiterasi

Saturday, November 11, 2017

Kepadamu, yang Terbang Bersama Dandelion

Pada akhirnya aku tahu, siapa yang bersungguh-sungguh siapa yang ingin mencicipi manisnya cinta. 

Aku tak sedang bercanda pada dunia. Meski banyak orang abai akan sebuah impian. 



Sumber Google
Sudah setengah dekade, kau pun tak kunjung datang. Penantianku terasa terhenti. 

Denyut nadi bergerak tak pasti. Inikah perasaan yang dulu menggebu. Menghasut semua yang pernah menetap.

Kapan terakhir, engkau memetik dandelion? Jangan kau sebut kata itu. Jika mencabut satu saja tak mampu.

Lelaki yang kutunggu saat ini? Jangan tanya soal itu. Aku tidak pernah memimpikan lagi. Bahkan aku sendiri tak pernah ingin menatapnya lagi. 

Aku tak ingin bermimpi, pun tak ingin dimimpikan. 
Aku bukan pujangga waktu, yang pandai bercanda setiap detik. 
Kau boleh pergi sesuka hatimu. Kau boleh datang mengetuk hatiku bila kau siap. Aku pun tak akan pernah meminta kau hadir. Pun tak melarang kau pergi.
Bukan tentang sebuah janji. Tapi, ucapan janji yang kau-torehkan? Ah, sudahlah. Kuanggap kau daun kering, perlahan menyusup dalam tanah. 
Pergilah sesuka hatimu.
Jumat, 10 November 2017

21 Shafar 1439 H

Thursday, November 9, 2017

Saat Kau Merasa Lupa Asal Mulamu

Kau tahu capung, saat kakiku masih terlihat menjijikan melahap puluhan daun hijau. 



foto source google
Kau mencemooh, katamu aku tak bisa terbang. Setiap aku menyapamu, wajahmu melengos--menari dengan udara tak melihatku di antara tumpukan kelopak seruni.
Aku sedih, kalut, mataku sembab. Kulihat diriku di atas bening danau. Aku sangat buruk. Tubuhku lebih menyeramkan darimu. Pantas saja, engkau menghindar dan abai saat aku ingin berteman denganmu.
Aku malu, lantas membungkus diriku dengan pintalan benang. Aku akui, hanya butuh tempat sendiri. Bersembunyi, dalam liang kapas putih yang menggantung pada lengan ranting. 
Membiarkan tubuhku tak melahap satu jenis daun terlezat di dunia. Aku abai. Kupejamkan mata. Orang bilang aku sedang tertidur lelap berhari-hari. 
Kata si beruang, itu hibernasi. Entahlah, aku betah dalam kegelapan. Saat aku sendiri, setidaknya aku ingin memperbaiki diri. Aku juga ingin punya sayap. 
Embun mengetuk selimutku. Membebaskan hari-hariku yang kelam. Mataku berbinar melihat sekeliling dipenuhi bunga mawar dan matahari. Aku takjub!
Sial. Aku terpeleset, mataku terpejam. Kurasa tubuhku terasa ringan di udara. Sedikit membuka mata. Kyaaaa ... 
 Aku bisa terbang!

Tapi, apakah capung akan menjadi temanku? 
081117

Aiq

Wednesday, November 1, 2017

Lingkaran Hidup

Kenapa sih, hal yang lebih tinggi selalu dibilang enak. Sebaliknya, yang terlihat rendah dibilang tak enak.
Entah, pikiran apa yang merasuk dalam pikiran. Membuat riset kecil-kecilan. Bahagia itu gimana? Enak itu gimana? 
Bersyukur banget punya banyak family. Hingga travelling jadi bebas biaya. Allah yang memberikan kesempatan itu. Seperti impian tahun yang lalu-lalu. Travelling. Yups! πŸ˜‚



pic source google

Tahun ini menjadi tahun yang luar biasa bagiku. Selain bisa berpetualang ke beberapa daerah seperti Jember dengan sepeda motor, sumenep dengan rombongan keluarga, Malang sendiri, kediri dengan sepeda motor. Probolinggo, Pasuruan, Sidoarjo, Tuban, Surabaya, Banyuwangi. Terakhir Bali. 
Itu semua gratis! Alhamdulillah. Kalau bukan dari karunia Allah mungkin aku tak akan tahu rasanya naik mobil-mobil mewah sampai truk. 

Makan-makanan lezat (kata mereka) sampai makan yang tak biasa aku makan. Mandi dengan fasilitas air hangat sampai mandi harus menimbah. Jalan-jalan Pusat perbelanjaan besar sampai pasar-pasar. Tidur empuk dengan fasilitas AC hingga tidur desak-desakan dengan kipas angin rusak. 
Itu benar-benar enak!

Aku merasakan dengan nikmat yang tiada terkira. 
Lalu, ada orang yang begitu iri dengan posisi aku sekarang. Bahkan ada yang iri dengan temanku yang bisa magang di luar negeri. 

Prestasi macam apa yang terlihat tinggi? Padahal saat dijalani, rasa 'enak' darimana? Jauh sama keluarga, mengalami culturshock, beda musim. 
Padahal kita semua memiliki kesempatan yang sama jika berusaha. Melewati zona aman. Benar-benar terasa tertantang. Tergantung pada kemauan.
Maka tidak salah Kalam-Nya, Allah tidak akan pernah mengubah suatu kaum. Hingga kaum itu sendiri yang akan mengubah. ☺ 
Berhentilah iri. Menganggap diri lebih kecil. Jauhkan sikap pesimis dan rendah diri. Setiap orang punya potensi yang berbeda. Mereka punya kesempatan untuk maju, apabila pola pikirnya sudah maju. 
Bahkan, sejauh pengamatanku. Bagi orang kaya, harta itu bukan segalanya. Harta hanya titipan, untuk kaum yang membutuhkan. Harta ialah amanah yang jika dijalankan dengan benar akan mendekatkan diri pada Pencipta. 
Bagi yang tak punya, kekurangan bukan hal yang membinasakan. Selama masih berjalan di jalan yang benar. Selalu, optimis. Rezeki sudah Allah yang mengatur. 
Roda akan selalu berputar. Di atas atau di bawah. Bukan masalah serius, di mana posisi roda kita. Yang terpenting menjaga silaturahmi, banyak berterima kasih, juga hindari iri. 
Intinya syukuri hidup. Lihat sekeliling. Jelajahi dunia. Maka, akan tahu rasanya 'nikmat'.

Apa pun keadaannya, bersyukur. Terus berusaha mencari jalan keluar. 
Entah siapa yang menulis status ini. Selain dari Hidayah-Nya.
#SalamLiterasi