Saat Sakit tak Melihat

(Dokter part 2) 
Beliau langsung tergopoh dengan stetoskop. Lima garis keringat siap meluncur--tapi menggantung di kening.



Dia langsung menyuruh, berbaring tempatku pemeriksaan. Alat tensi darah, sudah mulai direkatkan pada lenganku.
Dia berujar, "Kurus kok normal." 
Aku bilang sebelumnya, 100/70 saat di Surabaya. Sekarang udah baik. 
"Jangan sampai kosong," katanya lagi setelah mendengar suara sendawa. Tepukan pada perut mirip suara gendang.

Padahal sebelum berangkat sudah terisi. Meski makan sekitar 3 sendok.
Dia pun mengisyaratkan untuk tengkurap. Seperti biasa cairan dalam jarum, yang khas untuk pasien. Tidak kudapatkan di salah satu layanan kesehatan di Surabaya. 

Lagi, kutunjukkan. Beberapa tablet yang selama ini dikonsumsi. Mulai dari vitamin, pereda mual, hingga penghilang nyeri. Satu lagi pil milik sepupu yang racikan khusus, dokter ternama di kota sebelah Situbondo. Tidak mempan.
Aku kembali pada timbangan. Aneh, padahal saat sakit turun drastis 5 kg. Kini, naik lagi. Kupastikan timbangan saat sakit pertama itu rusak. Karena titik nol saat menimbang melenceng ke minus.
Saat ini aku yakinkan timbangan akurat. Masih utuh dengan plastiknya. Juga penurunan tidak begitu drastis. Sekitar turun dua kilogram.aa
Meski nama obatnya sama, bentuk dan warnanya berbeda. Yang satu hijaunya terlihat pudar. Satunya masih terlihat segar dan berlabel. 
Obat yang sebelumnya, diminta untuk disingkirkan. Pesannya. Makan rutin tiap 4 jam sekali. Hindari pedas dan kecut. 
Dia pun berkata sudah 6 hari rawat inap karena masalah penyakit yang sama denganku. Dia pun menunjukkan bekas jarum infus di kedua pergelangan tangannya yang berjumlah 4. 

Hal sepele. Seperti salah makan. Bisa berujung rumah sakit atau maut. :') 
Jaga kesehatan, ya! Setahun lalu aku sakit begini. 2 tahun yang sama juga sakit ini. Sepertinya selalu begitu. Pola makan yang salah sangat berbahaya. 
Makan rutin meski sedikit dan aktivitas banyak. Daripada sakit. Sehat selalu dokter. *Eh, jadinya dokter sama pasien saling sharing penyakit yang sama. 
Makasih ya, Dokter. 
#curcolmalam

Baiq Cynthia

Baiq Cynthia Menggeluti dunia literasi dan freelancer, sebagai editor lepas dan penulis content writer. Bukunya berjudul September Wish dan DARAH. Menantikan kehadiran buah hatinya.

Post a Comment

Popular Posts