Pecinta Buku, Kuliner dan Jalan-jalan Perjalanan dan pengalaman akan menjadi momen berharga saat disimpan melalui tulisan dan lensa.

Thursday, September 28, 2017

Dia yang Mengembara - Baiq Cynthia

Dia pun punya keputusan untuk berjalan ke mana. Meski dia sudah lama berpisah dengan induknya. 



Malang sekali dia, yang meski memiliki ribuan kaki, tak bisa berlari seperti Cheeta. 
Lantas apa hakikat hidup? Jika kenyamanan tidak didapatkan. 
Aku tak tahu dia tinggal di mana bersama siapa. Menurutnya keluarga itu adalah yang bisa menerima apa adanya. Tak harus ada hubungan kekerabatan. 

Oh, sudah lupa? 
Sejak kapan dia lupa? Dia hanya ingin berjalan-jalan menapaki takdir hidup. 
Dia berhak bahagia juga meski sendiri. 
Jika dia diberikan kesempatan untuk terbang, mungkin dia akan memilih terbang. Melihat dengan seribu kakinya.

Mungkin, dia saat ini terasing. Terpasung pada dimensi waktu yang membelenggu. Dalam lubuk pikirannya. Dia pun ingin sekali seperti keluarga bebek atau rombongan semut. Yang hampir setiap pergi, selalu bersama-sama. 
Tapi dia hanyalah dia, yang terus bertahan saat kemarau datang. Yang mengembara saat hujan datang bulan September.
Surabaya, 28/9/2017

Saturday, September 23, 2017

Satu Kata untuk Senja

Sebelum cahaya padam, aku sematkan rasa rindu yang tak pernah terucapkan. Kepada arak laut yang tak henti bersorak. Diam-diam hatiku menyimpan namanya. 


Setiap aku menatapnya, tanpa kurasa akan balasan tatapan itu. Sorot matanya yang teduh menenangkan. Gelak tawa yang terus mengajak bibirku tersenyum. 
Aku tahu perbedaan ini menyakitkan. Dia yang menyangga permata, aku hanya mampu menantap pada kaca. 

Kulihat dia berdiri terbalik dalam bayangan air bening. Matanya biru, menyimpan ketenangan. Kesabaran, keteduhan, kasih sayang.
Sayapnya mungkin sudah memeluk dia. Dia yang begitu spesial baginya. Aku hanya bisa diam menekur. Menahan laju bening yang mulai mengembang di sudut mata. 
Aku cemburu pada sepasang camar yang saling mengejar di tabir biru. Langit memerah. Membiarkan aku merangkul rindu. Rindu itu tak pernah meminta balasan. Meski embun jatuh tak pernah membenci daun.
Aku tahu aku bukan seperti yang dia impikan. Pada kenyataannya, usapan angin menyadarkanku. Bahwa ikan tak akan bisa hidup di darat. 
Senja benar-benar menutup sempurna. Membiarkan rembulan terlelap dalam hening.
Surabaya, 22 September 2017

 Perempuan Senja

Monday, September 18, 2017

Kekuatan Doa untuk Rezeki

Setiap apa yang telah digariskan pada hamba-Nya tidak akan pernah bertukar. Apalagi hanya tentang sebuah rezeki dan cobaan. 



Source 

Kita tidak akan pernah tahu. Kapan rezeki itu datang, kapan cobaan menghadang. Tetapi, sebagai manusia hanya bisa mencoba bertahan. Menghadapi segala permasalahan yang ada. Bukan memilih jalan pintas dan pergi dari kesempatan. Sejatinya cobaan hanya sebuah kerikil-kerikil kecil yang apabila kita lewati dengan tenang tak akan tergelincir. Tetapi, saat kerikil berubah menjadi gumpalan besar. Bersiaplah untuk tersakiti. 





“Aku sudah pernah merasakan semua kepahitan dalam hidup dan yang paling pahit ialah berharap kepada manusia.” -Ali Bin Abi Thalib-



Hal paling indah adalah saat meminta doa kepada Allah. Kepada sang Pemberi Rezeki. Terkadang doa-doa kita yang sering dilayangkan belum juga terkabul. Apa sebabnya? Barangkali, terlalu banyak butiran dosa yang melekat pada kita. Bisa jadi pula karena perasaan kita yang belum pandai bersyukur. 

Tapi, janganlah risau. Allah Maha Mendengar atas apa yang terjadi. Hanya Allah yang mampu mengabulkan doa-doa kita. Terkadang, doa-doa yang kita layangkan pada Langit. Dikabulkan pada waktu yang tidak terduga. 
Terlalu sering aku mendengar nasihat dari guruku. Allah maha Mengetahui. Allah akan berikan apa yang kita butuhkan, daripada apa yang kita inginkan. 

“….boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui,sedang kamu tidak mengetahui.”(QS. Al-Baqarah : 216)






Cukuplah Allah yang mengetahui doa-doa kita, keluhan kita. Karena belum tentu keluhan yang kita utarakan kepada orang lain akan menemukan jalan. 
Butuh jalan berliku untuk lebih memantapkan diri menemukan jalan yang lurus. Karena setiap kesulitan hanya ada di awalnya saja. 
Cukup katakan Alhamdulillah setiap saat. Dalam keadaan suka maupun duka. Tak selamanya matahari akan terus bersinar. Juga tak selamanya langit akan mendung. Periode kebahagiaan akan mirip dengan cuaca. 

Jazakallah khair. 

Semoga bermanfaat. Setiap kata yang teruntai merupakan ilmu yang diberikan oleh-Nya. Kebenaran mutlak diberikan oleh Allah. Sedangkan lupa dan salah adalah milik manusia. 

Surabaya,

Baiq Cynthia

Friday, September 8, 2017

Cerpen Komedi - Baiq Cynthia Satu Detik Saja (Story Club)

#Pemenang_Cerpen_Komedi

#StoryClub2014
Judul : Satu Detik Saja

Penulis :Baiq Cynthia
Hari ini cuaca sedang galau, akhirnya awan nangis deh hingga air tangisannya membuat banjir sampai mata kaki. Beberapa saat kemudian hujan segera reda, moment penting ini tak terlewatkan bagi Sharma untuk pergi shopping.



"Ma, kamu mau kemana. Hujan ajah baru kelar?" terdengar sebuah suara dari dalam rumah ketika Sharma baru membuka pintu pagar. 
"Bentar cuma Mom, aku butuh refreshing. Sumpek dalam kurungan seperti ini," Sharma melipatkan kedua tangannya di depan dada.
Suara gemerincing gelang kaki mendekati Sharma. Terlihat wanita paruh baya yang mengenakan sari kuning yang melilit tubuhnya. Dia adalah Mom Sharma, namanya Anuskah.
"Nak, ayo masuk saja urungkan niatmu yang hobinya keluyuran gak jelas. 

Sekarang jalanan becek, gak ada ojek. Rempong pake banget!" tangannya berkacak pinggang laksana peragawati yang memamerkan busananya.
"Haduh, Mom! Please cuma sebentar kok," Sharma mengendus kesal.
"Bilangnya bentar, tapi suka amnesia balik ke rumah. Udah! Nurut saja, dua minggu lagi kamu bakalan nikah. Nurut kenapa!"
"Iya ... iya," kembali masuk ke rumah sambil menurukan bahu, mirip nenek-nenek panti jompo yang bungkuk.
"Paling malas di rumah, seperti di sel penjara zaman penjajahan Inggris," Sharma tak henti-hentinya berceloteh seperti kakak tua kehilangan bulu.
Sepekan setelah kejadian itu, semua tetangga Anuskah datang berbondong-bondong ke rumah Anuskah sambil membawa pisau. Eits! Bukan untuk memotong badan paus yang terdampar. Tetapi membantu memasak untuk persiapan pernikahan putri Anuskah satu-satunya.
"Ma, dari sekarang kamu harus sering luluran biar lebih bersih kulitnya!" tampak Ibu Sharma membawa perlengkapan 'medy care' ke kamar Sharma.
"Emang kulitku kotor seperti babi tak mandi sehari?" 
"Bukan, biar lebih putih Nak."
"Iya, asalkan lulurannya enggak pake pemutih ya, Mom!"
"Hehe, kamu ini malah bercanda." Anuskah meletakkan sekotak bahan rempah untuk perawatan putrinya.
"Mom, mau masak atau lulurin aku?" 
"Diam ajah!" Anuskah kesal kepada anaknya yang terkadang 'Oon-nya' muncul.
Anuskah mulai meracik beberapa rempah ke dalam lesung kecil, beberapa menit kemudian jadilah adonan lulur.
Anuskah mulai memanggil para relawan untuk meluluri anaknya. Mereka berusia sebaya dengan putrinya yang kini berumur 21 tahun. Maklum, Sharma jarang bergaul dengan orang lain. Dia lebih suka jalan-jalan dan belanja.
(Keesokan harinya).
"Ma, ayo bangun! Hari ini adalah ritual membersihkan bulu!" Anuskah menggoyang-goyangkan tubuh putrinya yang masih terlelap.
"Apa?!"
"Iya, liat ajah nih!" tangan Anuskah yang usil mulai menarik sehelai bulu rambut.
"Au!" Sharma terhentak dan bangun.
"Haha, daripada guyur kamu pakai air gak berhasil ini lebih praktis," Anuskah terkekeh.
***
Setelah ritual selesai dijalankan kini tiba menggunduli bulu-bulu Sharma yang menggerogoti tubuhnya, terutama di kakinya. Rata-rata bangsa India memiliki bulu yang panjang seperti kucing Anggora. 
"Ma, tenang saja. Ini hanya sedetik saja. Rasanya itu enggak sakit kok. Cuma bulu," suara Anuskah melantun ke telinga Sharma.
Beberapa orang di sekitar Sharma telah siap dengan lakban hitam yang besar. Bukan untuk memplaster mulut Sharma.

Namun lebih tepatnya, "Krek!" 
"Auuuu!" suara auman Sharma lebih parah daripada Srigala yang kelaparan.
"Ma, gimana rasanya? Hanya sedetik saja," suara salah satu gadis yang tengah mengoprasi bulu Sharma.
"Iya, hanya sedetik tapi berkali-kali ... Auuu!" 
"Hehe, ini belum seberapa dibanding dengan ...."
"Krek ... Krek ... Krek!"
"Nona, tahan ya! Karena ini ritual gundul bulu, jadi hanya boleh dengan lakban atau perekat. Kalau pake alat cukur namanya pangkas bulu. Nikmati sensasi hilangnya bulumu tiap detik," salah seorang lagi di samping Sharma menimpali.
"Iya, cukup sedetik untuk berkali-kali itu iklan kartu perdana ... Auuuu sakit banget!!!" 
~End~
#Lets Like, guys...

BADRINATH KI DULHANIA [REVIEW FILM] INDIA 2017

Cinta bisa mampir di hati kapan saja dan di mana saja. Seperti perasaan jatuh cinta seorang Badri kepada seorang wanita yang jago bahasa Inggris. Pertemuan pertama di sebuah Wedding Party membuat malam-malam Badri semakin tidak nyaman. Rasanya ingin tahu siapa nama gadis itu. Melalui sahabatnya Momdev yang memfasilitasi lewat jasa pencarian jodoh. Mengundang Vaidehi untuk ikut program tersebut. Ternyata ditolak mentah-mentah oleh Vaidehi—Perempuan cerdas yang aktif berbicara. 



Source

Di India laki-laki menjadi ASET. Sedangkan perempuan menjadi (APES)—kewajiban saat mas kawin harus dibayar oleh pihak wanita sesuai kesepakatan kedua bela pihak. Ayah Badri sangat selektif memilihkan pasangan, baginya perempuan yang memiliki gelar MBA atau level paling tinggi sekalipun tidak akan bisa menjadi aset. Perempuan akan tetap dengan kodratnya, sumur, dapur dan kasur. 

Ayah Badri memiliki penyakit jantung, hingga tabung oksigen menjadi sahabatnya. Antisipasi marah-marah dan kena serangan jantung. Seperti para orangtua yang ingin menikahkan anaknya dengan Badri. Bagi ayahnya, gadis cantik belum cukup. Dia menganalogikan Taj Mahal yang juga cantik, butuh banyak perawatan mahal.

Semua berawal dari janji seorang lelaki sejati--Badri kepada perempuan yang dikasihinya. Dia akan membantu mencarikan suami untuk kakak perempuan tersebut. Hal-hal kocak mendominasi kisah Badrinath Ki Dulhania. 

Perjuangan, mencari idaman kriteria kakak Vaidehi berujung hasil. Hingga mereka berencana menikah bersamaan. Di tengah persiapan pernikahan yang megah. Calon pengantin wanita kabur salah satunya. Membuat ayah Badri marah besar! Tidak tahu ke mana larinya perempuan yang sangat Badri cintai.

Bahkan cinta bisa menjadi benci. Api yang berpijar di hati sulit dipadamkan. Selain cinta yang ditunaikan. Cinta sudah menjadi bumerang bagi keluarga mempelai. Mereka begitu shock dan malu di depan undangan. 

Terkadang ada banyak pilihan rumit dalam hidup, tetapi justru kerumitan itu menjadi bumbu-bumbu kehidupan. Setiap jalan kehidupan pasti ada mimpi. Bermimpilah untuk kebahagiaan, jangan bermimpi untuk masa depan. Bahkan Kau tidak bisa mempercayai masa depan. Di saat bermimpi untuk mencari kebahagiaan, maka tidak masalah posisi kita ata di atas atau di bawah.
Zaalima Tere Ishq Ch Main—Oh ... Cintamu yang kejam. Kira-kira ke mana perginya Vaidehi? 

Cinta memang kejam, saat berupaya mempercayai. Cinta itu malah menghianati. Saat berusaha bertahan pada satu cinta, justru cinta itu memilih pergi. 

Kisah ini tak hanya berbau drama, full komedi siap-siap mengeraskan rahang. Menahan perut yang terkocak, juga ikuti keseruan mereka mengelilingi dunia oleh cinta. 

Film ini sangat direkomendasikan kepada pecinta India yang suka hal-hal romantis. Sekaligus film ini menyisipkan salah satu kritikan pada tradisi turun temurun yang sudah tidak relevan di abad milineal.

Star 8 dari 10 Film yang benar-benar keren! Luar biasa, memotivasi kaum jomloh! Untuk lebih giat mengejar mimpi, daripada mendengarkan bully.

Happy Watching!
Info film : Wikipedia

Directed by Shashank Khaitan

Produced by Hiroo Johar | Karan Johar |Apoorva Mehta

Written by Shashank Khaitan

Starring  |Varun Dhawan |Alia Bhatt

Music by Songs: Amaal Mallik, Tanishk Bagchi, Akhil Sachdeva

Background Score: John Stewart Eduri

Cinematography: Neha Parti Matiyani

Edited: by Manan Sagar

Production company : Dharma Productions

Distributed by Fox Star Studios

Release date: 10 March 2017 (India)

Running time 139 minutes[1]

Country: India

Language: Hindi

RABTAA [REVIEW FILM] INDIA 2017

Film Raabta yang dibintangi Sushant Singh Rajput sukses mengalirkan airmata, haru, tegang dan gelak tawa. Lawan main Kriti Sanon sebagai Saira juga Jim Sarbh sebagai Zakir. Nyaris membuat mata tak berkedip. Cinta datang terlalu cepat, terkadang cinta pun membuat sebuah ikatan. 

Kisah seorang Shiv yang memiliki wajah tampan, selain humoris juga romantis. Tak sedikit perempuan yang jatuh hati kepadanya. Berkali-kali jatuh cinta. Tapi, cinta tak pernah hinggap di hati. Shiv justru merasa Saira palung hatinya. Cukup dua hari bagi Shiv bisa membuat pacar Saira patah hati. Saira pun tak bisa menolak desiran perasaan kepada Shiv. Bagi Saira Shiv adalah sosok yang berbeda. Bahkan wajahnya merasuk ke dalam mimpi Saira setiap malam.



sumber gambar

Pada suatu malam Saira bertemu dengan seorang cenayang. Saira mengeluhkan mimpi buruk yang berulang-ulang setiap malam. Bahkan obat penenang pun tak sanggup mengusir  mimpi buruk yang selalu datang setiap malam.  “Seseorang tenggelam dalam air, rantai, darah, terjebak ... Aku merasa kehabisan napas.”-Saira-

Cenayang mengatakan bahwa Shiv pernah menjadi raja. Bagi lelaki yang lebih menyukai hal logika sama sekali tidak mempercayai apa yang dikatakan oleh cenayang. Berbeda dengan perempuan yang cenderung menggunakan perasaan. Percaya akan terjadinya sesuatu.

“Bulan Purnama, matahari, air hujan ... Hujan pertama setelah hari-hari cerah seseorang akan datang. Orang itu adalah pangeran, dia akan membuat hidupmu berubah.”

Kata Hindiba, hanya Saira yang bisa mengubah semuanya. Apa jadinya jika De javu pada kejadian kisah cinta manusia 800 tahun silam terulang kembali. Kisah yang bersamaan saat langit penuh dengan pijaran bola api, hujan, purnama, dan badai.

Kira-kira siapa seseorang yang akan datang? Seseorang Pangeran yang akan mengubah dunia Saira? Tonton serunya petualangan mereka di Eropa. Mencari cinta yang terselip dalam sebuah hubungan. 

Film yang berbeda dengan kisah cinta biasanya, nuansa Epic sangat kental di beberapa adegan. Akting mereka mendalami dua peran yang berbeda, luar biasa! Cinta memang harus memiliki, siapa bilang cinta tak harus memiliki. Bahkan karena cinta setetes darah pun siap dikorbankan. 

Cinta bukan sekedar janji manis pujaan hati, kata-kata mesrah. Cinta mampu menguatkan, saling memiliki dan melindungi. Sejatinya hidup tanpa cinta bagai taman tak berbunga, kata sebuah lirik lagu. 

Cinta adalah koneksi, kapan pun merasakan getaran cinta. Sejatinya akan selalu terhubung satu sama lain.

Rating 4.5 dari 5 untuk film Raabta yang super duper keren! 

Reviewer : Baiq Cynthia
Info film link Wikipedia

Directed by Dinesh Vijan

Produced by Dinesh Vijan, Homi Adajania, Bhushan Kumar

Written by Siddharth-Garima

Starring Sushant Singh Rajput, Kriti Sanon, Jim Sarbh, Varun Sharma

Narrated by Irrfan

Music by Songs, JAM8, Sourav Roy, Pritam, Background score, Sachin-Jigar

Cinematography Martin Preiss

Edited by A. Sreekar Prasad, Huzefa Lokhandwala

Production company: Maddock Films

Distributed by T-Series

Release date 9 June 2017

Running time: 148 minutes

134 minutes (International Cut)

Country : India

Language: Hindi