Sepatah Kata Untukmu.

Mungkin ini ya, namanya perjuangan.. Bahkan saat aku cerita sama umikku tersayang. Beliau baru mengerti setelah saya jelaskan lagi. :') 


"Alhamdulillah, semoga barokah ya, Nduk. Setidaknya Umi gak sia-sia merawatmu sejak kecil. Meski umi gak bisa baca tulis, tapi Umi selalu mendoakanmu." 
Umi memang tak mengeluarkanku dari rahimnya. Tapi, wanita hebat itu. Mampu mengeluarkan aku dari kegelapan. Membimbing dengan yang dia bisa. Selain baca dan menulis aksara. 
Usianya kini akan menginjak 80 tahun. Kuharap, beliau bisa tersenyum. Selalu sehat, dan diberi umur panjang.
Mamaku yang jauh di sana. Terima kasih restunya. Kau wanita tegar yang kutahu. :') Tetaplah tertawa...
Abah ... aku tak akan mengecewakanmu. Meski aku tak sempat sekolah lagi. Pun tak bisa bekerja seperti yang kauharapkan. Aku akan buktikan bisa berkarya. 

Babe... meski pun engkau tak begitu merespon keberhasilanku. Mungkin engkau tak mengerti. Aku maklumi. Aku ingin membuatmu bahagia. Maafkan aku selama ini ya Be..
Aku memang bukan anak orang kaya. Tapi, aku ingin memberikan kekayaan hati.. untuk meraka. 

Love you.

Situbondo, 23 Agustus 2017

Baiq Cynthia

Baiq Cynthia Menggeluti dunia literasi dan freelancer, sebagai editor lepas dan penulis content writer. Bukunya berjudul September Wish dan DARAH. Menantikan kehadiran buah hatinya.

Post a Comment

Popular Posts